NovelToon NovelToon
Patah Hatinya Perempuan

Patah Hatinya Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Menikah dengan Musuhku / Diam-Diam Cinta
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yunita tri maryadi Ramadhan

Tepat di hari pernikahan Aaron.
Zianca dan Aaron akhirnya di pertemukan kembali setelah berpisah selama bertahun-tahun. Ternyata kini Zianca tengah menjalin hubungan dengan kakak laki-laki Aaron, Lucas pria dingin dan misterius itu kini sangat mencintai dan terobsesi dengan sosok Zianca. Namun di balik hubungan Zianca dan Lucas, ada rahasia besar di dalamnya.

Setelah kembali bertemu, Zianca dan Aaron perlahan memperbaiki hubungan pertemanan mereka. Namun, siapa sangka jika Aaron masih menaruh hati padanya. Lucas yang menyadari hubungan antara Aaron dan Zianca yang tampak tak biasa itu mulai terganggu, ia mulai bersikap semakin posesif dan over-reaction terhadap Zianca, bahkan ia sampai menyakiti Zianca tanpa ia sadari.

Perselisihan semakin memanas di antara ketiganya, hingga akhirnya Lucas sadar jika Zianca selama ini tidak mencintainya, melainkan ingin membalas dendam padanya atas kemaatian kakak perempuannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita tri maryadi Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14 : 'Miss You'

Zianca memandangi semua yang ada di mejanya. Ia tertegun sesaat. Dia hampir saja luluh oleh Aaron, namun setelah melihat video yang di kirim Fina dia menjadi ilfeel.

Zizi segera menyimpan semua makanan dan vitamin itu dalam kulkas. Dia benar-benar enggan memakannya.

Lalu segera pergi tidur.

Keesokan paginya Zizi bangun telat karena sabtu adalah hari libur. Ia terbangun pukul 8 pagi. Dia segera keluar kamar untuk mencari papanya. Namun tidak ada siapapun dirumah. Di atas meja makan ia melihat tudung saji menutup sesuatu, lalu Zianca membukanya.

Ternyata ayahnya telah memanaskan nasi goreng pemberian Aaron tadi malam dan menghidangkannya di atas meja, kemudian ada beberapa macam potongan buah, serta beberapa butir vitamin yang di letak di atas piring kecil, semuanya telah di siapkan oleh ayahnya sebelum berangkat kerja.

Zianca melihat catatan kecil dan dua lembar uang pecahan seratus ribu rupiah di atas tudung itu. Zianca menghela nafas pelan melihat uang itu. Ayahnya terus saja menambah uang sakunya meski ia tidak pernah memintanya.

"Kamu boleh membenci orangnya, tapi tidak dengan makanannya.. Have fun my little angel !!" Tulis ayahnya hangat.

Zianca tersenyum manis melihat catatan kecil itu. Lalu segera duduk di meja makan, mencicipi semua makanan yang telah di hidang ayahnya, terakhir dia menenggak vitamin itu dengan segelas air hangat.

****

Zianca telah bersiap-siap untuk pergi. Ia mengenakan dress selutut berwarna peach, mengenakan sepatu sneakers, mengepang jalin lipan rambutnya, serta mengenakan bedak dan liptint secukupnya. Dia biasanya tidak berpakaian feminim seperti itu, namun mereka berencana akan foto studio untuk kenang-kenangan, sehingga dia sedikit berdandan feminim.

Tak lama setelah dia menunggu, Zianca mendengar suara klakson mobil, berselang beberapa detik Raka meneleponnya. Ternyata Raka menjemputnya dengan mobil. Biasanya Raka bepergian mengenakan motor sport nya, Zianca tidak pernah tau ataupun melihat Raka mengemudikan mobil.

"Sorry telat.." serunya terkekeh membuka kaca mobil di sebelahnya.

"Nggak pa-pa kok.. santai aja.."

"Yaudah yuk jalan.." sahutnya tersenyum.

Zianca segera masuk ke dalam mobil sport sedan milik Raka.

"Pas banget kan gue hari ini bawa mobil.. soalnya lo dandan cantik banget hari ini nggak kayak biasanya.. karena tau gue yang jemput ya??" Ledek Raka menggoda.

"Ge-er banget lo !! Gue dandan bukan karena pergi sama lo.. tapi karena mau foto bareng Fina dan Puput buat kenang-kenangan.."

"Ohh.. kirain.."

"Jangan ngada-ngada deh lo.." timpal Zianca tersenyum sinis.

Saat mobil Raka jalan menuju keluar gerbang, mobil yang mereka tumpangi berpapasan dengan mobil Aaron yang masuk ke arah dalam.

Zianca yang menandai mobil dan plat mobil Aaron hanya tertegun, dia melihat ke arah belakang.

"Kenapa Zi? Ada yang ketinggalan?" Tanya Raka heran.

"Eh.. enggak kok.." geleng Zianca cepat.

'Untung gue udah pergi, kalau sempat ketemu sama Aaron apa dia nggak bakal heboh tau gue pergi sama Raka..' batinnya lega.

****

"Sorry.. sorry lamaaa.." seru Zianca setengah berlari menghampiri Fina dan Puput.

"Susah banget nyari parkiran di bawah.."

"Cieee.. tumben banget lo pake dress.. cantik banget tau.." puji Fina takjub melihat Zianca yang tampil beda itu.

"Ini demi mau foto sama kalian berdua aja.. kalau enggak, boro-boro deh gue pake baju beginian.." gerutu Zianca menurun-nurunkan pinggang dress nya, karena bagian bawah dressnya selalu tertarik naik ketika dia banyak bergerak, sehingga menjadi lebih pendek.

Bahkan saat di mobil tadi, Zianca tampak risih dan berusaha menutupi pahanya dengan tas kecilnya.

"Ya nggak pa-pa kali Zi.. lo kan cewek tulen, ya wajar aja lo dandan feminim kayak gini.." timpal Puput yang juga tampil lebih dewasa karena dandanannya siang itu.

"Yaudah yuk beli tiket dulu, habis itu baru deh kita beli cemilan buat di dalem.." seru Fina menggandeng lengan Zianca dan Puput.

"Ehh kalian tunggu disana aja.. biar gue yang beli tiketnya.. gue emang udah niat buat traktir lo bertiga.." seru Raka.

"Eh.. nggak usah.. kita bayar masing-masing aja.." tukas Zianca sungkan.

"Udah nggak pa-pa kok Zi.. lagian kapan lagi kita bisa ketemu kayak gini..bener nggak?"

"Bener banget.." angguk Puput dan Fina serempak.

Zianca hanya tersenyum sinis melihat tingkah kedua temannya yang memalukan.

"Kalau gitu kita yang beli cemilan ya.." usul Zianca.

"Boleh.." angguk Raka setuju.

"Gue aja !!" Timpal Aaron dengan suara lantang dari arah belakang mereka, tiba-tiba sudah ada disana entah darimana dia datang.

Mereka berempat bengong melihat kehadiran Aaron disana.

"Biar gue yang beli cemilan.." jelasnya lagi.

"Lo ngajak dia?" Tanya Fina masih kesal dengan Aaron.

"Enggak kok.." geleng Zianca cepat.

"Lo pada mau apa?" Tanya Aaron angkuh.

"Semua jenis makanan yang ada di bar bioskop itu.." timpal Fina.

"Cih.. cuma yang disana? Nggak mau tambah yang lain??"

"Yang lainnya nanti lo traktir kita berempat makan di sushi resto yang di lantai 4.." tambah Fina lagi.

"Fin.. lo apaan sih.." tukas Zianca sungkan, karena resto sushi yang ada di lantai 4 itu terkenal mahal banget. Fina pernah cerita kalau saudaranya pernah ngadain makan-makan dengan teman-temannya dan menghabiskan belasan juta.

Restoran itu terkenal menggunakan bahan tambahan seperti caviar, edible gold (emas yang bisa dimakan), jamur truffle, dll.

"Oke.. deal !!" Sahut Aaron setuju.

"Dan lo nggak boleh ngatur-ngatur kita mau milih makan apa.." timpal Fina lagi.

"Terserah lo deh.." gumam Aaron segera berlalu menuju bar bioskop.

Dan benar saja, dia memesan semua jenis makanan yang dijual disana. Hingga dia mendapatkan 9 kantong besar berisi makanan dan minuman. Dia tampak berjalan santai membawa bungkusan itu menghampiri yang lain.

Raka yang melihat itu tampak jutek dan kesal. Menangkap ekspresi itu Aaron menyodorkan 5 bungkusan cemilan itu ke arah Raka, menyuruhnya untuk membantunya membawa itu.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya studio tempat mereka akan nonton telah dibuka. Mereka pun bergegas masuk ke dalam. Sejak tadi Aaron hanya memperhatikan Zianca dan tidak berpaling sedetikpun.

Saat menuju tempat duduk mereka, Raka berjalan lebih dulu diikuti Zianca, saat Fina ingin menyusul, Aaron menahan pundak Fina, menariknya dan mendorongnya ke arah belakang tubuhnya. Fina hanya cemberut melihat tingkah Aaron.

Raka dan Zianca segera duduk di kursi mereka masing-masing, namun Aaron tampak meletakkan plastik jajanan itu di lantai lebih dulu, kemudian membuka kemejanya dan meninggalkan kaos putih dalamnya yang fit body menyelimuti tubuhnya yang bidang. Aaron mengembangkan kemeja itu menutupi paha mulus Zianca yang terbuka. Zianca yang kaget hanya bisa pasrah, karena dia benar-benar membutuhkan kemeja itu untuk menutupi pahanya.

"Kenapa kamu pake baju kayak gini kalau kamu nggak nyaman?" Bisiknya dingin ke telinga Zianca.

Zianca hanya diam tak menggubrisnya.

"Aku pikir kamu sedang sakit sampai memblokir nomorku karena merasa terganggu olehku.. rupanya kamu baik-baik saja.. bahkan masih bisa pergi ke mal dengan pakaian seperti ini.." bisiknya lagi menatap Zianca yang mengabaikannya dengan intens. Ia menyandarkan kepala ke kursinya, terus menatap ke arah Zianca.

"I miss you.." bisiknya lagi sontak membuat Zianca kali ini berpaling ke arahnya dengan tatapan kaget bercampur marah.

Aaron tersenyum lebar.

"Akhirnya kamu ngeliat aku.." ujarnya terkekeh.

Zianca memutar bola matanya kesal.

"Ah.. mata yang seksi.." gumamnya terkekeh memegang dadanya, karena jantungnya berdetak kencang, dia lagi-lagi menggoda Zianca.

1
Erna Sutiyana
sebelum di usir adik Lo udah pergi duluan
Kaka gak ada akhlak
tatata13: bikin emosi emang kk..
total 1 replies
Erna Sutiyana
bukan nya si Aaron ibunya meninggal ya pas lahiran dia
Erna Sutiyana
knp takut keramaian
tatata13: Sebenarnya Aaron dan Zianca itu introvert kak.. tapi mereka harus memaksakan diri buat bergaul.. tapi pas dirumah atau lg sendiri.. mereka bener2 cuma di kamar ndak kadang nggak ngelakuin apa-apa sama sekali..
total 1 replies
Erna Sutiyana
yg nyebelin gini nnti nya yg bakalan bikin kamu kangen zi hehhee
tatata13: coba tebak kak endingnya mereka gimana?? 🤭
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Mampir memberi like. 3 bab dulu ya...
Lina Zascia Amandia
Hai... Kak sy nyicil dua bab dulu ya...
tatata13: kembali lagi ya kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Sy mampir lagi memberi like, semangat, dan Fav.... ayo semangat Kak.... feedback balik ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!