NovelToon NovelToon
Eroticism Lost

Eroticism Lost

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintamanis / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:311.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyu Ela Safitri

Dewa hawa nafsu dan Seks, Eros yang di turunkan ke bumi oleh Athena karena kesalahannya di kerajaan atas. Merantau seorang diri dengan harta melimpah, menjadi seorang CEO perusahaan besar sekaligus jajaran orang kaya dunia merasa dunia nya abu-abu dan hilang hawa nafsunya. Namun saat bertemu Daphne seorang gadis 22 tahun bekerja sebagai barista sekaligus anak kedua tak di anggap kembali berhasil membuat hawa nafsunya meningkat, gadis cantik dengan penampilan nyentrik ala-ala anak muda jaman sekarang, sepatu both hitam dipadukan rok pendek hitam. Eros benar-benar ingin memilikinya, mengurungnya di rumah dan tak mengijinkan nya kemana pun bertemu siapapun, hanya dia yang bisa menyentuhnya.

Dendam Daphne pada keluarga Archary membawa gadis itu mengikat sebuah perjanjian dengan Eros.

*ini hanya karangan dari penulis, sebagian besar tidak sama dengan cerita mitologi asli*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyu Ela Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

“aku ke toilet dulu.” Pamit Daphne pada Eros

“mau ku temani hm?.”

“tidak perlu.”

“baiklah, kalau ada apa-apa hubungi aku.”

“tentu.”

Daphne berjalan menuruni tangga menuju toilet yang ada di lantai satu, wanita cantik itu tidak melihat sekitar saat masuk ke toilet khusus wanita. dia hanya membersihkan kotor ditangannya, dan melihat penampilannya yang mungkin sedikit berantakan.

Saat tengah melihat penampilannya dari pantulan kaca, Sahara menghampirinya dan berdiri disebelah Daphne. “apa yang kau berikan padanya?.” Tanya Sahara sambil membenarkan dress atas agar lebih turun memperlihatkan belahan dadanya.

“tidak ada, yang pasti aku lebih terhormat ketimbang dirimu.” Jawab santai Daphne sembari melihat Sahara dari pantulan kaca. “apa kau baik-baik saja disana?.” Tanya Daphne

“bukan urusanmu.”

“aku hanya memastikan bahwa bibi ku ini baik-baik saja, kalau kau terluka, siapa yang akan menyaingiku hm?.” Daphne memasukkan make up nya kembali ke dalam tasnya dan melihat Sahara “aku pergi dulu, pasti Eros sudah menungguku, dahh.”

Daphne meninggalkan Sahara dengan wajah puasnya untuk kedua kali. Wanita itu menyapa semua tamu yang menyapanya dengan baik, tentu saja karena mereka semua tau kalau Daphne adalah wanita pemilik acara.

Wanita itu berjalan kembali menghampiri Eros yang tengah berbincang dengan Zain di salah satu meja, Daphne duduk di pangkuan Eros dan mengalungkan tangannya pada leher pria itu. “kapan acara puncak?.” Bisik Daphne

“sebentar lagi baby, apa kau lelah?.”

Daphne mengangguk.

“baiklah.” Eros menurunkan Daphne “mau ikut ke VVIP Room milikku?.” Dengan senang Daphne mengangguk, dia hanya ingin tau bagaimana ruangan VVIP milik Eros mengingat pria itu sangat menyukai hal klasik.

Mereka berdua berjalan menaiki anak tangga menuju lantai dua, ruangan yang berada paling ujung dengan pintu ukiran bunga berasal dari emas, tidak ada gagang pintu, hanya ada slot kaca untuk sidik jari. Eros menempelkan jarinya pada pintu tersebut dan kemudian pintu pun terbuka kedalam.

“masuklah.”

Kalau dari luar tidak ada gagang pintunya, berbeda lagi jika dari dalam yang ada gagang pintunya, pintu itu bisa terkunci sendiri jika di tutup, tetapi kalau di buka dari dalam tidak perlu menggunakan sidik jari, langsung bisa di buka menggunakan gagang pintunya.

Daphne melihat bagaimana mewahnya ruangan itu, di tengah ada ranjang king size, dalam fikiran wanita itu ruangan VVIP milik Eros akan seperti kamar di istana, melainkan yang sekarang dia lihat adalah cat abu-abu hitam dengan ranjang berwarna abu-abu, tak lupa setiap sudutnya ada patung dan lukisan dengan warna senada. Dan di dinding utama terdapat lukisan sangat besar, lukisan Eros yang membawa busur panas, pria itu memang sangat tampan dan gagah.

“kau seperti cupid versi dewasa.” Ledek Daphne

“hahaha.” Dalam hati Eros berkata, memang lah dia cupid kalau di bumi, tapi sayangnya dia tidak seimut Cupid.

Daphne berjalan kearah jendela yang tak terlalu besar namun bisa melihat pemandangan luar, walaupun tak ada pemandangan lain selain gelap tanpa cahaya, setidaknya jendela itu bisa membawa sinar matahari masuk waktu pagi.

Eros memeluk tubuh wanita itu dari belakang, meletakkan kepalanya di pundak Daphne. Entah kapan Daphne merasakan berdebar saat bersama Eros, sikapnya, dan semua hal baik yang Eros lekukan padanya membuat wanita itu benar-benar terjatuh dalam lubang seorang Eros.

“apa aku boleh bertanya?.”

“tanyakan saja, baby.”

“masalah orang tuamu.”

Pelukan Eros memudar, pria itu sedikit menjauh dari Daphne dan berdiri didepan jendela tepat di sebelah Daphne.

“apa kau percaya bahwa aku tidak memiliki orang tua sepertimu?.” Tanya Eros sambil memandang Daphne lekat-lekat.

“maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu, maaf, kau tidak perlu menceritakan padaku.” Daphne sangat menyesali pertanyaan yang di lontarkannya pada Eros.

“tidak masalah, aku lahir tanpa orang tua, di panti asuhan, mereka merawatku dengan baik, aku melakukan semuanya untuk hidupku sendiri, dan see, aku bisa hingga sekarang.” Jelas Eros

Daphne mendekat kearah pria itu dan memeluknya erat. “apakah itu sangat berat?.”

“tidak.” Eros mengusap rambut Daphne, dia bukanlah dewa panutan, telah berbohong pada wanitanya, Eros hanya tak ingin Daphne tau apa yang sebenarnya tentang dia.

“kalau kau lelah, kau bisa membagikannya denganku.”

“tidak, aku baik-baik saja baby.” Eros mengusap kepala Daphne lembut memberikan rasa sayang yang hangat.

Daphne sedikit mendongakkan kepalanya menatap Eros, mengecup bibir itu sekilas, namun tangan Eros menarik leher Daphne, menyatukan panggutannya kembali, kecupan itu lama-lama menjadi *******, semakin panas dan menyesakkan, udara dari jendela sama sekali tak masuk, rasanya gerah.

Tangan Eros turun ke pundak Daphne, menurunkan tali spageti dress yang dipakai Daphne. Namun Daphne menghentikannya, wanita itu melihat Eros teduh. “jangan sekarang, kau harus membuka acara lelang kan?.”

“shit!!.” Padahal Eros sudah tidak bisa menahannya.

“aku akan menunggumu daddyhh, jadi cepat selesaikan pekerjaanmu.” Ucap Daphne dengan nada menggoda sambil menyentuh lembut dada atas Eros yang terbuka.

“baiklah.”

Daphne merapikan kembali pakaian Eros dan dress yang di pakainya, mereka berdua keluar dari VVIP Room dan menuruni anak tangga menuju lantai dasar saat MC memanggil nama Eros untuk mengucapkan sepatah duapatah sambutan.

Daphne duduk di antara yang lain, sofa yang khusus untuknya dan Eros. Disebelahnya ada Zain yang sangat santai, pria itu tak banyak bicara walaupun Daphne sering mengajaknya mengobrol.

Eros menyampaikan kalimatnya dengan santai, para wanita hanya melongo melihat sosok lelaki itu, Eros memang sangat tampan dan jangan lupakan kalau pria itu memikat wanita manapun, entah sudah bersuami maupun yang masih remaja pun ingin menjadi pasangannya. Akhir kata, pria itu mengucapkan kalimat yang membuat semua wanita patah hati. “untuk Daphne Sasilia, thanks for come to my life.” Wanita yang di sebutnya hanya malu-malu.

Di sudut ruangan ada Sahara yang melihatnya tidak suka, dia bahkan sudah merencanakan sesuatu, “kalau Daphne tidak melepaskan Eros, maka Eros yang akan melepaskan wanita sialan itu.” Ucap Sahara dalam hatinya.

“bermimpilah kalau kau akan menghancurkan Daphne, Eros berkuasa, kau yang akan hancur.” Bisik Daniel yang berdiri disebelahnya.

“kalau aku bisa, apa yang akan kau lakukan?.” Tanya Sahara dengan tegas menatap Daniel.

“hahahah lakukan kalau kau bisa, dan apapun yang kau minta akan kuberikan.”

“oke deal?.” Sahara mengulurkan tangannya

“deal!.” Daniel menjabat tangan wanita itu, walaupun dalam hati Daniel hanya tertawa melihat tingkah Sahara.

Acara di lanjutkan dengan pelelangan barang-barang antik yang hanya ada satu di dunia, setelah turun dari panggung, Eros mengajak Daphne menuju VVIP Room, dia sangat tidak peduli dengan pelelangan, dia sudah menyuruh Zain untuk menggantikannya mendapatkan satu barang yang bahkan sebenarnya tidak Eros butuhkan, melainkan barang yang Daphne sedari tadi perhatikan.

 

 

*

 

 

1
Pak Yan
🤔🤔🤔😡😡😡😖😖😖😟😟😟😔😔😔😠😠😠😠😠😲😲😲😲👍👍👍👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌💕💕💕💕💕💕💕👍👍👍👍👍
Defi
bagus bangets, sangat sangat bagus
Kiki
Karya yang bagus Thor.
Risma Wati
cerita bagus,singkat n jelas,gak banyak bab nya juga jd ga bosen bacanya,good job buat author yaa,semangattt terus💪💪💪
Winter4ngel: Wahhh terimakasihj😭💗
total 1 replies
Yuni Aqilla
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
hania putri
gue suka haya lu daphne
hania putri
meniup
hania putri
dibandingkan kan mungkin maksud nya ya?, bukan di bandungnya
Ako
saya suka ceritanya thor, saya kasih like dan vote sebanyak-banyaknya? semangat berkarya??😘😘
natalia kavung
bagus
Suci Safitri
gw suka sih Daphne tuh walaupun kesel Dy ga meledak² keliatan berkelas nya
IUCelebes
astagaaaa... apapuuunnn
Nhu Yani
imajinasinya keren ini
Djie Marwati Laissa
karyamu keerrrennnnnn abis authorku🥰🥰🥰👍👍👍👍
DaniMid DaniMid DaniMid
ya ampun...jadi eros punya jodoh
DaniMid DaniMid DaniMid
lanjut...
DaniMid DaniMid DaniMid
suka ceritanya...bosan klo cuma cerita CEO n pelakor...tapi yg ini beda
DaniMid DaniMid DaniMid
lanjut thor
arghhhh kesel bat sama pelakor
xiao lie
memang psikhe nya aja yg gila. ahh,, ternyata dia minta kematian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!