NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Pengembara Terkuat

"Suatu hari aku akan melihat ujung dunia!!"

Itu adalah kata-kata polos yang keluar dari mulut seorang anak laki-laki 60 tahun lalu. Kini, anak itu telah tumbuh menjadi seorang Pria yang kuat dan berkharisma.

Perkenalkan, Shen Dazhi. Seorang pengembara yang sudah menjelajahi banyak sekali tempat di benua ini. Jika kalian bertanya dimana rumahnya? Maka dirinya akan dengan lantang menjawab,

"Jalan adalah rumahku, Langit adalah atapku. Aku datang bersama angin, pergi bersama senja!"

Dazhi telah hidup dengan berpindah-pindah tempat selama lebih dari 60 tahun. Ia bertemu dan mengenal berbagai macam orang yang unik-unik.

Semuanya bermula ketika dirinya berusia 7 tahun. Ibunya sangat suka sekali menceritakan kisah dibuku yang berjudul 'Sang pengembara'. Dari sanalah muncul benih-benih ketertarikan dalam diri Dazhi untuk menjadi pengembara juga.

Ketika usianya 10 tahun, Dazhi merengek untuk ikut pamannya yang seorang pedagang keliling. Awalnya orangtuanya menolak, namun Dazhi terus merengek sehingga mereka tak tahan lagi dan memperbolehkan Dazhi ikut dengan catatan harus mengirimkan surat setiap satu tahun sekali.

Sejak saat itu, Dazhi dan pamannya singgah dan pergi dari satu kota ke kota lainnya. Dazhi benar-benar merasa senang karena bisa melihat hal-hal baru yang sebelumnya tak pernah ia lihat.

Sampai akhirnya, setelah tiga tahun ikut sang paman, Dazhi kembali lagi ke desanya hanya untuk mendapati kalau tak ada lagi yang tersisa. Desa itu telah dihancurkan oleh sekte aliran hitam dan semua orang yang ada didalamnya telah dibunuh dengan mengerikan.

Dazhi merasa benar-benar terpukul akan kenyataan itu. Dirinya dibawa dan dirawat oleh sang paman selama beberapa bulan kedepannya.

Dazhi berlarut-larut dalam kesedihan selama lebih dari lima bulan. Mengunjungi tempat-tempat baru tak lagi membuatnya berbinar-binar atau kegirangan. Semuanya terasa hampa bagi dirinya.

Tetapi waktu telah berhasil menyembuhkan semuanya. Setelah akhirnya Dazhi dapat mengikhlaskan kematian orang tuanya, ia kini dapat menikmati kembali perjalanan bersama sang paman menuju tempat-tempat baru.

Meskipun demikian, takdir bermain baik sekali dengannya. Baru beberapa bulan yang lalu kehilangan orang tuanya, Dazhi harus kehilangan pamannya.

Dalam sebuah perjalanan menuju ke ibukota kekaisaran, gerobak dagang sang paman diserang oleh orang-orang dari sekte aliran hitam yang ingin merampas barang-barang mereka.

Pamannya berusaha mengulur waktu agar Dazhi bisa melarikan diri dari sana. Namun hal itu juga membuat nyawa sang paman tidak bisa terselamatkan.

Dalam pelariannya, Dazhi memasuki sebuah hutan. Disana dirinya tanpa sengaja menemukan sebuah pedang suci yang menjadi satu dari sepuluh pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa.

Pedang Suci Wan, itulah namanya.

Pedang Suci Wan membantu Dazhi bertahan hidup di hutan selama 3 bulan. Dazhi pada saat itu tidak tahu harus kemana, karena itu dirinya memilih untuk hidup di hutan sampai menemukan tujuan selanjutnya.

Selama di hutan, pedang suci Wan membantunya berlatih bela diri agar dirinya tidak menjadi lemah. Hanya dalam beberapa bulan, Dazhi bisa menjadi seorang pendekar Pemula dengan mudah berkat pedang itu.

Akhirnya setelah menjadi pendekar pemula, Dazhi memutuskan keluar dari hutan dan pergi ke salah satu sekte aliran putih yang dekat dengan hutan. Di sekte itu dirinya menjadi seorang pendekar kuat yang mencapai ranah kultivasi ke-5 hanya dalam sepuluh tahun.

Namun, kalian seharusnya tahu apa yang terjadi selanjutnya. Lagi dan lagi pendekar aliran hitam berulah. Ketika dirinya pulang setelah menjalankan misi sekte, ia mendapati kalau sekte-nya sudah hancur lebur tak bersisa sama seperti desanya.

Dazhi benar-benar putus asa. Ia bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya sebelum sudut matanya menemukan buku 'Sang Pengembara' yang pernah dibacakan oleh ibunya. Ia menangis keras saat itu, bisa-bisanya dirinya memutuskan untuk bunuh diri begitu saja dan membuang semuanya. Padahal orang-orang tersayangnya sudah mati dihadapannya, masa dirinya tidak melakukan apa-apa untuk mereka.

Pada umurnya yang ke-25. Shen Dazhi bersumpah akan menjadi seorang pengembara yang menghabisi sekte aliran hitam sampai ke akar-akarnya.

Semenjak saat itu, Dazhi mengunjungi banyak tempat. Ia singgah dan pergi dari satu kota ke kota lainnya. Membantu yang membutuhkan, dan membasmi sekte aliran hitam.

Perlahan tapi pasti, namanya menjadi naik. Begitu pula dengan kekuatannya. Di umurnya yang sudah mencapai 80 tahun ini, dirinya menjadi satu-satunya orang yang mencapai ranah kultivasi ke-10. Bahkan Dazhi juga sudah mengumpulkan tujuh dari sepuluh pusaka legendaris.

Orang-orang menyebutnya 'Pengembara Angin Senja'. Tak ada yang tahu asal-usulnya. Kemanapun langkahnya mengarah, niscaya dirinya membawa berkah. Tujuannya hanya satu, membasmi sekte aliran hitam dan membawa kedamaian.

"Bagaimana perasaanmu sekarang, Dazhi?"

Suara Pedang Suci Wan terdengar didalam kesunyian ruangan yang dipenuhi mayat dan darah tersebut. Dazhi, dirinya hanya berdiri dan menatap dengan datar tanpa ekspresi.

"Entahlah..."

Satu jam yang lalu ruangan ini ribut dengan suara pertarungan yang sengit. Namun sekarang semuanya menjadi senyap nan sepi.

Bilah pedang Wan menancap pada mayat seseorang. Itu adalah pemimpin sekte aliran hitam yang selama ini diburu Dazhi.

Setelah sekian lama, akhirnya Dazhi berhasil mengalahkan pria itu. Namun ini aneh, seharusnya Dazhi senang dan bahagia, kenapa kini Dazhi malah merasa kosong.

Dazhi menatap sekali lagi pemimpin sekte aliran hitam yang sudah tak bernyawa. Ia berhasil membunuhnya, tapi Apakah semua itu sepadan?

Pria ini telah membunuh banyak sekali orang-orang kesayangan Dazhi. Dia juga membuat Dazhi mengorbankan waktunya hanya untuk memburunya. Kini dia sudah mati, tapi apa benar itu sepadan untuk apa yang telah Dazhi korbankan?

Dazhi tanpa sadar menitikkan air matanya. Ini kedua kalinya dirinya menangis dalam-dalam seperti ini.

"Kenapa Dazhi menangis?"

Cincin dijari tangan Dazhi berbicara. Itu Cincin ruang Six, salah satu dari 10 pusaka legendaris. Nada suaranya terlihat kebingungan.

Dazhi terus menangis, dalam tangisannya ia berusaha untuk berbicara.

"Six... Andaikan... Andaikan aku bisa kembali ke masa lalu. Mungkin semuanya tidak akan jadi begini. Keluarga, teman-teman, dan guru ku juga tidak mungkin mati..."

Tidak ada yang menjawab. Semua pusaka nya diam untuk menghormati sang tuan.

Ditengah-tengah tangisnya, Dazhi mengingat sesuatu.

"Benar... Wan, bukankah orang yang mengumpulkan 10 pusaka bisa mendapatkan satu permintaan langsung dari dewa. Aku... Aku telah mengumpulkan 10 pusaka. Sekarang, bisakah aku mendapatkan satu permintaan itu untuk kembali ke masa lalu?"

Nada Dazhi menjadi penuh harap. Air matanya berhenti mengalir. Walau begitu, sorot matanya tetap menunjukkan keputusasaan dan kerinduan yang mendalam.

Pusaka legendaris miliknya sudah sepuluh setelah mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam. Siapa sangka, sekte aliran hitam ternyata mempunyai tiga pusaka legendaris.

Dazhi segera mengeluarkan 8 pusaka legendaris lainnya dari cincin ruang Six. Semuanya sudah berjejer rapi dihadapannya.

"Apakah kau yakin? Kembali ke masa lalu artinya semua yang kau miliki sekarang akan menghilang." Salah satu pusaka berbicara.

"Ya. Aku yakin. Banyak sekali hal-hal dimasa lalu yang ingin ku ubah. Lalu, jika semua yang kumiliki sekarang akan menghilang, maka aku tinggal mencarinya dan mendapatkannya kembali."

Dazhi berbicara dengan lantang dan penuh tekad. Tak ada keraguan didalam kata-katanya, hanya ada harapan dari seorang Pria dengan banyak penyesalan.

Setelah itu, sebuah cahaya emas menyelimuti tubuh Dazhi. Ia itu sampai memejamkan matanya karena terlalu silau.

"Apa yang kau inginkan?"

Samar-samar Dazhi bisa mendengar suara seseorang. Suara itu tidak jelas, seperti suara seorang pria tua, namun bisa menjadi suara gadis kecil juga.

"Aku ingin kembali ke masa lalu."

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!