NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu Adel

Aku Mencintaimu Adel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahagia

Sudah empat bulan berlalu dari liburan natal keluarga Barnabas. Adel dan Karel serta orangtuanya beraktivitas seperti biasa. Kaleb juga masih stay di Amerika menyelesaikan studi pertahanan dan keamanannya. Usia kandungan Adel sudah hamil tua, bersiap untuk melahirkan. Dan dalam kurun waktu empat bulan ini Karel Imanuel Barnabas sudah menangkap anak anak buah Jack Omar, atas kasus perdagangan manusia. Dan lagi - lagi mereka rela mati untuk tuannya.

Pagi ini, Adel sudah bersiap dengan baju seragam berwarna merah muda. Karena jam sepuluh nanti ada upacara kenaikan pangkat bagi suaminya AKP Karel Imanuel Barnabas setingkat lebih tinggi menjadi Komisaris Polisi atau di singkat Kompol. Bukan hanya Karel ada sekitar dua puluh anggota polisi yang hari ini kenaikan pangkat.

Dokter Adel Emanuella Sanjaya juga sudah memesan hadiah serta buket berbentuk coklat buat suaminya. Mama dan papa juga sudah siap dengan seragam mereka. Papa sangat gagah dengan baju seragamnya lengkap dengan pangkat bintang satu, sedangkan mama dengan seragam berwarna merah muda sama seperti dirinya. Karel sudah duluan ke lapangan. Adel nanti bersama mama dan papa. Dan pesanan Adel juga sudah tiba. Supir papa, memasukan kedalam mobil.

"Sudah siap nyonya - nyonya Barnabas."

"Siap sayang."

"Siap pa."

Brigadir Jenderal Steven Barnabas tersenyum kepada dua wanita kesayangannya istri dan menantunya. Langsung papa dan mama mengandeng Adel menuju ke mobil. Adel duduk di depan. Sedangkan papa dan mama sama - sama di kursi belakang mereka.

Acara sudah mau mulai, tampak barisan polisi yang akan menerima kenaikan pangkat baru memasuki lapangan. Keluarga sudah mendekat. Perwira tinggi polri memasang satu pangkat baru bagi anggota perwira rendah dan menengah. Dan suatu kebanggaan papa yang melakukan sendiri bagi anak bungsunya.

Karel memberi hormat kepada papanya. Dan dengan bangga papa menyarungkan pangkat Kompol di pundak anaknya.

"Papa bangga nak."

"Terima kasih pa." Karel memeluk papanya. Disebelah papa ada mama yang memberikan bunga kepada anaknya. Mama Maya Deswita mencium anak bungsunya. Perempuan anak orang kaya yang sabar dan tidak sombong ini yang profesinya dulu sebagai perawat rela melepaskan pekerjaannya demi melayani suami dan kedua anak laki - laki hebatnya. Karel mencari istri yang standarnya sama seperti mamanya dan sifat Adel sangat mirip dengan mamanya perempuan asal Kalimantan ini.

"Mama bangga sama kamu sayang."

"Terima kasih ma."

Adel sudah berada di samping suami dan mertuanya. Dia dengan bantuan mama mertuanya memasangkan sisi lain dari pangkat Karel. Kemudian dia mencium suaminya. Karel memeluk dan mencium istrinya serta mengelus perut istrinya. Memohon agar tidak terjadi sesuatu kepada istri dan calon anaknya.

Water canon sudah di arahkan kepada dua puluh anggota polisi yang sedang jongkok menerima siraman. Keluarga serta polisi lainnya mulai menjauh dari lingkaran itu karena tidak mau basah.

Kemudian acara berlangsung dengan ramah tamah ada jamuan yang di siapkan oleh dua puluh anggota di aula markas besar polisi itu. Diantara rombongan polisi dan polwan, ada dokter Evelin yang juga memberi salam kepada Karel.

Informasi dia sudah kembali menjalankan tugas di rumah sakit polisi. Informasi ini, sudah Adel dengar dari suaminya sendiri Kompol Karel Imanuel Barnabas yang hari ini berbahagia. Acara sampai siang. Biasanya sisa makanan akan di habiskan oleh bujangan di kesatuan ini. Adel sudah semobil dengan suaminya.

Di dalam mobil Adel mulai merasa perutnya sedikit kontraksi. Namun dia cuek saja. Dia berpikir itu kontraksi palsu. Adel mandi dan merasakan hal yang sama, namun kali ini Adel merasa bahwa ketubannya sudah pecah. Dan Air ketuban sudah keluar.

"Mas...." Mendengar suara istrinya memanggil di kamar mandi. Karel langsung masuk ke kamar mandi.

"Sayang kenapa??"

"Mas bantu ade bersihkan organ intim adek. Ketuban sudah pecah."

"Are you oke honey??"

"Iya mas."

Kontraksi mulai terasa sangat intens. Adel langsung di bawa ke rumah sakit bersama suami ditemani mertuanya. Dokter situ sudah menunggu kedatangan dokter Adel. Di periksa bahwa pembukaan Adel sudah lengkap.

"Wah jagoan dokter mau lahir bersamaan dengan hari bahagia papinya." Adel hanya tersenyum. Dia memilih melahirkan normal. Orangtua Adel di Bali sudah berada di dalam saluran vidio call yang dilakukan oleh Resa. Begitu juga dengan Kaleb di Amerika.

"Sayang kamu bisa?? Kalau sakit kita operasi saja ya."

"Adek bisa mas."

Karel mencium istrinya. Saat kontraksi datang, kesakitan yang di rasakan, Adel harus mengendan agar bayinya keluar. Karel melihat perjuangan perempuan yang dia cintai. Air matanya menetes. Dia mengelap setiap peluh dan air mata istrinya dengan lembut. Dan saat kontraksi ini, bayi laki - laki buah cinta Adel dan Karel terlahir di dunia. Semua bersyukur Adel dan bayinya selamat dan sehat.

"Dokter Adel hebat. Tidak ada robekan di organ intim dokter, walaupun bayi yang di lahirkan tiga koma delapan kilogram." Adel hanya tersenyum. Terus terang dia sudah sangat kelelahan.

Aldo Imanuel Barnabas, nama anak laki - laki keluarga Barnabas wajib ada nama Imanuel dan Barnabas marga mereka. Itulah bayi laki - laki berdarah campuran Ambon, Kalimantan dan Jawa ini. Opa dan omanya sangat senang, begitu juga Unclenya di Amerika.

Aldo dan Adel sudah dirumah. Dan sejak Aldo usia sebulan, Adel sudah beraktivitas lagi sebagai dokter. Dia masih memberi asi kepada anaknya meskipun lewat dot. Setiap waktu jika payudaranya sudah membesar. Maka dia akan memompa agar stok asi anaknya terpenuhi. Setiap pagi Karel akan membersihkan perlengkapan untuk memompa asi dan di sterilkan. Juga menganti popok anaknya. Sebelum dia ke kantor. Karena semalam Adel sudah bergadang bersama anaknya.

Adel tidak membutuhkan suster karena di rumah sudah ada dua bibi yang membantu. Juga ada mama Maya mertuanya yang siap sedia menjaga cucunya. Seperti pagi ini, Aldo sudah ganteng dalam pelukan omanya. Siap mengantar papa, mama dan opanya bekerja.

Dan sekarang usia Aldo Imanuel Barnabas sudah empat bulan. Dua hari lagi mereka akan berangkat ke Amerika untuk mengikuti wisuda sekolah pertahanan bagi pamannya Aldo, Kaleb Imanuel Barnabas. Semua kebutuhan Aldo sudah disiapkan. Seperti biasa Resa dan Simeon akan menemani mereka. Perjalanan dua puluh satu empat jam akan di lalui oleh rombongan ini. Mereka berdelapan berangkat. Hanya posisi Aldo mengantikan oma Nunik, karena tante Nunik sedang sibuk mengurus perusahaan keluarga.

Aldo Imanuel Barnabas bayi empat bulan ini tidak rewel. Dia nyaman dalam pelukan papi dan opanya. Sehingga perjalanan dua puluh empat jam tidak terasa. Mereka transit di Dubai, di bandara Doha. di airport ini, Adel dan Karel di bantu mama dan papa membersihkan tubuh Aldo agar dia tidak rewel. Kemudian memberi asi langsung dari mamanya. Sesudah itu dia tertidur nyenyak.

Sampai di Amerika, Kaleb sudah menjemput kami. Dan yang menjadi perhatiannya ada anak dari adeknya Aldo Imanuel Barnabas. Aldo langsung lengket dalam pelukan pamannya. Semua tersenyum.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!