NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA MAJIKAN

TERJERAT CINTA MAJIKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: AlinaKS

Neysa seorang gadis cantik, terperangkap menjadi pelayan karena suatu alasan. Siapa sangka Anak Majikannya, Darren akan jatuh hati padanya. Seribu cara ia lakukan, agar Neysa jatuh ke tangannya. Namun siapa yang tahu, Neysa yang biasa saja, wanita yang selalu terpojok oleh keadaan itu menyimpan sesuatu hal yang besar. Ternyata ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlinaKS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

...[Kebebasan yang tertukar]...

...----...

Darren terbangun saat matahari sudah tinggi. Hal pertama yang dia sadari adalah Neysa tidak ada di sampingnya. Namun, dia tidak terlalu memikirkannya. Mungkin Neysa keluar lebih dulu untuk menghindari kecurigaan Jessica.

Darren tahu betul, meskipun Neysa sering kali tampak polos dan patuh, wanita itu punya pemikiran yang tajam dan terencana. Dia tahu bagaimana menjaga posisinya agar tetap aman, dan itu yang terkadang membuat Darren merasa curiga.

Setelah membersihkan diri, Darren melangkah ke balkon kamar. Dengan secangkir kopi di tangan dan sepiring roti yang disiapkan Neysa, dia duduk menikmati pemandangan halaman keluarga Barnes. Namun, matanya tertuju pada sesuatu yang membuatnya mengernyit.

Neysa, mengenakan pakaian sederhana, tampak keluar rumah sambil membawa kantung belanjaan. Darren menyipitkan mata. Sejak kapan keluarga Barnes menyuruh seorang pelayan untuk membeli bahan makanan? Biasanya, kepala pelayan yang mengurus hal itu.

Namun, Darren memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Setelah kejadian di ruang kerja semalam, dia yakin bahwa Neysa tidak punya maksud lain.

***

Hari itu, Darren memenuhi permintaan ibunya untuk hadir dalam pertemuan eksklusif di restoran berbintang. Restoran itu dipenuhi tokoh-tokoh besar, namun Darren lebih memilih duduk diam, menyimak percakapan tanpa ikut terlibat.

Di meja utama, ada Tuan Hank dari keluarga Cadmael yang selalu tampak percaya diri, Tuan Fergus dari keluarga Kanneth yang kini terlihat lebih kurus dan lemah, serta bintang utama acara, Tuan Derrick dari keluarga Lawrence. Kehadiran Derrick membuat suasana semakin tegang. Semua orang tahu bahwa pria itu bukan hanya seorang pengusaha licik, tapi juga seorang manipulator ulung.

Darren memilih duduk di sisi terluar meja, menjaga jarak dari Derrick. Ia tidak ingin menarik perhatian pria itu, tapi harapannya terlalu tinggi.

“Ngomong-ngomong,” Derrick membuka pembicaraan sambil meletakkan gelas anggurnya dengan perlahan. “Bagaimana rencana pernikahan antara keluarga Barnes dan Cadmael? Rasanya sudah cukup lama, bukan?”

Semua mata langsung tertuju pada Tuan Hank yang tersenyum lebar dan langsung mengambil kesempatan untuk menjawab, “Hubungan keluarga kami sangat baik, Tuan Derrick. Kami hanya menunggu waktu yang tepat. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Derrick mengangguk pelan, namun tatapannya beralih ke Darren.

"Darren," panggilnya dengan nada rendah namun tajam. “Bagaimana menurutmu? Pasti kau punya pendapat soal ini.”

Darren, yang sejak tadi terdiam, mendongak dengan enggan. Dia tahu, ini jebakan. Tapi dia tidak punya pilihan selain menjawab.

“Saya setuju,” jawabnya singkat, dengan senyum tipis.

Namun, Derrick tidak menyerah begitu saja. “Setuju? Hanya itu? Tidak ada antusiasme, tidak ada kebahagiaan? Pernikahan ini akan memperkuat posisi keluargamu, Darren. Atau mungkin, kau punya alasan lain untuk merasa ragu?”

Ruangan menjadi hening. Semua mata tertuju pada Darren.

Dengan sengaja, Darren mengangkat gelasnya, meneguk minumannya, lalu meletakkannya di meja dengan sedikit keras. "Maaf, saya perlu ke toilet," ujarnya datar, kemudian bangkit dari kursinya tanpa menunggu tanggapan.

Derrick tertawa kecil, memandang punggung Darren yang menjauh. "Sepertinya anak ini belum siap untuk menikah, Tuan Hank," katanya sambil tersenyum penuh arti.

Tuan Hank tertawa canggung. Suasana di meja itu tiba-tiba terasa canggung, dan tidak ada yang berani melanjutkan percakapan.

Darren mencuci wajahnya di wastafel, menatap pantulan dirinya di cermin. Dia merasa lelah dengan semua tekanan ini. Perjodohan dengan Jessica hanya salah satu dari banyak beban yang terus dipaksakan padanya.

“Berusaha kabur?” Suara Derrick terdengar santai dari belakangnya. Darren menoleh. Derrick berdiri di sampingnya, senyum sinis di wajahnya.

"Aku hanya butuh udara," jawab Darren dingin, kembali memandangi cermin.

Derrick tertawa kecil. “Aku paham. Pernikahan memang bisa membuat seseorang tertekan, apalagi kalau itu bukan pilihanmu.”

Darren tidak menjawab, namun Derrick melanjutkan. “Dengar, aku bukan orang yang suka memaksa. Tapi aku tahu, kau bukan tipe orang yang ingin hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Pernikahan ini hanya akan menjadikanmu alat keluarga Barnes dan Cadmael. Kau tahu itu, kan?”

Darren berbalik, menatap Derrick tajam. “Apa yang kau inginkan dariku?”

Derrick tersenyum, penuh percaya diri. “Langsung ke inti. Aku ingin kau bekerja denganku. Aku butuh seseorang sepertimu—cerdas, berbakat, dan punya visi yang jelas. Bersama aku, kau tidak hanya bisa keluar dari pernikahan konyol ini, tapi juga melampaui keluarga Kanneth, bahkan Cadmael.”

Darren memicingkan mata, tidak menunjukkan ekspresi apapun. “Dan apa imbalannya?”

Derrick tertawa kecil. “Ah, cerdas sekali. Aku butuh partner yang bisa kupercayai. Kau punya jaringan, kemampuan negosiasi, dan insting bisnis yang luar biasa. Kita bisa menjadi tim yang hebat. Kau akan mendapatkan kebebasan, kekuasaan, dan yang paling penting, kendali atas hidupmu.”

Darren terdiam. Tawaran itu terdengar menggoda, tetapi ia tahu bahwa setiap tawaran dari Derrick pasti ada risikonya.

"Pikirkan ini," Derrick melanjutkan sambil menepuk bahu Darren. "Jika kau setuju, datanglah ke pesta ulang tahun adikku, Yuni, minggu depan. Bawa pacarmu, siapa pun dia. Kita bisa membahas ini lebih lanjut, dan aku janji, kau tidak akan menyesal."

Derrick meninggalkan toilet, meninggalkan Darren dengan pikirannya sendiri. Tawaran itu bisa menjadi jalan keluar dari tekanan yang selama ini menghimpitnya, namun ia tidak yakin apakah Derrick benar-benar bisa dipercaya.

Untuk pertama kalinya, Darren merasa ia berada di persimpangan yang sulit. Setiap pilihan yang ada tampak penuh risiko dan konsekuensi besar.

***

Neysa duduk termenung di anak tangga, matanya terpaku pada pintu rumah yang belum juga terbuka. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, namun Darren belum pulang. Sesuatu terasa aneh malam ini. Pikirannya kembali terarah pada pertemuannya dengan Yumi di kafe beberapa waktu lalu.

Dia bertemu Yumi dengan alasan sederhana—"ingin menghirup udara segar," alasan yang dia berikan pada Nyonya Barnes. Namun, percakapan itu meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.

“Ulang tahunmu sebentar lagi, kan?” tanya Yumi, nada suaranya datar namun penuh makna. “Dan Kakak Angkatmu akan memperkenalkan aku sebagai bagian dari keluarga Lawrence."

Neysa terdiam, hatinya mulai berdebar. Yumi melanjutkan dengan nada lebih serius, “Kamu tahu, akan sangat sulit bagi kamu untuk kembali ke keluarga Lawrence setelah pengumuman itu. Semuanya akan terlambat. Jika kamu tetap memilih kembali, Kakak Angkatmu mungkin akan menghabisi aku untuk menutupi semuanya.”

"Kau harus kembali ke keluarga Lawrence sekarang, Neysa. Setidaknya sebelum pengumuman itu."

Kata-kata Yumi menghantam keras, meninggalkan rasa gelisah yang sulit hilang. Benar, ia harus kembali ke keluarga Lawrence. Acara ulang tahunya sebentar lagi, setidaknya dia harus ada di acara itu. Sebelum diumumkannya Putri sah Lawrence.

Tapi bagaimana dengan Darren?

B e r s a m b u n g ....

Jangan lupa tinggalkan jejak, yah. Biar mimin semangat. Makasih (⁠^⁠^⁠)

1
asy
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!