NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis bermulut onar.

"Aaaa!" teriak Arin ketika ular betina mulai menyerangnya.

Nyonya beruang berdiri di depan Arin dia menatap tajam pada ular betina yang sudah murka tersebut.

"Menyingkir lah beruang tua! jika tidak aku akan menyerang mu!" seru ular betina.

Nyonya beruang tidak mengeluarkan sepatah kata pun, wanita itu terlihat berdiri membela Arin. "Daripada kamu berada di sini lebih baik hentikan perkelahian suamimu dan kekasih gelap mu itu." kata nyonya beruang.

"Itu bukan urusanmu." jawab Si ular betina yang menyerang nyonya beruang.

"Gawat, ini gawat. Wanita ular betina ini sangat berbisa." kata nyonya katak yang ikut melawan ular betina.

"Kakak, kita sembunyi." ajak si kembar.

"Gawat, ini bisa gawat. Bagaimana jika wanita ular itu melukai ibu kita." kata Fan yang membuat Fen menganggukkan kepalanya.

"Kita harus cari bantuan, kita cari paman kerbau." kata Fan.

"Memangnya wanita itu sangat berbahaya?" tanya Arin.

Si kembar menganggukkan kepalanya. "Bangsa ular itu sangat berbahaya, mereka sangat licik."

Arin tidak akan membiarkan nyonya katak dan nyonya beruang dalam masalah karena dirinya. "Aku tidak akan membiarkan mereka celaka, lihat aja akan aku buat si bibir teko itu mendapatkan karmanya, dasar wanita gatal tidak tahu diri." kata Arin yang kemudian tengok sana-sini untuk mencari sesuatu.

"Aku Arin, Si gadis barbar. aku tidak akan membiarkan siapapun mencoba untuk menyakitiku." ujar Arin yang kemudian kembali bersemangat.

Arin menemukan sebuah tali tambang yang cukup panjang.

"Apa yang akan kakak lakukan?" tanya si kembar.

"Mengikat leher si bibir teko." jawab Arin. Dia kemudian berlari melihat posisi Si ular betina. "Jika aku transmigrasi ke sini pasti aku mempunyai kekuatan super, jika aku tidak punya berarti yang membawaku ke sini orang gila." ucap Arin yang kemudian mulai memutar tali tambang yang terbuat dari serat rotan itu. "Dasar ular bibir teko, aku pasti akan mengalahkanmu!" teriak Arin. Dia kemudian mulai menggerakkan tangannya, mencambuk Si ular betina yang sudah melukai nyonya katak.

Arin yang sudah tersulut amarah ketika melihat nyonya katak terluka, tangannya bergerak seperti tidak terkendali, kakinya bergerak seperti tidak bisa dihentikan.

Si ular betina yang mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Arin, tentu saja dia terkejut. dia tidak pernah mengira ada makhluk yang bisa menyerangnya seperti itu.

Sedangkan ular hitam yang melihat istrinya dalam masalah dia bergegas untuk membantu istrinya. Dia meninggalkan ular putih. "Beraninya kamu menyerang istriku!" seru ular hitam. dia mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang Arin..

"Hyaaa!!!" ular jantan mulai mengeluarkan kekuatannya, dia mencoba menyerang Arin namun nyonya beruang menghadang.

Hal itu membuat nyonya beruang terpental cukup jauh.

"Ibu!!!" teriak si kembar yang mendekat ke ibu mereka.

Arin yang melihat nyonya beruang yang terluka seperti itu tiba-tiba saja jantung Arin berdebat begitu kencang, ada sesuatu di dalam dirinya yang seolah memberontak untuk keluar. Tali tambang yang ada di tangannya dia pegang semakin erat. "Aku pasti akan memberikan kalian pelajaran yang tidak akan pernah kalian lupakan." ujar Arin. setelah itu dia mulai memutar tali tambangnya, tali tambang itu dia arahkan kepada ular jantan.

"Darah di bayar darah! mata dibayar mata!" kata Arin yang kemudian mulai memukul si ular jantan.

Pukulan pertama membuat ular hitam langsung terpental sangat jauh, ular betina yang melihat itu dia nampak terkejut, dia juga barusan mendapatkan pukulan dari tali tambang yang dibawa oleh Arin.

"Hebat.. ternyata gadis itu sangat hebat." kata orang-orang yang ada di pasar. Mereka melihat ular betina sudah tersungkur sedangkan ular jantan dia terpental akibat dilempar oleh Arin dengan tali tambang.

"Berani sekali kalian melukai keluargaku." ucap Arin.

Si ular jantan kemudian kembali bangun dan menyerang Arin, namun sayangnya Arin yang seolah sudah dikendalikan oleh sesuatu itu dia langsung menyerang si ular jantan. Tubuh Arin seolah bergerak tanpa bisa dia hentikan, tali tambang yang ada di tangannya dia lilitkan di tangannya hingga ujung tali itu menjadi satu. tangan kanan meninju wajah si ulat jantan hingga ular jantan itu kehilangan tenaga sedikit demi sedikit.

Bugg..

Bugg..

Bugg..

Arin terus memukul ular jantan secara bertubi-tubi, kekuatannya begitu hebat hingga membuat ular jantan yang hendak melawannya tidak mampu sama sekali. perlahan-lahan ular jantan kehilangan tenaganya.

Sedangkan ular betina berusaha untuk menyerang Arin namun sayangnya Arin langsung mengangkat tangan kirinya, sesuatu kemudian terjadi, tubuh ular betina itu terangkat ke udara, Arin menggerakkan jari-jemarinya membuat si ulat betina seolah dicekik lehernya.

"Aku tidak pernah suka diinjak-injak seperti ini." kata Arin yang kemudian menoleh menatap ular betina.

Ular betina itu tidak bisa bergerak, ekornya terus bergerak ke sana kemari seolah dia ingin mengatakan kalau dia kesakitan. sedangkan ular jantan hitam itu dia mencoba untuk menggerakkan tubuhnya namun ekornya yang sudah di cengkram oleh Arin. Hal itu membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.

Nyonya beruang dan nyonya katak yang terluka mereka menatap Arin, menatap sosok gadis bermulut onar itu seolah sangat berbeda. "Nyonya katak, apakah kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan?" tanya nyonya beruang.

"Iya, ini seperti sosok yang dulu disegel bersama dengan Kaisar siluman." jawab nyonya katak.

Dari kejauhan si ular putih jantan menatap ular betina dan ular hitam jantan sudah diambang kematian. ular putih jantan tentu saja berniat untuk membantu ular betina, dia melesat kemudian hendak menyerang Arin.

Arin menoleh dengan begitu cepat, kedua matanya menatap ular putih jantan yang hendak menyerangnya, seketika tatapan mata itu mengunci pergerakan ular putih.

"Apa yang terjadi padaku? kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan sama sekali?" ucap ular putih jantan yang tidak bergerak. tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali, tubuhnya menggantung di udara dengan kekuatan yang begitu besar.

"Kalian ini benar-benar ingin mati." ucap Arin yang kemudian melempar ular betina dan ular jantan hitam dengan kekuatan yang tidak terlalu besar, namun tubuh mereka langsung membentur di pohon besar.

Sedangkan ular putih jantan dia masih menggantung di udara, tubuhnya tidak bisa digerakkan. "Iblis.. ini seperti kekuatan iblis." ucap ular putih jantan yang tubuhnya masih menggantung di udara.

Beberapa siluman yang ada di pasar itu mereka nampak terdiam, beberapa siluman berusaha untuk mendekati Arin dan melawannya, namun sayangnya satu kibasan tangan Arin langsung membuat beberapa siluman terpental sangat jauh.

"Kalian ini mengganggu sekali." ucap Arin yang kemudian menyentuh bibirnya.

Nyonya katak dan nyonya beruang tiba-tiba teringat dengan sosok yang selalu melakukan itu, sosok yang dulu pernah menjadi penguasa yang begitu hebat. Tiba-tiba jantung nyonya katak dan nyonya beruang berdebar begitu kencang, mengingat kembali sosok yang menyeramkan itu, sosok yang seharusnya sudah tidak ada lagi.

*bersambung*

1
Zheyra
lanjut terus kak
Zheyra
Ternyata udah beristri🤭
Zheyra
lanjut kak
Zheyra
lanjut
atiyah
hallo thor ketemu lagi.semangat terus 💪
shafrilla: terima kasih kak.😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!