NovelToon NovelToon
CINTA BERKALANG KABUT

CINTA BERKALANG KABUT

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:123.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Henny

Hidup Aina seperti diselimuti kabut yang tebal saat menemukan kenyataan kalau Fatar, lelaki yang dicintainya selama 7 tahun ini meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Namun Fatar tak sendiri, ada seorang wanita bersamanya. Wanita tanpa identitas namun menggunakan anting-anting yang sama persis dengan yang diberikan Fatar padanya. Aina tak terima Fatar pergi tanpa penjelasan.
Sampai akhirnya, Bian muncul sebagai lelaki yang misterius. Yang mengejar Aina dengan sejuta pesonanya. Aina yang rapuh mencoba menerima Bian. Sampai akhirnya ia tahu siapa Bian yang sebenarnya. Aina menyesal karena Bian adalah penyebab hidupnya berada dalam kabut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua Milik Istri

"Ibu ke mana?" tanya Aina saat pulang kerja dan tak menemukan ibu Tita. Hari ini Aina gajian dan ia langsung singgah ke pasar untuk membeli beberapa bahan dapur. Ibu Tita tiap hari Sabtu selalu mengajarkan Aina memasak dan ia sudah tahu bahan-bahan apa yang diperlukan untuk bumbu dapur.

Emir yang hari ini selesai piket jam 8 pagi, segera mendekati istrinya. "Ibu hari ini tidak pulang. Ada salah satu sahabat baiknya yang sakit. Jadi ibu ikut menjaga di rumah sakit."

"Oh begitu ya." Aina memasukan bahan-bahan makanan itu ke dalam kulkas. Ia kemudian mencuci tangannya.

"Tadi aku menjemputmu di kantor namun kayaknya kamu sudah pulang lebih dulu."

"Iya. Aku pulang setengah jam lebih awal. Ibu Sinta mengijinkan aku pulang cepat karena dia tahu aku harus ke pasar."

Emir tersenyum pada istrinya. "Kamu belanja sendirian ke pasar?"

"Iya. Beberapa kali aku diajak ibu jika hari Sabtu dan kakak nggak ada. Walaupun tempat itu tak sebersih saat belanja di supermarket, namun aku bisa tawar menawar dengan penjualnya." kata Aina dengan wajah gembira. "Aku mandi dulu ya kak." Aina segera ke kamar mandi. Ia merasa harus membersihkan dirinya karena semua bau yang ada di pasar seperti menempel di tubuhnya.

Selesai Aina mandi, Emir pun gantian mandi. Di meja makan sudah tersedia makan malam yang pastinya disiapkan oleh ibu mertuanya yang sangat perhatian.

"Ai, ayo makan!" ajak Emir. Cowok itu sudah selesai mandi. Ia mengenakan kaos oblong berwarna putih dan celana jeans selutut. Aina sampai pangling melihat Emir yang terlihat ganteng, sesederhana apapun gaun yang dia kenakan.

"Aku belum lapar, kak. Kalau kakak sudah lapar, makan saja."

Emir menggeleng. "Aku juga belum lapar." lelaki itu melangkah ke arah meja kecil tempat ia dan Aina biasa meletakan tas kerja mereka. Emir mengambil sesuatu dari kantong tasnya lalu mendekat Aina yang sedang duduk di depan meja rias sambil menggosok cream di tangan dan kakinya.

"Ai, ini uang gajiku." kata Emir sambil menyerahkan sebuah amplop putih. "Bulan yang lalu aku belum bisa memberikan uang padamu, karena uang gajiku dipotong dengan pinjaman ku saat kita menikah."

Aina nampak bingung. "Kenapa harus diberikan padaku?" Perempuan itu perlahan berdiri. "Kak, aku juga tadi sudah terima uang gaji pertamaku."

"Jangan menolak, Ai. Aku tahu gajiku tak seberapa. Namun sudah kewajibanku untuk membiayai hidupmu."

"Kak, aku tak bermaksud menyinggung kakak. Tapi, berikan saja pada ibu. Bukankah ibu yang mengatur segalanya di rumah ini?"

Emir tersenyum. Ia membelai kepala Aina. "Ibu yang meminta aku untuk memberikan uang itu padamu. Katanya kamu yang berhak menerimanya."

"Terus, untuk kakak?"

"Aku kan punya pekerjaan sampingan sebagai sopir pribadi ibu bos. Jadi, uang itu yang aku pakai untuk biaya bensin motor dan sebagainya diberikan pada ibu."

Aina menerima amplop itu dari tangan Emir. "Kak, aku nggak tahu bagaimana mengelola uang ini agar cukup untuk keperluan kita selama sebulan. Aku takut nggak akan cukup."

Kedua tangan Emir memegang pipi Aina. "Kamu akan belajar untuk mencukupkan segalanya. Banyaklah bertanya pada ibu."

Aina mengangguk. "Terima kasih, kak."

Emir menarik tubuh Aina dan memeluknya dengan sangat lembut. "Aku janji akan kerja lebih giat lagi."

"Jangan terlalu memaksakan diri, kak. Kan aku juga sudah bekerja." Aina melepaskan pelukannya. Ia mendongakkan kepalanya dan menatap Emir. "Kamu lelaki yang baik, kak."

Tangan Emir yang melingkar di pinggang ramping Aina mengusap punggung gadis itu. "Ai, apakah itu mu masih sakit?"

Wajah Aina langsung memerah. Memang, sejak pertama mereka bercinta, Emir tak pernah meminta lagi. Fix, sudah 4 hari mereka tak bercinta.

"Tidak." jawab Aina dengan wajah yang terasa panas.

"Kakak boleh minta bercinta lagi nggak, ya?"

Aina menjadi salah tingkah. Ia memang sempat berpikir, apakah Emir tak tertarik padanya sehingga tak pernah lagi meminta haknya sebagai suami.

"Kak ...." Tangan Aina memegang pinggiran kaos Emir. "Aku siap melayanimu."

Emir langsung mencium bibir Aina dengan sangat lembut. Tubuh Anna langsung menegang bagaimana kan kesetrum aliran tinggi. Ia membalas ciuman Emir.

Perlahan Emir mengangkat tubuh Aina dan meletakan di atas ranjang.

Keduanya kini tak malu-malu lag mengungkapkan hasrat untuk mencapai tangga kepuasan secara bersama-sama.

2 jam kemudian...

Emir yang tidur miring sambil memeluk Aina dari belakang, membelai lengan perempuan itu dengan sangat lembut. "Aina, aku merasa kalau aku mencintaimu."

Aina terkejut mendengar pengakuan Emir. Ia membalikan tubuhnya. Keduanya saling bertatapan.

"Jangan tatap aku seperti itu, Ai. Mengakui semua ini kepadamu, sesungguhnya membutuhkan keberanian dalam diriku. Kamu begitu sempurna di mataku. Mendapatkan mu bagaikan sebuah anugerah yang bahkan dalam mimpi tak pernah aku pikirkan sekalipun. Kamu ...."

"Kak.....!" Aina menutup mulut Alka dengan tangannya. "Jangan katakan apapun. Jangan berjanji apapun. Fatar telah membuat aku trauma dengan semua janjinya yang palsu. Biar saja tubuh kita menyatu karena kita adalah Suami dan istri. Jangan biarkan perasaan ikut menjadi satu. Aku takut tersakiti lagi." kata Aina tanpa bisa menahan air matanya.

"Aina sayang, aku tahu hatimu terluka sangat dalam. Aku tahu kehadiranku belum bisa menyembuhkan luka dan trauma yang ditinggalkan oleh lelaki di masa lalu mu. Hanya saja aku mohon padamu, ijinkan aku masuk ke dalam hatimu. Ijinkan aku untuk bisa ikut mengobati luka hatimu."

Aina membaringkan kepalanya di dada Emir. "Berikan aku waktu, kak."

"Kamu punya semua waktu hidupku, sayang." kata Emir lalu mengecup puncak kepala Aina.

"Kak, aku lapar." kata Aina lalu perlahan bangun.

"Aku panaskan lagi makanannya." Emir ikutan bangun.

"Aku saja, kak."

"Kita kerjakan bersama ya." kata Emir lalu segera mengenakan lagi pakaiannya.

Aina hanya mengangguk. Perhatian, kelembutan dan kasih sayang Emir membuat Aina semakin menemukan cahaya hidupnya yang hilang.

***********

Mata Terre menatap Aina yang berdiri di hadapannya dari unung rambut sampai ujung kaki.

"Sinta mengatakan kalau kamu adalah analisis keuangan yang sangat pintar. Laporan yang kamu buat sangat bagus. Sinta memuji kemampuanmu. Apa benar kamu lukisan S2 universitas Indonesia?"

"Iya, bu!"

"Berapa IP mu saat lulus dari sana?"

"4."

"Waw, bagus dong. Sekarang kamu ikut aku ke pertemuan dengan beberapa rekan bisnis. Aku mau melihat kemampuan mu menghitung keuntungan yang bisa kita dapatkan melalui kerja sama dengan mereka."

"Baik, bu."

"15 menit lagi saya tunggu kamu di lobby."

Aina mengangguk. Ia segera keluar dari ruangan CEO yang sama sekali tak tersenyum padanya. Ia turun ke lantai dua tempat ruangannya berada. Aina langsung membereskan barang-barang yang akan dibawanya lalu segera menuju ke lobby. Dia tak mau kalau Terre sampai menunggunya.

Di lobby, Aina melihat ada Emir. Lelaki itu tak menggunakan seragam satpamnya, melainkan celana dan kemeja taktical berwarna hitam. Emir terlihat sangat gagah dengan pakaian itu.

Keduanya saling berpandangan namun tak berani membuka suara karena Terre ternyata sudah turun lebih dulu.

Seperti biasa, perempuan itu menggunakan rok mini ketat dengan tas branded di tangannya. Merk yang sebenarnya sangat disukai Aina juga. Beberapa tas Aina di rumah juga seperti itu.

"Emir, ayo kita pergi!" kata Terre dengan sangat lembut. Perempuan itu memilih duduk di depan bersama Emir sedangkan Aina duduk di bangku belakang. Mereka menggunakan mobil MBW hitam.

"Emir, kamu sudah makan siang?" tanya Terre.

"Sudah, bu."

"Baguslah. Karena kita mungkin sampai sore akan ada di hotel. Oh ya, di belakang ada Aina. Kamu jangan genit kepadanya ya. Dia sudah menikah." kata Terre.

"Siap, bu." ujar Emir sambil terus mengendarai mobil. Aina hanya bisa menahan senyumnya.

"Kalau kamu mengantuk, tidur saja. Kami mungkin sekitar 2-3 jam baru selesai." ujar Terre. Aina merasa heran, pada semua karyawan Terre selalu berbicara tegas dan tanpa ekspresi. Namun dengan Emir, dia terlihat lembut. Apakah benar yang digosipkan orang-orang di kantor kalau Terre menyukai Emir? Itulah sebabnya Emir melarang Aina mengatakan kalau mereka adalah pasangan suami dan istri?

Aina menepis semua pikiran negatif itu. Ia lalu mengikuti langkah Terre memasuki hotel.

Begitu sampai di ruangan pertemuan, Aina dibuat terkejut saat melihat kalau salah satu pengusaha yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan Terre adalah perusahaan papanya. Aina bahagia saat melihat papanya namun lelaki itu nampak bersikap dingin bahkan terkesan tak mengenal Aina. Ingin rasanya Aina menangis namun gadis itu menguatkan hatinya.

Rapat berlangsung alot dengan berbagai penawaran. Aina berusaha bersikap profesional. Ia menyampaikan tawaran kerja sama yang tentu saja menguntungkan perusahaan Terre.

3 jam semuanya selesai. Sahrul menjabat tangan Terre sebagai tanda kerja sama mereka. Namun ia melewati Aina begitu saja. Aina mengepalkan tangannya. Manahan sakit di hatinya. Namun ia sudah memutuskan jalan hidupnya. Aina sudah tahu konsekuensinya. Papanya sangat keras dengan apa yang diputuskan. Makanya Aira kakaknya setuju menikah dengan pilihan papanya walaupun sudah memiliki pacar saat kuliah di Australia.

**********

Sepanjang perjalanan pulang, Aina memilih diam. Ia dapat melihat kalau Emir sesekali melihatnya dari kaca spion yang ada.

"Aina, kamu tidak perlu kembali ke kantor. Kamu dapat pulang. Emir, turunkan Aina di depan saja." ujar Terre membuat Emir terkejut.

"Apakah tidak sebaiknya Aina diantar ke kantor lagi, bu?" tanya Emir.

"Tidak perlu. Ini sudah jam 4. Aku masih membutuhkan kamu."

Emir menghentikan mobilnya di tepi jalan saat mereka sudah keluar dari hotel.

Aina turun dan mengucapkan terima kasih. Sedangkan Emir nampak enggan membiarkan istrinya sendiri di tepi jalan. Namun, baru saja mereka akan pergi, sebuah mobil putih berhenti di dekat Aina. Emir masih memperhatikan dari kaca spion.

Saat pengendara mobil itu turun, Emir melihat seorang pria berseragam polisi mendekati Aina. Emir tahu itu adalah polisi bernama Arya yang datang ke kantornya.

"Emir, kok belum jalan sih?" tanya Terre yang sedang sibuk dengan ponselnya. Emir agak terpaksa menjalankan mobilnya.

**********

Cemburu kah Emir ?

1
Chen Gie Pratiwi
hallo thooorr,,,setelah skian purnama aku kmbali lagi baca karya mu,,🤭🤭
selalu suka sama karya nya,,
Enny Olivia: selamat datang kembali semoga suka
total 1 replies
falea sezi
aina kok jd bodoh
falea sezi
orang tua oon
suryanifitrie1312 suryanifitrie
Kecewa
Bahari Sandra Puspita
finally happy ending.. 🎉🎉🎉
dari awal emang udah sreg Aina sama Emir..
ya walaupun ternyata kaget jg waktu tau kenyataan yg sebenarnya kalo Emir itu suaminya Terre..
selama baca bab per bab, masih berharap kalo Emir itu cuma saudaranya Terre..
tapi ternyata emang beneran suaminya..

trus pas Emir dinyatakan meninggal, wah syok banget, rasanya gak percaya dan berharap mak othor cuma ngeprank..
terus baca, akhirnya sampai Aina mau nikah sama Arya..
masih berharap Emir tetap hidup, secara kan ciri khas mak othor tokoh utama prianya mesti ada bau2 bulenya..
tapi sampai Aina dan Arya melakukan penyatuan, pupus sudah harapan..
ternyata eh ternyata, emang mak othor beneran ngeprank..
Alhamdulillah Emir masih hidup walopun harus banyak drama demi mengelabui Terre waktu itu dan wajahnya jg sedikit berubah..

dan syukur alhamdulillah akhirnya semua tokoh mendapatkan kebahagiaannya masing2..
pasangan paling fenomenal benernya Putri dan Paman Bara..
dari yg gak mau berkomitmen berubah jadi bucin abis.. wkwkwk..

mak othor keren banget deh ceritanya..
alurnya bener2 gak bisa ketebak langsung..
semoga sehat selalu ya mak..
tetap semangat dan semoga sukses selalu..
💪🏻😘🥰😍🤩🙏🏻💕
Bahari Sandra Puspita: selalu suka dan sudah baca semua novelmu mak..
tetap semangat berkarya ya mak..
maaf kalo belum total ngedukungnya.. 🙏🏻
palingan cuma bisa like tiap bab dan komen dikit2..
total 2 replies
gia nasgia
Akhirnya kabutnya benar"pergi😘🥰🥰🥰terimakasih kak Hen sdh buat Aina dan Emir Bahagia 😘😘👍Aku lanjut dgn karya yg baru ✌
rinny santoso
hemmm ini yg di tunggu Terima kasih mami.... happy ending aina emir setelah kabur berlalu...
Terima kasih atas suguhan karya mami yg selalu bikin emosi naik turun.... selalu bikin penasaran pembaca... sekali lg Terima kasih mami... love sekebon🥰🥰🥰🥰🥰
altanum
benar2 ceritanya tidak dapat diprediksi.salut sama alurnya thor....
meski penuh misteri tapi ceritanya bagus banget.demgan tatabahasa yg epik dan 3nak dibacanya...
terus semangat berkarya thor ❤️ ❤️ ❤️
Enny Olivia: terima kasih sudah membaca novel aku.
semoga suka dgn cerita yang selanjutnya
total 1 replies
Triana Oktafiani
kereennnn
tintiin21
akhirnya kabut gelap itu hilang dan berganti dengan kebahagian utk Aina&Emir.. 😍😍😍 semoga kalian rukun dan bahagia sll bersama semua kel... 🤗🤗🤗🤗
Makaristi
trmksh thor..
happy ending nya aina & emir beserta anak2 mereka..
karya2 mu sll end dng baik & sempurna..
sll di runggu dng cerita2 yg sngat sll menarik 🥰😘
Apriyanti
terimakasih Thor ,, endhing nya bagus bgt sampe Aina punya anak LG,,semangat trus Thor,,di tunggu karya² mu yg baru 😘🙏💪
Wasista Mustika S.
Cerita yang bagus dan enak dibaca... Gak bertele² alur dan bahasanya..
Kinara Widya
terima kasih kak...🥰🥰🥰🥰
Eka ELissa
mksih Mak cerita nya bgus bgt....
Eka ELissa
Ahir nya ai bhgia dgn orang yg tepat....
Meylan Basiru
Mamy, kpn cerita aina sama. emir akan di lanjutkan lagi? apa sdh tamat atau blm? di tunggu kelanjutan aina sama emir apa happy ending...
gia nasgia
Kak Hen 😘😘😘untuk kebahagiaan Aina dan Emir juga Arya dan Safana, siap kepoin karya selajutnya Othor 😍✌
gia nasgia
kasihan juga lihat Arya yg mencintai Aina dgn ugal-ugalan tapi kayaknya Arya jodohnya Safana, jangan bohongi hati kecil mu Aina apalagi ada Aiyman yg jadi pengikat kamu dgn Emir
siswati etty
hhhhh...jd ikut lega masing2 udah dapat jodohnya meski harus muter2 dl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!