NovelToon NovelToon
HOME

HOME

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor / Tamat
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

"Pulanglah, Nak!" Caroline menghubungi Sarah dan memintanya pulang. Sudah bertahun-tahun Sarah meninggalakan rumah seorang rumah seorang pembunuh berantai, kini ia kembali. Kembali menghadapi cinta yang dia miliki untuk ayahnya dan tubuh yang di kubur di sana.

Ada rahasia yang belum terungkap di dasar Mile Stone yang terkenal kejam. Sarah harus menghadapi, dan mencari tahu apa yang sebenaranya tersembunyi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Yang berikutnya adalah membuang semua sampah-sampah ini, ketika berjalan menuju pintu depan Sarah melirik ke ruang makan. Suasananya sangat gelap dan dingin, sama seperti kemarin Sarah membersihkan dapur, terasa sunyi, hening, seolah seluruh udara di dalamnya terkondensasi menjadi satu titik. Meski lampu di ruang makan dimatikan, seharusnya ruangan di sana tidak gelap gulita, cahaya dari jendela dapur seharusnya bersinar, meski hanya sedikit.

Sarah tidak bisa melihat apa pun, tapi ia bisa mendengar suara napas ibunya yang sesak. "Mom?" Sarah berdiri di ambang ruang makan dan meletakkan wadah yang penuh pakaian.

Sarah tidak ingin berjalan melewati kegelapan itu, tapi kemudian ia memarahi dirinya sendiri karena bersikap kekanak-kanakan yang takut akan gelap. Itu hanya sebuah ruangan gelap dengan seorang wanita sakit di dalamnya, lagi pula lebarnya empat belas kaki, jadi tidak ada alasan untuk takut pada kegelapan.

Sarah mengepalkan tangan kanannya, bertekad untuk tidak menuruti ketakutannya yang kekanak-kanakan. Itu hanya ruangan yang gelap.

“Mommy, aku datang,” suara Sarah terdengar mengesankan di rumah yang terlalu sunyi. Caroline menjawab dengan napas yang tersedot dan bergetar. “Ya."

Sarah menjentikkan jari tangan kanannya empat kali dengan cepat, dan kemudian, sebelum rasa takutnya berhasil mengusirnya dari ruangan itu, ia mengulurkan tangan ke sekeliling dinding dan menyalakan lampu. Caroline sedang duduk di tempat tidur, menatap ke arahnya, dengan wajah kosong.

“Aku mau ke dapur,” ucap Sarah. Ibunya tidak menjawab, dia hanya melihat dengan mata hitam berkilauan saat Sarah melewati ruang makan. Sarah bertanya-tanya apakah dia sanggup bertanya tentang potongan-potongan surat ayahnya.

Sarah kemudian mengambil tasnya dari bawah wastafel, dan ketika ia melewati ruang makan lagi, ia memaksa dirinya untuk berhenti. “Bagaimana keadaan mommy?” Sarah mengira mata ibunya sudah kembali normal sekarang, berwarna coklat dan lelah, padahal beberapa saat yang lalu terluhat gelap. "Apakah mommy memerlukan sesuatu?”

“Aku merasa baik-baik saja,” jawab Caroline, dan suaranya terdengar seperti cakar yang menyakitkan untuk didengar. Sarah memberinya secangkir air tanpa bertanya apakah ibunya menginginkannya. “Apa yang kamu lakukan di atas sana?”

“... Membereskan lemari,” jawab Sarah setelah beberapa saat, karena rasanya tidak pantas untuk memberi tahu ibunya bahwa ia sedang mengosongkan kamar tidur yang tidak akan pernah dimasuki oleh ibunya lagi. "Ya, itu bagus."

Sarah mengamati bibir bawah Caroline yang pecah-pecah. “Apakah mommy ingin lip balm?”

Caroline menatapnya dengan mata lelah. “Boleh," ucapnya lembut. Sarah langsung mengambil lip balm dari laci dapur, sejaka Caroline sakit semua perlengkapannya ada di sana. Sarah membuka dan mengulurkannya, tapi Caroline tidak bergerak. "Maukah kU memakaikannya?" tanyanya tanpa melakukan kontak mata.

Sarah menelan ludah di tenggorokannya. "Tentu," ia mencelupkan ujung jari tengahnya ke dalam toples, lalu menepuk-nepuk bibir bawah ibunya selembut yang ia bisa. Kulit mulut Caroline tipis namun keras, seperti kertas kado yang kusut. Lip blam itu meninggalkan kilau tebal di mulut Caroline. "Nah," Sarah memalingkan muka dari mulut ibunya begitu dia selesai . “Bibir mommy lebih lembut.”

“Terima kasih,” gumam Caroline, ia mengambil cangkir berisi air dan meminumnya, meninggalkan bentuk bulan sabit lilin di bibir cangkir. "Jadi, kau baru membereskan lemari?”

"Ya, ini lebih cepat dari perkiraanku.”

“Aku senang kau merapihkan rumah ini,” nada suara Caroline menjadi lebih lembut dibandingkan beberapa saat sebelumnya. Sarah mencoba untuk menghilangkan kerinduan akan kelembutan ibundanya, namun kerinduan itu berhasil menguasai darinya. “aku juga senang, ini tidak sama sekali merepotkan."

“Tahukah kamu,” ucap Caroline sambil menatap tangannya yang gemetar, “bahwa hidupku dimulai saat aku melihatmu?”

Kulit seperti Sarah tertusuk-tusuk mendengarkan ucapan ibunya. "Maksud mommy?"

“Kau berlumuran darah dan berteriak sekuat tenaga, kemudian tersedak oleh suaramu sendiri,” lanjut Caroline, suaranya rendah dan datar.

Sarah belum pernah mendengar ibunya berkata seperti ini sebelumnya, tidak sekali pun. “Saat pertama aku melihatmu, aku langsung mencintaimu lebih dari yang pernah kubayangkan.”

Tidak ada udara di dalam ruangan, Sarah duduk di kursi dekat kaki tempat tidur ibunya, kursi yang biasa diduduki James saat makan malam. Sarah tidak ingat ibunya pernah mengatakan 'aku mencintaimu' bahkan sebelum semuanya menjadi buruk, ia juga tidak ingat ibunya berbicara sebanyak ini padanya.

Lampu berkedip-kedip di atas, Sarah mengabaikannya. Bukankah beberapa saat sebelumnya mereka baru saja membicarakan tentang lemari ? Apa yang terjadi? Mengapa tiba-tiba saja ibunya membicarakan saat dirinya lahir?

"Kau milikku dan aku milikmu. Saat itu aku tahu bahwa kita akan selalu memiliki satu sama lain. Kita akan terlibat bersama sampai hari di mana, salah satu dari kita meninggal. Aku pernah berpikir bahwa mungkin kita berdua akan mati pada saat yang sama, dan bukankah itu yang terbaik? Jadi aku tidak perlu membayangkan sebuah dunia dimana ada kamu tanpa aku atau aku tanpa kamu. Tapi entu saja hal itu tidak akan terjadi, kita akan terpisah oleh waktu dan dimensi."

Rasa panas berkobar di dada Sarah, bukan karena waktu atau dimensi yang memisahkan mereka, melainkan kemarahan lama yang begitu mendalam.

“Kamu adalah makhluk paling egois yang pernah ada,” tambah Caroline, “Mengklaim cinta bisa dikumpulkan dari keluarga barumu, menuntut semuanya untuk dirimu sendiri."

“Tolong, jangan lanjutkan” bisik Sarah, ia tak tahan karena Caroline sering memanggilnya egois dan membebaninya.

“Kau memanglah beban, tapi di satu sisi kau membuatku menjadi utuh. Saat itu aku ada karena suatu alasan. Aku ada untukmu, apakah kamu tahu itu? Aku ada untuk...” Lalu Caroline menghentikan ucapannya karena batuk-batuk yang berkepanjangan, dadanya sesak begitu hebat, jemarinya mencakar-cakar seprai, ia membungkuk ke depan di tempat tidur, mengeluarkan suara retakan yang hampir seperti mesin.

Sarah bangkit dari kursinya dengan tangan setengah terangkat, jantungnya berdebar kencang, ia tidak bisa memikirkan apa yang harus dikatakan atau dilakukan, jadi ia hanya berdiri sementara Caroline mengejang.

Air mata Sarah mengalir, ia tidak tahu kenapa. Mungkin karena Caroline menceritakan kisah-kisah tentang kelahirannya. Setelah beberapa saat, Caroline terhuyung, menghela napas, dan mengeluarkan suara keras. Dia memberi isyarat dengan panik dengan satu tangan, menunjuk ke tepi tempat tidur, pintu, dan perutnya sendiri. "Apa?" Sarah bertanya, “Apa yang mommy butuhkan?”

Caroline tidak bisa menjawab, karena mulutnya terlalu penuh dengan dahak dan air liur, punggungnya masih bungkuk karena tekanan batuknya. "Oh," Sarah berlari ke dapur dan terjun ke bawah wastafel, untuk mengambil kain sebanyak yang bisa ditampung tangannya. Ketika dia kembali ke ruang makan, ibunya tidak bergerak, masih meringkuk di pangkuannya sendiri. Bau busuk ruangan itu menyengat dan mencekik. Baunya seperti amfibi, seperti tanah, jamur hitam, dan kayu setengah lapuk.

“Ini,” ucap Sarah bergetar. "Aku akan membantu momny membersihkannya." Sarah menarik bahu Caroline ke belakang, lalu mulai mengusap dagu dan dadanya.

Caroline tidak bergerak untuk membantu, tapi dia juga tidak melawan. Dia kurus kulit menjadi keriput, napasnya tenang dan datar sekarang. Untuk membersihkan ibunya, Sarah membutuhkan tiga kain lap: dua basah dan satu kering. Sarah tidak akan mencuci kain tersebut, ia akan langsung membuangnya. Sarah juga membuka baju Caroline dan menggantinya dengan yang baru, ia melihat tubuh ibunya benar-benar hanya tinggal tulang dan kulit. Setelah itu Sarah mengganti selimut yang menutupi kaki ibunya, ia tak mengganti seprai sebab seprai itu masih terlihat bagus, ia langsung memasukkan semuanya ke dalam kantong sampah,

Sarah merasa appa yangnsudah di lakukannya masih belum cukup jika di bandingkan dengan apa yang ibunya pernah lakukan semasa ia kecil dulu. “Mom? Apakah mommy ingin mandi? Atau ingin sesuatu?”

“Tidak. Tolong, kau pergi saja. Pergi!!”

Sarah nampak ragu-ragu untuk meninggalkan ibunya. "Apa mommy yakin?”

“Pergi!” ucap Caroline dengan suara yang hampir normal. "Aku baik-baik saja. Aku merasa jauh lebih baik sekarang, terima kasih.” Caroline mengambil secangkir jus dan menyesapnya dengan tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. "Lanjutkan pekerjaanmu, aku ingin istirahat. Dan Sarah...”

"Ya?"

“Terima kasih untuk lip balmnya.”

Sarah mengangguk, kemudian ia meninggalkan ruang makan, terhuyung-huyung melewati tempat sampah pakaian ibunya yang ditinggalkannya di ambang pintu. Ia memakai sepatu di pintu depan dan berjalan ke teras, lalu melangkah ke teras dua langkah sekaligus, hampir terjatuh.

Kantong sampah yang sudah diikat dan penuh dengan kotoran ibunya di taruh di bagasi belakang mobilnya, lalu ia masuk ke mobil dan mengemudi. Tangannya gemetar di setir, kakinya terlalu berat menginjak pedal gas. Sarah mengerem terlalu keras pada lampu merah, menyentakkan sabuk pengamannya ke depan, dan menampar dirinya sendiri ke kemudi.

Sarah menatap ke jalan di depannya dan mencoba berpikir, tapi tak ada yang muncul. Potongan-potongan lagu terlitas di kepalanya, tidak ada satupun yang tertangkap. Sarah jauh dari dirinya sendiri, jauh dari apa yang ia lihat dan dengar. Padahal ia masih di sini. Di depan lampu merah dengan kaki yang menginjak rem dan tangannya di atas kemudi, napasnya terdengar lambat dan dangkal, hingga seseorang yang berhenti di belakang mobilnya membunyikan klakson. Sarah tersentak, ia kemudian lanjut mengemudi, karena itulah satu-satunya hal yang harus lakukan di dalam mobil yang sedang berjalan di jalan raya.

1
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aku gk ngerti maksud james ini apa?
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
apa maksud Caroline, gk boleh anak nya memanggil mommy
Dwisya Aurizra
alhamdulillah akhirnya ibu Brandon berdamai dengan keadaan dan mau menerima sarah dan bayinya, eh... namanya Rey... tapi bukan Reysa kan, soalnya itu nama gadisku... tapi kalo iya juga aku seneng kok
Irma: Rey aja mba, cwo anaknya.
total 1 replies
Dwisya Aurizra
itu kodok apa katak, ah...lupa ... 🤦‍♀️🤦‍♀️
Dwisya Aurizra
ooh jadi itu alasannya, tetap... ingin yg pertama😁
Dwisya Aurizra
akhirnya sarah dan Brandon berjodoh 😍😍
Dwisya Aurizra
jadi terlihat lebih hidup 😍
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Wahhhh baru ini baca cerita Ka Irma dari awal sampai akhir dibikin tegang...
semua dibikin teka teki smpai mnuju bab2 akhir...

Ga ada clue alasan atau apa yg melatarbelakangi Samuel melakukan pesugihan/kejahatan...membuat reader mencoba menebak nebak apa yg terjadi 🤭🤭

Overrall ceritanya seru dan menarik..
pesan dari cerita ini.., hiduplah dengan rasa syukur yg telah Tuhan berikan..jangan pernah brrsekutu pada jin utk menghalalkan segala keinginan kita.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Alhamdulillah..akhirnya luluh juga ibunda Brandon.. dan mau menerima sarah dan cucunya...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
waahhh akhirnya Sarah dan Brandon menikah..
akhir yg bahagia utk mereka
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Ahhh....Akhirnya ibunya pergi jugaa....😥😥😥
tp paling tidak Sarah bs melihat wajah ibunya yg sperti dulu
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Mngkinkah di dalam perjanjian Samuel dengan mahluk itu..tidak boleh menyakiti Sarah? jd ketika mahluk tsb menyakiti Sarah..miles stone bergetar ?
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
isshhh bayanginnya ini gmna yaa...😱😱😱😱🙉
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Lalu James? apa James tau mngenai mahluk ini ?
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
mengerikannn..jd selama ini mahluk itu masih ada...karena ayahnya dipenjara, akhirnya ibunya Sarah yg berkorban.
Apakah ini alasan ibunya Sarah..agar sarah pergi dan jangan pulang ke rumah? agar tidak diambil darahnya...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astagaaa..jadi Caroline sdh tiada dan selama ini mahluk itu yg masuk kedalam yubuh ibunya...😱
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
maksudnya ini Caroline diapain ?
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
ya ampuunnn mahluk apalagi ini...?
apa dia mahluk yg menyebabkan ayahnya Sarah melakukan pesugihan..
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
maksud hati ingin menolong ayahnya malah ternyata ayahnya ditangkap utk melindungi Sarah...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Ohhh jadi Ayahnya Sarah mengakui kesalahan krn tidak mau Sarah ditangkap
berarti selama ini Sarah juga tauu klu ayahnya melakukan pesugihan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!