NovelToon NovelToon
The Porch Light

The Porch Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan mewah Rowan Vale-Knight dan Cathez hampa tanpa kehadiran buah hati.

Terobsesi pada kebebasan, Cathez terus menolak hamil hingga melontarkan tantangan gila: mengizinkan Rowan mencari wanita lain untuk melahirkan keturunannya.

Dikuasai rasa dikhianati, Rowan menerima tantangan tersebut.

Di malam yang sama, takdir mempertemukannya dengan Rossi Widmer—gadis terbuang yang nekat melompati mobil Rowan demi melarikan diri dari jebakan penjualan diri oleh ayahnya sendiri.

Terdesak ancaman bahaya dan pengaruh obat perangsang, penyatuan tak terduga terjadi di antara mereka.

Rowan yang terkesan oleh kemurnian Rossi memboyong gadis itu dalam pernikahan sah demi mendapatkan anak, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Rossi sebenarnya adalah adik kandung Istrinya yang diasingkan sejak kecil.

Di antara keputusasaan, perlindungan tulus, dan intrik masa lalu yang membayangi, akankah benih cinta sejati tumbuh di tengah hubungan transaksi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#20

Keheningan di kamar utama penthouse terasa bagaikan udara sebelum badai besar meletus. Pengakuan jujur dari bibir Rowan—bahwa Cathez, istri pertamanya, adalah putri dari Abner Widmer—tergantung di udara, membekukan darah di dalam pembuluh darah Rossi.

Cathez Widmer... putri Abner... kakak perempuanku...

Nama itu bergema berulang kali di dalam benak Rossi, berubah menjadi dentuman keras yang meremukkan seluruh logika dan akal sehatnya.

Kenyataan gila bahwa ayahnya menyembunyikan seorang putri yang dibesarkan dalam kemewahan, disanjung, dan diberikan suami sesempurna Rowan Vale-Knight... sementara dirinya dipenjara di desa terpencil, disiksa oleh Mariella, dan akhirnya dijual ke klab malam... membakar habis sisa-sisa kepolosan di dalam jiwa Rossi.

Rasa sakit, cemburu, penderitaan belasan tahun, dan dendam yang membara mendadak menyatu menjadi sebuah kegilaan yang tak tertahankan.

Mata jernih Rossi yang tadinya dipenuhi air mata kini berubah kelam. Tidak ada tuntutan penjelasan yang keluar dari mulutnya.

Tidak ada teriakan histeris atau pertanyaan bertubi-tubi mengenai sosok kakak perempuan yang tak pernah ia kenal itu.

Sebaliknya, Rossi bergerak secara tergesa-gesa.

...( ͡° ͜ʖ ͡°) 🔞...

Sebelum Rowan sempat mengucap satu kata lagi, Rossi mengikis jarak di antara mereka. Gadis itu menaikkan tubuhnya, menindih dada tegap Rowan, lalu membungkam bibir pria itu dengan sebuah ciuman yang menggebu-gebu.

Ciuman itu begitu menuntut, liar, dan tanpa jeda—sebuah lumatan agresif yang ia pelajari dan serap dari pengalaman penyatuan mereka selama tiga hari terakhir.

Rossi meremas rambut hitam Rowan yang berkeringat, menekan bibirnya rapat-rapat, menginvasi mulut Rowan dengan dorongan gairah yang berantakan dan emosional.

Rowan tertegun seketika di bawah terkaman Rossi. Napas pria itu tertahan saat merasakan kehangatan dan keagresifan yang mendadak meledak dari gadis di atasnya.

Tubuh Rossi yang hangat dan bergetar hebat di atas tubuh bertelanjang dadanya mengirimkan sengatan listrik yang memabukkan. Sikap Rossi malam ini persis seperti malam pertama kali mereka melakukan penyatuan di klab malam—sebuah kepasrahan yang bercampur dengan keagresifan liar dari jiwa yang sedang terdesak dan membutuhkan pelarian.

Di dalam batinnya, Rowan yang berotak dingin tidak perlu bertanya lagi.

Tanpa perlu diucapkan lewat kata-kata, Rowan menebak dan memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi: Gadis ini sedang hancur. Dia membutuhkan diriku untuk menenangkan gejolak di dadanya... dan cara dia menenangkan dirinya ternyata seperti ini.

Rowan tidak menolak. Pria itu menyambut ciuman menuntut itu dengan sentuhan yang dalam.

Lengan tegapnya melingkar di punggung mulus Rossi, menarik tubuh mungil gadis itu makin menempel rapat pada dadanya. Rowan mengambil alih ritme, membalas lumatan Rossi dengan kehangatan yang protektif dan dominan, membiarkan tubuh mereka tenggelam dalam pusaran gairah yang memabukkan.

Di sela-sela pergumulan panas mereka, saat gaun santai katun yang dikenakan Rossi terlepas meluncur ke lantai dan jarum jam menunjuk angka malam yang makin larut, tangisan batin Rossi membubung tinggi dalam kehampaan.

Istrimu adalah kakakku... batin Rossi berteriak lirih, memejamkan matanya rapat-rapat saat menyerap setiap sentuhan jemari tegap Rowan di kulit mulusnya.

Dan Ayahku... pria berengsek itu... justru memilih mengasingkanku... membuangku ke neraka... sementara dia memberikan seluruh kebahagiaan dunia pada putrinya yang lain!

Gejolak rasa iri dan dendam yang teramat pekat meracuni setiap sudut pikiran Rossi.

Mengapa? Mengapa ia harus ditakdirkan menjadi anak yang terbuang? Mengapa Cathez mendapatkan segalanya—nama besar, kasih sayang Abner, dan pelukan hangat dari pria luar biasa seperti Rowan—sementara dirinya hanya diberikan keputusasaan?

Kenapa aku tidak bisa memiliki mu?! puji batin Rossi berteriak frustrasi di sela-sela sentakan kuat dan dalam dari suaminya.

Setiap dorongan gairah dan penyatuan tubuh mereka malam ini dirasakan Rossi bukan lagi sekadar sebagai pelarian, melainkan sebagai sebuah deklarasi perang yang tersembunyi.

Sensasi hangat yang memenuhi rahimnya, embusan napas serak Rowan di lehernya, serta cengkeraman erat jemari tegap pria itu di pinggulnya... menjadi bahan bakar baru bagi dendamnya yang membara.

Rossi melingkarkan kedua kakinya di pinggang tegap Rowan, mendongakkan kepalanya saat Rowan menghujani leher mulusnya dengan ciuman-ciuman panas yang memabukkan. Desahan napasnya bersatu dengan detak jantung mereka yang membentur dada masing-masing.

Di balik pejam mata dan ciuman panasnya, Rossi mengutuk dengan seluruh sisa jiwanya.

Aku akan membunuhmu, Ayah...desis batin Rossi penuh kebencian yang mematikan. Aku akan menghancurkan putri kesayanganmu yang Berharga...

Dan cara untuk membalaskan dendam itu... cara paling ampuh untuk meremukkan hati Abner dan merebut segalanya dari Cathez... hanya ada satu di dunia ini.

Caranya hanya satu... Aku akan memiliki Rowan secara mutlak... Aku akan merebut pria ini dari tangan putrimu!

Rossi mencengkeram bahu tegap Rowan kian erat, membenamkan jemarinya di kulit pria itu, menarik Rowan makin dalam ke dalam dirinya.

Malam itu, di bawah kerlip cahaya kota dari balik jendela penthouse, penyatuan mereka berlangsung begitu intens, panas, dan sarat akan emosi yang bergejolak.

Rowan menyalurkan seluruh rasa bersalah dan perlindungannya melalui sentuhan-sentuhan tegapnya, sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam pelukannya, gadis polos yang ia kasihaninya kini telah berubah menjadi sosok wanita yang dipenuhi oleh kobaran dendam dan tekad bulat untuk merebut posisinya sebagai satu-satunya Nyonya Vale-Knight.

...°°°°...

Gemuruh air shower berbahan marmer di kamar mandi utama penthouse menciptakan dentuman halus yang bergema di balik dinding kaca yang mengembun. Udara di dalam ruangan luas itu seketika dipenuhi uap hangat, mengaburkan pantulan cermin setinggi dinding yang memantulkan bayangan dua insan di bawah guyuran air.

Awalnya, Rowan hanya berniat membawa tubuh Rossi yang lelah dan bergetar ke dalam kamar mandi untuk sekadar membasuh sisa-sisa pergumulan panas mereka di atas tempat tidur tadi.

Rowan membimbing langkah kaki gadis itu dengan lembut, menyalakan aliran air hangat, dan menyiramkan sabun mandi beraroma terapi ke kulit halus istrinya.

Namun, Rossi tidak membiarkan momen itu berlalu begitu saja. Bagi Rossi, setiap detik di dekat Rowan adalah kesempatan emas yang tidak boleh terbuang sia-sia.

Saat jemari tegap Rowan yang berbusa mengusap bahunya dari belakang, Rossi berbalik cepat.

Dalam kondisi tubuh yang sepenuhnya dibasahi aliran air hangat dan ditutupi busa halus, Rossi menatap lurus ke dalam manik mata hitam milik Rowan.

Tanpa keraguan sedikit pun, Rossi mengikis jarak yang tersisa, memajukan tubuhnya hingga dadanya yang halus menempel rapat pada dada tegap Rowan yang basah.

Kedua tangan mungil Rossi terangkat, melingkari leher tegap Rowan, menarik pria itu menunduk hingga bibir mereka kembali bertaut dalam sebuah ciuman yang basah dan menuntut.

Rowan menggeram rendah di balik tenggorokannya. Sensasi kulit basah yang saling bergesekan di bawah guyuran air hangat, dipadu dengan keagresifan Rossi yang seolah tak kenal lelah, kembali membakar habis sisa-sisa kendali dirinya. Rowan mencengkeram pinggul halus Rossi, mengangkat tubuh mungil gadis itu hingga sejajar dengannya dan menyandarkannya rapat-rapat pada dinding marmer kamar mandi yang dingin.

Kontras antara dinginnya marmer di punggung Rossi dan panasnya tubuh Rowan yang menindihnya menciptakan sengatan gairah yang teramat dahsyat.

Rossi melingkarkan kedua kakinya erat-erat di pinggang tegap Rowan, menerima penyatuan kembali yang teramat dalam dan intens di bawah kucuran air shower.

Setiap dorongan yang kuat dan berirama dari Rowan diiringi oleh kecipak air dan desahan napas mereka yang memburu, memenuhi seluruh sudut kamar mandi beruap tersebut.

Di balik pejam matanya dan rintihan gairah yang keluar dari bibirnya yang basah, pikiran Rossi bekerja dengan dingin dan penuh kalkulasi.

Aku harus hamil... aku harus memberikan anak untuk pria ini secepatnya...batin Rossi berbisik kencang di tengah gejolak rasa nikmat yang membakar tubuhnya.

Rossi mengingat kembali perkataan Rowan sebelumnya—bahwa pernikahan rahasia di antara mereka hanyalah sebuah perjanjian untuk memberikan keturunan, dan setelah anak itu lahir, Rowan berniat membesarkannya bersama Cathez sebagai istri sahnya.

Tidak... aku tidak akan pernah membiarkan hal gila itu terjadi! dendam Rossi bergema sengit di dalam hatinya. Anak ini adalah darah dagingku, dan pria ini tidak akan pernah kembali ke pelukan wanita itu!

Rossi mencengkeram bahu basah Rowan kian kuat, menarik tubuh pria itu agar makin dalam menyatukan diri dengannya. Ia tahu betul, jika dalam waktu dekat ia berhasil mengandung benih dari rahimnya, keterikatan emosional dan tanggung jawab Rowan padanya akan berubah secara total.

Pria tegap berhati hangat ini tidak akan pernah sanggup membuangnya atau menyerahkan anaknya kepada Cathez.

Sambil menikmati setiap sentakan dan kehangatan yang dipancarkan Rowan di dalam dirinya, Rossi membayangkan sosok Cathez—kakak perempuan yang tak pernah ia lihat wajahnya, namun kini menjadi musuh terbesarnya.

Rowan memang milikmu sejak awal, Kak... bisik batin Rossi dipenuhi ironi yang tajam dan dingin, saat kepalanya mendongak pasrah menikmati puncak kepuasan yang merayapi seluruh sarafnya. Tapi sekarang... dia adalah suami kita bersama...

Senyuman tipis yang sarat akan rasa dendam terkembang di bibir Rossi yang merona basah, tersamar sempurna oleh kucuran air shower yang membasahi wajahnya.

Seperti apa pun wajahmu, Kak... sampai jumpa di neraka... derita dan amarah belasan tahun di pedesaan menyatu dalam sumpah matinya. Kau menikmati kemewahan, kasih sayang, dan pria ini selama bertahun-tahun di atas penderitaanku. Sekarang, giliranku mu yang akan mengambil semuanya dari tanganmu.

Sama seperti Abner... pria yang sejatinya adalah ayah kita bersama... tapi dia lebih memilih dirimu dan membuangku ke kubangan lumpur...

Sentakan terakhir yang amat dalam dari Rowan disertai dengan embusan napas serak pria itu di perpotongan leher Rossi menandai puncak penyatuan mereka di dalam kamar mandi.

Rowan memeluk tubuh Rossi erat-erat, menahan bobot tubuh istrinya agar tidak merosot, sementara benih kehangatan yang baru mengalir memenuhi rahim gadis itu.

Rossi menyandarkan kepalanya di bahu tegap Rowan yang bernapas memburu, menyunggingkan senyum kemenangan di dalam kegelapan batinnya.

Di bawah kucuran air hangat ini, benih dendam dan tekadnya telah tertanam sempurna, siap menghancurkan kehidupan siapa pun yang telah merenggut kebahagiaannya.

1
Nurul
kalau bisa, kehamilan jangan ditunda-tunda
Mia Camelia
hahaa rasaiin ketauan ,rowan ngumpetin anak gadis🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkww🤣
total 1 replies
alunanfiksimalam
Wanita jahat
nayla tsaqif
Uhh,, marathon bacanya thor,, tp nyampe jg bab 20🤭
Rosdianah 🌷: Waaah luar biasa kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Rossi 😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bikin semua kejahatan catzhes terbongkar
Rosdianah 🌷: siap kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Huwaa😭 knp q ketinggalan notifnya,, tau2 udah bab 20 ajahh,,! Semangat 30 menit pasti selesai baca💪
Rosdianah 🌷: Huhuhu semangat kak reader 🥰🫶
total 1 replies
Mia Camelia
so sweet banget sih mereka brdua🥰🥳
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mia Camelia
aduh ngenes banget ngliat rowan nanggis ky bgitu🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Mia Camelia
cathez gak tau diri banget cowo sekelas rowan di sia sia kan😔
Rosdianah 🌷: huhuhu
total 1 replies
Mia Camelia
rowan jahat banget sih cuma mau ngambil anak nya doang🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: perlu digampar anak Daddy satu itu🤣
total 1 replies
Mia Camelia
rosi polos banget yaa, cocok nih sama rowan🥰🥰🥰
Mia Camelia
semua nya mudah klo rowan udh niat 😂🤣
Mia Camelia
hehe rowan kebelet banget pingin anak🤣🤣
Rosdianah 🌷: bisa bayangin lah ka🤣🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pertemuan yg tak terduga😂
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
Mia Camelia
horeee 🥳 akhir nya kisah rowan publish juga🥰😄😂😂
aku pasti baca thor mpe abis🥰🥰🥰
Rosdianah 🌷: Huhuhu terharu, Ma'aciww kak, Semoga suka sama ceritanya.
Happy Reading 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!