NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Ngarai Pemutus Jiwa

​Ribuan mil dari peradaban, tersembunyi di balik pegunungan terjal Benua Timur, membentang sebuah jurang raksasa yang tampak seperti luka tebasan pedang dewa di permukaan bumi.

​Itulah Ngarai Pemutus Jiwa.

​Kabut tebal berwarna hijau keunguan menutupi seluruh ngarai, bergulung-gulung lambat layaknya lautan awan beracun. Burung-burung iblis yang tidak sengaja terbang melintasi udara di atas ngarai tersebut akan seketika menegang, bulu mereka rontok, dan daging mereka membusuk sebelum tubuh mereka menyentuh dasar jurang. Ini adalah zona terlarang absolut bagi makhluk hidup di bawah tahap Jiwa Nascent.

​ZRAAAASH!

​Sebuah celah dimensi terbuka tepat di atas Ngarai Pemutus Jiwa. Lin Tian melangkah keluar, melipat Sayap Pengoyak Ruang-nya, dan membiarkan gravitasi menarik tubuhnya jatuh bebas menembus lautan kabut beracun itu.

​Wussshhh!

​Begitu tubuh Lin Tian bersentuhan dengan kabut hijau keunguan, racun mematikan itu seketika mendesis, mencoba melumerkan jubah dan kulitnya. Namun, Inti Kehampaan di Dantian Lin Tian berputar lambat. Pori-pori kulitnya terbuka, bertindak seperti jutaan pusaran air mikroskopis.

​Kabut racun yang ditakuti oleh seluruh kultivator Benua Timur itu disedot masuk ke dalam tubuh Lin Tian. Alih-alih membunuhnya, Qi Kehampaan memecah struktur racun tersebut, menyaring kotorannya, dan mengubahnya menjadi energi spiritual murni yang langsung mengaliri meridiannya.

​"Tempat yang sangat ramah," Lin Tian terkekeh pelan. "Bagi orang lain, ini neraka. Bagiku, ini prasmanan gratis."

​BUM!

​Lin Tian mendarat di dasar ngarai. Tanah di sekitarnya berwarna hitam pekat, basah oleh cairan korosif, dan dipenuhi oleh tulang-belulang Binatang Iblis serta kultivator yang bernasib sial.

​Ia menyapu pandangannya. Insting spiritualnya menangkap keberadaan puluhan Binatang Iblis mutan di sekitarnya. Namun, menyadari aura predator mengerikan yang dibawa Lin Tian, makhluk-makhluk tanpa akal sehat itu justru meringkuk ketakutan dan mundur ke dalam bayang-bayang.

​Lin Tian tidak mempedulikan mereka. Ia berjalan menyusuri dasar ngarai dan menemukan sebuah gua dangkal yang tertutup oleh akar-akar pohon purba beracun. Dengan satu ayunan tangannya, akar-akar sekeras besi itu hancur menjadi debu.

​Ia masuk ke dalam gua, menyegel pintu masuknya dengan bongkahan batu, dan duduk bersila. Waktunya mengkonsolidasikan kekuatan.

​Lin Tian membalikkan telapak tangannya. Tiga buah bola energi sebesar telur puyuh—masing-masing memancarkan cahaya keemasan yang sangat menyilaukan—melayang di atas telapak tangannya. Ini adalah tiga Inti Emas Puncak milik kelompok pembunuh Tiga Gagak Penjagal.

​Energi dari satu Inti Emas Puncak saja cukup untuk membuat kultivator Inti Emas Awal meledak karena kelebihan kapasitas. Lin Tian memiliki tiga, dan ia berniat menelan ketiganya sekaligus.

​"Ayo kita mulai."

​Tubuh Penelan Kehampaan: Mode Pemusnahan!

​Lin Tian membuka mulutnya dan langsung menghirup ketiga Inti Emas itu ke dalam perutnya.

​BOOOOOOOOOOM!

​Sebuah ledakan energi yang sangat dahsyat terjadi di dalam tubuh Lin Tian. Lautan Qi murni dari tiga ahli Inti Emas Puncak mengamuk layaknya badai kosmis di dalam meridiannya. Suhu tubuhnya melonjak gila-gilaan, membuat batu di sekitarnya memerah karena panas.

​Jika bukan karena fisiknya yang telah ditempa oleh Darah Kaisar dan Esensi Sumsum Naga Bumi hingga setara baja suci, tubuh Lin Tian pasti sudah meledak menjadi kabut darah.

​"Tunduk!" raung Lin Tian di dalam batinnya.

​Inti Kehampaan yang berwarna hitam legam di Dantiannya meledak dengan daya hisap absolut. Inti itu tidak mencoba melawan atau menekan badai emas tersebut; ia melahapnya.

​Tetes demi tetes, gelombang energi keemasan yang liar itu ditarik paksa masuk ke dalam lubang hitam Dantiannya. Cairan energi itu dimurnikan, diubah menjadi Qi Kehampaan yang berwarna hitam keunguan, lalu dimuntahkan kembali untuk memperlebar kapasitas meridian dan Dantian Lin Tian.

​Proses ini berlangsung selama tujuh hari tujuh malam.

​Di hari kedelapan, dengungan rendah bergema dari tubuh Lin Tian.

​WUNGGG!

​Sebuah gelombang kejut yang tak kasat mata menyapu keluar, menghancurkan batu penyegel guanya dan meniup kabut beracun di luar gua hingga membentuk area kosong dalam radius seratus meter.

​Lin Tian perlahan membuka matanya. Sepasang pupil hitamnya kini memiliki cincin ungu yang lebih tebal dan menyala terang. Napas yang ia hembuskan terasa seperti hembusan pedang yang membelah udara.

​"Inti Emas tahap Menengah," Lin Tian tersenyum lebar.

​Tidak hanya itu, cadangan energinya begitu melimpah sehingga ia langsung menyentuh ambang batas Inti Emas Akhir. Kini, kapasitas Qi Kehampaan-nya sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan saat ia membunuh Master Sekte Xue Kuangren.

​"Sekarang, jika aku mengerahkan Sayap Pengoyak Ruang dan bertarung menggunakan Logam Hitam Tanpa Nama secara bersamaan, aku tidak perlu lagi khawatir kehabisan Qi di tengah pertarungan," gumamnya puas. Kekuatannya kini sudah cukup menantang seorang ahli Jiwa Nascent Awal secara tatap muka tanpa perlu menggunakan taktik bunuh diri.

​Lin Tian bangkit berdiri, meregangkan tubuhnya yang mengeluarkan bunyi derak tulang seperti petir kecil.

​Ia merogoh Cincin Penyimpanannya dan mengeluarkan Peta Alam Rahasia Kuno.

​Saat berada di dasar Ngarai Pemutus Jiwa, peta kulit Binatang Iblis itu merespons dengan kuat. Aksara-aksara kuno berwarna emas di atasnya melayang keluar, membentuk sebuah garis petunjuk bercahaya yang mengarah ke bagian terdalam ngarai.

​"Mari kita lihat rahasia apa yang disembunyikan tempat ini."

​Lin Tian mengikuti garis cahaya keemasan itu. Ia berjalan sejauh puluhan mil menembus dasar ngarai yang semakin gelap dan semakin sempit. Semakin dalam ia berjalan, kabut racun justru menghilang, digantikan oleh hawa dingin yang menusuk tulang dan penindasan spiritual yang sangat purba.

​Akhirnya, Lin Tian tiba di ujung buntu ngarai tersebut.

​Di hadapannya, tertanam di dinding tebing hitam yang menjulang ribuan meter ke langit, terdapat sebuah gerbang batu raksasa berukir wajah iblis tak bermata. Di tengah-tengah gerbang batu itu, sebuah pusaran spasial berwarna hitam pekat berputar lambat tanpa suara.

​"Gerbang Alam Rahasia Kuno," mata Lin Tian berbinar. "Pusaran ini sangat stabil. Ini bukan alam saku sementara seperti Makam Kaisar Darah, melainkan dunia mandiri yang dipertahankan oleh hukum kuno."

​Lin Tian baru saja akan mengambil langkah maju saat tiba-tiba...

​BUM!

​Tanah di bawah kakinya bergetar hebat. Gempa bumi dadakan meretakkan tebing-tebing di sekitarnya.

​Sebuah batu raksasa seukuran bukit kecil yang berada seratus meter di sebelah kiri gerbang batu tiba-tiba bergerak. Batu itu perlahan bangkit, merontokkan tanah dan debu yang telah menumpuk di atasnya selama berabad-abad.

​Lin Tian menyipitkan matanya. Itu bukan batu. Itu adalah Binatang Iblis penjaga!

​Makhluk itu berdiri setinggi tiga puluh meter. Ia berbentuk seperti seekor gorila raksasa, namun memiliki bulu berupa sisik batu hitam. Yang paling mengerikan, makhluk ini memiliki enam lengan yang berotot tebal, dengan sepasang taring melengkung yang meneteskan lava cair.

​"Kera Iblis Berlengan Enam," Lin Tian langsung mengenalinya.

​Makhluk purba yang dikabarkan memiliki garis keturunan dari Alam Iblis. Dan fluktuasi Qi yang memancar dari makhluk raksasa ini membuat udara di sekitar ngarai seolah membeku.

​Itu adalah aura tahap Jiwa Nascent Awal!

​ROAAAAAAAARRR!

​Kera Iblis itu meraung, melepaskan gelombang suara yang menghancurkan batu-batu karang di sekitarnya menjadi debu. Makhluk itu memukul-mukul dadanya dengan keenam lengannya, menciptakan suara dentuman seperti genderang perang dewa. Sepasang mata merah menyala menatap tajam ke arah Lin Tian, melihat pemuda manusia itu sebagai penyusup yang harus dicabik-cabik.

​Bagi kultivator tingkat Inti Emas mana pun—bahkan Lu Changkong yang jenius sekalipun—menghadapi Binatang Iblis tingkat Jiwa Nascent adalah vonis kematian instan. Pertahanan fisik makhluk ini menentang hukum alam, dan kekuatan murninya bisa meratakan gunung.

​Namun, Lin Tian tidak mundur. Matanya tidak memancarkan ketakutan, melainkan kobaran antusiasme yang membara.

​"Baru saja aku mengantuk, seseorang sudah membawakan bantal," Lin Tian tertawa keras. Tawanya bergema menantang raungan Kera Iblis itu.

​Tangan kanannya bergerak ke balik bahunya, menggenggam erat gagang Logam Hitam Tanpa Nama.

​Sring!

​Pedang raksasa seberat lima puluh ribu kati itu ditarik keluar. Begitu pedang hitam itu bersentuhan dengan udara luar, Inti Kehampaan di Dantian Lin Tian meledak, mengalirkan Qi hitam-ungu ke bilah pedang. Udara di sekitar Lin Tian menjadi melengkung dan terdistorsi karena beratnya tekanan senjata tersebut.

​Kera Iblis Berlengan Enam tidak memiliki kesabaran. Melihat penyusup itu justru menghunus senjata, monster itu melesat maju. Tanah amblas setiap kali kakinya berpijak. Ia mengangkat keenam lengannya secara bersamaan, menggabungkan kekuatan fisik murni dan elemen batu, bermaksud meremukkan Lin Tian menjadi selai daging dalam satu hantaman.

​"Hukum rimba, Kera Besar!" raung Lin Tian, darahnya mendidih. "Yang kepalanya lebih keras, dia yang berkuasa!"

​Lin Tian tidak menghindar. Ia menekuk lututnya, membuat tanah di bawahnya meledak, dan melompat lurus menyongsong hantaman keenam lengan raksasa itu.

​Ia mengangkat Logam Hitam Tanpa Nama tinggi-tinggi. Dengan kekuatan fisik tahap Baja Suci dan kultivasi Inti Emas Menengah, Lin Tian mengayunkan pedangnya.

​"Seni Pedang Penelan Langit, Tebasan Pertama: Pembelah Bayangan!"

​BZZZZZZT—BOOOOOOOOOOOOM!!!

​Bentrokan antara pedang kehampaan Lin Tian dan tinju raksasa Kera Iblis bertabrakan di udara.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!