Setelah malam-malam itu berlalu, rindu dan temu tak lagi bersatu, cinta dan kisah tak lagi berkasih, hanya sebatas ingatan untuk kemudian pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Vicky Nihalani Bisri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH - 13 : Keliru
Sena berhenti dari langkah nya, ketika ia membuka pintu perpustakaan tersebut. Ia melihat di depan nya Sanda tengah duduk bersampingan dengan perempuan yang tidak ia kenali itu.
Sanda yang hanya membaca buku sedari tadi, tiba-tiba mendengar suara Farisa berbicara, seperti berbicara dengan seseorang yang baru saja membuka pintu perpustakaan itu.
"Ada yang bisa ku bantu? Kenapa kau diam di depan pintu itu?" tanya Farisa
Mendengar ucapan itu, Sanda langsung menoleh ke arah pintu.
"Sen...." belum selesai Sanda berbicara, Sena langsung pergi meninggalkan ruangan itu dengan kekecewaan
"Apa dia kekasih mu?" tanya Farisa kepada Sanda
"Bukan," ucap Sanda sembari berdiri dari tempat duduk nya, dan mencoba mencari Sena yang tengah berlari dari sana
"Apa ada sebuah kesalahpahaman terjadi saat ini?" batin Farisa
*Dari sisi Sena
Ia berlari kencang, menjauh pergi dari perpustakaan itu, air mata nya jatuh. Ia tak ingin kembali ke dalam kelas untuk saat ini, ia sedang menangis dan kecewa.
Ia berlari sejauh mungkin, pergi keluar dari sekolahan itu.
"Neng, mau ke mana?" tanya security sekolah itu kepada Sena
Dan Sena hanya diam dan menyeka air mata nya kemudian terus berlari sejauh mungkin.
Teman Sena yang melihat Sena berlari pun ikut bingung dan bertanya-tanya, bahkan dari salah satu teman Sena pun ikut meneriakkan nama nya.
"Sena, kau kau ke mana?" teriak Sarah tapi masih saja di acuhkan oleh Sena
*Dari sisi Sanda
Ia mengejar Sena yang berlari, bahkan sampai keluar sekolah itu juga.
"Sanda, mau ke mana kamu?" tanya security sekolah kepada Sanda yang juga ikut berlari karena mengejar Sena
"Ada urusan sebentar, Pak," jawab Sanda sembari berlari
Teman-teman Sena yang melihat Sanda juga ikut mengejar nya pun membuat keadaan itu semakin membingungkan.
"Apa yang terjadi kepada Sena? Kenapa dia berlari dan pria itu mengejar nya?" tanya teman kelas Sena itu kepada Sarah
"Aku juga tidak tau," jawab Sarah
Beberapa teman Sena juga sempat ingin ikut mengejar Sena, tapi dihadang oleh Sarah.
"Jangan, ku rasa itu permasalahan mereka berdua, kita di sini saja, tidak ada apa-apa, Sena pasti baik-baik saja," ucap Sarah menahan salah satu teman nya
Sampai di persimpangan jalan, Sena berlari ke arah ujung jalan itu, ia berlari ke arah danau yang ada di dekat sekolah itu.
Sanda pun mengejar sekaligus memanggil nama nya.
"Sena, kau kenapa?" tanya Sanda sembari mengejar Sena
Sesampainya di ujung danau. Sena menangis sejadi-jadi nya.
"Apa yang aku rasakan, mengapa aku kecewa seperti ini," ucap Sena dengan tangis nya yang tersedu-sedu dipinggir danau itu
Sanda yang baru saja tiba di belakang Sena, ia mulai mendekati Sena.
"Kenapa kau tiba-tiba pergi seperti ini, Sena? Ada apa?" tanya Sanda kepada Sena
"Pulang lah ke sekolahan, aku butuh sendiri di sini," jawab Sena sembari menyeka air mata nya, dan menahan isak tangis yang tengah berkerumun rasa berkecamuk di dalam dada nya.
"Apa yang terjadi dengan mu?" tanya Sanda kepada Sena, kini Sanda tepat berada di samping Sena
Sena pun mengelak dari penglihatan Sanda, ia tak ingin melihatkan pipi nya yang basah karena air mata.
"Aku tidak apa-apa," ucap Sena kepada Sanda
"Mengapa kau keluar dari sekolahan? Kalau kau kenapa-napa di luar sekolah ini, kasihan Mama mu," ucap Sanda
"Jangan pedulikan aku!" teriak Sena sembari melihat ke arah Sanda
"Pergi dan urus-urusan kau saja, aku baik-baik saja," ucap Sena sembari menatap Sanda dengan kecewa
Sanda melihat mata Sena.
"Apa yang terjadi? Apa aku berbuat kesalahan sampai kau marah seperti ini?" tanya Sanda
"Tidak, kau tidak salah, aku yang salah," jawab Sena
"Bahkan aku sendiri tidak tau apa kesalahan mu, dan sekarang kau menangis," ucap Sanda
"Aku salah Sanda, aku salah. Kesalahan ku adalah sekarang, aku mulai merasakan...." ucap Sena terhenti
"Merasakan apa?" tanya Sanda
"Aku mulai merasakan cinta kepada kau, aku salah," ucap Sena
Sanda yang mendengar ucapan Sena pun kian dibuat aneh dan asing atas perkataan Sena itu. Karena jelas saja, selama Sanda hidup, ia tidak pernah mendengar kata-kata itu keluar dari seseorang kepada dirinya, bahkan keluarga nya saja selalu mencintai dirinya dalam perbuatan, tidak ada perkataan yang keluar dari bibir seseorang kepada Sanda, kecuali Sena barusan.
"Kau sedang sadar, kan?" tanya Sanda melihat Sena
"Ya, aku sadar, maka dari itu aku kecewa," ucap Sena kepada Sanda
Sanda pun bingung atas ucapan Sena tersebut.
"Kecewa terhadap apa?" tanya Sanda
"Kenyataan," jawab Sena
"Apa yang terjadi dengan kenyataan, Sena?" tanya Sanda
Sena melihat ke arah Sanda dengan marah.
"Apa yang terjadi kata kau? Apa yang terjadi pada kenyataan! Kau bertanya Sanda? Kau bertanya pada ku!" ucap Sena dengan sedikit teriak, karena rasa kesal di dada nya tidak bisa tertutupi
"Memang, kau penulis sajak yang baik, tapi bukan manusia yang baik untuk mengerti perasaan orang disekitar mu," ucap Sena kepada Sanda
Sanda hanya diam saja, melihat ke arah Sena yang marah di hadapan nya.
"Aku benci kamu, Sanda. Aku benci," ucap Sena kepada Sanda sembari menangis, air mata nya tak lagi tertahankan, ia menangis sejadi-jadi nya
Sanda diam saja, melihat ke arah Sena, ia membiarkan Sena menangis, sampai ia benar-benar berhenti menjatuhkan air mata nya.
Sena pun membalikkan badan nya, dan duduk dipinggir danau itu sembari menjatuhkan air mata nya di sana.
Sanda melihat Sena dari belakang, kemudian ia pergi dari sana.
Sena yang tengah menangis tersedu-sedu di sana, melihat ke belakang dan ternyata sudah tidak ada lagi Sanda.
"Memang dia orang yang tidak akan pernah mengerti perasaan orang lain," ucap batin Sena
"Mengapa aku bisa mencintainya, apa yang aku rasakan, mengapa perasaan ini cukup mengganggu ku," ucap batin Sena lagi
Ia melihat ke arah danau itu, ia hanya menangis saja.
"Kenapa perasaan ku harus jatuh kepada laki-laki itu, kenapa tidak kepada yang lain saja, kenapa untuk pertama kalinya aku jatuh cinta harus mengalami sesakit ini, bahkan patah hati sebelum memiliki. Kenapa aku harus mencintai pria yang memiliki banyak wanita," ucap Sena sambil melemparkan batu kerikil yang berada di samping nya itu ke danau
"Siapa yang memiliki banyak wanita," ucap Sanda tiba-tiba kembali ke danau itu
"Kalau kau tidak tau, lebih baik bertanya, jangan marah dan kesal kemudian mengambil kesimpulan sendiri," ucap Sanda
"Astaga, dia balik lagi," ucap batin Sena dengan perasaan yang tidak enak karena berkata seperti tadi, dan di mana perkataan nya tersebut terdengar oleh Sanda, karena Sanda kembali lagi ke danau itu
Sanda mulai duduk di samping Sena, dengan membawa sebotol air mineral yang berada di tangannya.
menikah dengan mantan napi
sekarang saya gantian mampir dsini..
tetap semangat 🙏
kenapa baru up lagi !!!
kelass thorrr 🔥