NovelToon NovelToon
Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika langit malam berkedip dan suara mekanis yang dingin bergema di benak miliaran manusia, Bumi tidak lagi sama. Kiamat tidak datang membawa api dari neraka atau wabah mematikan, melainkan sebuah layar biru transparan yang melayang di udara.
​Era damai telah dihancurkan oleh "Sistem". Manusia secara paksa ditarik ke dalam arena kelangsungan hidup semesta, di mana monster bermunculan dari bayang-bayang dan hukum rimba menjadi satu-satunya aturan. Beradaptasi, berevolusi, atau mati.
​Yudha, seorang mekanik penyendiri yang lebih nyaman berbicara dengan mesin daripada manusia, secara tidak sengaja meretas anomali sesaat sebelum kiamat dimulai. Berkat sebuah kubus hitam misterius yang ia temukan di pasar loak, Sistem salah mengidentifikasinya dan memberikannya kelas yang belum pernah tercatat dalam sejarah integrasi: Mekanik Kosmik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Lorong Kematian dan Retasan Kuno

​Lorong logam di balik kisi-kisi pembuangan itu terasa seperti usus dari seekor monster raksasa. Dindingnya terbuat dari paduan logam mulus yang tidak memantulkan cahaya, menyerap setiap suara langkah kaki ketiganya. Suhu dingin yang menggigit tulang menggantikan uap panas, menandakan bahwa mereka sedang bergerak menuju sistem pendingin reaktor utama.

​Dari kejauhan, tepat di atas langit-langit baja tebal yang menaungi mereka, suara dentuman keras dan ledakan terus bergema. Guncangan kecil sesekali merontokkan debu dari sela-sela logam. Fraksi-fraksi di atas sana sedang bertaruh nyawa, mendobrak masuk melalui jalur utama yang pastinya dipenuhi oleh ribuan jebakan mematikan.

​"Mereka bertarung dengan sangat buas," bisik Lin Tian, matanya tetap waspada menatap ke depan. "Saya bisa merasakan benturan energi yang sangat besar dari atas sana. Setidaknya ada belasan orang di Tingkat 6 yang sedang mengerahkan seluruh kekuatan mereka."

​Yudha berjalan di depan dengan langkah tenang, ujung jemari mekanisnya sesekali menyentuh dinding lorong untuk merasakan getaran mesin.

​"Biarkan mereka unjuk gigi," balas Yudha datar. "Semakin banyak energi yang mereka keluarkan di pintu depan, semakin besar daya komputasi dari reruntuhan ini yang dialihkan ke sana untuk menahan mereka. Pertahanan di jalur bawah tanah ini akan berada pada titik terlemahnya."

​Setelah menyusuri lorong yang melingkar ke bawah selama sepuluh menit, langkah Yudha terhenti.

​Di depan mereka, lorong tersebut melebar menjadi sebuah ruangan segi delapan yang cukup luas. Di ujung ruangan, terdapat sebuah pintu baja berlapis tebal yang tertutup rapat, dihiasi ukiran geometris yang memancarkan cahaya biru redup. Namun, yang membuat Lin Tian dan Lin Chen mengeratkan genggaman pada senjata mereka bukanlah pintu itu, melainkan apa yang menjaga ruangan tersebut.

​Tiga buah bola logam seukuran kepala manusia mengambang tanpa suara di udara. Tidak ada baling-baling atau pendorong api; benda itu melayang murni menggunakan manipulasi gaya magnet. Di bagian tengah setiap bola terdapat sebuah lensa merah yang terus berputar memindai sekeliling.

​[Mata Pengintai Pembelah - Tingkat 5]

[Status: Mode Pertahanan Bawah Tanah]

​"Benda melayang?" Lin Chen menyipitkan matanya. "Ketua, mereka tidak memiliki persendian untuk dipatahkan."

​"Itu adalah mesin murni, digerakkan oleh inti energi di bagian tengahnya," jelas Yudha dengan suara nyaris tak terdengar. "Lensa merah itu bisa menembakkan sinar panas yang mampu membelah tubuh kalian menjadi dua dalam hitungan detik. Jangan biarkan benda itu mengunci target."

​Yudha menatap kedua murid intinya. "Gunakan kegelapan. Hancurkan sebelum mereka menyala."

​Lin Tian dan Lin Chen mengangguk serempak. Tanpa aba-aba tambahan, kedua bersaudara itu melesat maju layaknya anak panah bayangan. Kecepatan mereka nyaris tidak menimbulkan riak udara.

​Mata Pengintai pertama bereaksi. Lensa merahnya berkedip terang, bersiap menembakkan sinar panas pembelah. Namun, sebelum energi itu terkumpul, Lin Chen sudah berada di bawahnya.

​Pemuda itu melompat dengan kelenturan luar biasa, mengayunkan pedang lengkung abunya yang menyerap cahaya.

​SRASH!

​Bilah pedang yang ditempa dari cakar monster itu membelah bola logam tersebut menjadi dua bagian yang sangat rapi. Inti energi di dalamnya terpotong sebelum sempat meledak. Bola itu jatuh ke lantai tanpa suara.

​Di saat yang sama, Lin Tian menghadapi dua mesin sisanya. Ia memutar Tombak Penembus Tulang di tangannya, membiarkan energi murni dari dalam tubuhnya mengalir deras ke ujung tombak. Saat kedua lensa merah itu mengarah padanya, Lin Tian menancapkan gagang tombaknya ke lantai baja dan menggunakan momentum itu untuk melontarkan dirinya ke udara.

​WUSH!

​Dua garis sinar panas berwarna merah melesat membakar tempat Lin Tian berdiri sedetik yang lalu, meninggalkan bekas lelehan di lantai baja.

​Di udara, Lin Tian memutar tubuhnya, menendang dinding, dan menukik turun dengan kecepatan penuh. Ujung tombaknya yang berpendar putih menghujam lurus menembus lensa merah mesin kedua, lalu dengan satu tarikan kasar, ia menggunakan badan mesin yang hancur itu sebagai tumpuan untuk menendang mesin ketiga hingga terlempar ke arah dinding.

​Sebelum mesin ketiga itu sempat menyeimbangkan diri, Yudha yang sejak tadi berdiri diam tiba-tiba sudah berada di depannya.

​Tangan kanannya yang terbungkus Lengan Baja Pelebur mencengkeram erat bola logam yang mengambang itu.

​"Mati."

​TSSSS!

​Suhu delapan ratus derajat Celcius meledak seketika dari telapak tangannya. Logam pelindung mesin itu meleleh seketika, menghancurkan sirkuit dan lensa di dalamnya menjadi gumpalan cairan besi mendidih.

​[Entitas 'Mata Pengintai Pembelah' (Tingkat 5) x3 berhasil dimusnahkan.]

[+300 Poin Pengalaman.]

​"Bersihkan sisa intinya, jangan tinggalkan jejak," perintah Yudha seraya menjatuhkan sisa lelehan logam dari tangannya.

​Ia langsung melangkah mendekati pintu baja raksasa di ujung ruangan. Ini bukanlah pintu pembuangan biasa. Ukiran geometris di permukaannya adalah bahasa pemrograman fisik dari peradaban kuno yang menciptakan tempat ini.

​Yudha menempelkan telapak tangan mekanisnya ke pusat pintu tersebut. Ia menutup matanya, memfokuskan seluruh 250 titik Daya Komputasinya ke dalam jaringan pintu.

​Segera, pandangan mentalnya dipenuhi oleh lautan sandi rumit berupa aliran energi yang saling mengunci.

​"Sistem pertahanan lapis ganda," gumam Yudha dengan senyum penuh tantangan. "Bagi peretas biasa di era ini, butuh waktu sebulan untuk membuka segel ini tanpa memicu alarm. Sayangnya untuk kalian, aku adalah sang anomali."

​[Memulai peretasan akar...]

[Menyusup ke dalam jaringan energi kuno. Mengalihkan aliran daya dari pintu ke sistem pendingin sekunder.]

​Keringat dingin mulai menetes dari dahi Yudha. Menguraikan sandi dari peradaban yang jauh lebih maju bukanlah hal yang mudah, bahkan dengan atribut kecerdasan tertingginya. Ia harus menata ulang aliran energi di dalam pintu tersebut sedemikian rupa agar sistem pusat di atas sana mengira pintu ini masih tertutup rapat.

​KLIK.

​Satu menit kemudian, suara kuncian mekanis berdentang dari dalam logam. Cahaya biru pada pintu meredup, dan garis perpotongan di tengahnya perlahan membuka, menyisakan celah yang cukup untuk dimasuki satu orang dewasa.

​Yudha menarik napas panjang, membuka matanya. "Jalan terbuka."

​Mereka bertiga melangkah masuk melalui celah pintu tersebut. Saat mereka berada di dalam, pintu baja itu kembali tertutup rapat di belakang mereka secara otomatis.

​Pemandangan di balik pintu itu membuat napas Lin Tian dan Lin Chen tertahan.

​Mereka kini berdiri di atas sebuah balkon besi yang mengelilingi sebuah ruangan bawah tanah raksasa berukuran sebesar lapangan sepak bola. Ruangan itu dipenuhi oleh ribuan tabung kaca setinggi tiga meter yang berjejer rapi dalam ratusan baris.

​Di dalam setiap tabung kaca tersebut, mengambang di dalam cairan pengawet berwarna hijau, terdapat berbagai jenis mesin pembunuh berbentuk menyerupai perpaduan manusia dan hewan. Semuanya tertidur lelap, terhubung dengan ribuan kabel penyalur energi.

​"Astaga..." bisik Lin Chen, tubuhnya merinding. "Jika ribuan benda ini terbangun... tidak akan ada satu pun manusia di atas sana yang bisa selamat."

​"Ini adalah barak pasukan cadangan reruntuhan," ucap Yudha, matanya menyapu seluruh ruangan dengan lapar. Jika ia bisa memindahkan semua tabung ini ke markasnya, Tatanan Besi Hitam tidak akan tertandingi oleh siapa pun.

​Namun, kapasitas Kumbang Baja Pengangkutnya tidak akan cukup, dan menghidupkan mesin-mesin kuno ini membutuhkan kode otoritas yang jauh melampaui tingkatannya saat ini.

​Pandangan Yudha kemudian tertuju pada sebuah pilar kristal raksasa yang menjulang tinggi di tengah-tengah ruangan tersebut. Pilar itu menembus langit-langit, menyalurkan energi secara langsung ke kubah di atas tanah. Di dalam pilar kristal itu, melayang sebuah bongkahan logam berbentuk kubus kecil yang memancarkan cahaya keemasan yang sangat murni.

​Sebuah layar holografik kecil dari Sistem muncul di benak Yudha saat ia menatap benda itu.

​[Benda Terdeteksi: Inti Pengendali Wilayah (Peringkat Epik)]

[Status: Terkunci di dalam Saluran Energi Utama]

​Yudha menyeringai. Jantungnya berdegup lebih cepat, sebuah sensasi yang jarang ia rasakan.

​"Di sana. Itu adalah jantung dari seluruh reruntuhan ini," tunjuk Yudha. "Kita akan mengambilnya, dan membiarkan tempat ini menjadi kuburan raksasa bagi mereka yang bertarung di atas."

1
REY ASMODEUS
lanjut thor
Aisyah Suyuti
good
REY ASMODEUS
karya ini menarik untuk dinanti kelanjutannya. petualangan di dunia apocalipse sungguh membawa aroma baru untuk kalian yang haus ketegangan dan pertempuran epik. 10 Jempol untuk karya terbarumu othor badhot
REY ASMODEUS: othornya salh 🤣🤣🤣. othor bhodat
total 1 replies
REY ASMODEUS
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!