Demi menghancurkan orang yang telah membunuh kedua orang tuanya, Varian Castanov (28) menyamar menjadi bodyguard pribadi putri musuhnya, yaitu Chiara Lucrezia (23) seorang gadis yang cantik dan polos.
Keduanya tinggal bersama, dan hal itupun membuat benih-benih cinta di antara keduanya tumbuh begitu saja. Varian mencoba menutupi rasa cinta itu namun tidak dengan Chiara yang tidak tahu siapa Varian, ia terus mengungkapkan cintanya pada Varian hingga Varian luluh. Membuat hati Varian mulai bimbang, di satu sisi ia harus membunuh ayah Chiara demi membalaskan kematian orang tuanya. Namun di sisi lain, ia sangat mencintai Chiara yang polos dan tidak tahu apa-apa.
Akankah misi balas dendam Varian tetap berjalan demi orang tuanya?
Ataukah misi itu terhenti demi cintanya?
IG @Skysal.alfaarr
Fb SkySal Alfaarr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13 - Melayani Nona
"Varian, kamu gila, ya?" Pekik Chiara saat ia sudah sampai di rumahnya, bukannya menjawab pertanyaan Chiara, Varian justru tersenyum dan menundukan kepalanya seolah menyambut kedatangan Chiara, "Kamu pasti lelah berdiri selama itu, kenapa kamu tidak duduk?" Tanya Chiara.
"Anda tidak memintaku duduk, Nona," jawab Varian yang membuat Chiara melongo, kemudian ia melirik ayahnya yang saat ini memperhatikan Varian dengan raut wajah kakunya.
"Daddy lihat, kan? Varian begitu patuh padaku!" serunya yang membuat ayahnya hanya tersenyum samar. Jika Chiara bangga dengan Varian yang sangat patuh, beda halnya dengan Don Massimo yang justru merasa semakin curiga karena Varian terlihat terlalu sempurna, karena apapun yang terlihat sangat sempurna maka itu pasti palsu.
"Baiklah, Dear. Aku percaya padanya jika kau percaya padanya," ucap Don Massimo kemudian sambil menyunggingkan senyum miringnya.
"Kalau begitu, aku akan pulang dulu ya, Dad. Aku ingin berbelanja," kata Chiara kemudian ia memeluk ayahnya.
"Hati-hati, Dear. Jaga diri baik-baik,"
"Tentu, Dad!"
...... ...
"Varian, bagaimana menurutmu?" tanya Chiara sembari menunjukan sebuah gaun berwarna putih. Saat ini keduanya sedang berada di butik, sesuai keinginan Chiara yang ingin berbelanja.
"Itu bagus, Nona," jawab Varian.
"Hem, benarkah?" Tanya Chiara dan ia kembali memperhatikan gaun itu, "Aku rasa tidak, aku tidak suka modelnya," ucapnya kemudian ia melanjutkan menari gaun yang lain, dan Varian dengan setia mengekorinya dari belakang.
"Varian, bagaimana dengan ini?" kini Chiara menunjukan sebuah gaun berwarna kuning.
"Itu juga bagus, Nona," jawab Varian.
"Oh ya? Tapi aku tidak suka warnanya," ucap Chiara dan ia kembali meletakkan gaun itu kemudian memilih gaun yang lain.
Hal yang serupa terus terjadi, Chiara menanyakan pendapat Varian dan Varian akan selalu menjawab, namun Chiara akan selalu bilang kurang ini dan kurang itu. Membuat Varian jengah dan ingin marah, namun ia mencoba menahan emosinya.
"Nona, kenapa tidak ada yang cocok? Sebenarnya kau akan memakai gaun itu kemana?" Tanya Varian akhirnya.
"Sebenarnya malam ini aku ada kencan buta," jawab Chiara setengah berbisik, "Tapi jangan bilang Daddy, oke?" Tegasnya yang membuat Varian terkekeh.
"Kau mau kencan buta?" Tanya Varian dan Chiara mengangguk malu-malu, "Bukankah itu tidak aman untukmu, Nona?"
"Aku sangat penasaran bagaimana rasanya kencan buta, jadi aku mohon bantu aku!" Mohon Chiara.
"Baiklah, emmm..." Varian melihat-lihat beberapa gaun yang terpajang hingga tatapannya tertuju pada sebuah gaun berwarna putih gading dengan potongan sederhana namun tampak anggun, "Cobalah ini!" Varian mengambilkan gaun itu kemudian menyerahkan nya pada Chiara.
"Kau yakin? Apa menurutmu dia akan terkesan padaku?" Tanya Chiara dengan polosnya.
"Tentu saja, Nona. Kau akan sangat memukau memakai apapun," ucap Varian dengan yakin yang membuat Chiara langsung tersipu.
"Kalau begitu, ayo kita bayar."
"Kau tidak mau mencobanya, Nona?"
"Tidak, kau bilang ini bagus, jadi ayo kita pilih ini." Varian tentu kembali di buat tercengang dengan kepolosan Chiara namun entah mengapa ia justru bersyukur dengan hal itu, karena Varian bisa memanfaatkan Chiara.
...... ...
"Aku tidak ingin membunuhnya sekarang, aku ingin dia merasakan neraka dunia terlebih dahulu!" Geram Varian yang berbicara dengan Peter lewat telfon.
"Apapun rencana anda, Don Varian. Aku akan selalu berada di belakang anda," jawab Peter dengan yakin.
"Bagaiamana keadaan orang rumah?" Tanya Varian kemudian, saat ini ia sedang berada di kamar mandi agar Chiara tak mendengarnya berbicara dengan Peter. Dan jujur saja, Varian merasa sangat lelah hari ini, apalagi dalam rangka melayani Nona mudanya berbelanja.
"Mereka baik-baik saja, dan baru beberapa menit yang lalu Nyonya Valery menelfonku dan dia menanyakanmu, dia ingin kamu makan malam dirumah malam ini."
"Aku akan menghubunginya kalau begitu, karena malam ini aku tidak bisa pulang, aku masih harus melayani Nona muda itu," geramnya kesal.
Tbc...
bebulann² ng cek ad up atau enggk nih novel