NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12. PROTEKTIF

Angin menyapu hamparan rumput luas di taman samping kediaman Ravens dengan lembut, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang baru dipangkas. Cahaya matahari merambat, memantul keemasan di sela pepohonan tua yang berdiri seperti saksi bisu perjalanan waktu keluarga bangsawan itu.

Alaric Ravens berdiri beberapa langkah dari Liora.

Ia tidak mendekat.

Tidak pula menjauh.

Posisinya canggung, seperti seseorang yang tidak tahu apakah ia diizinkan berada di sana, namun enggan pergi.

Terutama setelah kepalanya di timpuk bola kain oleh keponakannya sendiri barusan.

Sementara itu, Liora berdiri dengan sikap anggun, menyembunyikan antusias akan drama kecil yang segera ia lihat.

Di sisi Liora, seorang bocah kecil berdiri dengan kaki sedikit terbuka, kedua tangannya berkacak pinggang, dagunya terangkat tinggi seolah ia sedang menghadapi musuh bebuyutannya.

Rowan.

Tubuh kecil itu tampak begitu kontras dengan sikapnya yang luar biasa protektif.

"Paman," ucap Rowan dengan suara cadel namun penuh tekad, "Paman jangan dekat-dekat Lilola, ya!"

Alaric mengedipkan matanya, jelas tidak menyangka dirinya akan ditegur oleh bocah setinggi lututnya sendiri. Ia menurunkan tubuhnya perlahan, lalu akhirnya duduk di atas rumput, menjaga jarak satu rentang lengan dari Liora, jelas agar bocah itu tidak semakin berisik.

"Aku tidak menyakiti Liora, Rowan," ucap Alaric dengan nada serius, seolah sedang memberi penjelasan penting dalam rapat dewan. "Dan namanya Liora. Bukan Lilola."

Rowan langsung menghentakkan kakinya.

"Lowan tahu!" protesnya keras. "Namanya Lilola! Paman balu tahu, ya!"

Alaric menghela napas pendek. "Aku Duke Ravens. Aku tahu nama istriku sendiri. Kau yang tidak bisa mengucapkannya dengan benar, Bocah."

Rowan mendengus, pipinya menggembung.

"Paman combong," katanya ketus.

"Sudah sepantasnya aku sombong, aku Duke," ejek Alaric.

Rowan terus memasang wajah protes,lalu menunjuk ke arah Alaric. "Paman ngapain di cini? Paman halusnya kelja."

"Apa maksudmu, huh? Kau pikir orang dewasa tidak boleh bersantai. Seharusnya aku yang bertanya kau sedang apa di sini dan bukannya tidur siang saja," balas Alaric seraya menaikkan satu alis.

Rowan kembali berkacak pinggang. "Tentu caja belmain dengan Lilola. Paman yang cehalusnya tidur ciang dan jangan ganggu Lilola?"

"Kau pikir aku bocah sepertimu yang butuh tidur siang? Kau tidak akan tinggi sepertiku kalau kau tidak tidur siang, kau tahu," ejek Alaric lagi.

"Tidak mau! Paman mau mengganggu Lilola lagi, 'kan?! Lowan tidak akan bialkan," kata Rowan yang semakin membusungkan dadanya.

Alaric menoleh sekilas ke arah Liora, wanita itu sejak tadi hanya tersenyum kecil, seolah menikmati drama kecil yang sedang terjadi di hadapannya.

"Paman tidak mengganggu Liora. Kau salah paham," jawab Alaric sabar.

"Tapi Lowan lihat!" Rowan berseru keras. "Paman peluk-peluk Lilola, telus wajah Lilola melah! Lilola pasti cakit kalena Paman peluk kalena tubuh Paman becal!'

Alaric terbatuk.

Liora menahan tawa sebisa mungkin mendengarnya.

"Apa?" Alaric sampai kehabisan kata-kata sekarang.

"Paman nakal! Nanti Lowan bilangin Mama cama Papa!" Rowan menunjuknya dengan jari kecil yang bergetar penuh emosi.

Alaric langsung gelagapan.

"Jangan bilang orang tuamu!" kata Alaric cepat. "Kau ini bocah kecil tapi berani sekali dengan Pamanmu."

Rowan mendongak, dadanya dibusungkan.

"Tentu caja," kata bocah itu mantap. "Lowan belani."

Alaric menatapnya beberapa detik, lalu tanpa sadar mencubit pipi bocah itu dengan gemas.

"Benar-benar mirip ibunya. Cerewet sekali," ucap Alaric.

"Paman cakit!" Rowan menepis tangan Alaric. "Ishhh! Paman ini benal-benal nakal, ya!"

Tawa kecil akhirnya lolos dari bibir Liora. Tidak tahan lagi dengan pertengkaran menggemaskan paman dan keponakan ini. Sejak tadi ia hanya menyimak, dan melihat pemandangan itu entah kenapa terasa ... hangat.

"Duke, sudah. Kenapa kau jadi mengganggu Rowan seperti itu?" lerai Liora lembut.

"Karena bocah ini cukup cerewet," jawab Alaric tanpa ragu.

"Lowan tidak celewet!" protes Rowan cepat.

"Yang sejak tadi mengomel siapa coba?" tantang Alaric pada sang bocah.

Rowan menggembungkan pipinya semakin besar, wajahnya memerah karena sebal. Ia lalu berlari kecil ke arah Liora dan memeluk kaki wanita itu erat-erat.

"Lilola," kata Rowan mengadu, "Paman nakal."

Liora tersenyum lebar. "Benarkah? Nakal karena apa?"

"Kalena Paman menyebalkan," jawab Rowan.

Liora menahan tawa, bahunya bergetar pelan.

Alaric hanya bisa menghela napas panjang. Tidak menyangka kalau keponakannya bisa secerewet ini padahal biasanya Rowan lebih banyak diam. Walau ia suka Rowan yang bertingkah layaknya anak-anak seperti ini.

Mungkin kehadiran Liora yang membuat bocah ini menjadi lebih hidup.

Namun ketenangan itu terputus ketika langkah tergesa terdengar dari arah pintu taman.

"Yang Mulia," suara Gideon terdengar tegang. "Maaf mengganggu, tapi ada tamu yang mencari Nyonya Duchess."

Alaric dan Liora sama-sama menoleh.

Liora mengernyit. "Mencariku? Siapa?"

Liora merasa tidak memiliki janji untuk bertemu dengan seseorang di sini.

"Ya, dia mengatakan dirinya seorang pedagang. Namanya Cassian Verdan," beritahu Gideon dengan wajah serius.

Senyum Liora menghilang seketika.

Wajahnya tetap tenang, namun matanya berubah, ada kilatan kewaspadaan yang hanya bisa ditangkap oleh mereka yang mengenalnya dengan baik.

"Aku akan menemuinya," kata Liora akhirnya.

Alaric berdiri hampir bersamaan. "Aku ikut."

"Lowan juga ikut!" kata sang bocah penuh semangat.

Rowan langsung diangkat ke dalam gendongan Alaric tanpa protes, bahkan bocah itu melingkarkan tangannya ke leher Duke dengan nyaman, seolah keputusan itu sudah final.

"Kita akan kemana, Paman?" tanya Rowan.

"Ada tamu yang ingin bertemu dengan Liora. Kita juga harus menyapanya," jawab Alaric.

"Baik!" sahut Rowan penuh semangat, seolah tidak pernah ada adu mulut diantara ia dan pamannya itu tadi.

Dalam langkah menuju ruang tamu, pikiran Liora berputar cepat.

Kenapa kau datang ke sini, Cassian? Kau sudah gila datang langsung ke kediaman Duke! batin Liora.

Rasanya ia ingin menendang tamunya ini nanti karena tidak mengabari Liora dulu untuk datang.

Ruang tamu utama sunyi saat mereka masuk.

Dan di sanalah pria itu berdiri.

Cassian Verdan, pria tinggi, bertubuh tegap, wajahnya tampan dengan garis rahang tegas dan mata kelabu yang tajam namun tenang. Senyumnya halus, terlalu terkontrol untuk seorang pedagang biasa.

"Lady Liora ... Ah, atau sekarang aku harus menyebut Anda Duchess," sapa Cassian sambil menunduk hormat lalu tersenyum melihat ke arah Liora.

Sebelum Alaric sempat bergerak, Cassian sudah meraih tangan Liora dan mengecup punggung tangan sang gadis dengan sopan, namun cukup lama untuk memancing sesuatu yang tajam di dada Duke Ravens.

Alaric langsung melangkah ke depan, berdiri tepat di antara mereka.

"Jangan sentuh istriku sembarangan," ucap Alaric.

Suara itu dingin. Tegas. Berbahaya.

Semua orang di ruangan terdiam.

Liora menatap Alaric, terkejut.

Rowan ikut menunjuk Cassian dari gendongan Alaric.

"Jangan centuh Lilola!" ujar sang bocah.

Yah, sepertinya sekarang semua orang tahu kalau Liora memiliki dua kesatria yang sangat protektif.

1
Maya_she
👍😍
Ririn Nursisminingsih
thor kerenn kok a bayangin osman dan bala hatun waktu tanding pedang🤭🤭👍
Archiemorarty: Ehhhh..
total 1 replies
Bude Ning
bagus .
sy paling suka cerita ttg kerajaan,
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
knapa gak tidur satu kmar kan suami istr
Musa Johnathan
ceritanya bagus gaya penceritaan juga bagus
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
rose🦋
mampuss knnn, akhirnya Org yg slma ini klean perlakukan dngn tidak baik skrg mnjadi Dukes yg sangat cantik dan anggun dan pemberani 😍😍.
Mamah Enung
aganya dinkasihbobqt supaya gemuk sama orang jauat
Yunita Sophi
trio cadel bikin gemes klo bisa denger suara nya... suka banget klo anak kecil cadel 😂😂😂
Yunita Sophi
wah Alon calon jodoh nya Lala nih...🤭😂
Febrian Irna
mati saja kalian !
Yunita Sophi
paling juga menghilang lagi ngisengin para pengawal atau bikin iseng 😂😂😂
Yunita Sophi
si kembar lucu lagi bandel bandel nya, tp bikin repot dan ngegemesin..🤭😂😂😂😂
Musliha yunos
🥰
rose🦋
so sweet sekali uhhh😍😍
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Archiemorarty: Happy reading kakak 🥰
total 1 replies
Black Moon
🤣🤣🤣🤣
Astaga, udah sibuk bikin banyak rencana. Udah coba realisasikan juga, masih Gatot 🤭
Yunita Sophi
wah udah yah besar yah... udah 3 thn
Yunita Sophi
Lala Epan dan Lowan nama yg kelen 👍
Yunita Sophi
ikutan nangis thor...
welcome to the word twins...
selamat untuk duke dan duches nya semoga semakin bahagia dan penuh cinta 😊 😍😍😍
Yunita Sophi
wanita itu luar biasa hebat... mereka tau melahirkan itu sakit... tp tetap mereka mau nambah satu,dua dan seterusnya entah sampai berapa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!