NovelToon NovelToon
MENCINTAIMU DALAM DIAM

MENCINTAIMU DALAM DIAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Karlina Sulaiman

SEASON 1

Tentang Azzahra yang memiliki kehidupan rumit dan dicintai banyak laki-laki sampai hampir kehilangan nyawa.

SEASON 2

Tentang kehidupan Azzahra setelah menikah dan kehidupan kakaknya yang telah mendapatkan jodohnya masing-masing. Juga cerita laki-laki yang mendapat cinta tulus dari wanita lain setelah patah hati karena Azzahra.

SEASON 3

Tentang perjuangan cinta Azam dan Aisha dengan anak-anak dari sahabat orangtua mereka.

Penuh suka duka, juga perjuangan yang kuat dan tangguh dari mereka.

***

Ig. Karlina_sulaiman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Azzahra pulang sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Azzahra membuka HP nya dan mengecek pesan di Whatsapp satu persatu.

Ada satu pesan yang sering Azzahra kirim tapi tidak pernah di balas penerimanya.

Azzahra membuang napasnya kasar, kemudian memutuskan untuk tidur.

***

Tak terasa tiga bulan telah berlalu, hari ini Sauqi akan menikah dengan Veve. Waktu dulu Sauqi melamar Veve, Veve di buat sangat terkejut dan tidak percaya jika Sauqi melamarnya.

Veve memang sudah lama menyukai Sauqi, tapi ia pandai sekali menyembunyikannya. Azzahra dan yang lain bahkan tidak tau.

***Flashback***

Setelah malam tadi berbicara dengan Kristian kini Sauqi memantapkan hatinya dan dirinya untuk melamar menyatakan perasaannya sekalian melamar Veve.

Sebelumnya Sauqi sudah menghubungi Veve dan mengajaknya bertemu di taman xx. Sauqi membawa sebuah cincin yang sangat cantik dan mahal.

Kini Sauqi sudah berada di taman dengan Veve.

"Tumben Kakak ngajak aku main, ada sesuatu kah?" tanya Veve.

Veve jika hanya berdua dengan Sauqi selalu memanggilnya kakak karena usia Sauqi yang lebih tua darinya.

Namun saat dengan teman-teman yang lain Veve hanya memanggil dengan nama saja.

"Kak Sauqi ingin bertanya padamu, apakah boleh?"

"Boleh, tanyakan saja Kak!"

Sauqi mengatur napasnya berulang-ulang ia tidak ingin kalau Veve mengetahui kegugupan nya.

"Apa kriteria laki-laki yang akan kamu jadikan imam kamu?, maaf kalau aku bertanya tentang hal ini, tapi aku sungguh ingin tau."

Sauqi berbicara dengan suara yang bergetar karena nervous.

"Kenapa dengan suaramu Kak?"

"Tidak apa-apa jawab saja pertanyaanku tadi.Dan tolong jawab dengan jujur dan jawablah dengan serius jangan bercanda"

"Jujur ya, sebenarnya kalau Veve nggak nentuin kriterianya Kak. Veve akan menerima siapa pun nanti yang akan menjadi Imam Veve. Tapi kalau Kakak mau tau ya Veve akan beritahu laki-laki yang ingin Veve jadiin Imam itu yang seperti apa, tapi sebelum Veve jawab, Veve mau tanya sama Kak Sauqi, kenapa sih tiba-tiba menanyakan ini?"

Veve memandang laki-laki yang duduk di sebelahnya itu. Sauqi menoleh saat Veve mengajukan pertanyaan itu dan tanpa sengaja mata mereka beradu pandang namun hanya sebentar, karena Sauqi langsung mengalihkan pandangannya.

Sauqi sangat gugup saat mereka saling beradu pandang tadi, jantungnya seakan-akan dia baru saja lomba pacuan kuda.

"Siapa tau mungkin kamu mau minta aku buat bantuin kamu nyari laki-laki yang sesuai dengan kriteriamu." jawab Sauqi setelah kembali tenang.

Veve di buat sedih atas jawaban Sauqi. Bagaimana bisa Sauqi membantunya mencari laki-laki lain sedangkan yang ia inginkan adalah dirinya bukan yang lain.

Tapi Veve tetap menjawab pertanyaan yang di ajukan Sauqi tentang bagaimana kriteria cowo yang akan dia jadikan Imam.

"Ok aku jawab, simak baik-baik ya Kak! aku pengen punya Imam yang sudah mapan dari segi usia, dan harta. Dia tidak harus kaya, tapi setidaknya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk kita berdua nanti dan untuk anak-anak kita nanti. Aku ingin lelaki yang penyabar dan Sholeh serta bisa mengerti aku. Kalau untuk segi fisik, aku ingin laki-laki yang bertubuh Atletis, tampan, tinggi. Dan aku ingin dia tidak mengekang aku setelah menikah,aku tidak mau jika dia melarangmu bekerja."

Veve sudah menjawab pertanyaan Sauqi.

Sauqi cukup senang akan kriteria yang di sebutkan Veve, karena semua itu sudah cocok dengan dirinya, dia sudah mapan dan InsyaAllah dia bisa sabar mengahadapi sifat Veve yang kekanak-kanakan.

"Apa ada lagi?" tanya Sauqi.

"Kak Sauqi, apa Kakak serius dengan apa yang Kakak katakan tadi, kalau Kakak akan mencarikan laki-laki untukku?"Veve tidak menjawab malah balik bertanya.

Sauqi yang mendapat pertanyaan itu menjadi sedih, dia mengira bahwa Veve benar-benar akan memintanya mencarikan laki-laki lain.

"Haha tentu saja, pasti aku akan mencarikan nya" Sauqi menutupi kesedihannya.

"Kenapa kamu mau mencarikan laki-laki untukku, sedangkan laki-laki yang aku ingin laki-laki yang seperti mu." ucap Veve lirih namun bisa di dengar oleh Sauqi.

Mendengar itu Sauqi jadi senang namun juga heran, kenapa Veve ingin laki-laki sepertinya.

"Kenapa yang seperti aku?"

"Karena semua yang ada pada diri Kak Sauqi adalah yang paling aku kagumi, mulai sifat dan fisik semuanya aku kagumi. Kakak bisa mengerti sifat ku yang kekanak-kanakan, Kakak selalu menasihatiku kalau aku berbuat yang salah, Kakak juga penyayang dan bisa mengimbangi aku." ucap Veve.

"Apa kamu hanya mengagumi fisik dan sifatku?, apa tidak ada yang lebih?"

"Maksud Kak Sauqi apa?"

"Perasaan Cinta mungkin, tadi kan kamu bilang kalau kamu mengagumi semua yang ada pada diriku, apa kamu tidak jatuh cinta denganku?" ucap Sauqi.

Veve mendapat pertanyaan yang menurutnya sangat mematikan, bagaimana mungkin dia bilang kalau dia mencintai Sauqi sejak awal mereka kenal.

Veve tidak mau di anggap perempuan gampangan, dan Veve tidak mau kalau dia bilang tentang perasaannya Sauqi akan marah.

"Haha... kenapa Kakak menanyakan itu?" Veve pura-pura tertawa untuk menutupi kegugupan nya.

Namun sayang nya Sauqi sudah mengetahui kegugupan Veve.

"Aku ingin tau saja." jawab Sauqi.

"Mana mungkin aku mencintaimu, itu hal yang mustahil Kak. Bukannya kau sudah akan menikah?" tanya Veve.

Perih saat Veve mengatakan itu. Namun Veve tetap berusaha untuk bersikap baik-baik saja.

Sebelumnya Sauqi memang mengatakan kepada Veve bahwa dia akan menikah. Namun dia tidak mengatakan kalau wanita yang akan dia nikahi adalah dirinya.

Sauqi kecewa dengan jawaban Veve dia mengira Veve mencintainya namun ternyata tidak.

Tapi Sauqi tetap akan menyampaikan maksudnya.

"Veve sebenarnya Kakak mengajakmu kemari karena Kakak ingin berbicara penting denganmu." ucap Sauqi serius.

"Bicaralah Kak, aku akan mendengarkanmu." Veve tersenyum.

Sauqi kini mengungkapkan semua perasaannya kepada Veve, dia memberikan alasan mengapa dia mencintai Veve.

"Sejak pertama kakak mengenalmu, kakak mulai tertarik denganmu, kamu berbeda dari perempuan lain, kamu mempunyai ciri khas sendiri. Veve kakak sudah menyukaimu dari pertama kali kita bertemu."

Sauqi terdiam sejenak, ia melihat veve menangis.

"Veve kakak suka sifat kekanak-kanakan kamu, karena dengan sifat itu kakak bisa melihat sifat keibuan yang kuat dari diri kamu, kakak waktu itu masih takut untuk mengungkapkan perasaan kakak, karena usia kita masih sangat muda. Tapi sekarang kakak tidak ingin lagi memendam perasaan ini."

Setelah menumpahkan semua rasa di hatinya Sauqi langsung berlutut di depan Veve.

"Veve maukah kamu menerima kakak sebagai makmum kamu?" ucap Sauqi sambil memperlihatkan sebuah cincin yang dibawanya.

"Kak aku tidak suka candaan mu, aku tidak mau bercanda masalah hati Kak, Kakak sendiri tadi yang bilang kalau Kakak akan menikah, tapi kenapa sekarang malah ngelamar aku?,aku bukan mainan Kak."Veve menangis karena dia mengira Sauqi hanya bercanda dan mempermainkan nya saja.

"Kakak serius Veve, kakak nggak bercanda. Ya memang kakak bilang kalau kakak akan menikah, tapi apa kamu tau siapa yang akan kakak nikahi?"

Veve menggelengkan kepalanya, dia tidak tau siapa wanita yang akan menjadi istri dari orang yang di cintainya itu, namun dia juga tidak ingin tau, hatinya terlalu sakit.

"Wanita yang akan kakak nikahi itu kamu Veve, kakak ingin segera menikahimu jika kamu menerima kakak, Ve tolong jawab kakak dengan hati kamu!"

"Apa Kakak serius?"

"Ya aku sangat serius, bukankah aku sudah mengatakannya tadi?"

"Kak yakinkan aku, kalau ini bukan mimpi!"

Sauqi memakaikan cincin di jari manis Veve, sebagai bukti kalau ini bukan sebuah mimpi.

Veve menutup matanya dengan tangan kirinya, Veve menangis bahagia.

"Jadi bagaimana?, Apa kamu mau menerima kakak sebagai imam kamu?"

Veve menganggukkan kepalanya.

Sauqi sangat senang ia bahkan sampai bersujud syukur.

"Terima kasih ya Allah"

*** flasback off***

Kembali ke Azzahra.

Azzahra terlihat sangat cantik dengan baju gamisnya, Azzahra memakai gamis berwarna navy dengan hijab warna senada, Azzahra memakai baju couple dengan kakaknya.

"Azzahra kalau yang tidak tau kita adalah kakak adik pasti mereka akan mengira kita ini pasangan." komentar Kak Arvie saat melihat bayangan dirinya dan adiknya di cermin.

"Betul Kak. Tapi jika yang mengetahui itu adalah gadis-gadis yang menyukaimu maka Kakak akan rugi." tanggapan Azzahra.

"Kenapa rugi?, bukankah itu malah bagus kalau mereka kamu adalah pasangan kakak, pasti mereka tidak akan mendekati kakak lagi, sehingga kakak tidak perlu repot-repot menghindar dari mereka." timpal Kak Arvie.

"Kak kalau seperti itu, maka Kakak tidak akan pernah seumur hidup." ujar Azzahra.

"Azzahra jodoh itu di tangan Allah." ucap Kak Arvie.

Azzahra dan Kak Arvie kini sudah berada di mobil Kak Arvie. Umi dan Abi tidak bisa mengahadiri resepsi Sauqi dan Veve karena mereka sedang berada di luar negeri.

Kak Arvie menjemput Kak Arta dan Faza terlebih dahulu karena mereka meminta untuk bareng.

Kini Azzahra, Kak Arvie, Kak Arta dan Faza sudah berada di satu mobil. Faza terus memandangi Azzahra yang duduk tepat di depannya.

"Azzahra." ucap Faza.

"Kenapa Za?"

"Maaf, waktu itu gara-gara ketiduran aku jadi tidak bisa mengantarkanmu pulang." ucap Faza masih memandangi Azzahra.

"Tidak apa-apa, lagi pula Kak Arta menggantikanmu untuk mengantarkan aku, jadi jangan merasa bersalah." balas Azzahra sambil melihat ke arah Faza dan Kak Arta.

"Ya betul, dan Arta menginap di rumah kami karena sudah sangat larut malam." sahut Kak Arvie.

Mereka terus mengobrol sampai tak terasa kini mereka sudah sampai di rumah Sauqi.

#ig karlinasulaiman7770

1
Yuliana Hartini
Thor msh sekolah gimana bagi waktu utk belajar dan nulis karyanya semoga tdk terganggu ya sekolahnya semangat terus ya 👍😃
Yuliana Hartini
Saya selalu semangat membacanya semoga thor semangat juga 👍😃
Yuliana Hartini
Sorry thor jawaban suka2 gue boleh sja, tp bisa nggak yg agak lembut dikit 👏👍
Yuliana Hartini
Lanjut thor tolong biar enak yg baca jalan ceritanya lebih tersusun rapii ya dn semangat trus 👍😃😃
Nana Bati
bagus banget ceritanya walaupun awalnya agak membingungkan.... lanjoooot thor 👍👍👍
Nana Bati
bahagia ....ternyata Allah maha baik diatas kegundahan Azzahra dia dititipkan janin yg sedang berkembang dirahimnya smp 9 bln.. lanjut thor 👍👍👍
Nana Bati
seruuuuu.... semoga endingnya membahagiakan... semangat thor 👍👍👍👍👍
imam zulkifli
sadar dong azahra
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
cerita ny bgus ka...sllu bikin para readers ketawa
aku joker
semangat thor
Rinjani
happy happy walau jalan nya sendat2
Rinjani
🥰🥰🥰🥰🥰🤪🤪❤❤❤🤭🙏🙏🙏🙏
Rinjani
gatol MP
Rinjani
sedih trus..kok Azhara apes trusss seh Thor ...thor dihhh kok buat susah trusss😭😭
Rinjani
Azmy gila kok malah nyulik Azhara krn cinta di tolak🤭🤭🥰
Rinjani
Arta drh
Rinjani
ini cerita org Dubai yg anak hilang di sadur apa gmn nih apa hanya ngarang aja🤭🤭🤦‍♀️🙏
Rinjani
Arya kakak yg hilang yaa Azhara adik bungsunya
Rinjani
siapa Arya ya apa kakak Arvie dan Azharra
Rinjani
ceroboh ibu kok kayak anak2 yg minta mainnan ya namanya bukan zaman siti nurbaya u nikah paksa..kayak kekurangan laki🤭🤭🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!