NovelToon NovelToon
LOVE And LIFE

LOVE And LIFE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Mafia / Tamat
Popularitas:837.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Min Ziy. Minfiatin FauZiyah

Narendra Putra Aryan. CEO muda yang tampan, berkharisma, genius, dan, dingin.
Bertemu dengan seorang gadis yang cantik, ceria, dan pemberani.

Namanya Syeira, gadis yang berprofesi sebagai wartawan pemburu berita media onlin.

Zico saudara Narendra, tumbuh menjadi si pria pirang yang yang tampan. tabiatnya sedikit buruk jika berurusan dengan wanita. Ia selalu berurusan dengan mereka sebagai partner ranjang.

Hingga takdir mempertemukannya dengan Cellin, gadis berkerudung yang lembut dan penyayang.

Ikuti kisahnya dalam cerita Love and Life.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Arend duduk di jok belakang. Syeira duduk di sampingnya. Zico berada di kemudi. *Lah,,, malah jadi kang sopir kesannya*.

Arend memerintahkan Zico untuk mengendarai mobilnya menuju apartment. Syeira merasa bingung, panik, Takut juga. Ia sudah bertanya pada Arend namun percuma. Seperti biasa tidak ada jawaban.

Arend sangat tenang duduk bersandar dan menyilang kan kaki panjangnya, terlihat sangat elegan. Nara melihatnya begitu intens dari bawah sampai atas.

"Apa kau begitu tertarik padaku?"

Suara Arend yang berat dan tegas menyadarkan Syeira dari lamunannya. Dan mungkin sedikit pikiran kotornya.

"Haaahhh." Syeira menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan cepat, lalu menatap depan lurus seperti yang di lakukan Arend.

"Sssuutt,,, ssutt.."

Syeira mencoba memanggil Zico yang berada di jok depan lagi nyetir.

Arend memalingkan wajah menatap ke luar dari kaca pintu mobil. Begitu jengah dengan kelakuan Syeira yang konyol.

"Hah? Apa?"

Zico menyahut dari depan.

"Pon\_seell?" Bisik Syeira yang tak di dengar Zico namun di dengar oleh Arend.

"Hah? Apa? Yang keras kalo ngomong.?"

"Ponsel,,? Zico? Ponsel.?"

"Ada di saku celana bawah? Susah ngambilnya.? Lo deh yang ngambil!"

Syeira hendak mendongakkan tubuh maju ke depan untuk mengambil ponsel Zico yang di maksud. Tapi dengan satu tarikan cepat dari tangan Arend, Syeira kembali terjerembab ke belakang hingga punggungnya menabrak sandaran jok.

Dan Arend memberikan Syeira ponselnya.

"Aaahh?." Syeira seakan tidak percaya. Seorang Tuan CEO Narendra yang kejam bisa baik juga.

Syeira menerima ponsel Arend dengan kedua tangannya diiringi rasa malu-malu, ia menundukkan kepalanya sebagai ungkapan terimakasih.

Syeira menghubungi rumah panti, yang mengangkat salah satu adiknya.

"Halo.?"

Syeira mendengar suara yang sedang bicara di seberang sana dengan suara yang terdengar sangat imut. Samar-samar Arend juga mendengar suara anak perempuan di seberang sana. Ia fikir jika itu adiknya Syeira.

"Okey, Kakak akan bawakan es krim. Tapi sampaikan pesan kakak ya, jika kakak pulang malam, karna lembur.!"

"Okay, Bye..."

Syeira mengakhiri panggilan. Memberikan lagi ponsel pada pemiliknya.

Lega, paling tidak ia sudah mengabari orang di panti. Meski dalam hatinya kini ia masih merasa sesuatu hal pasti akan terjadi.

'*Apa sebenarnya yang di inginkan oleh CEO ini padanya? Kenapa mengajaknya ke apartment nya*?'

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

Ayla di rumahnya sedang sibuk. Malam nanti akan ada tamu yang datang, ia memantau para koki yang sedang memasak. Ayla berharap semuanya lancar dan ini jalan yang terbaik.

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

Syeira mengikuti gerak Arend di belakangnya, ia menggandeng tangan Zico. Karna sebenarnya, Syeira benar-benar takut sekarang.

Arend melangkah dengan menawan. Kakinya yang panjang terlihat sangat mempesona dalam setiap geraknya. '*Dia memang sempurna*'

Syeira berhenti saat berada di depan pintu lift. Arend sudah berdiri di dalam. Zico ikut berhenti karna tangannya yang seperti di tarik Syeira. Arend mengerutkan kening. Melihat Syeira dalam. '*Dia trauma*.'

"Hei, tidak perlu takut, kau ini. Begitu Bar-Bar, tapi takut hanya karna terjebak di elevator."

Ucap Zico santai. Lalu Zico memaksa Syeira untuk masuk. Zico menarik tangan lalu mendorong tubuh Syeira dari belakang sampai akhirnya berhasil masuk ke dalam.

Mereka berdiri berjejer bertiga. Syeira berada di tengah. Syeira di Landa Tremor. Mukanya pucat Pasi. Teringat jelas bayangan malam itu yang hampir merenggut nyawanya.

'*Ngiittt*'

Elevator berhenti di lantai apartment Arend. Namun bunyi yang di hasilkan membuat Syeira terkejut, panik dan kaget seketika.

"Eemmmpphh?."

Syeira meremas kan tangannya dengan kasar dan kuat pada dada Arend. Ia memejamkan matanya sempurna menghadap tubuh Arend.

Arend menahan rasa sakit tanpa pergerakan, hanya giginya yang beradu menahan lara karna cengkraman tangan Syeira pada da. da nya. Dari ekspresi Arend jelas terlihat jika ia kesakitan.

Pintu terbuka, Zico hanya terbengong dengan wajah polosnya melihat ke arah Syeira yang setengah memeluk Arend.

Arend merasa gugup tiba-tiba. Jantungnya berdetak *Dag Dig Dug* sempurna. Jika ini bukan Syeira yang mengalami trauma, Arend pasti sudah langsung membentaknya. Tapi ia memahami kondisi Syeira, dan ia membiarkannya.

"Heiii,? Gadis Bar-Bar? Are You Okay.?"

Suara Zico yang bertanya pada Syeira membangunkan Syeira dari ketakutannya. Ia baru menyadari jika kini ia menghadap dan menempelkan tubuhnya sempurna ke arah Tuan CEO Narendra. Dan bahkan kedua tangannya mencengkeram kuat di dada bidangnya.

Syeira mudur dengan cepat, melepas cengkraman tangannya, mata Arend bergerak kilat menahan rasa sakit.

"Ma ma ma ma Maaf. Saya tidak sengaja."

Syeira sangat gugup. Arend tidak menjawabnya. Ia lantas melangkahkan kakinya keluar dari lift. Syeira mengikuti. Dan sampailah mereka di dalam apartemen Arend.

Syeira duduk di sofa, Zico di sampingnya. Dan Arend duduk berwibawa di depannya.

"Kau harus membayar semua hutangmu padaku."

Suara Arend begitu tegas. Syeira dan Zico saling pandang. '*Oh, Jantung.. Berdetak lah dengan normal*.'

"Anda tahu jika saya tidak punya uang, Tuan.?"

Nara menjawab ucapan Arend. Arend bangun mengambil sebuah map dari tas kerjanya. Lalu duduk lagi dan memberikan map itu pada Syeira.

"Baca."

Syeira menerima map itu. Ia mendelik membaca setiap data yang ada pada lembaran-lembaran itu.

Ada Struk dari rumah sakit yang jumlah nominalnya fantastis, kerugian waktu Arend selama sehari semalam yang jumlahnya 10x lipat dari jumlah pengobatan di rumah sakit. Dan satu lagi, ada surat pelaporan kepada pihak berwajib tentang Syeira yang mengikutinya, dan mengintainya hingga masuk kedalam perusahaan. Itu jelas melanggar hukum.

Syeira hanya bisa menganga membaca setiap lembar kertas itu. Ia hampir menangis sekarang. Ini lebih tragis dari pada di pecat Bu Mela dan membayar denda di *Melavers*.

"Apa kau mau memerasku, Tuan?"

Syeira berteriak ke arah Arend yang tenang, ia sampai berdiri dari duduknya.

"Apa yang bisa di peras dari se ekor itik,? Kau bukanlah induk sapi yang bisa menghasilkan $u\_ $u murni untuk ku."

Jawaban Arend seketika membuat Zico terpesona. Dan Syeira yang jelas semakin kesal padanya.

"Kau?. " Syeira menunjukkan jari telunjuknya pada Arend.

"Aku tidak mempunyai uang, aku tidak bisa membayar semua ini."

Syeira melempar kasar map itu ke arah Arend. Arend seketika berdiri menghadap Syeira, Dia menatap Syeira dengan tatapan tajam dan membunuh. Rahangnya menegas dengan jelas. Gigi-giginya beradu.

Mereka berdua saling tatap penuh kebencian. Penuh dendam. Penuh emosi. Syeira menggunakan seluruh keberaniannya untuk menunjukkan kekuatannya di depan Arend.

Arend tiba-tiba tersenyum sinis dan memalingkan muka. Syeira terlihat bingung.

"Baik, sampai bertemu di meja hijau."

Nada suara Arend sangat santai, dia melangkah hendak menjauh. Syeira menggelengkan kepala. Dia berpikir cepat.

"Tunggu Tunggu Tunggu."

Syeira berlari dan berhenti di hadapan Arend. Menghalangi jalannya.

"Dengar, Tuan.? Kau tahu aku hanya lah gadis miskin. Kau tahu jika aku tidak mungkin bisa membayar kerugian yang tercipta karna diriku? Tapi, aku akan bekerja sangat keras di perusahaan mu, akan aku lunasi semua hutangku."

Arend bergaya menghitung dengan jarinya mengangkat tangannya sejajar dengan muka Syeira. seperti *ketika orang Islam berdzikir*.

"10 tahun? Aaahh,, tidak. 20 tahun. Kau akan melunasinya dalam waktu 20 tahun. Dan itu seluruh gajimu kau berikan pada perusahaan."

"Haah?."

Tubuh Syeira sempoyongan hampir jatuh, Untung saja Zico menangkapnya dengan cepat,. lalu mendudukkan Syeira di sofa.

"Rend? Kenapa kau begitu kejam dengan itik Bar-Bar ini? Dia ini hanya seekor itik, Arend? Kenapa kau tidak memberi keringanan atau memberi pilihan lain padanya untuk membayar hutangnya?"

Syeira hanya mendengarkan setiap kata Zico dengan pandangan lemah, ia hampir terkena serangan jantung rasanya. Ada kata Zico yang menyebutnya itik membuat Syeira serasa ingin marah, tapi niat Zico di balik itu semua adalah membelanya.

"Ada satu hal yang bisa kau lakukan? Dan hanya dalam satu tahun, kau bisa melunasi semua hutangmu, padaku."

"Apa?" Syeira bertanya antusias.

"Apa, Arend?" Zico pun sama halnya. Teriakan Zico bersamaan dengan teriakan Syeira.

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

*Jeng jeng jeng ... 😁*

1
Abi Zar
mantab kak,lanjutkan...
Mainah Inah
kayaknya bagus itu
Mainah Inah
😜😜😜😜😜
Mainah Inah
lama lama gak jelas
Mainah Inah
janganlah menghakimi orang ,lihatlah diri kita sudah baik apa belum ,perbuatan kita yang menilai Tuhan
Mainah Inah
makanya jgn muna
Mainah Inah
nyuruh orang itu yang sabar
Mainah Inah
😜😜😜😜
Mainah Inah
kok ujung ujungnya kemafia sih
Mainah Inah
teman laknat
Mainah Inah
💖💖💖💖💖
Mainah Inah
gemesssss😬😬😬😬😬
Mainah Inah
😹😹😹😹😹
Mainah Inah
ngomong aja terus terang biar dia tau kl elu itu Meira
Mainah Inah
muna lohhhhh
Mainah Inah
terus aja begitu sama Zico,buat cemburu itu si aren
Mainah Inah
ih najong
Mainah Inah
dasar😹😹😹😹😹
Mainah Inah
norak lo
Abel_alone
cobaan yg bertubi tubi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!