NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Seketika Dia Berubah

Zena kebingungan dengan apa yang dilakukan Samudra di tempat itu dan apalagi lantai yang saat ini sedang diinjaknya adalah lantai yang menakutkan baginya.

"Apa yang Kakak lakukan di sini?" tanyanya.

Samudra kesulitan menelan ludah dan kemudian berdiri dengan menghampiri Zena.

"Bukankah tempat ini akan diruntuhkan dan akan segera direnovasi untuk tempat produksi kamu," ucap Samudra.

"Lalu apa hubungannya dengan keterkaitan Kakak di tempat ini?" tanya Zena.

"Saya ingin memeriksa tempat ini?" jawab Samudra.

"Kenapa harus ikut ambil andil, bukankah awalnya Kakak sudah mengingatkan terlebih dahulu kepada Zena, tidak akan ikut campur dengan pekerjaan Zena dan apalagi harus ikut-ikutan dalam tempat produksi," jawab Zena.

"Semua hanya sesuai dengan perintah Papa, saya juga tidak akan melakukannya jika bukan karena perintah," jawab Samudra menghela nafas.

"Begitu," sahut Zena.

"Lalu kapan rencananya kamu akan merobohkan gedung ini?" tanya Samudra.

"Belum tahu," jawab Zena.

"Lalu kenapa kamu bolak-balik datang ke gedung ini sendirian tanpa direncanakan untuk merobohkan?" tanya Samudra.

Zena diam sesaat dengan melihat ke arah Samudra, tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia mencari barang bukti di tempat itu.

"Hanya ingin melihat-lihat saja dan memastikan kapan waktu yang tepat untuk dirobohkan," jawab Zena bohong.

"Ya sudah, Zena harus kembali ke kantor," ucapnya merasa percuma berada di tempat itu karena ada Samudra yang lagi-lagi hanya akan mengganggu pencariannya.

Saat Zena ingin pergi tiba-tiba saja tangannya ditahan, Zena membalikkan tubuhnya dan melihat Samudra.

"Ayo makan siang bersama!" ajak Samudra.

Zena kaget dengan mengerutkan dahi, bagaimana mungkin tiba-tiba saja Samudra mengajaknya untuk makan siang bersama.

Zena bukan wanita yang cepat luluh, Zena melepaskan tangannya.

"Saya sudah janji makan siang bersama Anggi," ucapnya menolak.

"Kamu mengutamakan makan siang bersama orang lain dibandingkan suami kamu sendiri!" tanya Samudra.

Zena semakin tidak mengerti.

"Anggi bukan orang lain, dia justru orang yang paling dekat dengan Zena dan untuk kata suami sendiri, tidak ada apa-apanya dibandingkan Anggi," jawab Zena secara menohok dan berterus terang jika peran sahabatnya jauh lebih besar dibandingkan peran suaminya.

"Kalau begitu kali ini saja kamu makan bersama saya," ucap Samudra memaksa.

"Saya tidak bisa," jawab Zena tetap saja menolak dan kemudian berlalu dari hadapan Samudra.

Samudra menghela nafas, dia sudah yakin Zena akan menolaknya. Zena sudah kembali masuk ke dalam mobil.

"Ada apa dengannya belakangan ini, roh jahat yang bersarang di tubuhnya seketika menghilang, sudah tidak ada kata-kata kasar lagi, tatapan kebencian kepadaku, tiba-tiba saja menjadi malaikat berhati baik, kata-katanya manis, tapi aneh sekali dengan belakangan ini sikap Kak Samudra benar-benar sangat berbeda, bukan hanya sering terlihat gelisah dan lagi pula kenapa juga diatas sering datang ke tempat ini," Zena berbicara sendiri di dalam hatinya.

Sangat sulit baginya untuk memahami apa yang terjadi sebenarnya pada suaminya.

*****

Malam ini Zena makan malam bersama dengan Samudra dan juga kedua orang tua Samudra.

"Mama senang, kalian berdua menyempatkan waktu untuk makan malam di rumah ini," sahut Amelia.

"Anak-anak sekarang sudah menikah dan lagi pula mereka memiliki kesibukan, kita sebagai orang tua harus mendukung sebaik-baiknya karir mereka dan harus bisa memaklumi," sahut Faisal.

"Oh iya Zena, kenapa sampai sekarang kamu belum merobohkan gedung itu, bukankah tempat produksi kamu harus segera dibangun agar mendapatkan tempat produksi yang lebih layak dan lebih luas?" tanya Amelia.

"Iya Bunda, Zena belum fokus untuk merobohkannya," sahut Zena.

"Kalau begitu kamu serahkan pada Ayah. Ayah akan memasukkan alat berat untuk merobohkan gedung itu dan mungkin akan mencari kontraktor yang cocok untuk membangun gedung itu sesuai dengan keinginan kamu," ucap Faisal.

"Tidak sekarang ayah, nanti saja dulu," sahut Zena.

"Kanapa Zena menunda untuk merobohkan gedung itu," batin Samudra terus melihat ke arah istrinya.

"Baiklah, bagaimanapun juga kamu yang memiliki rencana bersama dengan Anggi untuk membangun gedung itu kembali sesuai dengan keinginan kalian, yang terpenting apapun kesulitan yang kalian hadapi harus bicarakan dengan ayah dan Ayah pasti akan membantumu dalam bentuk apapun itu," sahut Faisal.

"Pasti ayah," sahut Zena.

Zena kembali melanjutkan makannya, Samudra memperhatikan istrinya yang tiba-tiba saja mengalami kesulitan dalam memotong steak.

Samudra secara spontan mengambil piring Zena yang membuat Zena kaget ketika Samudra terlihat memotong daging tersebut sampai beberapa bagian dan kemudian memberikan kepada Zena kembali.

Zena kembali dibuat tidak mengerti dengan sikap suaminya yang berubah menjadi sosok Samudra yang pertama kali dia kenal.

Amelia dan Faisal saling melihat dengan senyum di wajah mereka yang pasti menjadi orang yang sangat bahagia ketika melihat anak-anak mereka tampak akur.

Zena kembali menikmati, makanan tersebut dengan perasaannya yang sudah aneh, terasa canggung di depan kedua orang tua lengkapnya dan sementara Samudra tampak santai.

*****

Mobil Ariana berhenti di depan salah satu gedung produksi entertainment, dengan seorang wanita yang duduk di sebelahnya tak lain adalah manajernya.

"Kamu yakin akan menemui Tuan Santoso sendirian?" tanya wanita tersebut.

"Ini hanya tinggal tanda tangan kontrak dan setelah itu aku akan menjadi pemeran dalam film tersebut, setelah semua biayanya dibicarakan dan maka syuting akan dipercepat, kepalaku belakangan ini sakit dengan sikap Samudra yang plin-plan," ucap Ariana.

"Ariana saranku sebaiknya kamu menjauhi Samudra, meski kalian adalah couple yang diidolakan dan dihubungkan oleh banyak fans, tetapi tetap saja Samudra sudah memiliki istri dan ini bisa berpengaruh pada karir kamu, tidak semua tim produksi menerima sensasi untuk menaikkan nama seseorang dan melariskan film-film mereka, sekarang tim produksi sudah pintar dan dunia entertainment sekarang bukan seperti dulu lagi dengan sensasi maka akan naik tetapi justru adanya cancel kultur yang dilakukan para netizen jika salah satu artis tersebut menyalahi aturan!" tegas wanita itu memberi saran yang positif kepada Ariana.

"Aku yang tahu apa yang harus aku lakukan, sudahlah jangan ikut campur tentang urusan percintaanku, sekarang aku harus menemui produser Santoso," ucap Ariana tidak ingin mendengarkan masukan dari siapapun membuatnya langsung keluar dari mobil.

Wanita yang memberi pesan kepadanya hanya menghela nafas dengan geleng-geleng kepala.

****

Tok-tok-tok-tok-tok.

Suara ketukan pintu terdengar dari dalam ruangan seorang pria sekitar berusia 50 tahunan tampak duduk di kerjanya terlihat begitu fokus.

"Masuk!" ucapnya dengan sibuk menandatangani berkas-berkas tersebut sampai pintu terbuka dan membuat pria tersebut melihat ke arah pintu dengan senyum mereka di wajahnya.

"Papa....." ternyata wanita yang datang tak lain adalah Anggi yang berjalan menghampiri pria tersebut dengan berdiri di belakangnya dan kemudian memeluknya.

"Tumben sekali kamu memiliki waktu untuk bertemu dengan Papa, atau jangan-jangan sudah setuju akan menikah," ucap pria tersebut membuat Anggi mengerutkan dahi

"Issss berhenti membicarakan perjodohan," kesal Anggi.

Tok-tok-tok-tok-tok

Pintu ruangan itu kembali diketuk dengan pintu yang sudah terbuka.

"Maaf Tuan, Nona Ariana sudah sampai," ucap wanita tersebut tak lain adalah sekretaris dari Santoso.

Ariana muncul dari belakang wanita tersebut dan Ariana begitu kaget melihat Anggi tampak dekat dengan Santosa dan sementara Anggi hanya tersenyum miring melihat rasa penasaran di wajah Ariana.

Bersambung ......

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!