Berawal dari menyamar menjadi Nerd di sekolah barunya, hidup Keyra berubah 180 derajat, apalagi semenjak bertemu dengan seorang Most Wanted boy. Rafa, namanya.
Terjebak friendzone hingga berakhir jadian. Namun, hubungan mereka tidak berjalan semulus itu karena banyaknya orang yang berusaha menghancurkan hubungan mereka. Hingga sebuah kesalahan terjadi, membuat Keyra hampir pergi dari hidup Rafa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firza Lufita Listi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 12
"Jangan mudah tertipu oleh wajah malaikat seseorang karena bisa saja dia memakai topeng untuk menutupi wajah aslinya."
°°°°°
"Nerd, beliin kami bakso sana! Tenang. Gue akan kasih lo duit kok biar gak nyuri lagi." Kekeh Zea dengan nada mencemoohnya.
Key mengebrak meja dengan kuat hingga meja tersebut retak. Sahabat-sahabatnya menatap ngeri meja tersebut.
"Selama ini gue diam aja karena percuma gue ngelawan kalian tanpa bukti. Tapi sekarang kesabaran gue udah habis."
Zea terkekeh sinis. "Lo ngomong apa sih?"
Key mendengus tak peduli. Kemudian ia menelpon seseorang. "Kumpulkan seluruh murid di aula! Dan siapkan segalanya dengan cepat!" perintahnya dan mematikan telepon sepihak.
Tak lama setelah Key menelpon seseorang. Terdengar pengumuman untuk berkumpul di aula sekolah.
"Ayo, my best friend. Kita ke aula sekarang." ajak Key dengan senyuman manisnya ke Angel. Membuat Zea semakin muak.
"Urusan kita belum selesai. Setelah kumpul dari aula temuin gue!"
Key melongos tak peduli. Ia menggandeng tangan Angel ke aula. Rafa dan yang lainnya mengikut di belakang. Semua murid AHS sudah berkumpul di aula. Pak kepsek mulai berpidato di depan murid AHS. "Saya selaku kepala sekolah disini sangat merasa kecewa dengan kalian." Para murid berbisik-bisik. Apalagi melihat pemilik AHS juga datang dengan raut wajah tidak senang.
Semalam Key dan Axel tidak sengaja keceplosan membicarakan masalah yang menimpa Key.
Ara yang mendengarnya merasa sedih dan tak terima mengetahui anaknya dituduh sebagai pencuri dan menjadi bahan bullying.
Tentu saja dia tidak akan terima dengan hal itu. Selama ini ia sudah membesarkan anak perempuan kesayangannya dengan sangat baik, memberikan semua kebutuhannya baik secara rohani maupun jasmani. Dan dengan seenak jidatnya orang lain menuduh dan menyiksa anak yang dibesarkannya dengan penuh kasih sayang.
Alex merasa sangat murka mendengarnya. Dia yang telah membesarkan putri kecilnya hingga sebesar sekarang. Dia tidak pernah main tangan dengan anaknya tersebut, sedangkan orang lain yang tidak pernah berperan dalam pertumbuhan anaknya malah main tangan. Lihat saja, dia akan menuntut pelaku ke pengadilan.
Keesokan harinya mereka memutuskan untuk datang ke sekolah tanpa mengabarinya ke Key. Mereka akan memberi pelajaran kepada siapa saja yang membully dan menghina anak mereka. Tak peduli mereka berasal dari golongan orang berada atau tidaknya. Namun siapa sangka mereka mendapatkan kejutan seperti ini.
"Tidak hanya kepada siswa tapi juga untuk para guru."
Suara kepsek kembali terdengar, membuat para guru menunduk, menatap sepatu mereka.
"Seharusnya para guru menjadi panutan yang baik untuk anak muridnya. Akan tetapi---" kepsek tak melanjutkan ucapannya karena merasa sangat miris dengan kelakuan tidak terpuji guru di sekolah yang dipimpinnya.
"Kalian juga ikut menghina Keyra. Seharusnya kalian meredamkan masalah bukan menambah masalah. Seharusnya kalian mencari bukti yang lebih dalam, dibandingkan dengan membicarakan kejelekan Keyra tanpa bukti." Guru yang merasa menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Key yang berada di barisan paling depan, bersidekap dada dan menatap para guru dengan tatapan sinis.
Benar kata pak kepsek, seharusnya guru menjadi panutan yang baik bukan sebaliknya.
"Dan untuk para murid. Bagaimana jika kalian yang berada di posisi Keyra? Kalian dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah kalian lakukan. Pasti sakit sekali kan rasanya?"
Para murid menunduk, membayangkan jika mereka berada di posisi Key tanpa sadar.
"Baru-baru ini bapak mendengar ada pembullyan di sekolah ini. Bapak benar-benar sangat kecewa dengan kalian yang suka membully. Orangtua kalian pasti juga sangat merasa kecewa dengan kalian. Mereka menyekolahkan kalian di sini dengan harapan kalian akan menjadi orang yang berguna di masa depan akan tetapi kalian melakukan tindak kekerasan. Memangnya kalian mau menjadi preman di masa depan, hah?"
Key menghembuskan nafasnya kesal mendengar ceramahan panjang pak kepsek. Dia ingin ke intinya saja.
Gadis berkepang dua tersebut mengeluarkan handphone nya dari saku roknya dengan santai. Ia mengetikkan sesuatu di sana dan menyeringai. Tanpa di duga sebuah rekaman terpampang di layar infokus yang berukuran besar di belakang kepsek secara tiba-tiba. Semua mata mengarah ke benda tersebut dengan tatapan terkejut.
Seorang siswi terlihat sedang memasuki kelas 11 ipa 1. Siswi berambut panjang dan tergerai itu mendekati kursi Angel dan membuka tas Angel. Berlanjut dengan memasukkan barang tersebut ke dalam tas Key, koridor sekolah, dan terakhir ruang kepsek.
Mata-mata yang berada di aula melotot kaget melihat wajah siswi tersebut, kecuali Key dan orangtuanya.
"Lo akan semakin dibenci Key. Dengan terhapusnya rekaman cctv ini, maka lo tidak akan bisa mengelak karena buktinya tidak ada."
Suara yang sangat dikenali anak kelas Key membuat mereka kaget. Sementara sang pelaku berkeringat dingin dengan wajah yang memias.
"Semenjak lo masuk ke sekolah ini, lo menjadi hambatan terbesar dalam hidup gue! Semenjak lo masuk, lo merebut semua yang gue punya! Lo itu perebut! Dan seorang perebut harus musnah!" Jari-jari gadis itu menghapus semua rekaman cctv dengan cepat.
"Gue muak mendengar guru selalu memuji lo! Harusnya gue yang dipuji, bukan nerd kampungan kayak lo." Setelah selesai menghapus rekaman cctv, siswi tersebut beranjak.
"Setelah ini hanya ada Angel Cantika Maurer yang dipuji-puji guru, bukan lo." sinis suara tersebut.
Klik!
Rekaman berganti dengan kejadian pembullyan yang diterima Key.
Semuanya terlihat begitu jelas. Perlakuan para pembully ke Key membuat mereka yang tidak pernah di bully meringis. Key ditampar, dijambak, dikunci dalam toilet, dilempar dengan kertas, disandung, dan disiram dengan tidak berperikemanusiaannya.
Key sengaja memotong video dimana dirinya melawan dan membuat para pembully tersebut tepar.
Amarah Ara dan Alex semakin berada di ubun-ubun. Mereka sangat tidak terima anak mereka dibully sedemikian rupanya.
Hati Rafa terasa teremas tangan tak kasat mata saat Key di bully sedangkan Axel mengepalkan tangannya erat. Para pembully memucat dan bergetar ketakutan. Angel? Jangan ditanya. Keadaannya lebih dari kata buruk.
"Selamat ya, Angel. Lo telah berhasil membuat gue semakin dibenci orang-orang." Key tersenyum manis.
Angel menatap Key dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Selang beberapa menit kemudian, Key menatap Angel dengan dingin.
"Padahal gue udah bahagia bisa mempunyai real friend dengan penampilan gue yang kayak gini. Namun, nyatanya orang yang gue sangka tulus berteman sama gue itu hanya fake. Lo perempuan berwajah malaikat tapi berhati iblis." Ucapan Key begitu tajam dan menusuk ke ulu hati. "Gue nyesel anggap lo sebagai sahabat, *****." Key menatap Angel dengan tatapan jijik.
Mereka berdua menjadi sorotan massa. Semua orang yang mengenal Angel merasa sangat tidak terpacaya dengan kenyataan ini.
Gadis yang bertampang polos tersebut tak lebih dari seorang gadis iblis. "Dan gue rasa, gak ada gunanya gue nyamar lagi. Pada akhirnya semua akan sama saja. Fake."
Key melangkahkan kakinya ke dekat pak kepsek. Dengan sendirinya, pak kepsek turun dari tempatnya berdiri tadi. "Perhatikan saya baik-baik!" tegas Key dengan nada dinginnya. Setelah semua perhatian terfokus padanya, baru lah ia memulai rencananya.
Key membuka kepangan rambutnya dengan pelan. Membuka kacamatanya dan menginjaknya dengan kuat hingga tak berbentuk. Mengambil tisu basah dari saku roknya dan menyapukan ke wajahnya. Para murid dan guru terkesima, kagum, kaget, dan takut.
-Tbc-
Sama kayak aku,Aku juga kabur dari rumah karena perjodohan,Dan sekarang nikah sama suami pilihan ku sendiri,Dan bahagia2 aja tuh..Dan ortu nyeselin perbuatan mereka dulu..
Yg bener itu "DI SUATU pagi yang cerah". 🙏🙏🙏
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu