raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 35
Rania sengaja bangun subuh sebelum semua nya bangun Rania sudah ada di dapur menyiapkan sarapan dan menyiapkan bekal untuk anak anak nya.
"Rania orang tua Arsen mau ke rumah nya jam berapa?tanya ayah Rania"
"Mungkin malam yah mas Arsen ada pekerjaan dulu"
"yasudah ayah juga bisa kerja dulu nanti ayah pulang sore ya. Iya... yah
anak anak Rania sudah siap mau berangkat mereka juga sudah sarapan, Rania mengantarkan nya sampai gerbang sekolah. bunda Ade senang bisa di antarkan bunda lagi besok besok antarkan Ade lagi ya. Iya sayang ayo masuk keburu bel masuk bunyi anak anak menyalami Rania.
sesampainya di rumah kakak nya sudah ada di rumah,
"wahh gercep juga kak tumben langsung nyampe?"
"Iya mumpung kakak ada di rumah dan mas Leon enggak kerja ke luar jadi pas ibu nelpon Kaka langsung otw"
Rania sini kakak mau ngobrol sama kamu, kok Kakak gak tau kamu punya pacar terakhir ketemu kamu kayak nya kamu belum move on tapi tiba tiba ibu bilang kamu mau ada yang melamar.
"Sebenarnya sudah dari lama kak dari pertama Rania masuk kerja bos Rania sudah beda perhatian nya, tapi Rania pikir mungkin ke semua karyawan nya juga dia perhatian tapi semakin lama banyak orang yang membicarakan Rania ternyata perhatian nya hanya pada Rania saja."
Sudah beberapa kali menyatakan perasaan nya tapi Rania terus meminta waktu karna Rania tidak mau orang tua nya tidak menerima, karna yang dia bawa bukan hanya Rania saja ada anak anak juga kalau mereka tidak menyukai Rania mereka juga tidak akan pernah suka sama anak anak Rania.
Kakak Rania hanya mendengarkan pembicaraan adik nya dia tidak memotong pembicaraannya, Rania juga ingin tau bagaimana dia memperjuangkan nya.
"Terus apa kamu pernah bertemu dengan orang tuanya Rania?"
"Sudah kak." Menurut mu bagaimana orang tuanya apa sama kayak orang tua Arman?
"Tidak kak! Mereka beda malahan di luar nalar"
"hah maksud nya bagaimana Rania aku tidak mengerti Rania hanya tertawa kalau mengingat bagaimana kelakuan random orang tuanya Arsen berbanding terbalik dengan anak nya yang kata orang sedingin es atau seperti kulkas sepuluh pintu"
Rania jawab kenapa kamu malah ketawa sih, habisnya kak kalau ingat mereka aku ingin ketawa. nanti saja kakak lihat kalau tidak di brifing dulu orang ibu mertua ku.
Kakak Rania semakin bingung apa sama sama orang tua Arman atau bagaimana, Rania terus kamu tidak memberitahu keluarga Arman kamu mau menikah lagi.
Nanti sajalah kak aku tidak mau merusak moment ini, terakhir ketemu dengan ibunya mas Arman dia memaki ku dan meminta rumah nya diberikan kepadanya.
Lah kok gila,
"hey kak gak boleh gitu begitu juga orang tua mas Arman yang masih aku hormati"
"iya iya maaf habis nya ko diluar nalar apa dia gak tau itu rumah hasil kerja keras kalian berdua bukan harta warisan"
"iya makanya aku bingung apa aku harus mengembalikan uang mas Arman tapi disini juga ada anak anak nya'
"lah kok dibalikin ya gak bisa dong Rania ini anak anak nya masih hidup warisan cuma rumah tapi mau di ambil juga, kakak mau nanya apa pernah mereka menjenguk anak anak kamu atau memberikan uang jajan untuk mereka.
Rania menggeleng, pernah satu kali mereka datang ke rumah hanya untuk menegurku karna aku kerja ke luar kota bersama atasan ku.
"tuh harus nya cucu cucu nya masih menjadi kewajiban orang tuanya ini malah mau mengambil hak cucunya memang gila mantan mertua kamu itu Rania. kakak Rania sungguh tidak habis pikir
biarlah kak aku lelah memikirkan nya kalau ibu nya masih kukuh ingin rumah itu aku akan mengabaikan uang mas Arman untuk membeli rumah itu ,karna sebagiannya uang tabungan Rania sangat bekerja sebelum menikah dengan Arman .
Kamu bicarakan dulu sama ayah ibu bagaimana baik nya Rania ,iya kak. Terus kapan ini lamaran kamu jadi nya nanti malam kak.
kok ibu gak sibuk Rania? 'Mas Arsen sudah menyiapkan semuanya nanti sore juga datang pesanan mas Arsen" Dasar orang kaya makan malam saja harus pesan dari luar.