WARNING MENGANDUNG ADEGAN 21+❗
HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.
Arunayu Putri Ramadhani adalah seorang gadis yang memiliki kepribadian tomboy. Sering di panggil Aruna atau Una. Aruna tak terlalu mementingkan yang namanya masalah percintaan. Dia juga bukan gadis yang selalu caper atau suka menggoda kepada setiap laki-laki. Justru cenderung introvert pada kaum adam.Namun hingga suatu saat, ia bertemu seseorang yang dapat mengalihkan perhatiannya. Seseorang yang seharusnya tak boleh ada dalam hatinya, seseorang yang akan membuat dirinya dilibatkan Dengan berbagai macam masalah perasaan yang ia selalu hindari selama ini.
“Kenalin Runa, ini Galang… “ ujar Mika. Aku hanya mengangguk dan tersenyum simpul. Tanpa tau pandangan pertama itu akan jadi boomerang untuk hatiku di kemudian hari.
“Gimana Na? Mau nggak gua jodohin sama galang? Ganteng loh.” Ujar Mika sahabat dari Aruna.
“Apaan sih lo mik. Nggak ah! Orang dia minatnya sama elo ngapain lo kasih ke gua?” ujar ArunaDengan acuh. Ia sedikit tercubit Dengan tawaran mika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon story adult7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.Perselisihan keluarga.
Aruna sudah bersiap dengan memakai baju turtle neck berwarna putih lengan panjang , dengan Rok span berwarna Latte, dengan sepatu kerja berwarna caramel. Aruna mengunakan hand bag hitam yang agak besar. Dan seperti biasa, dandanan yang simple dan rambut yang di sanggul simple dengan sedikit rambut tersisa di sisi-sisinya.
“Nona Aruna?” tanya seseorang saat ia sampai di lobby.
“Iya. Saya aruna”
“Mari silahkan ikut saya nona. Nyonya sarah meminta saya menjemput nona aruna” ujar pak supir yang sudah cukup berumur. Aruna pun mengikuti arahan.
Sepanjang jalan, aruna merasa asing. Karena seingatnya ini bukan jalan ke hotel maupun ke resort. Kemana sebenarnya ia akan di bawa. Aruna jadi was-was sendiri. Ia ingin bertanya pada pak supir, Cuma ia segan. Jadilah aruna duduk termenung, menunggu sampai ia tiba di tempat tujuan. Kini aruna tiba di sebuah rumah yang megah bernuansa putih dan gold. Rumah sangat mewah dan berharga fantastis tentunya.
“Silahkan Nona Aruna. Nyonya sudah menunggu didalam.” Ujar pak supir tersebut.
“Terima kasih pak.” Jawab aruna. Aruna sebenarnya ragu untuk masuk. Ia takut sesuatu akan terjadi didalam sana. Dengan langkah pelan aruna memencet tombol bel rumah tersebut. Beberapa saat kemudian, terbukalah pintu utama.
“Assalamualaikum Bu.” Ujar aruna pada ibu-ibu yang membukakan pintu untuknya.
“Walaikumsalam. Nona aruna?” tanya ibu-ibu tersebut.
“Iya. Bu”
“Jangan panggil ibu. Panggil saja Bi ani aja”
“Iya bi.
“Mari masuk non!” aruna pun mengikuti bi ani. Ia di bawa ke ruang keluarga. Disana terlihat ada Sarah, Galang, Mika dan juga Albi papa nya galang. Badan aruna langsung merasa lemas. Sepertinya keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya. Ad apa ini? mungkinkah semuanya sudah mengetahui rencana sarah.
“Assalamualaikum Pak Albi, Bu Sarah, Pak galang dan Bu Mika” ujar aruna.
“Walaikumsalam” jawab albi
“Walaikumsalam aruna. Sini duduk” ujar sarah. Hanya mika dan galang yang tak menjawab.
Aruna duduk di sebelah sarah. Sungguh! Jika ia menghilang atau punya ilmu teleportasi, ia akan meninggalkan tempat ini sejauh-jauhnya.
“Ada apa bawa aruna kesini bun?” tanya galang. Wajahnya terlihat tak menyukai keberadaan aruna.
“Ada hal penting yang perlu bunda bicarakan pada kalian berdua.” Ujar sarah. Aruna semakin mengeratkan tautan jari jemarinya.
“Bunda… Bunda yakin dengan keputusan ini?” tanya Albi.
“Bunda yakin seratus persen Ayah… feeling bunda, gak akan salah!” ujar sarah dengan mantap.
“Ada apa sebenarnya bun? Kenapa aruna ikut kesini juga?” tanya mika. Mika pun sepertinya ikut tak suka dengan kehadiran aruna.
“Mika, bunda mau tanya sama kamu. Kapan kamu akan hamil? Kapan kamu mau program kehamilan?” tanya sarah. Mika dan galang pun terkejut atas pertanyaan bundanya. Terlebih ada aruna di sekitar mereka.
“Bunda kenapa nanya kaya gitu sih sekarang?” ujar galang dengan kesal pada bundanya.
“Bunda nggak ngomong sama kamu galang! Bunda tanya mika! Kapan kamu mau program kehamilan mika?” tanya sarah. Mika sedikit risih dengan pertanyaan ini. ia masih belum ingin menikah. Ia masih ingin menikmati masa mudanya. Apalagi sekarang ia tawaran untuk menjadi model sebuah brand kosmetik. Ini kesempatan mika untuk mendapatkan karirnya.
“Aku belum siap bunda… aku……
“Kapan kamu siapnya?” potong sarah.
“Nggak untuk saat-saat ini bunda. Aku baru saja menanda tangani kontrak sebagai model brand kosmetik bun. Jadi aku belum bisa ikut program hamil saat ini” ujar mika.
“Apa kamu sudah meminta izin pada suami mu mengenai kontrak tersebut?” tanya sarah yang semakin terlihat geram.
“Be..belum bu. Tapi mas Galang nggak keberatan kok, selama hal positif yang aku kerjakan. Ya kan sayang?” ujar mika pada galang. Ya galang sedikit terkejut dengan keputusan mika. Kenapa ia tak meminta izinnya terlebih dahulu.
“Iya mah. Lagian mika juga berhak mendapatkan keinginannya” ujar galang.
“Munafik kalian berdua! Baiklah kalau gitu. Keputusan bunda semakin bulat” ujar sarah. “Bunda ingin kamu menikah dengan aruna!” lanjut sarah.
“APA?!” mika dan galang Nampak terkejut. Gila saja bundanya menyuruh galang untuk nikah dan melakukan poligami.
“Bun! Bunda ngomong apa sih? Minta aku nikahin aruna ini? jangan ngaco bunda! Aku nggak mau!”
“Iya. Bunda galang itu udah jadi suami aku. kenapa bunda tega ngoper anak bunda ke perempuan lain?” tanya mika.
“Apa kamu sudah melakukan tugas kamu sepenuhnya sebagai istri? Kamu pernah memasak untuk galang? Kamu pernah menyiapkan bekal makanan untuk galang? Kamu pernah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan galang dengan tangan kamu sendiri? Pernah mik? Bunda aja nggak pernah sekali pun liat kamu ikut sibuk di dapur” terang sarah dengan kesal.
“Bun… aku nggak pernah masalahin itu! Aku menci……
“Bodoh kamu galang! Mencintai? Ya kamu memang mencintai mika. Tapi bagaimana dengan istri kamu? Apa kamu mencintai galang mika? Tanya sarah dengan sedikit emosi.
“A..aku mencintai mas galang bu”
“BULSHIT! Kamu nggak pernah benar-benar perhatian pada anak saya. Kamu nggak pernah berlaku sebagaimana istri pada anak saya. Kamu hanya mementingkan kesukaan kamu, kenyamanan kamu., tanpa memikirkan perasaan anak saya. Mentang-mentang anak saya membebaskan.!” Sarah benar-benar emosi.
“BUN!!” geram Galang. “Please. Jangan begini. Galang ikhlas menerima semua kurang dan lebihnya mika!” ujar galang.
“Kamu dengar itu? Anak saya terlalu baik untuk kamu!” sergah sang bunda.
“Bunda, Sudah bun!”Ujar Albi. Ia mencoba menenangkan istrinya.
“Pokoknya Bunda gak mau tau, kamu harus menikah dengan aruna. Karena aruna telah siap dengan semua konsekuensinya. Termasuk melahirkan cucu pertama untuk keluarga hayden”
“Bunda! Galang nggak mau!” tolak galang.
“Aku juga nggak setuju!” mika ikut menimpali dengan wajah kesalnya.
“Oke. Kamu tinggal pilih, kamu menikahi aruna atau, jangan pernah ketemu bunda lagi seumur hidup kamu.” Sara mengultimatum galang.
“Bundaa…” lirih Galang. Tiba-tiba saja mika maju menghampiri aruna.
“Lo ngomong dong na! kenapa lo diem aja?! Lo sengaja mau rebut galang dari gua?!” ujar mika dengan emosi yang berapi-api.
“Gu..gua… gua… gak ada maksud mik. Sumpah gua juga gak mau, tapi gua gak bisa nolak” lirih aruna sambil terisak.
“MUNAFIK LO! Gak gua sangka, sahabat yang selama ini gua sayang ternyata Ular berkepala anjing! LO SOK SUCI, LO SOK LUGU, DAN LO SOK BAIK. TAPI TERNYATA LO BUSUK DAN MURAHAN!” bentak mika sambil menatap tajam kea rah aruna. Mika benar-benar marah pada sahabatnya ini.
“Mi..mik… dengerin gua…” aruna mencoba menjelaskan dengan meraih tangan mika. Namun mika yang benar-benar murka malah mendorong aruna hingga tersungkur di lantai.
“Gua benci sama lo Aruna. Lo pengkhianat! Lo bukan sahabat gua lagi, lo adalah seorang pelakor rendahan!” ujar mika. Lalu ia melangkah pergi dari ruang keluarga tersebut.
“Sayang!” Galang mengejar mika tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Aruna menangis tersedu. Ia merasa bahwa dirinya jahat pada mika. Namun ia tak bisa apa-apa, karena semua kendali ada di nyonya besar, yaitu Ibunda galang, Sarah.
“Ayo Bangun aruna” ujar sarah dengan lembut. Ia membantu aruna berdiri.
“Kamu nggak apa-apa kan nak?” tanya Albi. Lalu aruna menggeleng kecil. Albi sebenarnya tak setuju dengan cara seperti ini. namun, memang Hayden harus segera memiliki keturunan. Sedangkan mika masih terlihat enggan untuk mengandung. Lalu putra nya begitu memanjakan Mika yang sepertinya tak mementingkan perasaan keluarganya. Maka jadilah Albi pun setuju dengan kemauan sang istri.
“Aruna… saya minta maaf sama kamu. Tapi, saya percaya sama kamu aruna. Saya mohon kamu juga percaya sama saya. Saya tau karakter anak saya” ujar sarah dengan lembut, lalu memeluk aruna.