NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.Dasar yang di tempa dengan darah

Matahari baru saja terbit, mengirimkan seberkas cahaya tipis yang menembus pekatnya kanopi Hutan Kabut Hitam. Namun bagi Ren, kehangatan itu terasa seperti jarum-jarum kecil yang menusuk kulitnya. Sebagai seorang vampir, matahari adalah musuh alami, meskipun darah murninya membuat ia tidak langsung terbakar menjadi abu.

"Uhuk...!"

Ren berlutut di atas tanah yang lembap, memuntahkan cairan hitam pekat. Tubuhnya bergetar hebat. Efek dari penggunaan kekuatan Crimson semalam digabung dengan penolakan tubuhnya terhadap sinar mentari membuat setiap jengkal ototnya terasa mati rasa.

**"Lemah sekali, Bocah,"** suara Crimson berdengung di kepalanya, sinis seperti biasa. **"Darah murnimu itu seperti mesin sihir kuno yang sangat kuat, tapi wadahmu—tubuh kurusmu yang kurang gizi ini—hampir hancur karena tidak kuat menahan dayanya."**

"Diamlah..." desis Ren sambil menyeka bibirnya. Matanya yang merah menatap pedang kuno yang tertancap di dekatnya. "Kau bilang... kau akan mengajariku cara mengendalikan ini."

**"Memang. Dan pelajaran pertamanya adalah: Berhenti bernapas seperti manusia biasa."**

Permata merah di hulu pedang Crimson berpendar.

**"Ksatria Perak yang kaulihat semalam menggunakan teknik *Mana Breath* untuk memperkuat otot mereka dengan energi alam. Tapi bagi rasmu, energi terbaik bukan ada di alam, melainkan di dalam aliran darahmu sendiri. Dengarkan detak jantungmu, Ren. Paksa darahmu mengalir lebih lambat saat terkena matahari, dan percepat alirannya saat kau bergerak. Itu disebut *Blood Circulation*."**

Ren memejamkan mata. Otaknya yang cerdas segera bekerja memproses instruksi tersebut. Dia memfokuskan seluruh kesadarannya ke dalam dada. *Dug... Dug... Dug...*

Secara perlahan, ia mencoba mengendalikan detak jantungnya sendiri. Butuh waktu berjam-jam dan belasan kali kegagalan yang membuat pembuluh darah di pelipisnya hampir pecah, sebelum akhirnya Ren berhasil. Rasa perih di kulitnya akibat sinar matahari perlahan mereda, digantikan oleh sensasi dingin yang menenangkan.

**"Hoh? Cepat juga kau menangkap dasarnya. Otakmu memang bukan pajangan,"** Crimson memuji, meski nadanya tetap meremehkan. **"Sekarang, bangun. Sarapanmu sudah datang."**

*GRRRRR...*

Dari balik semak-semak yang gelap, muncul seekor serigala hutan berukuran dua kali lipat dari serigala biasa. Matanya hijau pekat dengan taring-taring panjang yang meneteskan air liur beracun. Monster tingkat rendah: *Direwolf*.

Ren refleks mundur satu langkah, tangannya langsung mencengkeram hulu pedang Crimson. Rasa takut sempat menyergap, namun insting predator di dalam darah vampirnya justru bergejolak, menuntut mangsa.

**"Jangan cuma mengandalkan ketajaman besiku, Bocah! Salurkan sedikit darahmu ke bilah pedang. Rasakan besi ini sebagai perpanjangan dari tanganmu!"**

Serigala itu melompat menerjang, mengincar leher Ren dengan kecepatan tinggi.

Di mata manusia biasa, gerakan itu pasti tidak terlihat. Tapi dengan *Blood Circulation* yang mempercepat persepsi matanya, Ren bisa melihat setiap helai bulu serigala itu yang bergerak maju.

Ren menggeser kaki kirinya ke belakang, merendahkan tubuhnya, dan mengalirkan energinya ke pedang. Bilah pedang Crimson yang tadinya hitam berkarat tiba-tiba memancarkan aura merah pekat yang tipis namun bergetar dengan frekuensi tinggi.

*SLASH!*

Ren tidak menebas secara brutal. Mengingat nasehat Crimson semalam, ia mengincar titik lemah—sendi kaki depan sang monster saat melompat.

Bilah darah itu memotong otot kaki serigala dengan sangat mulus. Monster itu melesat melewati Ren dan jatuh tersungkur ke tanah, melolong kesakitan karena kehilangan keseimbangan.

Tanpa membuang waktu, Ren berbalik dan menghujamkan ujung pedang Crimson tepat ke balik tengkuk kepala serigala tersebut, mengakhiri hidupnya seketika.

*Sreeeeet...*

Begitu monster itu mati, bilah pedang Crimson mulai menyedot darah segar dari luka serigala tersebut. Detak permata di gagangnya mengencang, dan sensasi hangat kembali mengalir ke tangan Ren, mengisi ulang energinya yang terkuras.

Ren terduduk di samping bangkai monster itu, napasnya terengah-engah tapi matanya berkilat penuh kepuasan. Untuk pertama kalinya dalam hidup, dia tidak merasa sebagai tikus distrik kumuh yang tidak berdaya. Dia punya kekuatan untuk melawan.

"Berapa lama... waktu yang kubutuhkan untuk bisa menyusup ke kota atas dan membunuh Kaelen Vance?" tanya Ren sambil menatap tangannya yang berlumuran darah monster.

**"Dengan bakatmu? Kalau kau cuma memburu serigala bodoh seperti ini, butuh waktu sepuluh tahun,"** jawab Crimson dingin. **"Tapi jika kau bisa menguasai bentuk pertama dari *Blood-Forged Style* dalam tiga bulan di hutan ini... kau bisa mendaftar ke Ujian Akademi Ksatria Kekaisaran. Masuk ke sarang serigala menggunakan identitas palsu, dan hancurkan mereka dari dalam."**

Ren berdiri, mencabut Crimson dari bangkai monster, lalu menyapukan sisa darah di bilahnya. Senyuman tipis dan dingin yang menjadi ciri khasnya kembali muncul.

"Tiga bulan," ucap Ren tegas. "Aku akan menguasainya dalam dua bulan."

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!