NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 3

Matahari makin meninggi di atas jalur maut Margonda, tapi semangat Kevin justru makin membara.

Setelah mendapatkan bintang lima pertamanya dari Viola, rasa percaya diri mantan beban keluarga ini melonjak drastis.

Ding!

[Misi Progres: 1/100 Orderan Selesai.]

[Pengingat Sistem: Pengguna masih harus menggagalkan 3 tindakan kriminalitas lokal di jalanan Depok untuk mengklaim Ruko Margonda.]

"Tiga kriminalitas, ya? Di Depok mah nyari ginian gak perlu nunggu tengah malem,"

gumam Kevin sambil memutar balik NMAX-nya di dekat lampu merah Ramanda.

Baru saja Kevin berniat memarkirkan motornya di dekat stasiun untuk mendinginkan mesin walaupun mesin teknologi dewa ini sebenarnya tidak bisa panas ponselnya kembali bergetar hebat.

Kali ini bukan aplikasi ojol biasa yang berbunyi, melainkan radar merah khusus dari Sistem.

Tet! Tet! Tet!

[Peringatan Bahaya Kriminalitas Terdeteksi!]

[Jenis Kejadian: Penjambretan bermotor.]

[Jarak: 400 meter dari posisi Pengguna, tepat di gang sepi belakang Mall Margo City.]

[Target Korban: Perempuan. Ditaksir mengalami kerugian materi dan trauma psikis.]

"Nah, ini dia! Pucuk dicinta, penjahat pun tiba!"

Kevin langsung memutar tuas gasnya dalam-dalam.

BRRRMM!

NMAX hitam itu melesat memotong jalur angkot nomor 03 yang sedang ngetem sembarangan, membuat sang sopir angkot mengumpat kasar.

Namun Kevin sudah tidak peduli. Berkat Kemampuan Refleks Dewa Berkendara, dia bisa membaca pergerakan lalu lintas seolah-olah semuanya berjalan dalam mode slow motion.

Hanya butuh waktu kurang dari tiga puluh detik bagi Kevin untuk sampai di lokasi yang ditunjukkan radar Sistem.

Sebuah gang yang agak rimbun dengan pohon-pohon besar, jalanan sepi yang sering dijadikan jalan pintas oleh pejalan kaki.

Di sana, pemandangan menegangkan sedang berlangsung.

Seorang gadis dengan pakaian kasual kaos putih polos dan celana jins sedang mempertahankan tas selempangnya dari tarikan dua orang pria berjaket kulit kumal yang mengendarai motor pretelan tanpa plat nomor.

"Lepasin! Tolong! Jambret!"

teriak gadis itu histeris. Suaranya terdengar tidak asing di telinga Kevin.

"Diem lu, Neng! Lepasin gak, atau gue bolongin muka lu!"

ancam pria yang dibonceng sambil mengacungkan sebilah pisau dapur yang berkilat di bawah sinar matahari.

"Nabila?!" Kevin terkejut saat mengenali wajah gadis itu.

Ternyata korban jambret tersebut adalah Nabila, anak pemilik warkop langganannya yang tadi pagi sempat menghiburnya!

Melihat pisau itu hampir mengenai lengan Nabila, darah Kevin langsung mendidih.

Dia tidak butuh instruksi dari Sistem lagi. Rasa setiakawan dan amarah lakilakinya langsung meledak.

"Woy, Curut! Beraninya berdua lawan cewek!" teriak Kevin menggelegar.

Sebelum kedua jambret itu sempat menoleh penuh, Kevin mengeksploitasi kecepatan NMAX-nya.

Dia tidak mengerem, melainkan melakukan teknik sliding ekstrem.

Ban belakang motornya menyapu permukaan jalan, menciptakan suara decitan dramatis, dan dengan presisi dewa, bodi samping NMAX-nya menghantam roda depan motor penjambret hingga mereka berdua terjungkal dramatis ke aspal.

BRAKK!

"Agh! Bangsat! Siapa lu?!"

umpat si joki jambret yang lengannya langsung lecet-lecet.

Kevin turun dari motor dengan gerakan tenang, melepaskan helm inkognito miliknya, lalu menatap kedua bandit itu dengan pandangan dingin.

Nabila yang terduduk di tanah dengan napas terengah-engah langsung melebarkan matanya.

"Kak... Kak Kevin?! Kok Kakak ada di sini?"

"Nanti jelasinnya, Nab. Kamu mundur dulu ke belakang motor Mas,"

ujar Kevin, mendadak mengganti panggilannya menjadi 'Mas' agar terdengar lebih protektif.

Efeknya instan, pipi Nabila yang tadinya pucat karena takut, mendadak merona merah muda.

Si jambret yang memegang pisau bangkit berdiri dengan geram.

"Ojol belagu! Nyari mati lu ya!"

Dia langsung menerjang Kevin, mengayunkan pisaunya secara membabi buta ke arah dada Kevin.

Jika itu Kevin yang dua hari lalu, dia pasti sudah lari terbirit-birit sambil menangis memanggil ibunya.

Tapi sekarang, di dalam darahnya mengalir Refleks Dewa. Di mata Kevin, gerakan tikaman pisau itu lambat sekali, mirip siput yang sedang berjalan.

Kevin hanya menggeser tubuhnya sedikit ke kanan. Pisau itu lewat di samping rusuknya tanpa menyentuh selembar benang pun dari jaket ojolnya.

Sebelum si jambret sempat menarik kembali tangannya, Kevin menangkap pergelangan tangan pria itu, memutarnya ke belakang dengan teknik kuncian instan yang tiba-tiba saja dikuasai otaknya berkat sinkronisasi Sistem.

KRETEK!

"AAAARRGH! Tangan gue patah!" jerit si jambret kesakitan. pisaunya terjatuh bebas ke aspal.

Melihat temannya dilumpuhkan dalam satu detik, si joki jambret yang masih terduduk langsung gemetar.

Dia mencoba menyalakan kembali motor pretelannya yang ambruk.

Namun, Kevin bergerak lebih cepat.

Dengan satu tendangan melingkar yang bertenaga, Kevin menghantam bagian samping helm si joki hingga pria itu pingsan seketika di tempat.

Gang sepi itu mendadak hening, hanya menyisakan suara erangan pelan dari jambret yang tangannya terkunci.

Ding!

[Kriminalitas 1/3 Berhasil Digagalkan!]

[Bonus Poin Aksi: Gaya bertarung Pengguna dinilai sangat efisien dan estetik. Reputasi Anda di mata Nabila meningkat drastis!]

Kevin menghela napas, melepas kunciannya lalu menginjak pisau di tanah agar tidak bisa dijangkau lagi.

Dia berbalik ke arah Nabila, lalu mengulurkan tangannya yang kekar dengan senyuman hangat khas cowok warkop yang ramah.

"Kamu gak apa-apa, Nab? Ada yang luka?" tanya Kevin lembut.

Nabila menatap uluran tangan Kevin dengan jantung yang berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya.

Di matanya, Kevin yang biasanya lemes dan malas-malasan di warkop, hari ini terlihat seperti pahlawan super yang keluar dari komik aksi.

"G-Gak apa-apa, Kak. Cuma gemeteran aja," bisik Nabila malu-malu,

sambil menyambut uluran tangan Kevin untuk berdiri. Begitu kulit mereka bersentuhan, Nabila merasa ada sengatan listrik aneh yang membuatnya enggan melepaskan genggaman itu.

"Untung ada Kak Kevin... Tapi, Kak Kevin sejak kapan jago berantem begini? Terus... motor gede ini punya siapa?"

tanya Nabila bertubi-tubi, matanya penuh rasa ingin tahu yang besar.

Kevin menepuk dahinya pelan dalam hati. Waduh, urusan repot nih.

Kalau gue bilang ini dari Sistem, bisa-bisa gue dibawa ke RSJ atau dituduh pesugihan babi ngepet sama warga RT sebelah!

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!