NovelToon NovelToon
TASBIH CINTA

TASBIH CINTA

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:557.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: tufa_hans

Zaskia terpaksa dimasukkan ke pesantren karena sikap sombong dan angkuhnya. Tidak mau mengecewakan sang papa, Zaskia pun berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Anggi—sahabat baiknya— selalu setia menemani Zaskia ke mana pun gadis itu pergi karena mereka adalah sahabat dari kecil bahkan sudah seperti saudara kandung.

Namun, Zaskia dan Anggi sama-sama mengagumi sosok Alkan yang tidak lain adalah putra Kyai Syarif, pengasuh Pondok Pesantren An-Nur. Akan tetapi, Alkan justru dijodohkan dengan Salimah, keponakan Kyai Syarif.

Lantas, siapakah yang akan menjadi pemilik hati Alkan sesungguhnya? Zaskia, Anggi, atau Salimah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemas

Alkan hanya menatap Kia dan Anggi sekilas, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan lapangan tersebut.

"Waw... Amazing. Gus Alkan keren banget sih, pinang aku dong bang!" ucap Anggi sambil tersenyum dan menelengkan kepalanya, setelah punggung Alkan menjauh tak terlihat.

Kia yang melihat tingkah Anggi yang sedang melihat kepergian Alkan menautkan alisnya lalu menjitak kepala Anggi. Anggi kaget dan seketika itu juga lamunannya ambyar.

"Apaan sih Ki...! kamu ganggu banget tau, kapan lagi aku bisa melihat wajah tampan Gus Alkan." Anggi memanyunkan bibirnya.

"Angkat kakimu, lalu jewer telingamu lagi! kau masih dihukum, jadi jangan bertingkah yang aneh-aneh kalau nggak mau hukumannya bertambah." Kia bicara datar tanpa menatap Anggi.

"Kamu kenapa sih Ki? semenjak kau berada di sini, sikapmu berubah dan itu semua membuatku tidak nyaman, aku merasa bukan sedang bersamamu tapi bersama orang lain." Anggi melengos.

"Bukankah kita dititipkan di sini agar kita berubah? kenapa kau masih bertanya padaku?" ucap Kia datar.

"Aku tau Ki, tetapi tak semestinya kau bersikap dingin padaku. Aku merasa kehilanganmu Ki, aku merindukanmu seperti kita sebelum masuk pesantren." Anggi tak dapat membendung genangan air matanya.

"Maafkan aku Nggi, aku nggak bermaksud kayak gitu. Namun, kita harus belajar lebih dewasa lagi, karena cukup sudah selama ini kita main-main. Dan aku janji, aku akan dengan serius menimba ilmu di sini agar orang tuaku bangga padaku, terutama ibuku yang sudah jauh di sana." Kia menundukkan kepalanya saat mengingat ibunya yang tak pernah bisa dipeluknya sama sekali, kecuali nisan yang tertancap di atas kuburan ibunya.

Anggi menatap Kia meskipun Kia tak menangis tapi Anggi tau kalau Kia sangat rapuh ketika mengingat tentang ibunya.

"Maaf kan aku Ki, aku nggak bermaksud membuatmu sedih. Aku hanya ingin kau tetap bersikap seperti dulu padaku, jangan pernah berubah padaku meskipun kau ingin merubah dirimu menjadi orang yang lebih baik," ucap Anggi.

"Kau tak perlu minta maaf, karena aku membuatmu tak nyaman dengan sikapku yang berusaha telah ku ubah." Kia menoleh menatap Anggi sambil tersenyum.

" Makasih Ki." Anggi memeluk Kia dengan perasaan terharu.

...💝💝💝💝💝...

Bel sekolah berbunyi. Petanda waktu jam pulang sekolah para santri.

"Ki..., aku mau pingsan nih, aku boleh ke kamar nggak? aku udah haus banget." Anggi merengek.

"Anggi, tunggulah sebentar lagi. Jika Ustazdah kesini maka kita boleh menyudahi hukuman kita," ucap Kia.

"Ya udah, kalau kau mau pingsan ya pingsan saja. Siapa yang ngelarang coba?" ucap Kia malas.

"Kia... , kau menyebalkan sekali sih." Anggi komat kamit saking keselnya sama Kia.

"Kia, Anggi... kalian boleh pulang, jangan ulangi kesalahan itu lagi." Zulaika menghampiri Kia dan Anggi, lalu menasehati keduanya.

"Baik Ustazdah." Kia menundukkan kepalanya begutipun dengan Anggi.

Zulaika meninggalkan Kia dan Anggi yang masih berdiri di lapangan. Namun, belum sempat pergi menjauh tiba-tiba Kia berteriak dan membuat Zulaika menoleh. Zulaika begitu terkejut saat mendapati Anggi tergeletak di lapangan tak sadarkan diri meskipun Kia mengguncang-guncangkan tubuhnya.

"Ada apa Ki?" ucap Ustazdah Zulaika.

"Sebenarnya Anggi mengeluh kehausan dari tadi, mungkin Anggi hanya kecapean Ustazdah." Kia menepuk-nepuk pipi Anggi, berharap Anggi akan bangun. Namun, Anggi tetap memejamkan matanya.

"Cepat bawa ke UKS." Zulaika cemas karena dirinya menghukum Kia dan Anggi begitu lama, cuma karena dia merasa iri karena Kia dan Anggi bisa dekat dengan Neng Arofah meskipun mereka baru.

...🍒🍒🍒🍒🍒...

...TBC...

1
lilis indri hastuti
cie2 arofah penasaran ya sama kia
lilis indri hastuti
semoga alkan dan kia berjodah/Drool/
lilis indri hastuti
mulai seru nieh
lilis indri hastuti
kangeeen
lilis indri hastuti
lanjut thor
lilis indri hastuti
Alhamdulillah semoga sesuai harapan/Heart/
Dyah Oktina
rasa sakit yg raka buat kali thor...
Dyah Oktina
namanya mirip kakak adek... ardian...adrian.... jd suka bingung 🤭✌️😁
Dyah Oktina
Waduh... raka... Kamu mendua kan.. kasihan anggi... kenapa ngak terus terang sampai ortunya kla sdh menikah ... kan jd ada 2 hati mungkin lebih yg tersakiti kan kamu pengecut raka
Dyah Oktina
wah... kla begitu kasihan anggi.. d jodohkan.. mana masih punya pacar😔
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
semangat terus thor.. 💪🏻💪🏻💪🏻
Suparti Fadhil
hadeh kisah Aska sm Zahra digantung jg g ada kelanjutannya
Suparti Fadhil
biasanya kyai itu sangat bijaksana banget kok dipart ini sy g melihat wibawanya pak kyai y
Rina Yulianti
lanjut tapi jangan pisahkan kia dan alkan ...semoga kia nya sembuh
fa _azzahra
ko pas menyematkan cincin ga diwakili oleh orang tuanya ya.bukan nya ga blh bersentuhan laki dan perempuan bkn mahram
fa _azzahra
lbh enak dibaca kalau jangan pakai kata 'kau tapi 'kamu🙏🙏
lutfia aliya
😭😭😭
lutfia aliya
mewek thor 😭😭😭
Magdalena
ok kk menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!