Menikah dengan orang yang dicintai adalah kebahagiaan yang luar biasa. tapi apakah kebahagiaan itu akan bertahan lama jika seorang malaikat kecil tidak ada di tengah keluarga kecil itu?
Ella yang tidak bisa hamil dipaksa harus menerima pernikahan kedua sang suami.
Karena kekejaman sang suami membuat Ella tidak tahan dan meninggalkan surat gugatan cerai serta pergi meninggalkan rumah dengan luka dihati dan luka di tubuhnya.
"Ada syarat agar bisa sepenuhnya sembuh dari luka, yaitu kamu tidak boleh memaksakan diri untuk menghapus lukamu, kamu harus menerima luka itu, tiap luka akan menjadi peta untuk kehidupanmu, jadi alih-alih untuk menyembuhkan luka itu, bagaimana kamu mencoba untuk menerimanya saja?" ujar seorang pria pada Ella
Bagaimana lika-liku perjalanan pernikahan serta kehidupan seperti apa yang akan dilalui Ella?.
****
Instagram : @Latyvolia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Tidak diSengaja
"Baik, aku akan membawanya" ucap Ella tersenyum
"Semua keterangan ada disini" ucap Xyla sambil memberikan satu lembar kertas yang dimasukkan kedalam amplop putih.
Ella mengambil kertas itu dan ia tidak lupa meminta nomor ponsel Xyla "Terimakasih, aku akan menghubungi kamu kembali" ucap Ella memasukkan surat itu kedalam tasnya
Ella berjalan keluar ruangan dengan keadaan murung, Xyla melihat raut wajah Ella "Kehidupan pernikahan seperti apa yang kamu jalani El?" batin Xyla
Xyla merasa curiga dengan gelagat Ella "Aku akan bertanya ketika dia menghubungiku" batin Xyla
Setelah Ella keluar dari ruangan Xyla, ia penasaran dengan surat yang ada didalam tasnya dan ingin memastikan apakah yang di ucapkan Xyla memang benar.
Ella membuka surat itu dan membacanya dengan seksama, senyuman manis terbit dibibir Ella "Aku harus memberitahukan berita ini pada mama" ucap Ella senang
Hasil yang memuaskan itu membuat Ella tersenyum sepanjang jalan, ia sangat bersemangat untuk pulang dan memberitahukan kepada mama Nio.
"Aku berharap ketika mama melihat ini, maka mama akan berlaku baik padaku" ucap Ella dengan tersenyum
Ia berjalan dan memasuki mobilnya, Ella membuka kaca mobil dan merasakan tiupan angin yang menyentuh kulitnya.
Saat menyusuri jalan, Ella melihat kekanan dan kekiri dan terlihat diujung jalan sana terdapat sebuah cafe, Ella sangat ingin meminum kopi dan menenangkan pikirannya.
Ella turun dari mobilnya dan berjalan memasuki cafe, namun saat berada didepan pintu cafe, Ella menabrak seseorang yang hanya berdiri didepan pintu.
"Aduh" ucap Ella terkejut sambil mengelus-elus hidungnya yang tertabrak dengan punggung orang itu
Orang itu merasakan ada yang menabraknya "Kalau jalan pakai mata, bukan hanya pakai kaki" ucap seseorang itu dengan datar
Ella sedikit kesal mendengar ucapan orang itu "Hei, untuk apa kamu berdiri didepan pintu?, kamu yang menghalangi jalanku hingga membuatku menabrakmu" ucap Ella lalu mendongakkan kepalanya
Ia terkejut melihat seseorang itu adalah orang yang dikenalnya "Kamu..." ucap Ella terkejut karena tidak menyangka jika bertemu dengan tuan muda Eric.
Eric menundukkan kepalanya tapi tidak melepas kacamata hitamnya "Sepertinya ini yang ke tiga kalinya kamu menabrakku, apa memang itu kebiasaanmu?, aku sudah mengatakan untuk tidak ada yang ke tiga kalinya" ucap Eric dengan datar
Ella sangat muak mendengar ucapan Eric, ia selalu menyindir Ella dengan sebuah tabrakan yang tidak disengaja "Lalu kamu akan berbuat apa?" tanya Ella kesal
Eric menundukkan kepalanya "Aku akan mengikatmu dan tidak akan melepaskanmu" bisik Eric
Ella menjauhkan kepalanya "Jangan gila, aku sudah mempunyai suami" ucap Ella sambil meninggalkan Eric yang amsih berdiri didepan pintu
Eric mengikuti Ella masuk kedalam cafe, Ella memilih duduk disudut ruangan dan diikuti oleh Eric.
Eric duduk dihadapan Ella "Suami istri bisa saja cerai" ucap Eric santai
Ella membulatkan matanya "Aku tidak akan menceraikan Nio" ucap Ella dengan menekan semua perkataannya
"Kita lihat saja, kamu yang menggugat cerai atau suami mu itu" ucap Eric santai
Ella memesan americano dan Eric juga mengikuti apa yang Ella pesan.
"Saat pertama kali menabrakmu, aku mengira kamu orang yang sangat dingin, tapi setelah beberapa kali berjumpa, sepertinya pendapatku salah, karena kamu orang yang menyebalkan" ucap Ella kesal dan menyesap minuman yang sudah dipesan.
Eric tidak menjawab ucapan Ella, ia hanya mengangkat bahunya tanda tidak perduli lalu menyesap minumannya.
Eric melirik arloji yang ada di tangannya, ia langsung bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja tanpa meninggalkan sepatah katapun.
"Sikap yang tidak pantas dicontoh" celoteh Ella
Saat Ella ingin membayar minumannya, pelayan menagih Ella dua kali lipat, awalnya ia terlihat binggung namun lehernya memutar kesudut meja, disana terdapat dua gelas selain dirinya berarti milik Eric.
"Tuan muda mana yang membiarkan ibu rumah tangga sepertiku membayar minumannya, sungguh sial nasibku" gerutu Ella kesal
Ella membayar kedua minuman itu, ia memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang.
Ia sangat bersemangat hingga menambah kecepatan mobilnya, Ella sungguh tidak sabar memberikan kabar baik ini pada mama Nio.
Sesampai dirumah, Ella melihat mama Nio berdiri didepan rumah dengan raut wajah marah dan melipat kedua tangannya.
Mama Nio menatap Ella dengan tajam "Pergi kemana kau?, kau tidak meminta izin padaku lagi?" tanya mama Nio dengan meninggikan suaranya
"Aku sudah bilang kepada pelayan, karena Aku akan pergi kerumah sakit ma" ucap Ella dengan sedikit gugup
"Kau sangat pandai berbohong Ella" ucap mama Nio dengan mengeluarkan beberapa foto yang ia dapat.
"Apa ini yang kau bilang kerumah sakit?" tanya mama Nio menatap Ella dengan tajam
Mama Nio melempar foto-foto itu tepat diwajah Ella, ia terkejut saat foto-foto itu di lempar tepat diwajahnya, Ella menunduk kebawah dan melihat foto dirinya dengan tuan muda Eric.
"Aku memang dari rumah sakit ma, saat perjalanan pulang, aku mampir kecafe dan tidak sengaja bertemu dengan tuan muda" jelas Ella dengan menatap mama nio dengan raut wajah sendu
"Sudah beberapa kali aku memergoki mu bersama tuan muda, kau selalu saja berdalih, mama semakin yakin, jika kebangkrutan perusahaan kami adalah ulahmu" ucap mama Nio menunjuk bahu Ella dan menekannya, hingga Ella mundur secara perlahan
Ella diam, ia sungguh tidak tahu jika pertemuan tidak sengaja ini menimbulkan segala macam masalah pada kehidupan pernikahannya.
"Mengapa kamu diam?, kamu benar-benar selingkuh dari Nio?, apa karena dia lebih kaya makanya dengan sangat mudah kamu membuat kami bangkrut demi membalaskan perbuatan Nio" ucap mama nio
"Tapi itu semua karena persetujuanku ella, jadi jangan membalaskan dendam mu pada kami" ucap mama Nio
"Sungguh wanita murahan, tidak ada gunanya Nio menikah denganmu, Celin lebih baik darimu" ucap mama Ella menunjuk dahi Ella dan menekannya hingga kepala Ella bergerak kebelakang beberapa kali.
Mama Nio pergi meninggalkan Ella yang masih berdiri didepan pintu, para pelayan dan penjaga melihat semua adegan yang dilakukan oleh mama Nio.
"Wanita itu sungguh keterlaluan, jika dia bukan majikanku, aku dengan senang hati mencincang dagingnya dan memberikannya kepada hewan buas" ucap Hamy dengan *******-***** handuk yang ada di tangannya
"Sungguh nyonya besar sangat tidak berperasaan, sekarang nyonya Ella menjadi tontonan semua orang" ucap Zia sedikit sedih
"Jika nyonya Ella keluar dari rumah ini, aku bersedia mengikutinya" ucap Keyla dengan pendirian
Ella memasuki rumah dengan wajah yang menunduk, ia tidak kuasa menahan air matanya, rasa malu serta rasa sakit kini menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Sakit sekali" gumam Ella memegang dadanya yang berdetak cepat
Bersambung...
☠️⃝🖌️M⃤
Hai Author...salam kenal dari Hello Bella
klo ngantuk,tidur dulu ya😂💪