NovelToon NovelToon
THE 13TH FLOOR

THE 13TH FLOOR

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:221
Nilai: 5
Nama Author: Putri CS

1. "THE 13TH FLOOR"

Genre: Horror • Mystery • Psychological • Plot Twist

Sinopsis: Sekelompok siswa mengikuti study tour ke sebuah hotel tua. Hotel itu hanya memiliki 12 lantai... tapi setiap jam 00.13, lift selalu berhenti di lantai 13.

Anehya, lantai itu tidak ada di denah hotel.

Satu per satu siswa yang turun ke lantai itu mulai menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri CS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7 denah yang berubah

Simbol yang sama persis dengan lambang hotel.

"Jadi... Kamar 1307 benar-benar ada?" bisik Dimas.

"Tapi di mana?" tanya Naya.

Belum sempat mereka berdiskusi lebih jauh, terdengar suara musik dari pengeras suara hotel.

"Seluruh peserta study tour dimohon berkumpul di lobi. Bus akan kembali dalam lima menit."

Rombongan sudah pulang.

"Ayo, cepat!" kata Alea.

Keanu buru-buru melipat surat itu dan memasukkannya ke saku.

Mereka berlari menuju lobi, berusaha bersikap senormal mungkin.

Namun saat Alea melewati meja resepsionis...

Ia melihat resepsionis tua itu sedang menatap mereka tanpa berkedip.

Perlahan pria tua itu menggelengkan kepala.

Lalu berbisik sangat pelan...

"Kalian terlambat..."

Alea berhenti.

"Terlambat... untuk apa?"

Resepsionis itu tidak menjawab.

Ia hanya mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah jam dinding.

Jarum panjangnya bergerak sendiri.

Bukan ke angka dua belas...

Melainkan berhenti tepat di angka...

Alea memandangi jam dinding itu tanpa berkedip.

Jarum panjang yang tadi berhenti di angka 13 perlahan kembali bergerak seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Saat ia menoleh ke arah resepsionis...

Pria tua itu sudah tidak ada.

"Lea!"

Suara Naya membuyarkan lamunannya.

"Ayo, guru udah manggil."

Alea mengangguk pelan. Namun sebelum pergi, ia sempat melirik meja resepsionis sekali lagi. Di atas meja itu tergeletak sebuah buku tamu yang terbuka.

Di halaman terakhir...Ia melihat enam nama.

Alea Pramesti.

Naya Andini.

Raka Mahendra.

Keanu Ardi.

Dimas Prakoso.

Liora Anindya.

Tanggal check-in yang tertulis membuat darah Alea terasa membeku.

17 Juli 2006.

Padahal mereka baru tiba kemarin.

"Lea!"

Alea buru-buru menutup buku itu lalu menyusul teman-temannya.

Siang itu, guru mengajak seluruh siswa mengunjungi museum di dekat pegunungan.

Namun pikiran keenam sahabat itu sama sekali tidak berada di sana.

Mereka terus memikirkan surat, kunci kamar 1307, dan buku tamu yang mustahil.

Sepulang dari museum, hujan kembali turun.

Bus berhenti di depan hotel tepat pukul enam sore.

Saat semua siswa masuk ke lobi, listrik tiba-tiba padam.

"Anak-anak, jangan panik!" teriak salah satu guru.

Beberapa detik kemudian, lampu menyala lagi.

Namun ada sesuatu yang berubah.

Di dekat lift kini tergantung sebuah denah hotel.

"Aneh..." gumam Keanu.

"Kemarin denah itu nggak ada."

Mereka mendekat.

Denah tersebut menunjukkan dua belas lantai seperti biasa.

Tetapi di bagian bawah terdapat tulisan kecil yang nyaris tidak terlihat.

«'Untuk keadaan darurat, gunakan tangga servis.'»

Liora mengernyit.

"Lihat ini."

Ia menunjuk gambar tangga servis.

Tangga itu tidak berakhir di lantai dua belas.

Melainkan berlanjut ke sebuah lantai yang diberi tanda samar.

13.

"Jadi lantai itu memang ada..." bisik Raka.

Saat Keanu menyentuh denah itu...Seluruh gambar hotel berubah Garis-garisnya bergerak sendiri.

Lorong-lorong bergeser Nomor kamar berpindah.

Dan selama beberapa detik...

Muncul sebuah ruangan kecil di sudut lantai tiga belas.

Di atasnya tertulis jelas.

KAMAR 1307

Alea buru-buru mengeluarkan ponselnya untuk memotret denah itu.

Klik!

Namun begitu hasil fotonya dibuka...Yang terlihat hanya layar hitam Tak ada gambar apa pun.

Saat mereka kembali melihat denah di dinding...

Tulisan Kamar 1307 sudah menghilang.

Denah itu kembali normal.

Seolah tidak pernah berubah.

Tiba-tiba terdengar suara pelan dari belakang mereka.

"Kalian... juga melihatnya?"

Mereka semua menoleh bersamaan.

Seorang petugas kebersihan tua berdiri sambil membawa ember dan kain pel.

Wajahnya tampak ketakutan.

Ia menatap keenam siswa itu satu per satu.

Lalu berkata dengan suara gemetar,

"Kalau kalian masih ingin pulang..."

"...jangan pernah mencari kamar itu."

Belum sempat mereka bertanya lebih jauh...

Pria tua itu menjatuhkan embernya.

Air tumpah ke lantai.

Ia memandang ke arah lift dengan mata membelalak.

"Tidak..."

"Bukan sekarang..."

DING...

Pintu lift terbuka perlahan.

Namun kali ini...Di dalam lift sudah ada seseorang gadis kecil bergaun putih.

Ia menggenggam boneka hangus yang sama.

Lalu perlahan...Ia mengangkat tangannya.

Mengajak Alea masuk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!