NovelToon NovelToon
Pacar Gamerku Ternyata Bosku

Pacar Gamerku Ternyata Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara riuh rendah khas jam kosong di kelas 10-MIPA 3 selalu didominasi oleh dua hal: gosip hangat di pojok belakang, atau teriakan frustrasi dari gerombolan siswa di baris tengah. Bagi Naomy, suara yang kedua jauh lebih mengganggu sekaligus memicu rasa penasarannya belakangan ini.

​"Kiri, kiri! Woy, lindungi gue! Ah, telat lo, mati kan gue!"

​"Sabar, cooldown skill gue masih jalan! Mundur dulu, mundur!"

​Naomy menghentikan goresan pulpennya di atas buku catatan Biologi. Ia menoleh ke arah meja milik Tasya dan sisa gengnya. Tiga gadis yang biasanya sibuk membahas drama Korea atau warna lipstik terbaru itu kini tengah menunduk dalam-dalam, menatap layar ponsel masing-masing dengan posisi lanskap. Ibu jari mereka bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal, sementara wajah mereka tampak sangat tegang, seolah-olah masa depan bangsa sedang dipertaruhkan di dalam layar berukuran enam inci tersebut.

​Rasa asing itu mulai merayap di dada Naomy. Fear of Missing Out. FOMO. Istilah yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu Dan Kebebasan

​Suasana di ruang makan mewah itu semakin memanas. Sebelum Papa Valerie sempat meluapkan kemarahannya atas ketegasan Raka, Valerie ikut bangkit dari kursinya. Ia berlutut di samping kursi kedua orang tuanya, melepaskan seluruh keangkuhan sebagai seorang putri konglomerat yang selama ini ia tampilkan.

​"Papa, Mama... Valerie mohon," bisik Valerie dengan suara yang mulai bergetar menahan tangis. Air mata yang jarang sekali ia perlihatkan kini menetes membasahi pipinya. "Selama ini Valerie selalu ikuti semua kemauan Papa dan Mama. Valerie sekolah di jurusan yang Papa pilih, berpakaian sesuai selera Mama, bahkan berusaha menjadi putri yang sempurna di mata relasi bisnis Papa."

​Mama Valerie tertegun, tangannya terangkat mengambang di udara, hendak mengusap kepala putrinya namun terhenti oleh rasa terkejut.

​"Tapi untuk urusan pendamping hidup... Valerie mohon, biarkan Valerie pilih bahagia Valerie sendiri," lanjut Valerie sambil menatap mata papanya dengan tatapan penuh rasa iba dan permohonan yang mendalam. "Raka punya wanita yang sangat dia cintai dan perjuangkan. Valerie juga punya seseorang yang tulus mencintai Valerie apa adanya di sana. Jangan paksa kami hidup dalam kepalsuan seumur hidup hanya demi sebuah investasi bisnis, Pa... Ma..."

​Pengakuan tulus dari Valerie dan sikap pantang menyerah dari Raka membuat kedua keluarga besar itu bungkam. Pria-pria hebat yang biasanya mengendalikan pergerakan saham bernilai miliaran rupiah itu kini mendadak terdiam di hadapan anak-anak mereka sendiri.

​Papa Valerie menghela napas panjang dan berat. Ia memandangi putrinya yang berlutut di lantai, lalu beralih menatap Subroto Andandra yang masih berdiri mematung.

​"Subroto..." suara Papa Valerie terdengar jauh lebih pelan, kehilangan nada kepemimpinannya yang tajam. "Sepertinya... anak-anak kita memang sudah dewasa. Mereka tahu betul apa yang mereka inginkan."

​Subroto meremas tepian meja makan. Amarahnya yang semula membumbung tinggi perlahan meluruh, berganti dengan rasa tamparan keras di dadanya. Ia melihat bagaimana Raka siap mempertaruhkan seluruh harta dan jabatannya—sesuatu yang dibangun Subroto bertahun-tahun—hanya demi mempertahankan prinsip dan cintanya.

​Subroto memejamkan mata sejenak, mengembuskan napas berat yang sarat akan kekalahan sekaligus rasa bangga yang terselubung.

​"Kalian berdua..." gumam Subroto akhirnya, membuka mata dan menatap Raka serta Valerie bergantian. "...benar-benar anak-anak yang keras kepala."

​Keheningan yang sempat mencekam di dalam ruang makan mewah itu perlahan mencair. Subroto Andandra mengamati Raka yang masih berdiri tegak di hadapannya. Di dalam matanya yang biasanya diisi oleh ambisi bisnis, kini Subroto melihat cerminan dirinya sendiri waktu muda—seorang pria yang pantang mundur dan rela melakukan apa saja demi mempertahankan kebenaran serta orang yang dicintainya.

​Subroto menarik napas dalam-dalam, lalu kembali duduk di kursi kebesarannya. Ketegangan di bahunya mereda.

​"Papa mengumpulkan kekayaan dan membangun Andandra Group dari nol agar kamu memiliki masa depan yang kuat, Raka," ucap Subroto dengan suara yang jauh lebih lembut, kehilangan nada tinggi yang penuh amarah tadi. "Tapi Papa lupa... bahwa hal tersulit yang harus dibentuk dari seorang pemimpin bukanlah kekayaannya, melainkan karakter dan keteguhan hatinya."

​Subroto menatap Raka dengan tatapan haru yang jarang sekali ia perlihatkan.

​"Kalau kamu sampai rela melepas semua harta dan jabatanmu demi wanita itu... berarti dia memang sangat berarti buat kamu," lanjut Subroto seraya mengangguk pelan. "Baiklah. Perjodohan ini resmi dibatalkan."

​Mendengar keputusan itu, Valerie langsung mengembuskan napas lega dan memeluk mamanya yang ikut mengusap air matanya dengan haru. Papa Valerie tersenyum tipis dan menyalami Subroto sebagai tanda kesepakatan bahwa persahabatan dan hubungan bisnis mereka tidak akan rusak hanya karena pembatalan ini.

​Sementara itu, Raka tertegun sejenak. Beban seberat gunung yang selama ini menindih dadanya mendadak runtuh tak berbekas. Senyum penuh rasa syukur yang sangat tulus mengembang di wajahnya.

​"Terima kasih, Pa... Terima kasih banyak," ujar Raka dengan suara bergetar, lalu melangkah mendekat untuk memeluk sang Papa.

​"Sudah, jangan bikin Papa malu di depan keluarga Valerie," bisik Subroto sambil menepuk-nepuk punggung tegap putranya. "Sekarang urus perusahaanmu dengan baik. Dan cepat bawa wanita pilihanmu itu ke rumah ini. Papa ingin melihat sehebat apa wanita yang bisa membuat putra tunggal Papa berani membangkang seperti ini."

​"Pasti, Pa. Secepatnya," jawab Raka mantap.

​Malam itu, Raka akhirnya mendapatkan kembali kebebasannya. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi penghalang. Esok hari, ia akan kembali ke lereng gunung itu untuk menjemput Naomy—bukan lagi secara sembunyi-sembunyi, melainkan untuk membawanya pulang sebagai satu-satunya wanita yang akan mendampingi hidupnya.

1
dinda.glow
haloo izin mampir ya... saling mampir yuk
bsjelfjbrndsabdvr
nyimak😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!