Aleta Quenby Elvina gadis berusia 21 tahun. yang terpaksa harus menikah dengan CEO tampan kaya raya, Ia dijodohkan oleh orang tua nya karena alasan orang tua nya lelah dengan sikap Aleta yang tidak bisa diatur, jadi orang tua Aleta memilih menikahkan Aleta dengan teman kolega papa nya. dengan harapan Aleta dapat berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
Namun, ternyata hal itu tidak membuat Aleta berubah malah ia semakin menjadi jadi, dan tidak terkontrol. karna menurut nya dengan ia menikah ia akan menjadi lebih bebas. dan terlepas dari aturan orang tua nya.
akankah pernikahan mereka akan berjalan dengan lancar? ataukah sebaliknya? apakah Aleta akan merasakan bahagia dengan pernikahannya?
selamat membaca ya, dan mohon dukungan nya teman teman☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viannakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 13 - siapa?
Pagi hari di maldives di awali dengan pemandangan laut yang sangat indah, dari jendela kamar hotel yang ditempati oleh Tama dan Aleta.
Aleta tersenyum memandang laut dari kamar hotel nya.
"Pagi maldives, duh enak banget bangun tidur gini langsung Mandang laut yang bagus banget" ucap nya
Dia memandang sekeliling kamar, dan tidak menemukan Tama di manapun. Bahkan jika Tama berada di kamar mandi akan terdengar suara gemercik air tapi ini tidak sama sekali. Lalu kemana Tama sekarang?
"Om Tama kemana?" Gumam Aleta
Tak lama setelah itu terdengar suara pintu terbuka, dan Aleta langsung melihat kearah pintu. Memunculkan Tama yang baru saja datang dari luar
"Om Tama darimana?" Tanya Aleta saat Tama sudah masuk, Tama yang tak melihat Aleta yng sudah terbangun pun sedikit terkejut
"Oh kamu sudah bangun, saya abis dari pantai jalan sebentar sekaligus mencari udara segar" jelas Tama
Aleta langsung memandang tajam kearah Tama, curang sekali Tama jalan jalan ke pantai tapi tidak megajak nya.
"Kok om gak bangunin gue, kan gue juga mau jalan jalan juga" ucap nya sedikit teriak
"Kamu tidur sangat nyenyak saya tidak tega buat bangunin nya"
"Padahal bisa di bangunin aja, pake alesan gak tega segala. Bilang aja memang gak mau ngajak jalan jalan" Aleta mendumal kesal, tapi Tama sudah sering menghadapi Aleta yang seperti itu, jadi dia tidak terlalu memikirkan nya
"Yasudah kamu mandi dulu, kita cari sarapan baru setelah itu kita jalan jalan ke pantai" Tama menyuruh Aleta untuk segera mandi.
Dan Aleta pun tersenyum senang mendengar Tama yang akan mengajaknya jalan jalan ke pantai. Dengan segera dia bergegas untuk mandi
"Okee om gue mandi dulu" ucap nya semangat
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
"Duh gak sabar banget buat cepet cepet main di pantai" Ucap Aleta sambil memakan makanan nya. Saat ini mereka sedang berada di restoran hotel.
Sarapan dengan memandang keindahan pantai dari sini sungguh tidak terbayangkan oleh Aleta. Ternyata tidak ada salah menuruti keinginan mamah nya itu, karena sekarang aleta merasa senang dengan tempat yang di pilihkan oleh mamah nya untuk honeymoon. Ya, walaupun awal nya dua terpaksa.
"Habiskan makanan nya biar cepet bisa main ke pantai" ucap tama sambil menyeruput kopi nya, makanannya sudah habis dan sekarang tinggal menunggu Aleta menghabiskan makanan nya.
"Heem" cepat cepat Aleta menghabiskan makanannya
"Pelan pelan makan nya nanti bisa terse.." belum selesai Tama berkata memperingati Aleta dia sudah mendengar suara Aleta yang terbatuk
"Uhuk uhuk....."
"Kan baru mau saya bilang buat pelan pelan" Tama mengambilkan jus jeruk untuk Aleta dan menyerahkan nya "nih minum dulu"
Aleta langsung menerima jus jeruk itu, lalu segera meminum nya.
"Sakit om tenggorokan nya" rengek Aleta
"Makanya pelan pelan makan nya supaya tidak tersedak" Tama menepuk pelan punggung Aleta
"Udah ah gak mau makan lagi" dan akhirnya Aleta pun ngambek tidak ingin melanjutkan makan nya lagi
"Loh di habiskan dong, mubazir loh buang buang makanan" Tama melihat makanan Aleta yang masih tersisa lumayan banyak, karena Aleta baru memakan nya sedikit saja
"Gak mau, om aja kalau mau yang habisin" Aleta tetap tidak mau menghabiskan makanan nya, dan Tama pun akhirnya menghabiskan makanan Aleta karena sangat mubazir jika tersisa.
"Om bawa kamera enggak?" Tanya Aleta
Tama pun mencoba mengingat apakah dia membawa kamera atau tidak, tapi seingatnya sih dia membawa kamera.
"Gak tau, coba saya periksa dulu ya kamu tunggu disini" Tama pergi ke kamar untuk memeriksa apakah dia membawa kamera atau tidak
"Okee"
Sambil menunggu Tama yang mencari kameranya Aleta bermain ponsel dan membuka aplikasi kamera, dia mencoba mengambil gambar dengan ponsel nya
"Bagus" dia tersenyum senang melihat hasil jepretan nya.
Tak lama Tama pun datang membawa kamera.
"Mau ke pantai sekarang atau nanti?" Melihat Tama yang berdiri di sampingnya sambil membawa kamera Aleta tersenyum senang, dengan segera dia bangkit dari duduk nya dan mengajak tama untuk segera ke pantai
"Sekarang deh Ayuk" ucap Aleta, lalu Tama mengikuti Aleta yang sudah jalan lebih dulu
...\=\=\=\=\=\=\=...
Aleta terlihat senang saat bermain air, seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak kepantai. Dan Tama sedari tadi hanya memotret Aleta secara diam - diam. Karena momen yang seperti akan sangat langka melihat sikap Aleta yang sangat tidak bersahabat dengan dirinya.
"Om fotoin gue doang" Aleta yang sibuk bermain air meneriakkan Tama yang sedang memotret objek lain
Tama yang diteriakki pun menoleh kearah Aleta dan menyuruh Aleta untuk berpose
"Okee, kamu pose yang cantik ya" ucap nya bercanda, dan aleta pun menurut dia pun memejamkan matanya sambil tersenyum kearah kamera. Dan Tama langsung memotret nya
"Udah belum om"
"Udah" Aleta langsung membuka matanya dan berlari menghampiri Tama untuk melihat hasil jepretan nya.
"Mana sini gue mau lihat" Tama memberikan kamera nya kepada Aleta yang langsung di terima oleh Aleta
"Ihh bagusss gue nya cantik banget" Aleta senang sekali melihat foto nya yang sangat bagus, dia pun terus melihat - lihat foto yang lain dan menemukan foto dirinya yang sedang bermain air.
"Loh? Om foto gue diem diem ya?" Tanya Aleta memicingkan matanya curiga
"Eh" tama menjadi bingung saat ketahuan Aleta, dan dia pun langsung mwngakui nya "hehe iya, maaf ya" tapi dia langsung meminta maaf
"Isss yaudah gak papa gue nya juga kelihatan cantik kok" Tama fikir aleta akan marah tapi ternyata tidak. Dia malah terlihat senang melihat foto foto dirinya yang Tama ambil secara diam diam
"Kesana yuk om, kaya nya bagus buat foto foto" Aleta menarik Tama untuk mencari tempat yang lebih bagus untuk berfoto foto.
dan lagi lagi Tama hanya mengikuti saja Aleta kemana pun, sampai saat mereka sedang berjalan tiba tiba saja Aleta berhenti, membuat Tama bingung kenapa Aleta berhenti tiba tiba
"Aleta? kenapa?" tanya Tama karena Aleta tetap diam sambil memandang kearah depan
"bentar om? kok gue kaya kenal ya sama orang itu?" matanya terus memandangi seseorang yang berada tak jauh dari tempat nya sekarang.
Tama mengikuti arah pandang Aleta dan menemukan seorang pria yang sedang memotret pemandangan sekitar
"cowok itu?" tunjuk Tama kearah pria itu, karena saat dia mengikuti arah pandang Aleta hanya lelaki itulah yang ia lihat
"heem" dan Aleta mengiyakan jika lelaki yang Tama tunjuk itu adalah seseorang yang ia saat ini ia pandangi.
"bentar ya om gue samperin dulu orang nya kaya nya sih emang orang yang gue kenal" tanpa menunggu Tama berbicara Aleta langsung saja menghampiri orang yang ia kenal itu.
dan Tama hanya memandangi nya saja Aleta yang menghampiri lelaki itu, dan ternyata benar Aleta mengenal lelaki itu terlihat sekarang mereka yang cipika cipiki seperti mereka yang baru saja bertemu setelah sekian lama.
"siapa?" pertanyaan itu yang sedari tadi berada di pikiran nya. Aleta terlihat sangat akrab sekali dengan lelaki itu bahkan mereka tertawa bersama beda sekali saat Aleta dengan Tama yang selalu saja judes jika berkata kepadanya.
melihat itu ada rasa panas di hatinya sedikit, kenapa Aleta bisa dengan begitu mudah nya tertawa bersama pria lain di depan suami nya sendiri. apakah Aleta tidak berfikir jika ada Tama disini yang melihat nya.
dengan kesal dia memilih mengalihkan pandangan nya dari mereka dan memotret pemandangan sekitar untuk mengalihkan rasa kesal nya yang melihat Aleta bersama lelaki lain.
tapi tak lama dia merasakan pundak di tepuk dengan seseorang, dan dia pun menoleh untuk melihat nya
"udah?" tanya saat dia melihat Aleta telah berdiri di samping nya
"udah" jawab Aleta, dan Tama melihat binar bahagia dari Aleta seperti Aleta baru saja menemui lelaki yang dia sukai
"siapa?" tanya sedikit ketus, sungguh dia sangat penasaran sekali dengan lelaki itu.
"oh itu, temen kebetulan dia lagi liburan juga disini" tapi Aleta tidak menyadari nada bicara Tama sedikit ketus itu, dia malah dengan enteng nya menjawab pertanyaan Tama tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
"oh" dan Tama hanya menanggapi cuek, dia pun memilih untuk meninggalkan Aleta dan mencari spot foto yang lebih bagus
"loh om mau kemana?" melihat Tama yang pergi meninggalkan nya, dia pun mengejar Tama
"mau cerita tempat yang bagus buat foto disitu tadi panas" Tama sedikit menyindir Aleta, tetapi Aleta tetap tidak menyadari nya, malah menunjuk tempat yang lebih adem buat berfoto
"oh kaya nya disitu bagus om, agak adem juga tempat nya" Aleta berlari kearah tempat yang ia tunjuk
"Hem" dan Tama hanya berdeham saja sambil mengikuti Aleta.
"sudah membuat orang cemburu masih saja tidak menyadari nya" dumel Tama dan untung nya saja Aleta tidak mendengarnya.
____________