NovelToon NovelToon
Psikopat Tampan, & Kaya Raya

Psikopat Tampan, & Kaya Raya

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Badboy / Pembunuhan / Kriminal / Tamat
Popularitas:650k
Nilai: 5
Nama Author: Auraliv

Warning! Terdapat adegan kekerasan!

[SEASON 1]
Yudha Antariksa adalah anak dari pembunuh pasangan tersadis. Dia merupakan penerus resmi Elang Satan, kelompok mafia paling ditakuti.

Suatu hari sebuah tragedi mengerikan terjadi. Hingga rumah Yudha beserta markas Elang Satan hancur dilalap sang jago merah. Yudha dianggap mati oleh semua orang. Padahal kenyataannya dia masih hidup. Diselamatkan oleh bawahan setia ayahnya.

Tragedi mengerikan itu membuat hidup Yudha berubah drastis. Iblis psikopat dalam diri Yudha bangkit. Tidak hanya terpacu untuk melakukan balas dendam, tetapi dia juga mendapat harta warisan fantastis dari sang ayah.

[SEASON 2]
Yudha menjadi pembunuh bayaran bersama kekasihnya Elisha. Awalnya pekerjaan mereka berjalan dengan mulus. Namun segalanya berubah, saat Yudha tidak sengaja berurusan kembali dengan orang tua angkat Elisha.

Yudha dicebloskan ke penjara. Sementara Elisha kembali kepada kedua orang tua tirinya.

Bukannya sadar, sisi psikopat Yudha justru membar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Dua Tawanan

...✪✪✪...

Yudha sudah tiba di tempat tujuan. Sebuah gedung terbengkalai yang ada di pinggiran kota Bima Jaya. Dia menyeret Elisha untuk ikut bersamanya.

Dari kejauhan Deny berjalan kian mendekat. Dia segera membantu Yudha, untuk membawa Elisha ke ruangan dimana seorang polisi juga ditawan.

"Yud, gadis ini sepertinya tidak ada terlibat apapun dengan insiden kebakaran rumahmu. Dia hanya kebetulan pergi sebelum tragedinya terjadi," ujar Deny memberitahu. Namun dia tetap mengunci tangan Elisha.

Yudha hanya diam, dan terus melangkah mengiringi Deny. Hingga tibalah mereka di sebuah pintu. Satu-satunya pintu dengan lampu yang menyala di depannya. Terpencil dan tersembunyi. Kemungkinannya kecil diketahui orang.

Deny membuka pintu tersebut. Kelima orang bawahannya langsung menyambut kedatangan Yudha. Senyuman lantas mengembang diwajah Yudha, sambil berlalu tangannya menepuk pelan pundak Norman.

Beberapa saat kemudian sampailah Yudha di ruangan gelap yang hanya bersinarkan lampu pijar. Di sana tampak seorang lelaki sudah di ikat dengan tali. Mulutnya tertutup rapat oleh lakban. Polisi yang bernama Arman itu melotot tajam ke arah Yudha. Terlihat tidak takut sama sekali.

Yudha memaksa Elisha untuk duduk, lalu membuka lakban yang menutup mulut Arman. Dia perlahan membungkukkan badan dan bertanya, "Sekarang beritahu aku mengenai keterlibanmu terhadap insiden kebakaran besar tiga bulan yang lalu, dan apakah gadis ini juga terlibat?"

Arman langsung menoleh ke arah Elisha. Dahinya mengukir kerutan heran. Sebab dia sama sekali tidak mengenali Elisha. "Siapa dia?" ujarnya, kemudian terkekeh geli. "Dasar bodoh!" Dia lanjut mengejek. Membuat Yudha seketika geram.

Yudha mengambil pisau lipat yang tak pernah absen disimpan disaku celana. Tanpa aba-aba, dia langsung menggoreskan pisaunya ke lengan Arman. Darah segar langsung merembes. Menodai baju Arman yang sudah robek.

"Aaaarkkhhh!!!" Arman berteriak kesakitan. Kaget sekaligus takut terhadap apa yang dilakukan Yudha.

"Kalau kau terus bermain-main, maka aku tidak akan segan-segan mencongkel matamu!" ancam Yudha dengan mata yang menyalang. Dia kini mengarahkan pisau ke mata Arman. Membuat Arman otomatis reflek memundurkan kepala.

"A-a-aku ti-ti-tidak tahu apapun..." ucap Arman gemetaran.

"Tadi kau bermain-main, sekarang kau mencoba membohongiku. Kau mau aku langsung saja membunuhmu?" balas Yudha bersikeras.

"Aku be-benar tidak tahu. Pak Dani atasanku yang tahu semuanya. Aku dan yang lain hanya menurut!" ungkap Arman yang gemetar ketakutan. Menahan sakit yang ada dilengannya.

"Yudha cukup!" Elisha tiba-tiba angkat bicara. Dia tidak tahan lagi melihat tingkah Yudha.

Yudha menoleh ke arah Elisha. Mengembangkan senyuman, yang entah memiliki makna apa. Dia berjalan mendekat, dan memojokkan Elisha ke dinding.

"Aku tadi sempat ingin melepaskanmu. Karena kau sepertinya memang tidak terlibat. Tetapi sikapmu sekarang berlebihan!" kata Yudha dengan nada pelan. Mengeratkan rahangnya.

"Norman!" Yudha memanggil salah satu anak buahnya. Norman segera masuk ke dalam ruangan.

"Kurung dia di ruangan lain!" Yudha mendorong Elisha ke arah Norman. Dia menyadari keberadaan Elisha hanya akan membuatnya kesulitan. "Dan jangan coba-coba menyentuhnya! dia milikku!" tambah Yudha lagi, menegaskan.

Sekarang hanya Yudha dan Arman yang ada di dalam ruangan. Yudha tidak akan segan-segan menyakiti, jika Arman belum bisa mengatakan segalanya. Alhasil Arman terpaksa memberitahukan apa yang dia tahu, dan bagaimana keterlibatannya.

"Aku hanya disuruh membuang semua bukti yang sebenarnya. Itu saja, urusan yang lain berada ditangan Pak Dani..." ungkap Arman dengan bibir yang gemetaran. Peluhnya mengucur deras disekitaran jidat dan pelipis.

"Jadi kau tidak tahu siapa Mr. A?!" tanya Yudha. Dia mengamati raut wajah yang ditunjukkan oleh Arman. Yudha bisa mengetahui kalau Arman memang berkata jujur. Sebab tawanannya tersebut berani membalas tatapannya.

"Baiklah kalau begitu. Deny ternyata menangkap orang tidak berguna." Yudha menegakkan badan. Mendenguskan nafas sejenak. Lalu menutup mulut Arman dengan lakban lagi. Dia lantas berkata, "Karena kau sudah melihat wajahku, aku tidak bisa membiarkanmu hidup!" ucapan Yudha sontak membuat mata Arman terbelalak. Namun belum sempat dia merespon, Yudha sudah beraksi lebih dahulu.

Jleb! Jleb! Jleb!

Yudha menusukkan pisau ke dada Arman beberapa kali. Cairan merah menciprat ke segala penjuru. Bahkan membasahi wajah tampan Yudha. Menodai kulit putih bersihnya.

"Mmmmphh! Mmmmpphh!" Arman tak mampu berteriak, dan hanya menggumamkan suara tidak jelas. Dia merasakan sakit bukan kepalang. Akan tetapi Yudha terus saja menghujamkan pisaunya tanpa henti.

Lama-kelamaan Arman kehabisan nafas dan menutup mata. Pertanda nyawanya telah melayang. Yudha segera memanggil semua bawahannya. Dia menyuruh Deny dan yang lain untuk mengurus mayat Arman.

Sementara Yudha bergegas membersihkan diri, sebelum noda darah di sekujur badannya mengering. Selanjutnya dia kembali mengurus Elisha. Gadis itu duduk di lantai dalam sebuah ruangan yang gelap.

"Ayo ikut aku!" ajak Yudha, yang baru saja membuka pintu. Dia mengarahkan senter dari ponselnya ke wajah Elisha.

Mendengar ajakan Yudha, Elisha lekas-lekas berdiri. Namun dia ragu untuk mendekat.

"Yud, apa yang akan kau lakukan denganku? apa yang akan kau lakukan dengan lelaki di ruangan sebelah?" timpal Elisha.

"Aku tidak mau mengatakan apa yang telah kulakukan kepada lelaki itu. Aku hanya mengatakan apa yang akan kulakukan kepadamu. Yaitu melepaskanmu!" terang Yudha, berseringai.

"Benarkah? kau akan melepaskanku? kau tidak takut aku akan melaporkanmu ke pol--"

"Tidak!" Yudha sengaja memotong kalimat Elisha. Dia lalu berjalan lebih dahulu memasuki mobil. Menunggu di sana. Seperti dugaannya, Elisha mengikutinya. Gadis itu kini sudah duduk di sampingnya. Menyebabkan Yudha perlahan merekahkan senyuman.

Sebelum berangkat, Yudha mengambil sebungkus roti yang ada di laci dashboard. Kemudian memberikannya kepada Elisha. Perlakuannya membuat dahi Elisha mengerut bingung. Akan tetapi Yudha tidak hirau, dan hanya sibuk menjalankan mobil.

Setelah memakan waktu sekian menit, tibalah Yudha dan Elisha di tempat tujuan. Yaitu rumah Elisha.

"Kau benar-benar melepaskanku?" tanya Elisha. Masih tidak percaya.

"Kenapa? kau mau terus tinggal bersamaku?" balas Yudha seraya menghadap ke arah Elisha. Dia mencondongkan wajah, dan mengangakan mulut seolah-olah hendak menerkam.

"Yudha!" pekik Elisha, reflek menghindar.

Melihat respon Elisha, Yudha tergelak sejenak. "Awalnya aku sangat marah denganmu. Aku kira kau terlibat dengan insiden kebakaran yang terjadi di rumahku," ucapnya sambil menyandarkan kepala ke sandaran kursi.

"Sana, pulanglah! urusan kita sudah selesai!" titah Yudha.

Elisha hanya membisu, dan terpaku menatap Yudha. Dia tidak mengerti dengan sikap Yudha yang tak mudah ditebak. Dirinya bingung terhadap perasaannya. Dimata Elisha, sikap Yudha masih ambigu, entah jahat atau kah baik. Meskipun lelaki itu sudah melakukan hal tidak wajar, tetapi setidaknya Yudha tidak ada sedikit pun melukai badannya. Seperti yang dilakukannya kepada Anton misalnya.

"Kenapa masih diam? kau tidak mau berpisah denganku? mau melakukannya lagi?" Yudha bersuara ketika menyadari Elisha belum juga keluar dari mobil.

Mendengar teguran Yudha, Elisha bergegas turun dari mobil. Kemudian melangkah masuk ke dalam rumahnya. Sesekali dia akan menoleh ke arah mobil Yudha yang telah berjalan.

Di mobil, ponsel Yudha mendadak berbunyi. Dia lantas mengangkat panggilan dari Deny itu.

"Kau melepaskan Elisha? Kenapa?!" timpal Deny. Dia tentu khawatir Elisha akan membeberkan tentang siapa jati diri Yudha, serta kedok jahatnya.

"Tenang saja, Elisha persis seperti dirimu. Bisa dipercaya, dan mau melakukan apapun untuk melindungiku. Jika dugaanku tidak benar, barulah kita habisi dia. Kalau perlu sekalian juga dengan kedua orang tuanya!" sahut Yudha, santai.

Sebenarnya alasan paling utama Yudha melepaskan Elisha adalah, karena gadis tersebut salah satu orang yang disukainya. Suka yang dimaksud Yudha bukanlah cinta, melainkan menyukai sikap yang dimiliki oleh Elisha itu sendiri. Gadis setia dan lemah.

1
Al Fatih
alur cerita yang ga biasa,, tapi keren abis....,, baru kali ini mendukung pasangan psyco
Al Fatih
aq mampir kaka
de~javu. {° ~ °}
mampir thor
kavena ayunda
maless bgt brengsekk gini kasian elisa
Karno Alvin
the best
Rocky
Cerita yang menarik & simple
Ruk Mini
beneran sadizzz..aq fikir d akhir sadar thorr..kesian turunan y ye..ya Allah smoga kite2 d beri Hidayah untuk slalu d jln Y.Aamiin .. walo cm crita tpi aq baper thorr ..kesian klo memang ada d dunia nyata ye..ok tq thorr d tgg karya2 mu lgi
Auraliv: Aamiin... makasih udah baca kak😁🤗
total 1 replies
IG: _anipri
sangatlah tidak normal memang. agak laen emang keluarga harmonis ini
Khsna Wati
😂😂🤣🤣
Nana Nainggolan
Thor,klo sosok ny Yudha seorang pemuda pintar dan pemberani aku setuju,tpi jangan buat penjahat kelamin y Thor,
putri rahman
sangat sangat seruu
Chaa
Eh novelnya udh sampe cucu"kubaca wkwkww
Mantap thor untuk novel sisi gelap anak SMA
Elly Watty
klw q suka ma cerita ini, q tergolong psycho g y🤔
Elly Watty
bagus si yanto nempatin elisha di luar negeri dr pda jd budak cintanya yudha yg egois
Elly Watty
g seru klw elisha bucinnya kebangetan...... g da harga diri bnget thor, baru kli ini q g suka karakter ceweknya diceritamu sorry
Auraliv: iya gk pp kak, skip aja😆
total 1 replies
Candra Adir
bagus
Billa🐒
Thor season 2 novel ini ad g ? masalahnya di dskrpsi itu season 1 mybe ad lnjutannya donggg ??
Billa🐒: yahh, pdhl bgs loh
total 5 replies
z
up dong thor
Asep Setianto
ini kpn up lg hmm😫
Suzana Miramin
nak tanya ayah tiri ke ayah angkat???? baca dari tadi ayah tiri dan emak tiri...lepas tu keluarga angkat??? katA El tu yatim piatu
Auraliv: ayah dan ibu angkat😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!