NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 - Mantan, balikan yuk!

"Dimana Fathan? Cepat suruh dia keluar!" Pak Andre papanya Silvi datang ke rumah Bu Rima mencari Fathan, wajahnya terlihat emosi dan kemarahannya meledak-ledak.

"Anak saya belum pulang, kita bicara di dalam saja kurang enak di dengar tetangga apalagi ini malam hari. Kebetulan juga ada hal yang ingin saya bicarakan sama pak Andre." Walaupun baru jam 9 malam tetap tak enak membuat keributan di malam hari.

Pak Andre dan Silvi masuk ke dalam rumah kemudian duduk.

"Pergi kemana dia setelah meninggalkan anak saya sendirian? Harusnya dia sadar diri tanpa bantuan dari saya tidak akan bisa sembuh seperti sekarang. Saya tidak terima anak saya dipermainkan." Tidak ingin banyak berbasa basi Andre langsung bicara pada intinya saja.

"Anak saya tidak berniat mempermainkan anakmu tapi kalian lah yang memaksa kami untuk mengikuti kemauan kalian!" balas Bu Rima tegas, kali ini dia tidak ingin mengikuti keinginan mereka demi kebahagiaan putranya.

"Sudah berani membantah rupanya, saya tidak mau tahu, Fathan harus menikahi anak saya secepatnya!" seru Andre.

"Tapi anak saya tidak pernah mencintai anakmu!" balas Bu Rima lantang.

"Tante, kita sudah kenal lama dan aku yakin Fathan bisa mencintai aku. Maka dari itu aku ingin meresmikan hubungan kita ke jenjang pernikahan," timpal Silvi egois.

"Maaf, kali ini tante tidak bisa memaksa Fathan karena dia berhak memilih pendamping hidupnya. Pak Andre, maka dari itu saya ingin membatalkan pertunangan anak saya sama Silvi."

"Apa! Gak bisa gitu dong Tan, gak bisa seenaknya saja memutuskan." Silvi tidak terima.

"Saya menolak pembatalan itu! Saya mau pernikahan di percepat."

"Saya menolaknya pak Andre," sahut Bu Rima tetap pada keputusannya.

"Setelah banyak uang saya keluarkan, banyak waktu saya buang, banyak bantuan saya berikan, lalu sekarang kalian memilih memutuskan pertunangan? Kalian punya apa untuk mengganti semua itu? Uang pun tidak akan cukup menggantikan semuanya! 300 juta yang harus kalian bayar untuk pengobatan, belum biaya transportasi dan yang lainnya, kalian mampu? Tidak akan! Orang gak punya aja sok menolak ajakan saya. Harusnya kalian bersyukur Fathan menikah sama anak saya."

"Apapun akan saya lakukan demi kebahagiaan putraku termasuk mencari uang buat ganti semua itu."

"Hahaha, udah miskin sok paling bisa ganti rugi. Bukan cuman uang yang harus di kembalikan tapi kamu juga akan mendekam dipenjara atas kasus yang menimpa istriku, kamu yakin, Rima?"

Bu Rima terdiam, apa dia dan Fathan mampu melakukan semuanya?

********

Kendaraan Fathan berhenti di depan rumah Gavin, pria itu sempat tertegun melihat bangunan besar di depannya.

Rumah dua tingkat modern dengan pilar menjulang tinggi menopang kokoh setiap bangunan, halaman rumah luas dengan pagar menjulang tinggi.

Dia tidak menyangka Alea berasal dari keluarga berada dan sejak bersamanya wanita itu selalu terlihat sederhana.

Alea sudah turun dari motor seraya melepaskan helm yang dikenakannya. "Nih helmnya, makasih udah anterin aku pulang."

Tangannya terulur menyerahkan helm pada Fathan, barulah pria itu sadar dari keterkejutannya beralih menatap Alea.

"Ini rumah kamu?" masih tidak percaya diapun memastikan lagi.

"Bukan, tapi rumahnya Om Gavin. Aku cuman numpang aja disini." Alea tidak berbohong, rumah itu memang rumah om nya dan Alea serta Azka memang tinggal disana. Bukan berarti dia tidak punya rumah dong, tentunya ada karena Alea sendiri punya penghasilan dari cafe dan restoran milik keluarganya. Ada bagiannya yang ia kumpulkan untuk membangun rumah impian.

"Aku serius sayang," kata Fathan pelan. Ada rasa rendah diri saat tahu Alea orang berada dan ia teringat dulu waktu Alea menjadi istrinya dia hanya memberikan nafkah sedikit.

Malu, sudah pasti. Insecure, sangat jelas. Rupanya gadis yang ia nikahi mau menerimanya dengan senang hati tanpa melihat keadaannya.

Bola mata Alea berputar jengah. "Please Mas, jangan panggil aku sayang. Aku tidak mau ada orang salah paham sana kita dan kamu juga harus ingat sudah punya calon istri. Jadi, jangan ganggu aku lagi."

Kali ini dia benar-benar mundur meski hatinya masih berharap, dia tidak mau mengejar lagi dan sadar pria di depannya sudah punya calon istri pilihannya.

Alea berbalik hendak masuk tapi cepat-cepat Fathan turun meraih tangan Alea.

"Tunggu, Lea." Fathan turun dari motor sambil menyimpan helm yang Alea pakai di atas motornya.

Tanpa berbalik Alea diam melangkah.

"Aku minta maaf sama ucapan aku dan tindakan aku yang pernah nyakitin kamu. Aku akan urus semuanya dulu sampai selesai, barulah nanti kita balikan lagi."

Pelan namun pasti Fathan mendekat, tangannya melingkar di bahu Alea memeluknya dari belakang. Tubuh Alea menegang, ingin menghindar tapi sulit, ingin teriak bilang jangan lancang tapi bibirnya diam terkunci.

"Aku gak bisa bohongi hatiku lagi kalau aku masih cinta sama kamu. Kamu boleh marah sama aku, boleh benci aku, boleh maki-maki aku tapi satu hal yang tidak boleh kamu lakukan yaitu jangan pindah ..." Fathan menjeda ucapannya tanpa melanjutkan.

"Apanya?" tanya Alea penasaran.

"Hatinya."

Alea diam, tidak bersuara, tidak membantah, hanya ada helaan nafas panjang. Dalam beberapa detik mereka seperti itu, merasa cukup walaupun tidak akan pernah cukup Fathan melepaskan pelukannya.

Keduanya tangannya beralih memegang kedua pundak Alea membawanya menoleh padanya. Seiring gerakan tangan Fathan, Alea pun mengikutinya dan kini mereka saling berhadapan.

Alea menunduk tidak berani menatap, gugup sudah pasti, berdebar-debar sangat jelas dirasakan. Sampai ia merasa dagunya di pegang Fathan, terangkat pelan hingga mata mereka saling bertemu.

"Seandainya waktu bisa di putar, aku ingin kembali ke hari dimana aku memberikan talak padamu. Ingin bilang bahwa aku cinta sama kamu, ingin bilang ayo kita bicara serius. Jujur aku menyesal telah melepaskan kamu." Mata mereka masih saling menatap.

"Mantan, balikan yuk!" bukan pertanyaan melainkan penegasan.

"A-aku ..." Alea bingung harus bagaimana, ini terlalu cepat atau Fathan hanya pura-pura saja.

"Apa ada kamera? Halo, aku nyerah, dia berhasil frank aku," celetuk Alea melambaikan tangan seolah ada kamera di sekitarnya. Dia juga mundur selangkah demi menormalkan dirinya sendiri.

Gemas, itu yang Fathan rasakan. Bukan marah, kecewa, justru gemas melihat reaksi Alea. Saking gemasnya mau culik Alea membawanya ke KUA dan mengurungnya seharian di kamar.

"Sayang, balikan yuk." Lembut sangat lembut, saking lembut panggil itu terasa mendayu-dayu.

"Ih apaan sih, merinding tahu." Alea bergidik ngeri.

Gak bisa, reaksi Alea terlalu menggemaskan dimatanya dan tanpa di duga ...

Cup.

Fathan mengecupnya tanpa permisi, sialan, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya, memang kurang ajar duda anak satu ini.

Bola mata Alea terbelalak kaget kala bibir Fathan menempel padanya, sampai tiba-tiba ...

Bugh.

"Huaaa bibil mama di makan olang cetles."

Eh.

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!