pilihan? kalau bukan aku, kenapa kamu menikah denganku, Cand..
Apa itu semua hanya karena peristiwa 8 Tahun lalu?! Aku bahkan SUDAH LUPA apa itu nyaman....
"kamu pikir apa?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cathrine lei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
aku berjalan di altar gereja...segalanya penuh dengan bunga..aku menggandeng seorang pria tinggi..wanginya sangat khas...daffidof......
aku langsung membuka mataku..."Ah..mimpi..." aku menyadari ini bukan kamarku. aku mencari dan mempelajari keadaan sekitar...
Candra...candra tidur di sampingku. kaos polos putih...."wajahnya polos sangat tampan..." mengapa aku menjadi membayangkan yang tidak - tidak..
Aku terbangun, berjalan keluar kamar. menuju baklon dekat TV Lcd, Aku membuka kaca balkon. Matahari pagi masuk menyinari ruang tengah Apartement Candra.
Aku pergi ke ruang Dapur..mengambil mug kecil berwarna hitam. ada Tulisan "Virgo" 'gelas ini sepertinya baru?'
Aku memasukan Teh Dilmah rasa mint. ketika air panas mulai kutuang...hmmm.....bau daun mint nya....
aku membalikkan badan...deg...candra sudah ada di belakangku. "pagi..." sapa Ku.
"pagi juga...sudah buat Teh? tolong buatkan juga untukku." Candra berlalu duduk di ruang tengah.
aku kembali mengambil gelas tulisan "Aquarius".
"Teh Candra itu strawberry.." Elsa menggumam..
di bawa nya Teh dalam mug tersebut.
duduk di samping Candra..mereka saling berdiam. suasanya pagi yang Hening....
diam tanpa kata....
"em...udah jam 7 gw siap - siap dulu Can."
aku berdiri dari kursi.
"lo udah gw minta cuti. udah duduk aja."
aku mematung dan kembali duduk.
"terus....gw boleh balik kost? baju gw kan disana. gw mau mandi."
"..."
"Candra......"
Candra meletakan Ipadnya..."lo ada masalah apa sih sama gw. kayanya Takuut deket gw!"
aku hanya diam dan memutar bola mataku ke samping..."lo sana mandi, gw mau ngajak lo ke Dokter. ga wajar tau lo gampang pingsan,lo jangan bikin gw malu.."
ke dokter...ya kita lihat saja...
*dalam ruang pemeriksaan...
"*tensi cenderung rendah..107/80
kalau untuk tekanan bola mata saya lihat sih tidak ada masalah.tenggorokan juga baik. mungkin Ibu bisa jelaskan. apa yang di rasakan."
...
"kamu bilang apa yang kamu rasakan." candra memaksaku berkata sesuatu ke dokter..
"ehmm....jadi saya itu sering kram perut dok. dan saya selalu minum obat penahan rasa sakit sejenis Meloxicam agar syaraf saya agak rilex.. dan kalo sudah kelelahan saya sering pingsan dok..."
"perut? coba saya cek dulu bu. silakan naik lagi."
Doktor muda itu memintaku kembali berbaring di Bed pemeriksaan. dokter mulai menekan perutku dan memasang stetoskop.
"apa disini? (menekan ulu hati)"
aku menggelengkan kepala......"disini" (mengarah ke ginjal)....
"tidak dok.."
dokter mulai binggung dan menekan beberapa sisi di perutku.."argh...disitu dok sering sakit!!!"
"ok... ayo bangun duduk dulu.."
dokter mencuci tangan nya, dan langsung duduk.."sus...tolong rujukan untuk ke Obgyn ya."
"dokter kandungan dok?" tanyaku.
"ya ibu, saya curiga dalam rahim ibu ada suatu masalah. atau pernah mengalami operasi yang belum tuntas..atau penangananya berdampak di masa saat ini."
dokter menulis surat rujukan untukku.
memasukkan dalam amplop putih, memberi cap nama beliau.
"ini bu, bisa dengan beberapa dokter pilihan di RS ini."
"baik Dok...terima kasih..."
aku dan candra keluar dari Ruang dokter Bram..aku berjalan lemas...
apa aku harus jujur dengan Candra?
aku takut....
aku.....aku jujur tidak ya?
"cand...tunggu" Candra terus berjalan.
"kenapa?" bruk...candra berhenti mendadak dan aku menabraknya..
"maaf....boleh bicara sebentar sebelum kita lanjut ke Obgyn?"
*******
aku memutar-mutar jempolku searah jarum jam. entah mengapa dingin sekali tanganku.
aku mulai dari mana ini..
jantungku berdebar kencang. rasanya orang bisa mendengar detak jantungku...dug...dug...dug...dug....
Candra datang membawakan secangkir coklat hangat untukku. "minumlah, ini coklat. kamu sering pingsan lebih baik kurangi dulu kopimu."
"terima kasih."
candra kemudian duduk berhadapan denganku.
"ok mulai saja...."
"Candra..sebelumnya aku....aku minta maaf dulu...dan kamu janji akan memaafkan aku?"
candra mengkernyit kan dahi..."ok aku janji, candra mengacungkan jari Kelingking kanannya."
"Jadi...huuhh....huuuuh...(aku membuang nafas), jadi begini....8 tahun lalu...
saat aku nganter cupcake ke Valley...aku sebenernya nyisipin testpack di dalam ucapan selamat ulang tahun kamu."
"TEST PACK!!!" Candra menjerit hingga membuatku menjadi pusat perhatian. segala mata tertuju kepada ku.
"maaf mas..hehe...." aku berbicara pada orang di samping kami.
"Iya Can...tapi kalo kamu ga tau atau engga sadar, dalam cupcake itu ada amplop kecil yang aku bungkus rapi dan higienis..mungkin karena sudah terbuang saat itu can..."
"ok terus???"
aku menyeruput coklat panasku,, "intinya itu begini, rumahku disita oleh kakak kandung mama..demi hutang mama.. aku pindahan dan aku mendadak lupa kalo aku hamil..aku memforsir tenagaku, aku sempat melihat ada bercak darah di beberapa celanaku. tapi karena aku ga punya cukup biaya untuk ke dokter."
"..."
"jauh sebelum kejadian ulang tahun kamu...Pak Toni pernah bertemu denganku. saat hp kamu berbunyi dan Pak Toni yang menjawab.
kami bertemu di PD mall.. beliau sempat memberiku cek 50 jt.
beliau bilang....ini dari kamu."
"ok lanjut.." Candra melipat lengan nya kedepan.
"seminggu setelah aku pindah rumah..aku mengalami pendarahan hebat..berjalan sekitar 4 hari aku mengalami menstruasi yang tidak wajar....tapi aku tetap tidak berfikir ini berdampak negatif padaku saat ini."
aku merasa berat melanjutkan ceritaku..aku menarik nafas panjang lagi agar aku bisa melanjutkan ceritaku.
"kemudian aku ambil kerja parttime di acara pernikahan di salah satu hotel bintang 5 di semarang.
aku banyak bertemu teman orang tuaku. mereka berbicara buruk soal ayahku...hal tersebut membuatku makin pusing dan perutku mulai kram...
hingga segalanya menjadi gelap dan aku pingsan.."
Candra meminum Caffe Lattenya..dan melipat lagi kedua tangan di dadanya...
"saat aku sadar...aku ada di RSIA dan Pak Toni ada disana. rupanya dia datang di acara pernikahan dan melihatku saat akan pingsan...
kemudian beliau mengangkatku dan membawaku...."
aku mulai meneteskan air mata..."belakangan saat aku menemui dokter, mereka bilang terlambat dalam meng-kiret perutku. jadi banyak tertinggal bekas janin ato darah kotor yang tidak tuntas keluar. jadi ketika membersihkan membutuhkan extra kerja keras. dimana jika saat itu mereka lanjutkan, aku akan sama sekali tidak bisa mempunyai anak." aku menghapus air mataku.
"impactnya...aku sering kram,menurut dokter...ini hanya efek psikologis..dan kandunganku dindingnya tipis..sehingga sulit buat aku memiliki keturunan."
"udah?"
"iya sudah....." aku minum coklatku yang kini jadi hangat..
"yang kamu ceritakan tadi..bukan sama sekali menjadi urusanku.
terima kasih kamu cukup mandiri Elsa. dengan tidak meminta aku menikahi kamu pada saat itu. tapi....tolong pastikan apakah itu anak ku benar ato bukan. karena bisa saja kan kamu tidur dengan pria lain?"
teganya....
"aku..."
"aku tidak akan berbicara anak siapa Can...yang aku sadari pada saat itu...aku cuman bahan permainan ato taruhan yang ga sama sekali pantas masuk ke kalangan atas."
aku memandang candra. mata kami saling bertemu.
"karena aku sadar diri...aku cuman kecoa yang bisa di injek dan mati...atau ayam babon yang siap di potong...ada atau tak ada dirimu bukan soal besar buatku.
jadi aku lebih baik melanjutkan hidupku. jika aku memiliki anak tanpa ayah.
bukan soal berat untukku... aku sudah biasa..biasa bekerja keras dan aku yakin...segala niat baikku akan mendatangkan hal baik.
karena anak itu rejeki. ."
"kamu bukannya sekarang bangga mau menikah dengan saya. pasti dalam hati kamu ada perasaan bangga. dapat suami orang kaya, boss..apalagi dulu pernah menjadikan kamu mainan. pasti ada kan rasa itu?" ucap candra dengan licik.
"Tidak. sama sekali tidak."
"..." candra kaget dengan jawabanku.
"Aku malah merasa, sepertinya tidak akan ada yang berubah banyak dari hidupku. pernikahan kita sendiri, bukannya hanya teman orang tau-mu saja?"
"ya itu benar. kita harus punya batasan. jangan pernah kebawa perasaan karena status kita."
"ok..."
aku pergi berjalan keluar Rumah sakit. Candra mengikutiku di belakang..
leganya bisa jujur semuanya...
sudah kuduga...Candra tidak akan mungkin percaya aku hamil anaknya.
aku memang si miskin..tapi aku bisa paham.. apa itu setia....
******
"halo...iya Pak Toni. saya dengan Elsa. kami mau cari cincing. tolong sampaikan ke papa."
candra menutup telpon pak Toni.
"udah semua kan, kita bisa balik."
"beli cincin dulu." jawab candra singkat.
Cincin??
"buat apaan?" aku memasang seatbelt.
"kita tetep merit jadi butuh cincin dan kalung untuk pertunangan sabtu depan."
"owh...ok" aku menganggukan kepala.
*****
kami berjalan ke salah satu mall di daerah pusat kota Jakarta. segala barang disini hanya ada Asli dan asli banget..
barang kw sih ga bakalan bisa ketemu disini..
kami masuk ke salah satu Toko perhiasan 'True Diamond'.
candra memilih beberapa koleksi terbaru cincin pernikahan...
"ini bagus sepertinya." candra menunjuk cincin emas putih dengan list di tengah warna emas. dan permata berkilau kecil tengah.
"iya Pak..ini desain everlasting. hampir bertahan lama dan emang orang seneng yang model ginih. tapi ya selera ya pak. ato mau suami sama istri beda cincin juga bisa." Candra sibuk memilih cincin.
aku meninggalkan Candra memilih cincin. aku melihat perhiasan lain yang ada di toko tersebut..
pandanganku berhenti pada kalung berwarna putih berkilau yang ada di etalase..dengan liontin berbetuk sakura seperti ini :
sungguh cantik bunga sakura ini. aku jadi ingat kalau aku tidak punya satupun kalung. aku ingat kalung terakhirku, kujual agar aku bisa menebus motorku yang jadi jaminan mama ke reintenir....
begitu pahit hidupku, tapi aku ikhlas.
semua demi mama..
aku memandangi kalung itu, merasa berjodoh dengan kalung itu. pasti aku dapat memilikinya..
tidak bosan membacanya dan sentiasa penasaran kisah selanjutnya...🥰❤️