Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 - Ujian Jiwa dan Ranah Pertarungan Xiao Mei
Keesokan paginya, Han Yu telah kembali berada di paviliun pohon dewanya sendiri dengan tubuh yang sedikit lelah namun dipenuhi kepuasan. Begitu dia melangkah masuk ke dalam kamar tidurnya yang beraroma dupa cendana, dua pelayan pribadinya langsung mendekat dengan tatapan mata yang penuh kerinduan dan kecemburuan yang samar akibat mencium aroma wanita lain di tubuh tuannya.
"Apakah kalian berdua sangat merindukan tuan kalian ini?" Han Yu menyeringai tampan ketika Mei Li dan Qing Er mulai mengendus-endus aroma tubuhnya dengan manja.
"Tuan, pelayanmu ini merasa sangat kesepian jika Anda pergi terlalu lama..." Mei Li dan Qing Er tersenyum malu-malu dan mulai menggeliat manja di dalam dekapan lengan kokoh Han Yu. Han Yu meraih dagu mereka secara bergantian, mengusap bibir mereka yang merekah merah, dan memberikan beberapa kecupan hangat yang memikat untuk menenangkan hati mereka.
Namun, setelah lima menit memanjakan mereka, Han Yu memilih untuk tidak melanjutkan tindakan intim tersebut ke arah yang lebih jauh pada pagi itu. Dia ingin memfokuskan seluruh perhatian dan pikirannya untuk berkonsentrasi pada latihan kultivasi batinnya demi meningkatkan ranah kekuatannya yang masih sangat lemah di dunia yang berbahaya ini.
Duduk bersila di atas sofa kayu cendana dengan posisi menggendong dan mendekap kedua wanita matang berhanfu pelayan mini tersebut di bawah kedua lengan kekarnya, Han Yu perlahan memejamkan mata dan membenamkan seluruh kesadaran jiwanya ke dalam sistem meridian batin Kaisar Pesona.
Memasuki Ruang Meditasi spiritual di dalam alam bawah sadarnya, jiwa Han Yu segera mengambil posisi bersila di atas awan dan mulai mengalirkan energi pernapasan batin secara teratur. Enam jam berlalu dalam keheningan meditasi yang mendalam hingga kesadarannya kembali pulih. Sebuah aliran informasi energi batin bermanifestasi di depan pandangan jiwanya, memberitahukan bahwa kekuatan fisiknya telah meningkat dan poin pengalaman ranah Kaisar Pesona tingkat pertama kini telah teracumulasi menjadi dua puluh lima dari batas minimal dua belas.
Han Yu sempat ragu-sejenak, sebelum akhirnya memutuskan untuk memindahkan fokus jiwanya menuju ke dalam dimensi Gerbang Arena Kerajaan. Seketika itu juga, sebuah pilihan batin muncul di hadapannya, menyuruhnya untuk memilih jenis ujian ilusi pertarungan yang ingin dia hadapi, yang terdiri dari Pilihan Penyelarasan Sukma Gairah dan Pilihan Pertarungan Fisik.
Han Yu menatap pilihan pertama dengan ekspresi wajah yang sangat aneh. Dia bahkan sempat tertegun hingga lupa bagaimana cara berkata-kata karena konsep kultivasi ini benar-benar di luar nalar manusia biasa. Pada akhirnya, seluruh gejolak emosinya hanya keluar dalam bentuk desahan napas panjang yang pasrah.
"Jalur kultivasi ini benar-benar sangat gila!"
Han Yu menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu menjatuhkan pilihan jiwanya pada opsi Pertarungan Fisik. Detik berikutnya, sebuah daftar baris nama bermanifestasi di dalam benaknya, menampilkan deretan nama musuh yang memiliki peringkat kekuatan batin, mulai dari Ratu Lin Xian dengan peringkat tertinggi S+, Jenderal Feng Mian dengan peringkat S+, hingga nama-nama lain seperti Tetua Ruo Xi dengan peringkat S- yang membentang tanpa putus. Han Yu menyipitkan matanya dan menyadari satu fakta penting bahwa daftar ini berisi nama dari semua orang yang pernah dia temui sejak tiba di dunia ini.
Saat ini, ranah kekuatan pribadi Han Yu sendiri masih diberi label F- yang merupakan kasta terbawah dan paling lemah. Han Yu mencoba mengingat-ingat nama yang berada di baris paling bawah, namun ingatan tubuhnya tidak mampu menjangkaunya. Sebuah tulisan energi batin kemudian muncul di tengah ruangan gelap tersebut, menjelaskan fungsi Arena Kerajaan sebagai lokasi di mana pengguna dapat menguji kemampuan bertarung melawan proyeksi ilusi dari musuh yang pernah dilihat sebelumnya, dengan jaminan bahwa kematian di dalam ruang ilusi ini tidak akan memengaruhi nyawa asli di dunia nyata karena jiwa pengguna akan langsung dihidupkan kembali.
Informasi target ujian pertarungannya saat ini adalah sesosok kultivator wanita bernama Xiao Mei yang berada pada ranah Tingkat Bawah Bintang Tiga dengan peringkat kekuatan F- yang memiliki atribut dasar elemen angin alami.
Han Yu membaca seluruh informasi tersebut dengan sangat cermat lalu menganggukkan kepalanya paham. Meskipun jalur kultivasi Kaisar Pesona tidak dibekali dengan teknik serangan fisik yang menghancurkan di tingkat awal, dia masih bisa mengandalkan tiga buah mantra dasar dari garis darah Iblis Rendah miliknya untuk membalikkan keadaan dengan cara mengalihkan perhatian musuh terlebih dahulu.
Pertarungan melawan proyeksi ilusi Xiao Mei pun dimulai. Han Yu menatap tajam ke arah lawannya yang berdiri di tengah arena dengan tatapan mata kosong tanpa emosi. Begitu Han Yu memantapkan niat batinnya untuk memulai pertarungan, proyeksi Xiao Mei langsung melompat mundur dengan sangat lincah, sementara partikel energi hijau terang mulai berkumpul di kedua telapak tangan lentiknya, bersiap melepaskan sihir bela diri elemen angin.
"Bilah Angin Pemotong Sukma!" Proyeksi Xiao Mei berteriak mekanis, melayangkan tebasan tangan yang mengirimkan gelombang angin tajam berkecepatan tinggi menuju ke arah dada Han Yu.
Han Yu tidak tinggal diam. Dia segera memfokuskan meridiannya untuk mengaktifkan kombinasi dari teknik Kaisar Pesona dan Seni Pemikat Jiwa secara bersamaan. Seketika itu juga, aura di sekeliling tubuhnya berubah menjadi sangat menawan dan sepasang mata hitam pekat milik Han Yu memancarkan kilatan misterius yang sangat dalam, sebuah pesona yang seketika membuat gerakan Xiao Mei yang baru saja hendak melepaskan gelombang serangan angin kedua mendadak terhenti di tempat. Bilah angin pertama berhasil dihindari Han Yu dengan gulingan badan yang lincah ke samping.
Kedua pipi gadis ilusi itu langsung merona merah padam dan napasnya menjadi sangat sesak terengah-engah, meskipun tatapan kosong dari sebuah boneka ilusi masih tersisa di matanya. Serangan anginnya mendadak buyar menjadi udara kosong. Han Yu mengabaikan hal itu dan langsung menerjang maju melintasi jarak, mengalirkan energi iblisnya untuk meledakkan mantra Medan Kegelapan Absolut.
Dalam sekejap, seluruh area pertarungan arena giok tersebut langsung terperangkap dan diselimuti oleh sebuah kubah hitam pekat yang mengisolasi pergerakan mereka berdua. Han Yu merasakan kekuatan fisiknya meningkat drastis di dalam domain kegelapan ini, sementara gerakan tubuh Xiao Mei menjadi sangat lambat akibat tekanan aura kematian. Han Yu melesat maju dengan kecepatan penuh, menubruk tubuh Xiao Mei hingga mereka berdua jatuh tersungkur di atas lantai arena. Han Yu menarik tubuh Xiao Mei ke dalam pelukannya dengan sangat lembut, lalu secara kejam mengaktifkan teknik mantra iblis Penghisap Vitalitas Hidup.
Kabut hitam pekat yang sangat dingin mulai menguar deras dari sela-sela pelukan tangan Han Yu, menyelimuti seluruh tubuh Xiao Mei yang kini sudah berada dalam kondisi tidak berdaya tanpa perlawanan. Gadis ilusi itu tetap bersandar pasrah di dalam pelukan Han Yu dengan wajah merah merona dan senyuman puas seolah tidak merasakan bahaya kematian yang mengancam nyawanya.
Asimilasi teknik pesona dan hantaman energi kegelapan pemutus meridian kini menyatu dengan sempurna. Han Yu tidak lagi menahan diri di dalam ruang ilusi tersebut; kejantanan dan kekuatan staminanya yang tiada tanding mengunci pergerakan Xiao Mei dalam lingkaran energi batin yang masif. Selama lima menit sepuluh detik berikutnya, arena spiritual itu bergetar hebat menjadi saksi pergulatan gairah yang intens, di mana suara erangan manis dan desah napas yang memburu dari gadis ilusi tersebut bergema memenuhi dimensi batin sebelum seluruh esensi kehidupannya diserap habis oleh energi iblis Han Yu.
Sosok gadis ilusi yang tadinya sangat halus itu akhirnya hancur bersinar, menjelma menjadi partikel debu spiritual yang melayang di udara begitu pertarungan dinyatakan selesai dengan kemenangan mutlak bagi Han Yu.
Kesadaran jiwa Han Yu berkedip pelan dan dia mendapati dirinya kini telah kembali ke dalam realitas dunia nyata di dalam kamar paviliunnya. Dia menyadari bahwa Mei Li dan Qing Er sejak tadi masih setia berada di sampingnya, mengawasi tubuh fisik tuannya dengan tatapan penuh perhatian dan kecemasan yang mendalam. Han Yu mengulas sebuah senyuman menggoda yang sangat tampan, lalu dengan cepat meraih pinggang ramping kedua wanita pelayannya tersebut dan menarik mereka masuk ke dalam dekapannya yang hangat di atas ranjang, merasakan kelembutan fisik mereka yang sangat memikat. Sebuah seringai nakal terukir di bibirnya.
"Bagaimana kalau sekarang kita bertiga bersenang-senang untuk melepas lelah?"
Kedua wanita kultivator itu langsung merona merah padam menahan malu, namun mereka menganggukkan kepala mereka dengan sangat patuh. Meskipun diselimuti rasa canggung yang besar, Han Yu bisa melihat dengan sangat jelas adanya kilat gairah dan hasrat kelaparan yang sangat besar di dalam sepasang mata hijau mereka yang jernih.
Han Yu langsung membalikkan tubuh Mei Li, menindihnya dengan lembut sementara Qing Er dengan sukarela melepaskan hanfu mini miliknya sendiri untuk membantu menuntun kejantanan Han Yu masuk ke dalam kehangatan Mei Li. Suara erangan nikmat yang melengking langsung pecah memecah keheningan pagi. Han Yu bergerak dengan ritme yang cepat dan bertenaga, beralih dari tubuh Mei Li ke dalam kehangatan Qing Er tanpa jeda, membuat kedua pelayannya itu menangis bahagia sambil mencakar punggung kokohnya berulang kali demi menahan hantaman kenikmatan dari teknik Sentuhan Lembut Surgawi.
Beberapa jam kemudian, paviliun di atas pohon dewa milik Han Yu baru kembali tenang setelah badai aktivitas pagi yang sangat panas dan intens itu mereda. Seekor tupai spiritual kecil yang sejak tadi duduk bertengger di dekat celah jendela kamar Han Yu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan bingung sebelum akhirnya melompat lari menjauh sekencang mungkin, seolah-olah sedang melarikan diri dari atmosfer gairah yang sanggup menggetarkan seluruh dahan pohon dewa tersebut.