NovelToon NovelToon
GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cintamanis / Tamat
Popularitas:805.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Dipaksa menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam untuk menggantikan Kakak tirinya yang pergi melarikan diri menjelang pernikahan, Gia tak bisa menolak.

Gia berdiri di samping Tuan Ardiansyah yang berkuasa, dengan seluruh tubuh gemetar dan air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Dia takut kalau Tuan Ardiansyah tau yang ada di balik kain veil itu adalah dirinya, bukan Siska Kakaknya.

Tapi tangan hangat dengan jari yang besar justru menggenggam tangannya.

"Bernapaslah, ikuti kataku. Semua akan baik-baik saja!"

Bagaimana jadinya jika Tuan Ardiansyah yang terkenal kejam itu justru tak seperti yang orang katakan. Dia justru begitu hangat dan perhatian, apa Siska akan menyesal telah meninggalkan pernikahan waktu itu?
Apa Siska akan kembali dan merusak kebahagiaan yang baru saja Gia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu di balik mangkuk bubur

​Pagi itu, mansion Ardiansyah tidak lagi terasa seperti labirin marmer yang dingin bagi Gia. Meskipun sinar matahari yang masuk melalui jendela besar di koridor tetap sama, ada sesuatu yang berubah dalam cara Gia menghirup udaranya. Namun, sisa-sisa badai emosi dari hari kemarin masih meninggalkan jejak sembab di kelopak matanya. Ia berdiri di depan cermin besar, merapikan gaun rumahan berbahan kasmir lembut yang dipilihkan pelayan untuknya. Tangannya masih sedikit gemetar saat menyisir rambutnya yang jatuh melewati bahu.

​Tiba-tiba, sepasang lengan kekar melingkar di pinggangnya dari belakang. Gia tersentak kecil, namun segera rileks saat mencium aroma maskulin yang kini menjadi candu baginya. Ares menyandarkan dagunya di bahu Gia, menatap pantulan mereka berdua di cermin.

​"Masih cemas?" bisik Ares lembut. Suara seraknya di pagi hari selalu berhasil membuat jantung Gia berdesir.

​Gia menunduk, jemarinya menyentuh tangan Ares yang tertaut di perutnya.

"Sedikit, Mas. Gia masih malu kalau harus ketemu Mama setelah semua keributan kemarin. Gimana kalau Mama sebenarnya cuma pura-pura tenang di depan Mas Ares?"

​Ares memutar tubuh Gia agar menghadapnya. Ia menangkup wajah Gia dengan kedua tangannya, ibu jarinya mengusap pipi Gia yang masih sedikit pucat.

"Dengar Mas, Gia. Mama itu wanita paling jujur yang pernah Mas kenal. Kalau dia bilang tidak masalah, artinya memang tidak masalah. Dia bukan tipe orang yang menyimpan dendam di balik senyuman. Percaya sama Mas, ya?"

​Gia mengangguk perlahan, meski keraguan itu belum sepenuhnya

"Ayo turun. Mas lapar, dan Mas yakin Mama sudah menunggu kita!"

​Mereka menuruni tangga utama dengan langkah yang tenang. Di ruang makan, suasana tampak sunyi namun tidak mencekam. Nyonya Besar, atau yang sekarang harus di panggil Mama Mertua oleh Gia sudah duduk di kursinya yang biasa. Beliau sedang membaca tablet digital, sesekali menyesap teh melati yang aromanya memenuhi ruangan.

​Begitu mereka mendekat, Nyonya Besar mengangkat wajahnya. Matanya yang tajam sempat terpaku sejenak pada mata sembab Gia, namun ia tidak berkomentar pedas seperti biasanya.

​"Duduklah!" Ucap beliau datar, namun ada nada yang lebih ringan dari biasanya.

"Kalian terlambat lima menit dari jadwal biasanya. Tapi mengingat kejadian kemarin, Mama maklumi!"

​Ares menarikkan kursi untuk Gia dengan penuh perhatian, memastikan istrinya duduk dengan nyaman sebelum ia sendiri duduk di sampingnya.

"Pagi, Ma. Terima kasih sudah mengerti" Ucap Ares sambil melirik ibunya dengan senyum tipis yang penuh arti.

​Seorang pelayan mendekat, namun Nyonya Besar mengangkat tangannya, mengisyaratkan pelayan itu untuk mundur. Beliau sendiri yang kemudian menggeser sebuah mangkuk porselen kecil berisi bubur kacang hijau yang masih mengepul ke hadapan Gia.

​"Makan ini!" Perintah beliau.

"Mama dengar dari kepala pelayan kalau kamu tidak menyentuh makan malammu sama sekali. Menangis itu menguras tenaga, Gia. Dan Mama tidak mau punya menantu yang terlihat layu seperti bunga yang tidak disiram"

​Gia tertegun. Ia menatap mangkuk bubur itu, lalu menatap wanita di ujung meja yang selama ini selalu ia takuti.

"Terima kasih, Mama Mertua" Ucap Gia dengan nada ragu pada kata terakhir.

​Nyonya Besar sempat terdiam mendengar panggilan itu, namun ia segera kembali ke sikap formalnya.

"Panggil Mama saja. Dan soal wanita bernama Sarah itu. Mama sudah meminta pengacara keluarga untuk menanganinya. Ternyata, setelah diperiksa, dokumen utang-piutang yang sering dia gunakan untuk menekanmu dan Nenekmu adalah dokumen ilegal yang dimanipulasi. Dia tidak hanya menghina menantu Ardiansyah, tapi dia juga mencoba menipu kita"

​Ares menghentikan gerakannya yang hendak menyuap omelet.

"Mama sudah mengirimkan somasi?"

​"Bukan hanya somasi, Ares. Mama mencabut semua investasi pasif keluarga Ardiansyah dari perusahaan rekanan suaminya yang masih tersisa. Dalam bisnis, sekali kamu mencoba menggigit tangan yang memberimu makan, kamu tidak akan pernah dapat kesempatan kedua" Ucap Nyonya Besar dingin, namun kali ini kedinginan itu ditujukan untuk melindungi Gia.

​Gia merasa matanya kembali panas, namun kali ini karena rasa haru. "Ma... saya tidak tahu harus bicara apa. Selama ini saya pikir saya adalah beban bagi keluarga ini."

​Nyonya Besar meletakkan tabletnya dan menatap Gia dengan intensitas yang berbeda. "Dengar, Gia. Mama memang tegas padamu. Mama memaksamu belajar etika, sejarah, dan cara bersikap. Mungkin kamu pikir itu karena Mama membencimu atau ingin mengubahmu menjadi orang lain. Tapi kenyataannya adalah..." Nyonya besar menghela napas.

"Dunia di luar sana jauh lebih kejam dari Sarah. Mereka akan menguliti masa lalumu, mencari celah pada caramu berjalan, atau menertawakan caramu memegang gelas"

​"Mama tidak ingin kamu hanya menjadi bayangan Ares. Mama ingin saat kamu berdiri di sampingnya, kamu punya pelindung yang terbuat dari baja di dalam dirimu sendiri. Status 'anak haram' atau apa pun itu hanyalah kata-kata orang picik. Kehormatan seseorang tidak ditentukan dari bagaimana dia dilahirkan, tapi bagaimana dia bersikap setelah dia tahu siapa dirinya"

​Gia terpaku. Kata-kata itu jauh lebih berharga daripada emas bagi hatinya yang hancur. Ia baru menyadari bahwa selama ini, Nyonya Besar sedang "menempanya" agar tidak hancur saat badai seperti kemarin datang.

​"Maafkan saya jika selama ini saya sering salah sangka, Ma" Bisik Gia tulus.

​"Sudahlah. Habiskan buburmu. Setelah ini, Ares akan membawamu keluar. Mama sudah melarang sekretarisnya untuk menelepon Ares hari ini soal urusan kantor" Nyonya Besar melirik Ares dengan tatapan penuh perintah.

"Bawa dia ke pameran seni atau ke mana pun yang bisa membuatnya tersenyum lagi. Mama bosan melihat wajah muram di rumah ini!"

​Ares tertawa kecil, suara tawa yang sangat lepas. Ia meraih tangan Gia di bawah meja dan menggenggamnya erat.

"Siap, Ma. Perintah dilaksanakan!"

​Setelah Nyonya Besar meninggalkan ruang makan, suasana menjadi jauh lebih cair. Gia mulai menyuap bubur itu dengan perasaan yang lebih ringan. Rasa manis kacang hijau itu seolah menyembuhkan perih di hatinya.

​"Ternyata Mama benar-benar hebat ya, Mas!" gumam Gia sambil menatap arah kepergian mertuanya.

​Ares mendekatkan kursinya, merangkul bahu Gia posesif.

"Itulah alasan kenapa Mas tidak pernah benar-benar bisa membantah Mama. Beliau punya hati yang besar, meski dibungkus dengan duri-duri etika yang tajam. Sekarang, kamu percaya kan kalau kamu itu sangat diinginkan di sini?"

​Gia mengangguk mantap, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu Ares. "Iya, Mas. Saya percaya."

​"Bagus. Sekarang habiskan makannya. Mas sudah siapkan satu hari yang spesial buat kamu. Kita akan pergi berdua, tanpa sopir, tanpa pengawal yang terlalu dekat. Mas cuma ingin jadi Ares, dan kamu jadi Gia"

​Gia tersenyum, senyuman pertama yang benar-benar mencapai matanya sejak kejadian pahit kemarin. Di balik kemegahan mansion Ardiansyah, ia akhirnya menemukan sebuah rumah. Bukan karena kemewahannya, tapi karena orang-orang di dalamnya yang mulai menerimanya apa adanya.

1
Visencia Alingga
👍👍👍💪💪💪
Mamah Dini11
ahhhh tamat di kira blm,, makasih author ceritanya keren dn menghibur 🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍💪💪
⋆.˚mytha🦋
selalu baguuussss ceritanya ❤️
Mamah Dini11
tuh kan gi ketakutanmu berbuah maniskan ,
Liana Simon
Ceritanya ringan Dan menarik
Mamah Dini11
akhir nya hati gia udh mencair alhdulilah ,ayo res jemput istrimu
Mamah Dini11
iya gia jgn lama2 marahnya nanti habis ke sabaran ares diakan orang sibuk ,pulanglah bersama suamimu , perusahaan membutuhkan ares kalau di tinggal lama gimana ayo mikir gi pulang ya pulang ke mansion
Mamah Dini11
marah boleh gia kecewa udh pasti sm suasmimu itu wajar. tpiii kmu juga sekarang lgi berbadan dua gi dn butuh sosok sares di dekatmu. ya mungkin untuk saat ini kmu blm bisa maafin ares gk apa2 , tpiii jgn lama ya gi ares kan sibuk orang nya , dn dia menyesali semua kesalahannya ,,percayakan gi
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya mereka udh di pertemukan lgi , justru aku suka karya author ini gk bertele2 cerita nya, lasnjut semangat💪💪💪💪💪👍👍👍
Mamah Dini11
naashhh baru nyesel kan , cemburu di piara ,cepet cari bkn nangis aspal gk salah jgn di pukul , kepalamu tuh getok mh
Mamah Dini11
mengalah dulu gi jgn di paksakan , diam itu lbh baik , nanti dia sendiri yg akan menemuimu , sabarrr ya gi
Mamah Dini11
bagus giiii itu ke putusan yg trbaik 👍👍👍💪💪 jgn beri celah orang lain masuk
Mamah Dini11
siska juga blm ketemu udh muncul lgi si satria yg mulai menggangu ketenangan rumah tangga gia dn aris , ayo res gimana udh blm mencari informasi tentang si satria lama banget orang2mu kan banyak , jgn lelet dn lemot ares gercep doong jgn kalah dgn orang2 yg mau menggangumu .
Mamah Dini11
aduh si satria cari penyakit , hati2 gia ,hati2 ares ayo cepat cari tau. tentang si satria,,apa maksud di blk semua itu
Mamah Dini11
kalau yg jahat slalu lolos , aduhhh butuh ke adilan niii
Mamah Dini11
dasar laki2 gk punya pendirian mana janji2mu ares ,baru segitu aja udh percaya dasar laki2 pinplan ,kecewa sekali aku sm si ares dn mama nya gampang sekali terhasutnya 😙😙😙😙😙
Mamah Dini11
kasian gia sekali serangan sisksa lgsung jatuh ,padahal udh banyak penderitaan hidupnya,,jgn kasih kesempatan untuk menang perempuan ular model si siska thor 🙏🙏
Mamah Dini11
tolong thor slamatkan gia jgn ada luka. sdikitpun ,, enak bener si licik siska sekali muncul lgsung berhasil apa2an coba. ,gia lgsung di serang dgn lancar ,beri kekuasaan buat aris untuk membuktikan kalau gia gk bersalah. pliiiiisssss thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mamah Dini11
akhirnya yg di tunggu2 tiba juga belah duren nya , slamat menikmati ares semoga malpernya gk terganggu ,💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
Mamah Dini11
banyak adegan romantisnya , cmburunya tpii untuk apa romantis dan cemburu kalau gk ada adegan penyatuan , itukan tanda nya ke pemilikan,, itu mh kayak TTM
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!