NovelToon NovelToon
ALEEYA (Berawal Dari Talak 3)

ALEEYA (Berawal Dari Talak 3)

Status: tamat
Genre:Cerai
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tiny Flavoi

Aleeya telah dijatuhi talak tiga oleh suaminya karena melakukan kesalahan yang tidak disengaja.

Namun setelah Marco menyadari bahwa kesalahan itu tidak sepenuhnya salah Aleeya, ia pun ingin kembali rujuk.

tapi apalah daya, Marco terlanjur menjatuhkan talak tiga pada Aleeya. jadi menurut hukum agama, Aleeya bukan perempuan yang halal lagi untuk Marco nikahi lagi, kecuali Aleeya menikah dahulu dengan pria lain lalu bercerai, maka ia akan kembali halal untuk Marco nikahi kembali.

Marco meminta Marcell untuk menjadi suami kontrak Aleeya.

akankah Marcell menyetujui permintaan kakaknya itu ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiny Flavoi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

terima kasih

hari yang melelahkan buat Aleeya dan Marcell. keduanya baru kembali ke kamar hotel usai makan malam bersama di restoran yang masih berada dihotel tersebut.

setelah keduanya membersihkan diri, mereka pun merebahkan tubuhnya yang lelah sambil menonton televisi.

"Apa kamu sudah telpon Marco? tadi dia mengirim pesan pada mu, dan memintaku agar kamu segera membukanya. Memang kemana ponselmu? jangan-jangan hilang", ucap Aleeya dan membuat Marcell jadi mengingat benda pipih berbentuk persegi tersebut yang seharian ini tidak disentuhnya.

Lelaki itu pun langsung mencari benda itu kesana kemari. Ternyata ponselnya tertinggal dan berada didalam laci nakas. Marcell pun langsung meraihnya.

"Sial! Ternyata lowbat."

Marcell berdecak saat ponselnya dihidupkan, dayanya lemah dan tiba-tiba mati. ia segera mengambil charger dan langsung segera mengisi daya pada ponsel tersebut.

Marcel masih berkutat dengan benda tipis itu. ternyata begitu banyak pesan masuk saat ponselnya menyala kembali. tapi terlebih dulu yang ia buka adalah pesan dari Marco.

Marcell segera membaca pesan yang tadi siang sempat Marco kirimkan itu. ia juga mengunduh Beberapa lampiran foto yang Marco kirim, dan membuat kedua matanya terbelalak lebar.

Raut wajah Marcell yang tadinya biasa-biasa saja, tiba-tiba kini menjadi datar.

"Ternyata kakakku sudah melihatnya dari berita bisnis online" ucap Marcell lalu menyimpan ponselnya diatas nakas dan membiarkan dayanya terisi penuh.

"Kenapa dengan Marco?" Aleeya masih kurang paham.

"Papamu itu pembisnis terkenal, resepsi pernikahan putrinya tersebar luas di media bisnis online dunia. dan Marco sudah melihatnya, termasuk foto wedding kiss kita yang terpampang jelas disana."

"Hah? kok bisa?" Aleeya membulatkan matanya sempurna.

"Ya bisa lah... kita hidup di jaman modern, bukan dijaman batu yang harus menunggu berminggu-minggu sebelum berita itu tercetak dalam sebuah tabloid bisnis dunia" balas Marcell mencebik.

"Jaman batu mah orangnya masih pada buta huruf. jangankan tabloid, untuk transaksi aja masih pake barter", tukas Aleeya yang membuat Marcell menjadi gemas dengan kebiasaan Aleeya yang selalu menyanggah pernyataannya.

"Aku kan sudah bilang, jangan sekali-kali membantahku, dan kamu melakukannya lagi. jadi konsekuensinya kamu tanggung sendiri, Aleeya."

"Lho, memang benar begitu kan? aku hanya meluruskan saja" tutur Aleeya.

"Banyak bicara sekali."

"Marceeell!!" pekik Aleeya saat Marcell tiba-tiba menaiki tubuh mungilnya. Lalu mencium bibir Aleeya, awalnya Aleeya terlihat pasif. Namun Marcell berhasil membuat Aleeya terlena dengan buaian lembut suaminya itu, apalagi dengan sentuhan dan ciuman kecil yang menghujani disetiap jengkal tubuh Aleeya yang masih terexpos.

Hingga tubuh keduanya kini tak berbalut satu helai benang pun. Marcell tanpa canggung lagi memainkan milik Aleeya yang indah itu. Hingga ia pun tak sabar ingin menuntaskannya.

"Sekarang?" tanya Marcell seraya mengatur nafasnya yang memburu.

"Tolong pelan-pelan, Marcell..." lirih Aleeya.

"Ck! seperti perawan saja" umpat Marcell dalam hatinya.

Marcell pun mengangguk dan mulai memasukinya.

"Aaaghh...sakiiitt, Marcell!!" teriak Aleeya tanpa sadar mencakar pundak Marcell hingga meninggalkan guratan panjang berwarna merah.

Marcell tak mempedulikan rasa sakit yang Aleeya rasakan. Ia terus memaksa dan melanjutkan hingga titik kenikmatannya tertuntaskan.

Marcell kembali mengatur nafasnya seraya mengecup kening Aleeya yang penuh keringat. Aleeya terdiam tanpa ekspresi.

"Terimakasih" ucap Marcell mengelus pipi Aleeya.

"Tak perlu berterima kasih. Itu hak mu untuk melakukannya padaku. Aku akan berdosa bila terus menolak mu" jawab Aleeya.

Marcell pun tersenyum samar, lalu mengubah posisinya karena hendak turun dari tempat tidur untuk ke kamar mandi. tapi tiba-tiba saja kedua matanya terbelalak ke satu arah.

"Darah? ini darah apa, Aleeya?" tanya Marcell saat melihat noda darah mengotori sprei tempat tidurnya.

Aleeya masih terdiam, tiba-tiba buliran cairan bening menetes dikedua sudut matanya. Marcell pun melihat kesedihan diwajah istrinya itu.

"Kamu masih---- virgin?" tanya Marcell menduganya.

Aleeya mengangguk pelan seraya menghapus air mata dengan punggung tangannya.

"Tidak mungkin!" Marcell menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mengurungkan niatnya yang tadi ingin ke kamar mandi malah kembali mendekati Aleeya.

"Bagaimana bisa? kalian pernah menikah kan?" Marcell masih tak percaya dengan semua ini. dan ia minta penjelasan secepatnya dari Aleeya.

Aleeya menarik selimut untuk menutupi bagian dadanya. Ia duduk dihadapan Marcell dan mulai menceritakan dari awal pertemuannya dengan Marco, hingga akhirnya memutuskan menikah diam-diam dirumahsakit. Dengan alasan Marco hanya ingin mengurus Aleeya yang kala itu sedang sakit, hingga harus melakukan transplantasi karena mengalami gagal ginjal. dengan penuh kesabaran Marco mengurus segala kebutuhan Aleeya.

"Apa Marco tidak pernah menyentuhmu? apa yang membuat Marco menceraikan mu?" Marcell begitu terkesiap mendengar cerita dari Aleeya.

"Setelah aku diperbolehkan pulang dari rumah sakit, keadaanku masih sangat lemah. Marco yang begitu memahami kondisi ku masih mau bersabar. Dia tidak pernah menuntun haknya sebagai suami. Aku juga nggak tau kenapa Marco bisa menahannya. Setelah hampir satu bulan berlalu, masalah demi masalah datang. Marco sering kali bersikap kasar, dia selalu cemburu jika aku berbincang teman laki-laki sekantor. Marco salah paham, sampai ia lantang mengucap kata cerai. Kami pun sempat pisah ranjang. Dia pernah tidak pulang selama beberapa hari entah kemana. Setelah itu dia kembali minta rujuk. Selanjutnya begitu lagi, Marco menuduhku berselingkuh dengan bos ku dikantor. Padahal dia tau aku ini masih pada kondisi pemulihan pasca operasi. Tidak mungkin aku berselingkuh kan? Aku rasa waktu itu ada yang menghasut Marco, tapi aku tidak menyadarinya. Hingga kata itu terucap kembali untuk yang ketiga kalinya. Saat aku ada perjalanan bisnis ke luar kota. Entah apa yang terjadi padaku saat itu. aku tersadar saat aku sudah berada dikamar hotel dengan seorang pria. dan Pria itu ternyata atasan ku sendiri. kami benar-benar tidak ingat apa yang kami telah lakukan saat itu." ucap Aleeya panjang lebar. Sementara Marcell masih setia mendengarkannya.

"Seseorang telah mengirimkan video berdurasi satu menit pada Marco. dan itu video saat aku dan atasanku sedang tidur dikamar hotel itu dengan hanya berbalutkan selimut."

"Ketika aku pulang, Marco dengan emosi memukuli ku. Tak kusangka Marco begitu murka dan berani menyiksaku. Aku bisa paham Marco bisa melakukan itu pada ku. Mungkin ia kecewa dengan video berdurasi satu menit tersebut. Lalu ia mengucap talak 3 dengan lantang. Marco mengusirku dari apartemennya." tutur Aleeya panjang lebar. tak terasa buliran air mata pun lolos begitu saja membasahi kedua pipinya.

Marcell tak tega melihatnya. Ia pun segera merengkuh tubuh Aleeya kedalam dada lebarnya. "sudahlah, tak usah dilanjutkan lagi", ucap Marcell seraya mengelus-elus rambut panjang Aleeya. Entahlah kenapa Marcell merasa geram saat mendengar Marco pernah memukuli Aleeya.

"Tapi selama kalian menikah masa tidak pernah berhubungan? konyol sekali" ujar Marcell lagi masih penasaran.

"Ya itu memang konyol kedengarannya. Tapi begitulah kenyataannya. Marco bukan belum pernah menyentuhku, kami beberapa kali mencobanya layaknya suami-istri tapi selalu gagal. Aku kesakitan, hingga Marco urung melakukannya," ujar Aleeya masih bersandar didada Marcell.

"Gila ya, aku bener-bener nggak paham. Dan Aneh kedengarannya," sahut Marcell seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kamu tadi nggak sakit kan?" tanyanya.

Aleeya menggeleng, "Nggak begitu," sahutnya pelan. Ia masih merasa nyaman dalam pelukan suaminya.

Marcell mengulum senyum penuh kemenangan. 'Marco yang bodoh. bisa-bisanya ia tak mempercayai istrinya sendiri, dan sekarang kau menyesalkan?' gumam Marcell dalam hati mencibir.

"Marcell, apa setelah ini kamu akan menceraikan ku?" tanya Aleeya kemudian.

"Bukankah itu yang kau mau kan? aku hanya suami kontrak mu. Dan sekarang tugasku selesai," jawab Marcell.

Aleeya hanya terdiam. Sepertinya ada yang memberatkan hatinya.

"Kenapa kamu bertanya begitu?" tanya Marcell.

"Tidak apa-apa. Memangnya aku tidak boleh bertanya seperti itu?"

"Bukan tidak boleh. Tapi waktunya kurang tepat. Masa setelah kita beginian malah ngomongin cerai." sahut Marcell.

"Beginian apaan sih?" Aleeya mengernyit.

"Emmh, mulai lagi dah begoo nya. Sudahlah, lebih baik kita tidur! aku tau kau lelah, Aleeya."

"Kamu bilang aku Begoo?"

"Tidak! siapa yang bilang kamu begoo?"

"Kamu kan barusan?"

"Mungkin kamu salah dengar, Sayang" sahut Marcell dan sukses membuat wajah Aleeya menghangat.

'Barusan Marcell panggil aku sayang?' gumam Aleeya dalam hati berseri-seri.

"Ayo, sebaiknya kita tidur sekarang! besok kita masih jalan-jalan lagi kan sama mama dan papa?" Ajak Marcell lagi.

Akhirnya Aleeya pun mengiyakan. Tapi sebelumnya ia beranjak ke kamar mandi dan memakai piyamanya lagi.

"Transplantasi ginjal? separah itu kah sakitnya dulu? Aleeya yang malang" gumam Marcell seraya memandangi wajah istrinya yang kini sudah tertidur lelap disampingnya.

.

.

.

.

1
Darra A Cheh
Kecewa
Widya Zahira
Luar biasa
Jumiah
jangan sampai marcel mau dua2 nya ..klo mau dua2 ,mendingan kmu aleya mengalah ,kmu aleeya ntti akan ketemu yg lebih baik ,aleeya orang baik ketemu nya yg baik jua
ya thor...lanjut..
Jumiah
aq salut bangat sma aleya...
klo marscel sampai memilih sabrina,
marchel pastikan menyesal ...
Jumiah
aq salut sma kmu al ...
klo sampai marscel melepas mu aly pasti menyesal...marscel ..
Jumiah
thor pertemukan jua alya sma orang yg tulus cencitai alya ,suatu saat nya ntti marscel menyesal ...lanjut thoe...
Nur Laili
😢😭😭😭😭
Nnek Titin
hatikuuu ngiluuuu saking sedihnyaa
Nnek Titin
seruuuuu
Suminto Hadi
good
Vr_n 16
sakit banget gak sih di posisi sabrina
soalnya dia gak tau apa2 dan gak jahat pula
dia hanya emosi krn tersakiti

author, buat cerita khusus utk sabrina dong
kyaknya seru deh, soalnya dia ada di posisi tersakiti, di kecewakan dan kehilangan kepercayaan utk org yg di cintainya
Alya Yuni
Smoga Marcell dan Aleeya bhgia brsama keluarga brunya
Alya Yuni
Dsar si Marco jhat
Alya Yuni
Prmpuan ko bodoh amat si mau nikah 3 kali dsar bodoh
Alya Yuni
Prmpuan ko mau nya gitu mau nikah brpa si
prmpuan yg bodoh mau rujuk blik di suruh lki lain bru rujuk balik
trllu ribet
Alya Yuni
Ribet bngat si klo agama Katolik mau rujuk blik tinggl memprbharui pemberkatn bkn suruh prmpuan nikah dng lki lain bru rujuk
lki yg bodoh maunya gitu
Rahmawaty❣️
Ya jelas bedalah yg obral dan yg mahal😁😁
Rahmawaty❣️
Kata² mutiara nya bagus²
Rahmawaty❣️
wihhh kost'an 200 pintu😅
Rahmawaty❣️
Wahhhh trnyta suster mila baik . Maaf ya mila aku sempet suudzon sma dirimu😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!