NovelToon NovelToon
Siasat Cantik Istri Bercadar

Siasat Cantik Istri Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Lby

Fatimah mengira pernikahan paksa dengan Rayhan Khalif adalah akhir dari impiannya.

Namun, saat ia mulai mencintai sang suami yang selalu memanjakannya, sebuah rahasia kelam terbongkar: Rayhan Khalif telah dijebak dan menikah siri dengan wanita dari masa lalunya.

​Alih-alih mengamuk, Fatimah menghadapi pengkhianatan ini dengan cara yang elegan.

Menggunakan strategi psikologis dan ketenangan yang mematikan, sang istri bercadar siap merebut kembali kebahagiaannya. Air mata berbalut iman, siasat paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaun Pengantin dan Senyum Terakhir Ayah

Kamar pengantin yang sederhana itu harum oleh semerbak wangi melati segar yang tersemat di balik jilbab panjang milik Fatimah.

Hari yang dinanti—sekaligus ditakuti—oleh seluruh anggota keluarga akhirnya tiba. Sebuah gaun pengantin muslimah berwarna putih bersih melekat pas di tubuh Fatimah yang anggun.

Di depan cermin besar, Fatimah menatap dirinya sendiri. Wajahnya yang biasa polos kini dilapisi riasan tipis yang natural, membuat sepasang matanya yang jernih tampak semakin bercahaya di balik kain cadar putih yang senada dengan gaunnya.

Tidak ada dekorasi mewah di rumah ini, tidak ada panggung pelaminan yang megah.

Atas permintaan Ayah, dan disetujui penuh oleh calon suaminya, akad nikah dilangsungkan langsung di dalam kamar utama tempat Ayah terbaring lemah.

"Fatimah... sudah siap, Nak?"

Ibu membuka pintu kamar pengantin, suaranya bergetar menahan haru. Air matanya kembali mengalir melihat betapa cantiknya putri keduanya hari ini.

Fatimah menoleh, lalu mengangguk pelan.

"InsyaAllah, Bu. Bismillah."

Dengan langkah yang diatur setenang mungkin, Fatimah dibimbing oleh Ibu dan Fadia menuju kamar utama.

Di dalam ruangan yang berukuran tidak terlalu besar itu, suasana terasa begitu khidmat dan sakral.

Di sisi ranjang Ayah, telah duduk seorang pria bertubuh tegap dengan setelan jas hitam yang rapi. Pria itu adalah Rayhan, calon suaminya.

Saat Fatimah masuk dan mengambil tempat duduk di kursi yang telah disediakan, Rayhan sempat menoleh sejenak.

Tatapan matanya yang dewasa memancarkan rasa hormat dan kekaguman yang dalam, sebelum ia kembali fokus menghadap ke arah Ayah yang setengah berbaring di ranjang dengan bantuan bantal-bantal besar.

Di depan mereka, seorang petugas KUA telah siap dengan buku nikah dan berkas-berkasnya.

Faisal berdiri di samping ranjang, siap menjadi saksi.

Ayah, dengan sisa-sisa kekuatan yang ia miliki, mengulurkan tangannya yang gemetar ke arah Rayhan.

Suara batuk kecil sempat menginterupsi keheningan, namun sorot mata Ayah begitu tajam dan penuh tekad.

"Saudara Rayhan Khalif bin Arkan Khalif..." Suara Ayah terdengar bergetar, namun tegas membelah keheningan kamar.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya, Fatimah Az-Zahra binti Ahmad, dengan mas kawin seperangkat alat salat dan emas tiga puluh gram dibayar tunai."

Rayhan menjabat erat tangan kurus Ayah, lalu dengan satu tarikan napas yang mantap dan lantang, ia mengucapkan janji sucinya.

"Saya terima nikah dan kawinnya Fatimah Az-Zahra binti Ahmad dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

"Saksi, sah?" tanya penghulu.

"Sah! Sah!"

Jawab Faisal dan saksi lainnya serempak.

"Alhamdulillahirabbil'alamin..."

Doa pernikahan mulai dilantunkan. Di balik cadarnya, air mata Fatimah meluncur deras, membasahi pipinya.

Rasa haru, pasrah, dan doa yang tulus bercampur menjadi satu di dalam dadanya. Ia kini telah resmi menjadi seorang istri. Statusnya telah berubah dalam hitungan detik.

Setelah pembacaan doa selesai, Fatimah dibimbing untuk mendekati Rayhan. Untuk pertama kalinya, ia meraih tangan pria yang kini telah menjadi suaminya itu, lalu mencium punggung tangannya dengan penuh takzim.

Rayhan membalasnya dengan meletakkan telapak tangan kanannya di atas ubun-ubun Fatimah, membisikkan doa kebaikan untuk istri kecilnya.

Namun, momen paling mengharukan terjadi saat Fatimah dan Rayhan beralih mendekati ranjang Ayah.

Ayah menatap kedua pengantin baru itu dengan binar mata yang luar biasa cerah. Air mata kebahagiaan mengalir di sudut mata pria paruh baya yang pucat tersebut.

Sebuah senyuman yang teramat lebar—senyuman paling lega yang pernah Fatimah lihat seumur hidupnya—terukir di bibir Ayah.

Ayah mengulurkan kedua tangannya, mengusap kepala Fatimah dan pundak Rayhan secara bergantian.

"Rayhan... kutitipkan... putriku yang saleha... jagalah dia..."

Bisik Ayah, suaranya sangat lirih, nyaris seperti embusan angin terakhir yang menyejukkan.

Fatimah memeluk lengan ayahnya, merasakan kehangatan yang amat sangat dari belaian tersebut.

Di tengah kamar yang sederhana itu, senyum terakhir Ayah menjadi saksi bahwa pengorbanan dan keikhlasan Fatimah tidak pernah sia-sia.

Tugas Ayah di dunia telah selesai dengan paripurna, tepat setelah ia melihat putri kesayangannya bersanding dengan lelaki pilihan yang akan menjaganya.

1
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!