NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Tarian Kecepatan Tinggi dan Batasan Pasir Mutlak

Udara di area terbuka itu terasa membeku seketika. Gesekan antara butiran pasir Gaara menciptakan suara berdesis yang konstan, mirip dengan ribuan ular yang sedang merayap di atas dedaunan kering. Ketegangan yang tercipta di antara kedua kubu begitu pekat, hingga dedaunan yang gugur dari pohon-pohon meranggas di sekitarnya seolah tertahan di udara sebelum akhirnya jatuh menyentuh tanah.

Kankuro menarik napas dalam-dalam, tangannya perlahan bergerak ke belakang punggung, menyentuh gulungan boneka Karasu miliknya. "Temari... bersiaplah. Jika situasi di depan menjadi tidak terkendali, kita harus mencari celah untuk menarik Gaara mundur. Anak-anak Konoha ini bukan tipe ninja biasa yang bisa dihabisi dalam satu kedipan mata."

"Aku tahu!" Temari menjawab dengan suara berbisik yang kaku, tangan kanannya mencengkeram erat gagang kipas raksasanya hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya tidak lepas dari sosok Neji Hyuga yang memancarkan aura defensif yang sangat rapat. "Tapi kamu lihat mata Gaara? Dia sudah benar-benar kehilangan kendali atas dahaga darahnya. Tidak ada yang bisa menghentikannya sekarang kecuali kematian lawan di depannya."

Gaara menggerakkan jemarinya yang pucat, membentuk sebuah gestur cakar di udara. "Suna Shigure! (Hujan Pasir)"

Wush!

Ratusan gumpalan pasir berukuran sebesar kepalan tangan melesat ke atas langit, sebelum akhirnya menukik tajam ke arah Lee seperti hujan meteor mini yang berkecepatan tinggi. Serangan itu menutup seluruh sudut pelarian Lee, menciptakan bayangan kelam di atas tanah berlumpur tempat dia berdiri.

"Lee! Menghindar!" Tenten berteriak histeris dari barisan belakang. Dia sudah bersiap melemparkan beberapa lembar kertas peledak untuk mengalihkan lintasan pasir tersebut, namun gerakannya tertahan ketika melihat posisi Lee.

Pemuda beralis tebal itu tidak melompat mundur. Dia justru menarik kaki kanannya ke belakang, menekuk lututnya dalam-dalam hingga membentuk kuda-kuda tolakan yang sangat ekstrem.

Syuuwt—BOOM!

Dengan satu sentakan otot paha yang luar biasa, Lee melesat maju menembus celah-celah hujan pasir tersebut. Kecepatannya begitu tinggi hingga tubuh hijaunya tampak seperti garis blur yang membelah tirai pasir. Beberapa gumpalan pasir yang meledak di tempat dia berdiri beberapa milidetik yang lalu hanya menghantam udara kosong, menyisakan lubang-lubang kecil sedalam sepuluh sentimeter di atas permukaan tanah.

"Dia cepat sekali!" Kankuro melotot tak percaya, matanya yang menggunakan riasan wajah itu melebar sempurna. "Dia bergerak maju menghadapi serangan frontal Gaara?!"

Gaara tidak menunjukkan keterkejutan; kegilaannya justru semakin menjadi-jadi melihat mangsanya mendekat. "Ibu... dia datang! Hancurkan dia! Suna no Ude! (Lengan Pasir)"

Dua gelombang pasir raksasa bangkit dari sisi kiri dan kanan Gaara, membentuk sepasang tangan monster bercakar tajam yang langsung mengatup, berniat meremukkan tubuh Lee di tengah-tengah seperti sebutir telur.

Lee melihat dua lengan pasir itu menutup dari arah samping dengan kecepatan yang bisa mematahkan pohon raksasa dalam sekejap. Di dalam benak Reymond, kalkulasi taktis berjalan dengan sangat jernih tanpa ada riak kepanikan. Kecepatan lengan pasir ini sekitar seratus lima puluh kilometer per jam. Masih terlalu lambat jika dibandingkan dengan reflek refleks tubuhku.

Tanpa mengurangi kecepatan larinya, Lee melakukan gerakan meluncur di atas tanah berlumpur (sliding), melewati celah sempit di bawah sapuan kedua lengan pasir yang berdentum keras saat saling berbenturan di atas kepalanya. Begitu posisinya berada hanya berjarak tiga meter di depan Gaara, Lee menggunakan kekuatan lengannya untuk menolak tubuhnya kembali berdiri tegak, langsung melayangkan sebuah tendangan lurus ke arah wajah pucat bocah Sunagakure itu.

Konoha Senpuu! (Angin Topan Konoha)

Duar!

Tendangan kaki kanan Lee tidak mengenai kulit wajah Gaara. Sebuah dinding pasir setebal dua puluh sentimeter telah bangkit secara otomatis dari tanah, membentuk perisai melengkung yang menahan hantaman sandal ninja Lee dengan sempurna. Benturan keras itu menciptakan gelombang kejut angin yang menerbangkan debu-debu di sekitar mereka.

"Hehe... tidak berguna," Gaara mendesis, seulas senyum mengerikan muncul di bibirnya yang kering. "Pasirku... akan melindungiku secara otomatis dari setiap serangan fisik rendahan seperti ini."

"Oh, benarkah begitu?" Lee membalas dengan seringai tipis, kaki kanannya masih menempel pada dinding pasir yang mulai retak namun terus memperbarui dirinya. "Kalau begitu, mari kita lihat sampai di mana batas kecepatan pelindung otomatis ibumu ini, Gaara!"

Lee menarik kembali kakinya, lalu melakukan lompatan mundur yang sangat ringan di udara. Begitu kedua kakinya kembali menyentuh tanah, dia mulai bergerak memutari tubuh Gaara dengan pola lingkaran yang semakin lama semakin cepat.

Syuwt... syuuwt... syuuwt...

Suara gesekan udara akibat pergerakan Lee mulai memenuhi area terbuka tersebut. Dalam waktu kurang dari lima detik, tubuh Lee seolah-olah telah berubah menjadi lima bayangan hijau yang bergerak secara bersamaan dari berbagai arah di sekeliling Gaara.

Neji yang menyaksikan hal itu dari jarak aman mendadak menyipitkan matanya yang masih dalam mode Byakugan. Kecepatan ini... aliran chakranya tidak meningkat, yang berarti dia murni menggunakan kekuatan otot kaki dan koordinasi tubuhnya sendiri tanpa bantuan jutsu internal. Bagaimana mungkin tubuh seorang manusia biasa bisa menahan tekanan gesekan udara setinggi itu tanpa mengalami robekan otot?

"Gaara! Di atasmu!" Temari berteriak memberi peringatan, menyadari bahwa pergerakan melingkar Lee hanyalah sebuah tipuan visual.

Salah satu bayangan Lee mendadak muncul di udara, tepat di atas kepala Gaara dengan posisi tubuh terbalik. Lee melayangkan pukulan tangan kanan yang lurus, mengincar titik ubun-ubun Gaara.

BUM!

Perisai pasir kembali bangkit ke atas, membentuk kubah pelindung. Namun, di saat yang sama, tubuh Lee di udara itu menghilang—itu hanyalah sebuah bayangan sisa (afterimage) akibat kecepatan tinggi. Tubuh Lee yang asli sebenarnya sudah berada di bagian belakang bawah Gaara, melepaskan sebuah pukulan telapak tangan terbuka ke arah pinggang kiri bocah berambut merah itu.

PLAK!

Dinding pasir pelindung Gaara bergerak dengan sangat panik, memutar massanya ke arah belakang untuk memblokir serangan Lee. Meskipun berhasil menahan pukulan tersebut, permukaan perisai pasir kali ini retak jauh lebih parah, mengeluarkan suara gemeretak seperti kaca yang hendak pecah. Tekanan murni dari pukulan Lee membuat tubuh Gaara terdorong maju sejauh dua langkah—sebuah kejadian yang sangat langka bagi seseorang yang memiliki pertahanan mutlak.

"Kamu..." Rasa sakit yang samar dari getaran pukulan yang menembus pasir membuat kegilaan Gaara sedikit surut, digantikan oleh rasa terkejut yang mendalam. Dia menoleh perlahan, menatap Lee yang sudah kembali melompat mundur sejauh lima meter dengan napas yang masih sangat teratur. "Kamu bisa menggetarkan pasirku?"

"Ini barulah pemanasan, Gaara," Lee berkata sambil meregangkan lehernya hingga mengeluarkan suara gemertak yang renyah. "Pertahananmu memang sangat mengagumkan. Tapi pasir adalah materi yang memiliki massa, dan setiap materi ber-massa selalu membutuhkan waktu untuk berpindah posisi. Jika aku bisa bergerak lebih cepat dari waktu perpindahan pasirmu... maka pertahanan mutlakmu tidak akan lebih dari sekadar dinding tanah yang rapuh."

Di belakang Lee, Tenten menatap rekannya dengan mulut sedikit terbuka. "Neji... apa kamu melihat apa yang baru saja terjadi? Lee hampir saja menembus pertahanan orang itu tanpa melepas beban kakinya!"

"Dia sedang menguji batas kemampuan musuh," sahut Neji, suaranya terdengar sangat rendah dan dingin. Ada rasa kagum yang bercampur dengan kecemburuan yang mendalam di dalam hatinya. "Lee yang sekarang... sudah melangkah jauh ke depan di jalan yang tidak bisa kupahami dengan logika klan Hyuga."

Gaara meremas kepalanya sendiri dengan kedua tangannya, urat-urat di dahinya menonjol merah pekat. "Ibu... dengar itu? Dia meremehkan kita... dia meremehkan pasirmu! Aku akan membunuhnya! Aku akan meremukkan setiap tulang di tubuhnya!"

Pasir dari gentong di punggung Gaara kini meledak keluar secara keseluruhan, menutupi permukaan tanah di area terbuka itu hingga berubah menjadi hamparan gurun pasir mini seluas lima puluh meter. Pertarungan babak pertama di antara dua monster Genin ini baru saja memasuki fase yang jauh lebih berbahaya.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!