NovelToon NovelToon
MIRANDA

MIRANDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:841.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Cerita Halu Semata.

Miranda gadis desa yang masih belia. Hari itu ia bertemu oleh pemuda bernama Rangga Dewa yang lumayan tampan namun pengangguran, dia seorang mahasiswa yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi.

Rangga Dewa tertarik dengan kecantikan Miranda hingga pemuda itu nekat memperkosa sang gadis, tidak hanya satu kali melainkan sampai berkali-kali yang mengakibatkan Miranda Hamil.

Keluarga Miranda tidak terima dan memaksa agar Rangga Dewa bertanggung jawab atas perbuatan keji yang ia lakukan.

Keduanya akhirnya menikah tanpa cinta tanpa harta serta kehidupan yang mewah.

Akankah pernikahan mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13-MRD

Hari-hari berjalan, Karina semakin menggebu-gebu menjodohkan Mira dan Damar. Setiap Damar ingin mengajak jalan ataupun bertemu Mira, Karina selalu menyuruh sang keponakan agar datang ke rumahnya dengan berbagai alasan.

"Bude, tapi apa kata orang? Jika Mira baru saja bercerai sudah jalan dengan lelaki lain, orang-orang berpikir Mira ini sudah selingkuh!"

"Mira, kamu jangan terlalu banyak mendengar kata orang. Semua warga desa sudah tau, kalau kalian bercerai karena Rangga tidak bisa menafkahi kamu! Jika kau jalan dengan pria yang mapan setelah bercerai, itu bukan salahmu! Kita perempuan harus memilih pasangan yang lebih baik, benar kan?"

"Tapi Bude!"

"Tin-tin!" Bunyi klekson Damar tepat di depan rumah Karina, siap membawa Mira jalan-jalan.

"Lihat, mobilnya bagus loh, mahal lagi, mau yah?" ucap Karina dengan melihat tatapan ragu Miranda, dengan sigap Karina mendorong mantan istri Rangga itu menuju Damar yang sudah siap menunggu di dalam mobil.

"Keponakan Bude yang cantik jelita ini pasti akan bahagia?" Bisik Karina dengan senyuman.

Meski berat hati, Miranda akhirnya memenuhi keinginan Karina untuk berjalan-jalan dengan Damar.

Tanpa sengaja mobil Damar melewati sepeda motor Rangga yang tengah membonceng Alfin.

Alfin menemani Rangga membeli tiket untuk berangkat ke Jakarta. Ia berencana untuk merantau ke Ibu kota sekaligus memperdalam ilmu arsitekturnya.

saat mobil Damar dan motor Rangga berselisih jalan. Rangga melihat jelas Mira dibawa oleh Damar. Seketika itu pula pria itu berhenti, tubuhnya serasa lemas, reflek ia langsung mematikan sepeda motor kemudian menundukkan kepalanya, dalam mata yang memerah.

"Bro, lu baik-baik saja kan?" Sapa Alfin teman Rangga.

"Anj*ng. Aku enggak pernah menangis begini Bro, tapi kali ini sakit banget Fin, jantungku serasa tertusuk tombak?" kata Rangga tak bisa menahan air matanya, ia baru menangis setelah peristiwa perceraian sudah berlalu.

"Sabar Bro? Jangan kau sampai gila apalagi sampai bunuh diri gara-gara Miranda. Masih banyak wanita lebih baik dari pada dia. Aku yakin, dia tidak akan bahagia bersama pria itu dan menyesal telah meninggalkanmu."

Alfin menepuk pundak Rangga, memberi semangat kuat pada sahabatnya itu.

"Sebagai pria, kau harus tetap kuat, maju terus pantang mundur. Jangan menoleh lagi ke belakang, terus gapai cita-citamu. Padahal selama kau menikah dengan Miranda, aku baru melihat keinginanmu untuk sukses sangat kuat, jadi meski kau sudah berpisah dengannya sekalipun, tetap kobarkan semangatmu lebih tinggi lagi. Tidak perlu kau pertahankan wanita seperti Miranda. Yang lalu biar berlalu," Nasihat Alfin.

"Terima kasih Bro, aku akan selalu ingat Budi baikmu!" Kata Rangga menghapus air matanya lalu melaju kembali.

Berita tentang Rangga kembali heboh setelah peristiwa pemerkosaan terhadap Miranda yang masih di bawah umur. Kini Rangga kembali membuat heboh warga desa atas ketidakmampuannya dalam memberi nafkah Miranda. Keduanya bak artis ibukota, kehidupan rumah tangga mereka menjadi tranding topik di desa itu. Para gadis-gadis bahkan ibu-ibu di desa memandang sinis dan sepele jika berpapasan dengan Rangga, di tambah lagi kabar burung Miranda akan di lamar oleh Damar, membuat pria itu semakin terpojok.

***

Keesokan harinya Rangga sedang mem-packing barang-barang yang akan di bawa ke Jakarta, satu hari lagi ia siap terbang menuju Ibu Kota. Sebelum berangkat, Rangga menjual sepeda motornya kepada Alfin untuk biaya tambahan selama dalam perantauan. Karena Alfin salah satu agen jual motor kecil-kecilan.

***

"Rangga, apa kau sudah yakin merantau ke Jakarta Nak!" tanya Rianti dalam wajah sendu. Ia sangat sedih dan prihatin melihat kondisi sang anak.

"Yakinlah Bu! Tiket sudah di beli. Motor juga sudah di jual!" Jawab Rangga sambil mengemasi barang-barangnya, ia pun menatap wajah galau sang ibu yang sebenarnya berat melepas kepergian putranya.

"Bu!" (Terjongkok di hadapan Rianti yang sedang melamun duduk di atas kasur)

"Jangan cemas Bu! Anak lelaki bisa tidur dimana saja. Rangga tidak ingin menumpang pada saudara yang ada di Jakarta, kehidupan mereka juga tidak begitu senang. Rangga sudah ikut komunitas Arsitektur, sudah ada teman juga disana, ada pelatihan dan rumah inap buat para perantau, jadi ibu tidak usah khawatir atau gelisah memikirkan kondisiku. Rangga hanya ingin minta Do'a restu ibu saja, agar semua urusan Rangga mudah dan bisa sukses. Aku janji Bu, akan merubah kehidupan kita setelah sukses! Jaga kesehatan ibu yah!"

"Jika kau merasa di Jakarta itu berat, pulang lah nak. Paling tidak di sini, masih ada lahan yang bisa di olah!"

"Pantang bagi Rangga kembali Bu, sebelum berhasil. Rangga tidak ingin tinggal di desa ini lagi, manusia-manusianya merasa paling benar padahal mereka juga buruk, paling pintar juga menyalahkan orang lain, jika nanti Rangga berhasil, kita pindah saja ke Jakarta yah Bu!"

"Di sini Ibu lahir, mana mungkin Ibu pindah ke Jakarta!"

Rangga terdiam.

"Ibu selalu mendoakan mu, semoga kau berhasil Nak!" Rianti mengusap lembut puncak kepala Rangga lalu Keduanya berpelukan.

***

"Bude! Sepertinya Mas Damar ini terlalu cepat melamar Mira, masa Iddah ku saja belum selesai!"

"Mira, ini kan masih hanya melamar saja, alias sekedar tunangan. Lagian masa Iddah kamu beberapa hari lagi juga akan selesai kan!"

"Tapi Bude, Mira belum siap untuk menikah lagi."

"Mira, kau tau sendiri kan jika Mas Damar itu berbeda jauh dari Rangga, ia sudah mapan dan siap menjadi suami, dia juga orangnya baik, sopan, tidak kasar. Sangat berbeda dari Rangga sudah brandalan, pengangguran pula. Percayalah sayang! Kehidupan rumah tangga kamu nantinya pasti jauh lebih bahagia dari pada waktu bersama Rangga dulu. Bude yakin sekali. Banyak yang bilang kalian pasangan yang sangat cocok," Karina begitu semangat, ia mengatur semua proses acara lamaran Mira sampai nanti ke pesta pernikahan.

"Apa kamu tidak kasihan melihat ibumu sudah tua, janda pula, kehidupan Rahmat juga pas-pasan sekali! Jika kau menikah dengan Damar, ekonomi keluarga kalian pasti akan berubah, percaya dengan Bude!"

Mira yang kehilangan arah begitu pasrah dalam menjalani kehidupan nya. Ia percaya dan mengikuti saja apa arahan dari Karina meski jauh di dalam lubuk hati wanita polos itu, ia belum ingin mencari pengganti Rangga. Cinta yang baru tumbuh untuk Rangga kini mudah tergoyahkan oleh rayuan Damar dan Karina.

***

"Bu! Mas Damar ingin melamar Mira, bagaimana yah menurut Ibu!"

"Jangan tanyak Ibu, kau yang akan menjalani hidupmu. Tapi kau harus ingat Mira, setiap keputusan yang kau ambil akan selalu ada resiko yang akan menghampiri. Di dalam berumah tangga, sifat kedewasaan kita yang harus kita bawa bukan sifat ke kanak-kenakan. Jangan sampai kau gagal lagi berumah tangga, cukup sekali saja. Ibu ini sangat malu Mira, tidak henti-hentinya warga desa membicarakan kita!" Pesan Narwati.

"Iyah Bu, Mira mengerti!" wanita itu hanya menunduk.

***

1
Qothrun Nada
makan asapnya rokok aja,gk usah makan nasi
Qothrun Nada
kalau habis pake telor nya Rangga aja pak 😀😀
Qothrun Nada
heleh wong memang kamu bokek gk pernah punya duit
Qothrun Nada
memang pas lagi gitu lupa sejenak masalah belanja, begitu selesai ya ingat lagi 😀
Qothrun Nada
beruntung Mira punya ibu mertua baik, menerima dan sayang sama Mira
falea sezi
suami nya tolol desain buat apa g laku mending krja apa aja oon
SisAzalea
/Joyful//Joyful//Joyful/
sitii de phantom
Emang ya... karya nya gk da yg oernah gagal.. selalu beda dari yg lain.
apalagi kisah Miranda ini sangat-sangat membuat emosi pembca ikut masuk ke dalam nya. Mulai dari oart awal yg bikin sedih, nangis bombay, kesel, genting dan bahagia membuat qt ikut merasakannya.
ditambah part Vino yg benar-benar menarik banget...
terima kasih author novelmu menarik semua, I like it... 😍🥰😘
sitii de phantom
si Vino ini yah... rada-rada emang 😄😄😄
sitii de phantom
oalah tongn otong... melasss men🤣😂😅
sitii de phantom
tadinya mau mengsedih di part ini, tapi pas baca kalimat ini auto ngakak guling-guling🤣🤣🤣
sitii de phantom
aq sedih nangis kejerrrr denger nya thorrrr....
jangan kejam lah.... masak nikah sama tasya yang penolong miranda... auto ngalah itu si miranda... klo gak ada tasya gmn nasibnya ya kan....
tapi klo bersatu lagi juga takutnya emak bapak nya rangga gk ngerestui karena ninggalin anak nya pas lagi susah-susahnya
Erna Suryani
Luar biasa
Erna Suryani
Lumayan
Pasikah CwElosbes
crita y sedikit berbelit TPI ttp suka bagus sukses Thor
Poeji_nur
aq hadir kak Mai,.
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor 💜
🌹🪴eiv🪴🌹
muter-muter aja Mira & Rangga tapi seru 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
vino gercep
kirain akan nangis nangis Bombay dulu
Mira keren
🌹🪴eiv🪴🌹
Hua .....aku nggak suka situasi ini 😵
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!