raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Rania apa kamu memancingku? Rania tidak mendengarkan nya dan terus menelusup kan wajahnya di dada bidang Arsen.
Arsen membiarkan Rania mencari kenyamanan nya karna Arsen tau hati Rania tidak baik baik saja, Rania pun terlelap tidur. Kenapa kamu sangat gampang untuk tidur Rania Arsen membelai rambut Rania.
Arsen memesan makanan lewat online, Rania bangun ini sudah malam apa kamu mau menginap disini, Rania membuka matanya perlahan karna tidur nya yang terlalu nyaman.
"Ini sudah jam berapa mas?"
"ini udah jam tujuh ayo bangun sebentar lagi aku antarkan pulang nanti ibu khawatir kalau aku belum mengantarkan juga kamu pulang"
Rania dengan malas bangun dari tempat tidur membersihkan muka nya memakai makeup tipis tipis biar gak keliatan bangun tidurnya .
Arsen dan Rania sedang menikmati makan malam nya
"Rania aku akan membawa kamu dan anak anak untuk ketemu orang tuaku Minggu depan" Rania menghentikan makan nya
"mas apa gak sebaiknya aku dulu yang bertemu karna aku gak mau mereka menyaksikan penolakan nya"
"Baik kalau kamu khawatir mereka akan menolakmu, tapi aku pastikan itu tidak akan terjadi karna orang tua akan mendukung semua keputusan ku karna yang menjalankannya aku bukan mereka"
Mereka sudah menyelesaikan makan nya dan langsung pulang dijalan Arsen bertanya
"Rania apa ada sesuatu yang kamu ingin beli untuk orang tua mu atau anak anak?"
"Tidak mas pasti mereka sudah tidur karna tadi sudah lelah bermain dan besok mereka harus sekolah"
Arsen melajukan kembali mobilnya dan sampailah di rumah Rania, Arsen pamitan ke orang tua nya Rania.
"Rania seperti nya atasan mu menyukai mu ucap ayah Rania"
"iya ayah beberapa kali pak Arsen melamar Rani tapi Rania belum menjawab nya karna Rania takut karna hanya orang biasa apalagi dengan status Rania sekarang bukan janda anak satu tapi janda anak dua siapa yang mau menerima Rania"
"Tapi pak Arsen meyakinkan Rania bahwa orang tuanya akan menerima Rania dan anak anak nya,Rania takut yah dulu juga mas Arman meyakinkan Rania bahwa ibunya akan menerima Rania tapi sampai sekarang pun ibunya tetap tidak menyukai Rania"
sekarang Rania memikirkan perasaan anak anaknya kalau mereka ditolak seperti dirinya Rania tidak mau mereka terluka. Perasaan Rania ke pak Arsen juga belum tau bagaimana karna belum bisa melupakan mas Arman.
Tapi Rania akan berusaha membuka hatinya kalau orang tua Arsen menerima nya karna bagaimana pun Rania melihat ketulusan dimata Arsen kadang ada rasa nyaman kalau Arsen memberikan perhatiannya. Mungkin sekarang Rania belum menyadari nya
"ya.. sudah itu terserah kamu"
"kamu juga tau mana yang terbaik untukmu dan anak anak, ayah sama ibu hanya bisa mendoakan mu semoga kamu selalu bahagia nak"
Rania masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya hari ini sungguh sangat melelahkan,karna emang dasar nya Rania gampang sekali tidur baru juga merebahkan badan nya dan sekarang dia langsung terlelap tidur.
Rasanya baru juga memejamkan matanya tapi sudah pagi, Rania bangun dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan hari ini Rania ingin menyempatkan mengantarkan anak anak nya sekola.
Sambil makan ayah hari ini biar Rania saja yang mengantarkan anak anak karna sudah lama Rania tidak mengantarkan nya, yasudah kalau begitu ayah duluan ya.
Yee kita naik motor lagi kak Riani sangat senang karna bisa menghirup udara segar pagi hari dengan mengendarai motor, Rania mengantarkan anak anak nya setelah sampai gerbang Ray dan Riani berpamitan masuk.
Rania melanjutkan perjalanan nya setelah sampai Rania yang sedang memarkirkan motor nya terkejut ada suara klakson mobil dari belakangnya Rania menoleh, dan di hadapan nya ada Arsen selamat pagi sayang dengan wajah ceria nya.
Rania langsung melotot memberi isyarat jangan bicara sembarangan karena disekeliling nya sudah memperhatikan Rania. Rania tidak menghiraukan kan nya dan langsung pergi
sesampainya diatas Rania langsung pergi ke pantry untuk membuatkan kopi untuk Arsen, Rania membuka pintu ruangan Arsen dan memberikan kopinya