Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apapun itu,sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik.
Mau berakhir tragis, bahagia, atau menggantung sekalipun, setiap cerita tentang cinta selalu ada hikmah yang bisa kita ambil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daetsma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13
Mengantar Ayu Pulang
Mobil Gilang melaju dengan kecepatan tinggi karena sudah jam setengah empat sore. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, Gilang tiba di depan rumah Ayu berlantai tiga dengan halaman yang luas serta pintu pagar yang tinggi. Setelah itu satpam membuka gerbang rumah dan Gilang mengantar Ayu tepat di pintu rumah orang tua nya. Lalu Ayu keluar dari mobil Gilang.
"Ayu tunggu sebentar." Ucap Gilang
"Kenapa Gilang?"
"Aku boleh mampir dulu ngga sambil mau ngomong sama orang tua kamu, minta maaf karena sudah mengajak jalan kamu terlalu lama." Gilang meminta izin pada Ayu
"Yaudah sini boleh kok Lang."
Setelah itu Gilang masuk ke dalam rumah Ayu dan duduk di ruang tamu. Orang tua Ayu sedang santai di lantai atas menonton televisi, lalu Ayu mengajak orangtuanya untuk ke ruang tamu karena ada Gilang yang sedang menunggu. Setelah orang tua Ayu sudah ada di ruang tamu Gilang salam kepada mereka.
Gilang langsung bilang ke orangtuanya Ayu
"Maaf sudah lama mengajak jalan Ayu hampir satu hari penuh dan maaf kalo kalian khawatir pada kami karena terlambat pulang."
Orang tua Ayu hanya tersenyum
"Tidak apa-apa kalian terlambat pulang kita juga tau kalian memanfaatkan masa remaja kalian. Asalkan Ayu pulang dengan keadaan selamat. Makasih sudah baik kepada Ayu dan menjaga Ayu.
Gilang langsung pamit pulang karena Gilang mampir ke rumah Ayu cuma ingin menyampaikan itu kepada orangtuanya Ayu.
Ayu langsung masuk ke kamar. Tasnya di letakkan di kursi lalu membaringkan tubuhnya ke kasur. Ayu memejamkan matanya, bibirnya menyunggingkan senyum tipis. Ingatannya kembali pada memori waktu di pantai bersama Gilang.
Ayu heran dengan sikap Gilang yang kini begitu baik dan akrab dengan dirinya. Kenapa Gilang selalu mengajak ku jalan berdua bersamanya. Apakah dia mulai jatuh cinta padaku? Mungkin benar dia sudah mulai jatuh cinta padaku. Aku bingung memikirkannya membuat Ayu tertidur.
Setelah Gilang sampai di rumah. Gilang langsung bermain basket dihalaman rumahnya. Gilang bermain dengan teman tetangga rumah nya. Begitulah laki-laki tidak ada kata lelah atau cape karena itu hobinya.
Gilang adalah anak satu-satunya. Orang tua Gilang bekerja di luar negri dan mereka meninggalkan Gilang di rumah sendiri. Gilang hanya di temani oleh pembantu dan satpam. Itu dia kenapa Gilang setelah lulus kuliah langsung jadi CEO. Karena orangtuanya sibuk memegang perusahaan yang ada di luar negri. Dulu orangtuanya Gilang bertanya kepada Gilang, untuk memilih mau memegang perusahaan di sini atau di luar negri. Gilang memilih untuk memegang perusahaan orangtuanya di sini.
Gilang minggu-minggu ini rindu pada orangtuanya. Sudah dua tahun orangtuanya tidak pulang. Setelah Gilang selesai main basket, Gilang langsung memasuki rumah dengan langkah gontai, rasanya dia merasa lelah. Samar-samar, Gilang mendengar suara perempuan yang sangat dikenal dan di rindukannya.
"Bunda." Teriak Gilang sambil berjalan cepat untuk memeluk bundanya.
"Sayang kamu sudah pulang. Bunda sama Ayah kangen sama kamu." Ucap Bundanya sembari membalas pelukan Gilang.
"Dimana Ayah Bun?" Tanya Gilang
"Ayah lagi mandi karena kita juga baru sampai." Jawab Bundanya
"Kalian kapan pulangnya? Kok nggak ngasih tahu Gilang kalau bunda sama ayah mau pulang?" Protes Gilang
"Kejutan dong sayang. Udah sana kamu mandi ganti baju dulu, Bunda tunggu di bawah untuk makan malam." Kata Bundanya sambil mendorong Gilang untuk segera mandi.
Gilang segera mandi dan berganti baju rumahannya lalu segera ke tempat ruang makan, dan disana sudah ada bunda sama ayahnya yang menunggu diri nya.
"Ayo Gilang duduk sini, Ayah kamu keburu lapar." Kata Bunda lalu mengambilkan nasi dan lauk ke piring suaminya dan juga ke piring Gilang.
Makan malam kali ini terasa hangat untuk Gilang, karena ada Bunda dan Ayahnya yang sudah dua tahun ini meninggalkan rumah karena harus mengurus perusahaan di luar negeri.
"Habis makan, Ayah tunggu di ruang keluarga ya! Ayah kangen ngobrol sama kalian." Ucap Ayahnya kepada Gilang dan istrinya
Selesai makan Gilang pun ke ruang keluarga dan membawa cemilan lalu menyusul Ayah dan Bundanya. Gilang duduk disebelah Ayahnya, mereka ngobrol sambil memakan cemilan.
Ayah Gilang memulai pembicaraan. Ayah dan Bundanya membicarakan tentang perusahaan dan menanyakan pasangan Gilang.
"Lang gimana kamu mengatasi perusahaan bisa atau nggak?" Ucap Ayahnya
"Bisa dong ya nggak Lang masa lulusan S3 nggak bisa." Jawab Bunda.
"Bisa kok Yah Bun." Jawab Gilang santai.
"Iyalah bisa kamu kan pintar dari dulu juara di kelas kamu, masa urusan kek gini nggak bisa." Ayahnya sambil tertawa.
"Lalu gimana kamu udah punya pasangan hidup belum?" Tanya Bunda.
"Iya nih gimana Lang, biar kamu ada yang merawatnya juga iya kan Bun." Jelas Ayahnya
"Gilang belum terlalu fokus buat cari pasangan Yah Bun, karena Gilang saat-saat ini cuma fokus sama perusahaan bukan pasangan." Jawab Gilang dengan serius.
Gilang dan orangtuanya mengobrol banyak, karena sekian lama tidak jumpa. Gilang sangat senang dengan suasana saat ini, karena rumahnya komplit bersama keluarganya. Sudah satu jam mereka ngobrol, sekarang sudah jam sembilan. Gilang pamit tidur karena cape seharian sudah jalan dan bermain basket. Mereka pun pergi ke kamar masing-masing.
Ayahnya memainkan laptop karena ada sesuatu yang harus dikerjakan. Sedangkan Bunda Gilang membersihkan tempat tidur karena sudah lama tidak dipakai, jadi tempat tidur tersebut banyak debu. Jam sepuluh mereka langsung tidur, mereka tertidur pulas saking lelahnya mereka baru pulang dari luar negeri dan belum tidur sama sekali sejak datang ke rumah.
sukses selalu buat karyamu
mampir juga di karyaku Thor
kisah Aluna
My Kids My Hero