Perkenalkan Namaku Kanaya, sekarang aku berumur 24 tahun, Aku adalah CEO dari salah satu perusahaan milik ayahku, setelah aku pulang dari Amerika aku diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan ayah, tak lama kemudian aku menikah dengan lelaki impianku dia begitu tampan dan mempesona semenjak kita satu sekolah di SMA aku mulai tertarik padanya. tapi sikapnya sangat cuek dan dingin padaku, bahkan setelah dia menjadi suamiku dia tidak berubah.
Kami menikah dengan perjodohan yang dilakukan keluarga kami, Meski dia tidak mencintai aku namun aku memaksanya untuk punya anak darinya sebagai tanda bukti bawa aku mencintai nya meskipun aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri
Apakah aku bisa meluluhkan hatinya dihari-hari terakhirku.. ikuti kisahku ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Tut... Tut... Tut...
" Cepat angkat teleponnya sebelum Meli curiga " batin Defano
" Halo " ucap Kanaya dengan nada lemah lembut
" Halo Kanaya " ucap Defano sambil tersenyum jahat melihat kearah Meli
" Apa, jadi Pa Defano menghubungi Nona Kanaya menggunakan handphone ku, pasti nanti Nona Kanaya marah padaku.. aku harus bagaimana " batin Meli
" Jangan pikir aku bodoh kalian bisa membohongi ku " batin Defano
" Kamu siapa " ucap Kanaya pura-pura tidak tahu
" So pura-pura lagi, ini aku Defano " ucapnya sinis
" Oh Defano, ada apa " ucap Kanaya cuek
" Apa ?? dengan singkatnya dia bilang apa, setelah Kakanya marah-marah padaku dan ancam-mengancam aku " batin Defano kesal
" Kamu dimana " tanya Defano
" Kenapa kamu kangen padaku sehingga kamu menanyakan keberadaan ku segala.. ini baru satu hati lo kita tidak bertemu " ucap Kanaya menggoda Defano
" Siapa bilang aku kangen padamu, jangan mimpi.. ada hal penting yang aku mau bicarakan tentang perjodohan kita.. " ucap Defano
" Yakin hanya tentang perjodohan kita " ucap Kanaya semakin senang dalam hatinya
" Cepat katakan kamu dimana " ucap Defano kesal
" Kalau aku tidak mau katakan kamu mau apa " ucap Kanaya
" Aku serius.. aku harus bertemu denganmu kalau tidak semuanya akan berantakan " ucap Defano
" Maksudnya " ucap Kanaya
" Tadi kakakmu marah-marah kekantorku " ucap Defano
" Untuk apa Kakak kekantormu " ucap Kanaya
" Kamu mau tau.. " ucap Defano
" Iya " ucap Kanaya
" Yasudah cepat katakan kamu dimana " ucapnya
" Apa Aku harus memberitahukan dia jika aku disini.. tapi dia kan tidak peduli padaku " batin Kanaya
" Cepat katakan " bentak Defano
" Iya-iya aku share lokasinya " ucap Kanaya sambil memberikan teleponnya
" Sialan dia malah menutup teleponnya disaat aku belum selesai berbicara " ucap Defano
" Sebenarnya Pa Defano ini memiliki hubungan apa dengan Nona kanaya, aku rasa bukan hubungan yang biasanya karena dia sangat lancang pada Nona Kanaya " batin Meli
" Nih " ucap Defano membalikan telepon milik Meli
" Aku harus segera Kesana " batin Defano
" Pa Defano kenapa anda berbohong " ucap Meli kesal
" Kamu terlalu bodoh, lagian Kalau tidak seperti itu aku yakin Kau tidak akan memberitahuku keberadaan Kanaya " ucap Defano
" Tapi tidak seperti ini Pa Defano " ucap Meli kesal
" Berisik, aku akan segera menemui Kay " ucap Defano segera pergi dari sana
" Tingkahnya ga ada manis-manisnya " ucap Meli kesal
" Gawat ini gimana " ucap Meli panik
Meli pun segera menghubungi sang majikan
Tut... Tut... Tut... Tut...
" Halo " ucap sang majikan
" Halo Nona ini saya meli " ucapnya
" Ada apa Meli " ucap Kanaya
" Nona saya mau minta maf barusan Pa Defano meminjam handphone saya, beliau bilang mau berbicara dengan asistennya tapi ternyata Pa Defano malah menelpon Nona kanaya " ucap Meli
" Tidak apa-apa.. biarkan dia menemuiku toh dia Takan peduli.. tapi ingat satu hal jangan sekali-kali kamu kasih tau tentang penyakit ku padanya atau pada siapapun " ucap Kanaya
" Baik Nona, saya berjanji tidak akan memberitahukan penyakit Nona pada siapapun " ucap Meli
" Bagus... Terima kasih Meli kamu memang bisa diandalkan " ucap Kanaya
" Sama-sama Nona " ucapnya mematikan teleponnya
.
...****************...
.
Defano sudah berada di depan Rumah sakit tersebut, dengan langkah cepatnya iya segera masuk kedalam dan segera menanyakan kebagian informasi tentang keberadaan Kanaya
" Mba.. maf permisi saya mau tanya disini ada pasien yang bernama Kanaya " tanya Defano
" Maf anda siapanya " tanya sang petugas disana
" Saya calon suaminya.. saya lupa lagi dia dirawat dimana " ucapnya
" Sebenarnya dia pasien atau apa, aku tadi lupa tanyakan padanya " batin Defano
" Pasien atas nama Kanaya ada dilantai tiga diruangan VVIP no 1 " ucap sang petugas
" Jadi dia memang pasien disini.. tapi dia kenapa.. apa aku harus tanyakan pada petugas disini tentang penyakit Kanaya.. tapi buat apa tidak ada gunanya " batin Defano
" Baik mba, terima kasih " ucap Defano melangkah pergi menuju ruangan Kanaya
Iya langsung menaiki lift disana, dan segera mencari kamar Kanaya. Setelah iya menemukan kamarnya iya langsung segera masuk kedalam kamar perawatan.
Kamarnya bagus, bersih dan wangi tapi tidak ada tanda-tanda orang yang menemaninya dan merawatnya. Defano segera menghampiri Kanaya yang sedang tidur.
" Kasian juga dia, sebenarnya dia kenapa " batin Defano duduk disamping Kanaya
" Haruskah aku membangunkan tidurnya yang pulas.. sebaiknya aku tunggu dia bangun kasian juga kalau harus aku bangunkan " batin Defano sambil tersenyum
Defano melihat wajah Kanaya yang sedikit pucat namun tetap cantik meski tanpa make up, berbeda dengan kekasihnya yang selalu tampil menggunakan Make up.
" Kamu manis dan cantik juga...eh kenapa juga aku harus memujinya.. ingat sampai kapanpun cinta mu hanya untuk Sarah " batin Defano
menyesal memang belakangan...
critanya udh bgus ka, klo bsa d revisi biar readers lbih nyaman lgii bcanya...
smngattt
apa el bkn kk kndung kay ?