NovelToon NovelToon
Dari Menantu Menjadi Istri

Dari Menantu Menjadi Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Selama dua tahun Luna Inara Jasmine hidup dalam kebohongan sang suami, Raka Alvaro Mahendra. Sang suami mengatakan jika dirinya impoten.

Suatu hari Luna justru mengetahui kenyataan pahit jika sang suami sebenarnya tidak impoten dan memiliki hubungan dengan sahabatnya, Vanessa. Bahkan mereka sudah memiliki anak dari hubungan gelap itu.

Namun di tengah rasa sakit itu, ayah mertuanya memberikan kehangatan yang tak bisa ia tolak. Membuat Luna memutuskan untuk melepaskan status istri dan menjadi ibu tiri dari mantan suaminya.

Bagaimana kisah mereka? Yuk lanjut baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelabuhan Hati

Setelah makan malam Luna dan Bara memilih menghabiskan waktu di balkon lantai atas. Malam itu langit tampak cerah, bertabur bintang yang berkilau bak permata. Angin malam berhembus lembut membawa aroma bunga dari taman di vila itu.

Tidak ada suara selain desir angin dan sesekali suara serangga malam dari kejauhan. Suasana terasa begitu tenang, seolah dunia berhenti berpura-pura hanya untuk mereka.

Luna duduk santai di atas pangkuan Bara. Tubuh mungilnya bersandar nyaman pada dada bidang pria itu. Ia bisa merasakan detak jantung Bara yang stabil.

Di pangkuan Luna, ada sebuah mangkok berisi anggur segar yang dipetiknya tadi sore. Anggur itu tampak berkilau di bawah cahaya lampu balkon.

Luna benar-benar nyaman dengan posisinya saat ini. Ada rasa damai yang jarang ia temukan sebelumnya. Saat ia bersama dengan Raka. Ironisnya, pria yang memeluknya kini adalah akan menjadi mantan mertuanya. Namun, hati tidak bisa berbohong. Bersama Bara, Luna merasa dirinya kembali hidup.

Tatapan Luna tertuju pada cincin yang melingkar di salah satu jarinya. Bukan cincin pernikahan dengan Raka, melainkan cincin yang Bara sematkan tadi sore di kebun buah. Bara baru saja melamarnya meskipun dirinya belum benar-benar resmi berpisah dengan Raka. Hatinya berdebar setiap kali mengingat moment itu.

Sudut bibirnya terangkat perlahan. Jemarinya mengusap permukaan cincin itu dengan hati-hati, seolah takut benda kecil akan rusak dan lenyap.

Sementara itu, Bara tidak mengatakan apa pun. Pria itu membiarkan membiarkan Luna mencari posisi ternyamannya. Kedua tangannya melingkar di pinggang Luna, berjaga-jaga jika Luna kehilangan keseimbangan tubuhnya.

Ia menarik tangan kirinya, mengambil sebutir anggur lalu menyuapkan ke mulut Luna.

"Masih mau makan buah?" tanya Bara.

Tanpa berpikir panjang Luna membuka mulutnya, menerima suapan itu. Namun bukannya menjawab pertanyaan Bara, pandangannya justru kembali tertuju pada cincin yang melingkar di jari manisnya.

"Cincinnya sangat indah," ucap Luna dengan senyuman yang tak kunjung pudar.

Bara terkekeh pelan. Pandangannya ikut tertuju pada cincin dengan model sederhana yang tadi sore ia sematkan di jari Luna. Akan tetapi nilainya sangat fantastis.

Ia tersenyum tipis. Kemudian dengan lembut menggenggam tangan Luna, mengangkatnya perlahan lalu memberikan kecupan hangat di punggung tangan wanita itu. Sentuhan itu bukan sekedar romantis, melainkan penuh ketulusan.

"Aku bertanya tentang buah, Honey?" goda Bara dengan suara rendah yang membuat Luna semakin tersipu.

Luna terkekeh pelan. "Maaf, aku terlalu senang melihat cincinnya. Aku suka sekali."

"Suka pada cincinnya atau pada orang yang memberikannya?" Bara kembali menggoda Luna.

Luna spontan menoleh, detik berikutnya tawanya pun pecah. Untuk pertama kalinya, setelah sekian lama, Luna baru bisa merasakan tawa yang begitu lepas.

"Aku baru tahu kalau kamu percaya diri sekali," balas Luna diikuti tawanya.

Bara pun ikut tertawa kecil.

Suasana menjadi hening, mereka memilih diam, menikmati angin malam dan kebersamaan mereka. Hanya suara jangkrik dari kebun yang menemani mereka.

Luna mengambil dua buah anggur sekaligus, lalu memasukannya ke dalam mulut.

"Buahnya manis dan segar." Luna bicara tidak jelas karena sedang mengunyah.

"Makan dulu baru bicara, Honey," tegur Bara sambil tersenyum.

Luna tersenyum, membuat pipinya mengembung seperti ikan buntal sangat lucu hingga membuat Bara tertawa. Luna lantas buru-buru mengunyah lalu menelannya.

Ia lalu menyuapkan satu butir buah anggur ke mulut Bara. "Aku harus berterima kasih sama tukang kebun yang kamu pekerjaan," ucap Luna.

Bara mengangguk. "Besok aku beri mereka bonus."

Giliran Luna yang mengangguk. "Itu bagus."

Suasana kembali hening. Luna masih bertahan di posisi yang sama, bersandar pada dada Bara. Namun ekspresi Luna berubah. Ada kesedihan yang perlahan muncul di wajahnya. Matanya menerawang jauh, seolah mengingat sesuatu yang menyakitkan.

"Kamu tahu apa yang terjadi setelah malam pertama kita bertemu?" tanya Luna lirih, tetapi mampu memecah kesunyian di antara mereka.

Bara menggeleng. "Apa yang terjadi?"

"Operasi ibuku berhasil. Tapi … aku tidak bisa pergi menemuimu karena harus merawat ibuku. Aku ingin menghubungimu, tapi saat itu aku tidak memiliki akses apa pun tentangmu. Aku juga tidak bisa meninggalkan ibuku hanya dengan ayah tiriku. Aku takut dia akan menyakiti ibuku."

Setelah itu Luna menarik napas panjang.

"Tapi …." Luna menghentikan ucapannya.

"Tapi apa?" Bara menatapnya penuh perhatian.

"Tapi setelah dua tahun. Setelah aku pikir semuanya baik-baik saja … ibuku tiba-tiba meninggal." Luna menghela napas panjang. Suaranya mulai bergetar. "Jatuh dari tangga."

Bara mengeratkan pelukannya, saat tubuh Luna mulai bergetar seolah ingin menguatkan wanita kesayangannya itu.

"Tapi aku tidak yakin," lanjut Luna. "Aku curiga pada ayah tiriku. Tapi aku tidak punya banyak bukti."

"I'm sorry," ucap Bara tulus.

Luna menggeleng lantas mendongak. "Maaf untuk apa?"

"Dulu aku tidak bisa melindungimu," jawab Bara dengan penuh penyesalan. Ia lalu kambali mencium punggung tangan Luna seakan ingin menebus semua kesalahan di masa lalu.

Dulu Bara sama sekali tidak memiliki banyak daya untuk melakukan apa pun. Hidupnya masih dikendalikan oleh Mahendra. Namun sekarang semuanya sudah berubah. Mahendra sekarang ada di dalam genggaman tangannya, ia berkuasa penuh atas keluarga Mahendra.

Saat ia sudah memiliki segalanya, uang, kekuasaan, Bara berjanji akan melindungi Lunanya. Ia tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti wanita kesayangannya itu.

Luna tersenyum tipis. Tangannya terangkat menyentuh rahang Bara. Ia mengusapnya lembut. "Ini bukan salahmu. Aku tetap harus berterima kasih padamu. Berkat uang itu, aku bisa lebih lama bersama ibuku."

Bara mengangguk lalu mengecup jemari Luna. "I won't ever let you leave my life again, Bebe."

Luna tersenyum dengan begitu tulus.

Waktu seolah berhenti sesaat saat pandangan mereka bertemu pada satu titik yang sama.

Bara lantas mengambil satu buah anggur lalu menyuapkan ke mulut Luna. "Mau aku suapi lagi?"

Mata Luna terbelalak mendengar kata suapi. Ia teringat akan kejadian di kebun sore tadi. Saat Bara menyuapinya dengan begitu lembut. Bukan dengan tangan, melainkan dengan bibirnya.

Pipinya tiba-tiba memanas, hatinya berdebar tidak karuan.

Luna lalu berdiri dengan tergesa. "Ini sudah malam. A-aku mau tidur."

Luna bicara dengan tergagap.

"Mau ditemenin?" Bara bertanya dengan nada menggoda.

"Tidak," jawab Luna cepat.

Luna menolak lantaran ia takut tidak bisa mengendalikan diri. Ada rasa yang begitu kuat dan ia khawatir akan larut terlalu jauh.

"Aku ke kamar dulu. Selamat malam," ucapnya sambil tersenyum.

Luna lantas mencium rahang Bara dengan cepat sebelum berlari ke kamarnya. Wajahnya terlihat cerita, seolah tidak ada beban dihidupnya. Bersama Bara, Luna merasa bisa menjadi dirinya. Tidak ada kepura-puraan, tidak ada ketakutan.

1
MamDeyh
Nah apa lagi ini 🤔
say't
dan anak yg dikandung vanesa tu hasil tabungan bnyk org 🤣
partini
emmm bara junior
aku
mantep gak tuh!! dpt set perhiasan dr mantu wkwkwwkwkk
partini
kalau anak kandung pasti dapat kalau kelakuan mu baik ,,kalau anak pungut
Indriani Kartini
syukurin kamu Raka, emang enak, kamu mengkhianati Luna skrng Luna nikah lagi SMA papamu kamu sakit hati,
partini
have sex OMG maklum pengantin baru ,tapi anyep Thor 🤭🤭
ig: Marica_Author: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
partini
nah loh ayo panggil mommy
MamDeyh
Lanjuuut
partini
jangan kalah sama Mae ya Thor unboxing nya 😂😂😂🤭🤭🤭
partini
menunggu part di mana Luna bilang ke arka call me mommy 😂😂
ig: Marica_Author: asiap🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
say't
ow ow ow aq mau dong 1 kyk bara 😭 meski hanya hayalan 🤣
MamDeyh
Wowwww
partini
nanggung itu kokop sekalian😂
mereka ayah dan anak ga sih aku curigooong kaya tom and Jerry ga akur
ig: Marica_Author: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
jadi ceritanya mantan istri ku jadi ibu tiri ku welehhh,. gimana rasanya si arka kalau dengar desahan manjahhh mantan istri lagi ina inu sama papanya 🤔
ig: Marica_Author: biarin kan mereka belom ini itu. Yang menang banyak bapaknya🤭🤭
total 1 replies
partini
papahhhhh Maratuahhhh ga datang ini drama nya bagus"nya ini loh
MamDeyh
Up lagi kak
MamDeyh
Lagiiii kak
MamDeyh
Lagiiiii
ig: Marica_Author: siap🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Indriani Kartini
perancang busana abal2 Vanessa? ah ingin cpt2 bwt Raka menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!