Sedang tahap revisi🙏
HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN .❗❗
Kisah cinta dari
Anak seorang petani & Pewaris tunggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggika15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 12
Lagit senja pun sudah terlihat begitu indah , kini sudah waktu nya Aldrich dan Nabila kembali pulang ke kota.
" Bu kami pulang dulu " Pamit Aldrich ke pada orang tua Nabila.
" Baiklah " wanita yang sudah terlihat berumur itu tersenyum ramah.
" Hati-hati di jalan , dan Ana , kamu baik-baik di sana ya sayang " Wanita itu mengusap kepala putri nya dengan penuh cinta.
Nabila pun tersenyum , lalu mencium pipi sang ibu tercinta , satu-satu nya lagi permata hati yang tuhan sisih kan untuk diri nya.
" Baik bu , ibu juga baik-baik . Dan kalian" Nabila menunjuk kedua adik kembar nya sambil tersenyum . " Jangan bikin ibu kesal oke ?" Pinta nya.
" Siap ka , kami akan pulang cepat dan membantu ibu " Jawab adik kembar nya Riri.
" Ya sudah kita berangkat " Nabila pun tersenyum kembali. " Dadah"Tangan Nabila melambai.
Kini Nabila dan Aldrich pun sudah beranjak pergi menuju mobil.
Setelah kedua nya berada di dalam , Aldrich pun mulai melajukan mobil nya perlahan , hingga meninggal kan rumah sederhana yang di tinggali ibu dan kedua adik Nabila.
" Eheumm " Suara Aldrich membuat Nabila menoleh ke arah nya.
" Tadi kau bilang apa ?" Tanya Aldrich tanpa memangling kan wajah.
" Apa nya yang apa ?" Nabila berkerut kening mendengar pertanyaan Aldrich.
" Tadi yang kau kata kan waktu di hadapan ibu ?" Aldrich pun membawa pandangan nya kepada Nabila.
" Banyak yang kita bicara kan di depan ibu ?" Nabila semakin di buat kebingungan oleh lelaki di samping nya itu.
Aldrich pun menghela nafas nya , lalu berkata.
" Kau memanggil ku apa ?" Jelas nya.
" Apa ? " Tanya Nabila kembali , hingga membuat raut wajah Aldrich kesal.
" Ah sudahlah , kau ini memang menyebal kan " Aldrich terlihat merajuk.
Nabila pun malah tersenyum jahil kepada Aldrich.
" Mas " Sahut Nabila ,menatap Aldrich dengan tatapan jahil.
Aldrich pun menoleh , pandangan mereka pun saling bertemu.
" Bagai mana tuan " Tanya Nabila tersenyum sambil memain kan alis nya.
" Dasar anak kecil " Ledek nya kepada Nabila.
" Dasar om-om " Balas Nabila , pandangan ya kembali lurus kedepan.
" Kenapa papih milih kamu " Gerutu Aldrich.
" Iya saya juga bingung kenapa papih maksa saya ?" Balas nya.
" Apa kita harus membuat surat perjanjian ?" Tanya lelaki yang sedang sibuk mengemudi di samping Nabila.
" Apa anda ingin memper main kan ku ?" Nabila betanya tanpa ekspresi.
Aldrich hanya terdiam , pandangan nya hanya menatap jalanan dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan .
" Saya tau anda memang tidak tertarik kepada saya , saya cukup tau diri untuk itu , tapi kalau anda ingin mempermain kan janji suci di hadapan tuhan , maka lebih baik kita akhiri saja sekarang dan jujur saja bahwa kita tidak pernah memiliki hunbungan apapun " Tegas Nabila ,kepada Aldrich . Entah mendapat kan keberanian dari mana hingga dia berani mencecar nya dengan penjelasan panjang lebar.
" Bukan begitu maksud ku " Sahut Aldrich . " Aku takut kau merasa tidak nyaman dengan ku , usia kita terpaut sangat jauh , kalaupun tidak mau ada perjajian nikah , ya sudah kita usahakan sama-sama agar hubungan yang papih ingin kan berjalan mulus dan baik-baik saja " Jelas nya kepada Nabila.
" Maaf saya lancang " Lirih Nabila . " Saya hanya tidak ingin mempermain kan hati ibu saya " Ia berusaha nahan rasa kesal nya.
" Aku tidak bermaksud memper main kan perasaan ibu mu atau pun diri mu sendiri , kau ini gadis baik dan polos , aku hanya sedang memikir kan apa aku pantas bersama mu , bahkan aku adalah seorang bajingan " Aldrich pun menatap Nabila .
" Tuan . Menikahlah bersama wanita pilihan ibu mu " Manik nya melirik ke arah Aldrich.
" TIDAK " Jawab nya tegas , mata tajam nya kini menoleh ke arah Nabila.
" Bukan kah kau tidak usah membuat surat perjanjian apaun dengan Sarah " Tanya Nabila.
" Tapi aku tidak mau hidup bersama nya " Tegas Aldrich.
" Kenapa ? bukan kah dia cantik ? mamih juga sangat senang pada nya" Tanya Nabila kembali.
" Aku tidak suka gaya hidup nya , bukan soal uang yang ku permasalah kan , tapi aku mencari istri yang akan menunggu ku pulang dan mengurus anak-anak ku , bukan wanita yang suka keluyuran bersama teman-teman sosialita nya " Cicit Aldrich , sesekali pandangan nya melihat ke arah Nabila dengan tangan yang terus memegang kemudi.
" Saya juga akan terus bekerja " Balas Nabila.
" Kalau aku yang akan menjadi suami mu , kau tidak boleh bekerja menjadi waiters , kau hanya boleh bekerja mengurus ku dan anak ku , akan ku gajih setiap bulan nya " Jawab Aldrich.
Nabila pun hanya terdiam .
" Soal perjanjian itu , kita lupakan termasuk perjanjian lima bulan itu " Ucap Aldrich kembali.
" Apa kau yakin ?" Tanya Nabila .
" Ya , kau pilihan papih ku bukan ? jadi ku anggap saja kau adalah yang terbaik " Jelas Aldrich.
" Apa kau tidak akan menyesal ? kau lebih memilih ku dari pada nona Sarah ? " Aldrich pun menoleh ke arah nya lalu tersenyum.
Senyuman yang sangat jarang Aldrich perlihat pada diri nya , namun saat ini lelaki itu tengah tersenyum manis pada dirinya.
" Pindahlah ke apartemen ku , tinggal kan kontrakan kumuh mu itu " Pinta Aldrich.
" Aku tidal mau di cap jelek , oleh siapapun terutama ibu mu " Jelas Nabila.
" Ini aku yang meminta , bukan kau . Jadi tempati saja , bukan kan itu akan menjadi tempat tinggal kita berdua nanti ?"
" Akan ku pikir kan nanti " Jawab Nabila singkat.
Aldrich pun terus memacu kecepatan mobil nya cukup tinggi , kini langit cerah sudah berganti menjadi gelap gulita.
Suasana mobil seketika hening setelah perdebatan nya .
Kini gadis bawel itu sudah terlelap di samping nya.
" Kalo lagi diem cantik " Gumam Aldrich.
Setelah beberapa jam melalui jalananya , dari kampung menuju kota , kini mobil itu pun sudah berhenti di pinggir jalan .
Ia pun terus melirik Nabila yang masih terlelap , ia kebingungan babagai mana cara nya membangun kan gadis kecil di sebelah nya.
" Nabila " Aldrich menepuk pelan pipi gadis yang tengah tertidur.
" Nabila " Lagi-lagi ia tak melihat tanda Nabila akan terbangun.
Setelah cukup lama menunggu , akhirnya Nabila mengerjap kan mata nya.
Nabila menoleh ke arah Aldrich yang sedang memejam kan mata , dengan jari yang memijat pelan pelipis alisnya.
" Tuan " Panggilan Nabila membuat Aldrich langsung menatap le arah nya.
" Akhir nya kau bangun juga " Suara Aldrich sedikit berbisik.
" Berapa lama aku tidur ? kenapa ga di banguni " Cecar Nabila.
Aldrich pun menghela nafas nya kasar , ia terlihat menggeser tubuh nya lalu mulai membuka pintu.
" Turun lah , sudah malam " Titah nya sambil berlalu menuruni mobil.
Melihat Aldrich yang sudah keluar dari mobil dengan raut wajah kesal , Nabila pun langsung bergegas menyusul Aldrich.
-Brugh
Tuit..Tuit
Setelah melihat Nabila mengeluari mobil , Aldrich pun langsung menekan remote control untuk mengunci mobil nya.
" Tuan " Panggil nya sedikit berlalri mengejar Aldrich yang sudah berada di depan nya.
Laki-laki berbadan tegap itu pun menoleh.
" Stop memanggil ku tuan , aku bukan majikan mu " Tegas nya.
Nabila pun hanya terdiam ketika melihat tatapan menakutkan dari Aldrich.
" Baiklah om " Sahut nya.
Mendengar Nabila memanggil nya om , Aldrich hanya mengusap wajah nya kasar.
" Terserah kau saja " Aldrich pun kembali berbalik badan .
" Om tungguin " Nabila pun berlari mengejar Aldrich.
" Masuklah , aku akan pulang sekarang "Titah nya ketika Aldrich sudah sampai di depan pintu kontrakan milik Nabila.
" Masuklah dulu , aku akan membuat kan anda coklat hangat " Tawar Nabila sambil membuka kunci pintu.
" Tidak usah , lain kali saja. Masuklah , kunci pintu dan istirahat " Aldrich pun langsung meranjak meninggal kan Nabila yang kini sedang berada di ambang pintu.
Ada perasaan aneh di relung hati nya , seperti banyak sekali kupu-kupu yang sedang berterbangan .
Bibir nya terus tersenyum kala melihat punggung laki-laki yang kini sudah perlahan menghilang.
Setelah benar-benar Aldrich sudah tak terjangkau oleh pandangan nya , Nabila pun masuk lalu menutup pintu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAN LUPA LIKE & VOTE
DUKUNGAN DARI KALIAN SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR ☺
MAAF KALO MASIH BANYAK TYPO 🤭
saat aldrick salah, dia dibuat menderita lama dulu, tidak mudah dimaafkan, dia dibuat berjuang keras untuk mencari istrinya
tapi saat nabila buat salah semudah itu dimaafkan, malh nabila tidak berjuang sama sekali, merasa diabaikan dia malh pergi dan ujung2 aldrick lagi yang mengalah dan berjuang
semua novel itu bagus tapi tidak semua novel itu bisa bersikap adil
lihat pada bab aldrick melakukan kesalahan reader kompak menghujat dan melaknat aldrick
tapi pada saat bab nabila melakukan kesalahan, mereka diam, membela nabila dan malh mereka membenarkan tindakan nabila
wahai reader2 egois inilah kesalahan nabila
nabila seorang istri yang murahan dan tidak punya harga diri, dia pergi dan tinggal berdiaan dengan pria lain dan dia ketawa bahagia berduaan dengan pria lain dalam satu rumah,
sadar2
nabila perempuan egois dia tidak mau memaafkan suaminya dan pergi dari rumah tapi tidak sadar kesalahannya lebih menjijikan sebagai seorang istri yang pergi dengan lelaki lain dan berduaan dengan lelaki lain didalam rumah, istri tidak ada harga dirinya sama sekali dan dia mau dimaafkan begiti saja, tidak respeck untuk wanita dan istri yang tidak bisa menjaga kehormatannya
Kim Seokjin
min yoongi
Jung Hoseok
Park jimin
Kim Taehyung
jeon jungkook
punya sya maap mbak Sarah cari yg lain aja