NovelToon NovelToon
DENDAM

DENDAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Contest / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Vanda Anastasia Adam

Nasib Celina yang yatim piatu bertambah malang karena suatu malam ia diculik dan diperkosa oleh 3 orang pria..


"Aku tidak pantas untuk mu.. Aku sudah kotor! Bahkan sangat kotor. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dari diriku!."


Bagaimana nasib Celina setelah kejadian itu?
Akankah dia membalaskan dendam nya pada ketiga pria keji tersebut?


Cerita ini hanyalah fiksi belaka dan mengandung unsur kekerasan, pembaca diharap bijak dalam menyikapinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanda Anastasia Adam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Darcia memijit pelipis matanya yang terasa berdenyut, sudah 3 hari ini dia bolak balik kantor polisi karena masalah pembunuhan yang terjadi di club malam miliknya.

Pengacara yang dia sewa masih berusaha bernegosiasi dengan pihak kepolisian, agar club miliknya bisa beroperasi kembali. Darcia kehilangan salah satu aset pengumpul uangnya dalam beberapa hari ini.

"Halo."

"Darci, what happen ini your club? Aku baru menonton berita kalau ada kasus pembunuhan yang terjadi disana. Are you okay men?."

"Yes i'm okay Mark, don't worry. Aku masih berusaha bernegosiasi dengan polisi agar club milik ku disini bisa buka kembali. Aku tidak menyangka kasus ini akan menjadi heboh sampai keluar daerah."

"Tenanglah Dar, aku juga cukup kaget saat melihat berita tadi. Lalu apa pelakunya sudah tertangkap?."

"Polisi belum menemukan bukti apa-apa untuk menentukan tersangka nya. Kamera CCTV malam itu sedang rusak, sedangkan disana cukup banyak orang yang masuk keluar dari ruang privat yang lain."

"Kau yang sabar saja, aku yakin semuanya akan segera membaik. Hubungi kami jika kau membutuhkan bantuan men."

"Okay, thanks bro."

Darcia menutup pembicaraan dengan sahabatnya Mark ditelepon. Berbicara dengan Mark sedikit membuat hati dan pikiran lelaki itu lega karena bisa berbagi dengan sahabatnya itu.

Darcia harus memutar otak untuk mencari solusi terbaik untuk masalah ini, sebelum dia makin kehilangan banyak uang karena club mewahnya tutup.

"Bos."

Ryan datang tergopoh-gopoh dari luar ruang kantornya dengan wajah panik.

"Gawat bos."

"Ada apa Ryan? Kenapa kau panik seperti itu?."

"Ada masalah bos, direktur keuangan lari membawa uang perusahaan bos."

"What?."

Darcia syok mendengar laporan sang bodyguard kepercayaan yang mengatakan kalau direktur perusahaan yang sudah lama bekerja bersama mereka, hilang entah kemana dan pergi membawa lari uang perusahaan Blake, Corp milyaran dolar.

Darcia tidak pernah menaruh curiga pada direktur keuangan itu karena selama 10 tahun ini, lelaki itu sudah bekerja mengabdi di perusahaan mereka.

"Shit! Tidak ku sangka tua Bangka itu berani mengkhianati aku!."

"Maaf bos, para investor sudah mendengar berita ini. Mereka yang sudah menanam modal di perusahaan kita menarik dananya. Mereka beralasan tidak bisa lagi mempercayai Blake, Corp dan saham kita terancam jatuh bos."

Darcia menatap nyalang bodyguard kepercayaan nya itu.

"Kenapa kau baru memberi tahukan padaku bodoh! Masalah sebesar ini dan aku baru mengetahuinya?."

"I'm really sorry. Saya baru mendapatkan laporan beberapa saat yang lalu dari sekretaris bos."

Ryan tertunduk tidak berani menatap sang bos yang sedang marah.

"Bodoh! Sekretaris tidak berguna. Pecat saja dia! Tidak ada gunanya dia bekerja disini lagi."

Takut-takut Ryan membungkuk memberi hormat meninggalkan Darcia.

"Where are you going Ryan? Aku belum selesai berbicara padamu you stupid idiot!."

"Maaf bos."

Ryan menunduk patuh dan berbalik menghadap bosnya.

"Kumpulkan para pemegang saham sekarang juga, kita harus segera bergerak sebelum perusahaan ini hancur."

"Baik Bos."

"Sana pergi!."

Ryan segera berlalu dari ruang CEO dengan langkah lebar sebelum bosnya itu kembali memarahi dirinya.

10 menit kemudian semua pemegang saham sudah berkumpul di ruang rapat Blake, Corp.

"Ini semua salahmu Darcia! Lihatlah sekarang saham perusahaan ini semakin jatuh setiap jam nya!."

Suasana ruang rapat ricuh, para pemegang saham terus menyalahkan Darcia sebagai CEO yang tidak becus dalam bekerja.

"Meski pun ini adalah perusahaan milik mendiang ayahmu, tapi kami tidak ingin menyia-nyiakan saham milik kami di perusahaan yang sedang terancam bangkrut ini!. Aku akan menarik saham milik ku dari sini. Aku tidak mau menanamkan saham ku lagi disini! Dan tanpa modal dari para investor-investor itu, perusahaan mu ini akan segera hancur!."

"Shut up!."

Suara Darcia menggelegar di seluruh penjuru ruangan itu, dia menatap tajam satu per satu anggota pemegang saham Blake, Corp miliknya.

"Berhenti menyalahkan aku tuan-tuan yang terhormat! Aku juga tidak menyangka tua Bangka itu berani membawa uang perusahaan ini. Aku berjanji akan segera mencari cara untuk mengatasi masalah yang terjadi ini. Tolong bersabarlah! Aku memanggil kalian semua kesini untuk mencari jalan keluar, bukan untuk bertengkar dengan kalian semua."

Darcia berusaha meredam emosi dirinya, dia tidak mau pemegang saham-saham itu menarik sahamnya dari Blake, Corp.

Perusahaan keluarga nya akan terancam bangkrut jika dia sampai kehilangan mereka. Dia membutuhkan suntikan dana dari mereka semua untuk meminimalisir kerugian perusahaan.

Karena direktur keuangan membawa lari uang perusahaan, banyak pembangunan kerja sama dengan perusahaan lain akan mangkrak. Serta mereka pasti akan meminta ganti rugi pada perusahaan Blake, Corp. Darcia tidak ingin semakin rugi dalam hal ini.

"No, kami tidak ikut hancur bersama mu Darcia! Selama ini kami terlalu mempercayai dirimu. Selamat tinggal!."

5 orang pemegang saham terbesar di perusahaan Blake, Corp keluar dari ruang rapat. Mereka terlanjur kecewa karena selama ini Darcia memang terkesan menyepelekan dan tidak peduli dengan nasib perusahaan Blake, Corp.

Dia terlalu mempercayai orang lain untuk menyelesaikan tanggung jawab dirinya sebagai CEO disana. Lelaki itu terlalu sibuk dengan club-club miliknya dan mengabaikan pekerjaan nya di perusahaan.

Belum lagi dengan kegiatan dirinya yang suka bersenang-senang dengan wanita-wanita malam, membuat para pemegang saham itu semakin muak dengan tingkah sang CEO.

Kini hanya tersisa 2 orang pemegang saham yang masih setia mendampingi Darcia membangun kembali perusahaan Blake, Corp.

Darcia menatap kesal kelima pemegang saham yamg lebih memilih meninggalkan dirinya disaat seperti ini. Namun, lelaki itu tidak bisa memaksa mereka untuk tetap tinggal berada di perusahaan nya.

"Apa langkah selanjutnya yang akan kau ambil tuan Darcia?."

Salah seorang pemegang saham yang tersisa bertanya.

"Saya akan mencari pinjaman agar perusahaan ini tidak akan bangkrut. Saya juga akan meyakinkan investor agar tidak menarik modal mereka. Tolong beri saya waktu untuk membuktikan nya pada kalian berdua. Saya berjanji akan memperjuangkan perusahaan ini dan tidak akan mengecewakan kalian lagi."

Darcia berujar tulus, meski dia tidak tahu harus mencari kemana, namun lelaki itu harus bisa meyakinkan 2 orang pemegang saham yang tersisa di perusahaan nya agar mereka tidak ikut pergi menarik saham mereka dari Blake, Corp.

Darcia kembali ke ruangannya dan mencoba menghubungi investor serta bank untuk mencari pinjaman.

Banyaknya yang perusahaan yang raib serta pemegang saham yang menarik investasi nya di perusahaan, membuat Blake, Corp terancam bangkrut.

Darcia tidak ingin perusahaan yang dibangun sudah payah oleh mendiang ayah nya, harus hancur di tangan anaknya sendiri.

"Bos. Di luar ada Mr Mario."

Darcia terkejut mendengar Ryan yang mengatakan kalau rekan bisnis nya dari perwakilan Domino, Corp ada di luar sedang menunggu dirinya.

"Persilahkan dia masuk."

Ryan keluar dan kembali membawa masuk Mario keruangan CEO Blake, Corp.

Darcia menyambut kedatangan pria bertubuh tinggi itu dan mengajak nya duduk di sofa agar lebih santai.

"Ada yang bisa saya bantu Mr Mario? Saya sedikit terkejut saat Ryan mengatakan kalau Mr ada di luar tadi."

"Maaf kalau kedatangan saya membuat Mr Darcia terganggu. Saya sudah mendengar kalau perusahaan Mr sedang di ambang kebangkrutan. Adapun maksud kedatangan saya kesini untuk membantu perusahaan Mr."

Bagai mendapat angin segar, Darcia begitu senang saat mendengar perkataan Mario. Dalam hati dia bersyukur karena tidak perlu susah-susah lagi mencari pinjaman ataupun mengemis pada para investor yang sudah meninggalkan perusahaan nya.

"Tapi Mr, kenapa anda mau membantu perusahaan yang terancam bangkrut seperti saya? Bahkan saya begitu kesulitan untuk mencari investor dan pinjaman dari bank untuk menutupi kerugian perusahaan."

"CEO saya yang memintanya Mr Darcia. CEO kami memang senang membantu perusahaan-perusahaan yang terancam bangkrut seperti Mr. Dia akan menyuntikan dana untuk menutupi kerugian perusahaan, serta menginvestasikan saham sebesar 80% di perusahaan anda. CEO saya juga akan membantu Mr Darcia tentang kasus yang belum lama menimpa club malam milik Mr."

Darcia tampak kegirangan mendengar penuturan Mario, dia tidak menyangka kalau pemilik Domino, Corp ternyata orang yang sangat murah hati dan mau membantu perusahaan miliknya yang sama sekali tidak sebanding dengan perusahaan mereka.

"Saya sangat senang dan sangat berterima kasih pada beliau Mr Mario. Saya benar-benar tidak menyangka kalau pemimpin Mr mau membantu perusahaan kecil saya ini. Lalu, apa yang harus saya lakukan selanjutnya Mr?."

Mario mengeluarkan sebuah map dari tas kantornya dan menyodorkan map tersebut ketangan Darcia.

"Silahkan dibaca dulu kesepakatan yang telah kami siapkan Mr Darcia."

Darcia tampak mempelajari isi dalam kontrak kesepakatan yang diberikan Mario padanya. Dia membaca dengan teliti satu per satu poin penting dalam kontrak kerjasama tersebut.

Darcia hanya harus membagi keuntungan 50:50 dan poin lainnya malah terlihat lebih menguntungkan dia dan perusahaan Blake, Corp.

"Baiklah, saya menyetujui kontrak kesepakatan ini Mr Mario. Saya akan segera menanda tangani nya."

Mario tersenyum tipis saat melihat Darcia membubuhi tanda tangan dirinya dalam kontrak kesepakatan kerja sama tersebut. Welcome to the game Mr Darcia.

...**∆∆∆∆∆∆∆∆∆...

Hari ini Up 2 Chapter

Jangan lupa tinggalkan Coment terbaik kalian guys 🤗

Like and Vote 🌹**

1
Khairul Azam
othor nya gak ngeri apa pas waktu nulis? aku nympk mrinding
Fitri Prasetyo
haaaa 😱😱😱
Fitri Prasetyo
mesti dalang e James..
Fitri Prasetyo
iiihhh, ayank Kelvin.. 😍😍😍
Serli Karlina
Luar biasa
Tabrani Murtado
smg cepat sembuh thor, anak y
Nyi Arifin Bwi
Andre jodohnya ruby
Tabrani Murtado
aduh thor ngeri banget deh cara balas dendam y, celina, ini d bca bukan sm orang dewasa aj mungkin anak remaja jg pasti bc, jngn terlalu banget thor
Tabrani Murtado
gila jahat bener, aq tunggu karma mereka thor
Tabrani Murtado
nyimak thor
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Rere Niae Cie'kecee
semangat tour🤗
im3ld4
duh .. lg maksi yg terlambat.. malah mewek..
im3ld4
duh.. sumpah.. ngebayangin aja ngilu 🤧
Humairah
josss
Mimin Rukmiami
👍👍👍💪💪
Esther Nelwan
andrew kecepetan beraksi sih jd kena bogem😂😂
Anice Redysaid
terlalu sadis....
tdk setimpal...
Esther Nelwan
duuuh bhgianya jd mauren...semoga celena/ruby bertemu pria yg baek jf y
Anice Redysaid
cepat aembuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!