Sebuah kisah tentang seorang anak yang sejak lahir sudah merenggut banyak nyawa. Kisah tersebut dijulukki dengan sebutan Malam Berdarah kota Ling.
Bagaimanakah cara anak tersebut mencari teman yang akan selalu menemaninya sehidup srmati?
Penasaran dengan kisah ceritanya?, Mari ikuti dengan membaca bersama!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerry Napukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Awal dari Petualangan
Seminggu telah berlalu dari kembalinya Ling Ro Bai melakukan kultivasi tertutup. Hari ini adalah hari yang telah ditunggu-tunggu oleh Ling Ro Bai. Dimana ia akan melakukan sebuah petualangan dan dapat bertemu dengan banyak manusia.
Di halaman belakang istana, sudah terdapat banyak sekali prajurit istana hitam tidak lupa juga lima keluarga ling yang baru.
Mereka saat ini sedang menunggu kedatangan Raja serta Tuan Muda mereka. Tak berselang lama 2 sosok datang dari arah dalam istana. Keduanya adalah Ling Ro Bai dan Shen Goldy.
Ketika melihat raja dan tuan muda datang mereka segera menunduk hormat. Begitu juga dengan kelima anggota ling yang baru. Sekarang mereka tak lagi memakai pakaian pelayan karena sudah resmi menjadi keluarga Ling Ro Bai.
Keduanya saat ini sudah berada di depan para prajurit. Menatap lekat-lekat ke arah pasukan yang selalu setia kepada mereka berdua.
"Berdirilah wahai pasukanku!, hari ini adalah hari dimana tuan muda kita, Ling Ro Bai akan melakukan perjalanan pertamanya untuk mendapatkan pengalaman serta mencapai puncak tertinggi dunia. Maka dari itu, aku mengumpulkan kalian semua untuk mengantarkan keberangkatannya dimana menjadi awal dari kejayaan kita semua!", Ucap Shen Goldy sangat lantang.
Para prajurit yang mendengar orasi dari pemimpinnya menjadi semangat dan berteriak hormat untuk raja dan tuan mudanya.
"Hidup Yang Mulia!"
"Hidup Tuan Muda!"
"Hidup Istana Hitam!"
Suara riuh terus terdengar hingga membuat Ling Ro Bai tersenyum bahagia. "Berhenti!", mendengar suara raja mereka kebisingan yang terjadi langsung hilang berganti menjadi keheningan.
Shen Goldy yang saat ini memakai baju kebesarannya sangat bahagia melihat semangat dari prajuritnya. Ia membalikkan badannya dan menghadap pada portal yang sangat besar. Memiliki ukuran 8 meter serta lebar 6 meter.
Kedua tangannya bergerak membentuk sebuah rune kuno yang tak dimengerti oleh semuanya. Sedangkan Ling Ro Bai memperhatikan dengan serius rune pembuka portal teleportasi tersebut.
Walaupun dia memiliki kitab dari ayahnya, namun tetap saja ia harus mengambil referensi lain agar menambah wawasan yang luas. Setelah beberapa menit menulis rune kuno, portal di depan mereka memancarkan cahaya yang sangat terang. Hingga membuat semua yang ada di halaman harus menutup matanya.
Ketika cahaya tersebut menghilang, mereka semua dapat melihat di pintu portal tersebut terdapat sebuah lubang hitam yang bisa di pastikan adalah pintu teleportasi.
"Kalian berlima mendekatlah, dan berdiri di depan lubang hitam tersebut. Sebelum aku menyuruh kalian, aku memiliki pesan khusus agar kalian dapat melewati badai ruang waktu nantinya. Karena jika sekali saja kalian keluar dari jalur teleportasi bisa dipastikan kalian akan terjebak di dalam ruang hampa dan mungkin tak akan selamat hidup-hidup", jelas Shen Goldy kepada Ling Ro Bai dan yang lainnya. Mereka berenam mengangguk bahwa paham dengan yang disampaikan.
"Untuk kau Ling Mei, karena dirimu adalah yang terkuat. Buatlah pelindung untuk mengantisipasi jika ada keadaan yang berbahaya. Dan untuk kalian, buatlah pelindung khusus untuk diri kalian sendiri",
"Baik Yang Mulia", hanya mereka berlima lah yang menjawab sedangkan Ling Ro Bai hanya menganggukkan kepala saja.
Setelah memberikan arahan, Ling Ro Bai dan yang lainnya masuk bersamaan dengan bergandengan tangan. Agar tak ada yang tertarik oleh ruang hampa serta badai ruang dan waktu.
Wushh!
Keenamnya tersedot oleh lubang hitam dan menghilang begitu saja meninggalkan Shen Goldy dan para prajuritnya. Sedangkan untuk pintu portal sendiri kembali seperti semula dan tak ada lagi lubang hitamnya.
"Semoga kalian selamat", doa Sehen Goldy untuk mereka berenam.
*****
(Di jalur Teleportasi)
6 manusia dengan penampilan yang mewah terus ditarik dengan cepat oleh sesuatu yang tak kasat mata. Kecepatan di luar nalar manusia membuat mereka memasang sikap waspada dan hati-hati.
Pelindung berlapis-lapis telah dipasang agar selamat. Mereka tak tahu sudah berapa lama di jalur ini yang mereka tahu hanyalah kegelapan dan sebuah cahaya kecil di ujung dari tempat mereka berada.
Mereka adalah Ling Ro Bai dan yang lainnya, dimana sedang melewati jalur teleportasi menuju realm tingkat menengah.
Di samping jalur tersebut, terdapat banyak sekali benda melayang namun keenam manusia tersebut tak dapat melihatnya. Hingga kejadian yang diluar perkiraan membuat mereka kaget bukan main.
Dhuarr...!!
Dhuarr...!!!
Ledakan demi ledakan terdengar, tanpa sadar mereka mengencangkan pegangan masing-masing. Takut jika terlepas. Badai ruang dan waktu yang menjadi penghalang perjalanan mereka sudah muncul. Memantapkan hati untuk dapat keluar hidup-hidup.
Tiba-tiba ada sebuah bongkahan batu menabrak dinding teleportasi dengan keras. Terus menembus dan mengarah ke arah Ling Ro bai dan yang lainnya.
Pelindung mereka telah diperkuat namun apa daya bongkahan tersebut membuat mereka terpental dan keluar dari jalurnya.
Booomm...!!!
"Aaaaaaa...!!!" teriakan mereka terdengar hingga membuat siapapun tegang.
Badai ruang dan waktu menyambut ke enamnya. Badai kehancuran terus datang mengikis pertahan mereka tanpa ampun. Mereka masih berpegangan erat supaya tak terlepas dari yang lainnya.
Semua panik kecuali satu anak kecil berumur 10 tahun. Dimana anak tersebut memasang wajah penasaran dengan badai tersebut. Tanpa sadar, tangan kirinya keluar dari pelindung.
"Awas Tuan Muda!", teriak mereka.
Mendengar teriakan tersebut membuat sang bocah menjadi kaget. Sanking kagetnya, membuat pegangannya terlepas dan keluar dari pelindung yang dibuat oleh salah satu keluarga barunya.
"Tuan Muda!!!", kelima wanita yang menjadi pengawal tuan mudanya menjadi histeris tak karuan. Mereka dengan segala cara meraihnya kembali. Namun naasnya, bocah tersebut terbawa oleh badai ruang dan waktu.
Sebelum benar-benar menghilang terbawa badai. Anak tersebut berkata dengan lantang, "Tunggu aku di jalur teleportasi, aku akan kembali!", teriaknya.
Dan seketika itu juga sang bocah menghilang di kegelapan. Meninggalkan ke lima wanita yang bersamanya menangis histeris. Ling Mei yang paling tahu akan kekuatan tuan mudanya meneguhkan hati untuk pergi menuju jalur teleportasi yang ada.
Walaupun yang lain tak menerima perintah dari Ling Mei. Namnu dengan terpaksa mereka harus melakukannya setelah di beritahu. Dengan susah payah mereka melakukan perjalan menuju jalur teleportasi. Hingga saat mereka sudah sampai, mereka kembali ditarik dengan cepat menuju ke arah cahaya kecil di ujung jalur.
Mereka terus melaju dengan cepat hingga cahaya putih menyapa. Kelima wanita tersebut terjun bebas dari langit menuju ke laut lepas. Menguasai hati yang sedih mereka mencoba menenangkan diri. Lalu mereka terbang mencari daratan. Sesampainya di daratan, mereka kembali meneriaki nama tuan mudanya tanpa henti.
"Tuan Muda Ling!!!", teriakan histeris ke limanya tanpa sadar membuat takut penghuni pulau yang mereka tempati saat ini.
keren... bener keren