kisah persahabatan, cinta, keluarga dan masa lalu
Bagaimana akhir kisahsi kembar tiga?bisakah mereka bersatu lagi dalam satu keluarga?
Cerita ini kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul l LOVE YOU PAK POLISI
jangan lupa beri dukungannya pada Author dengan like, komen, vote dan follow juga ya ditunggu banget dukungannya😍😊 tekan favorit juga untuk novel ini.terimakasih untuk semua yang udah setia dukung Authornya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penculik
Sebelum kita lanjut ceritanya kita kenalan dulu yuk sama sikembar. ini cuma ilustrasi authornya aja ya, ternyata susah menyesuaikan mencari foto sikembar tiga apa lagi sikembar tiganya ada ceweknya
Namaku: Arsya mahardika
sifat:Baik,cenderung lebih banyak diam, pinter, dan dewasa
ket: Arsya kakak dari dua saudara kembarnya
Namaku:Arsel Trisatya
Sifat:slengean,tak mau kalah, supel, agak pendendam, meski begitu dia orang yang baik
Ket:Arsel adalah sibungsu yang selalu bersaing dengan kakaknya dan menyukai cewek yang sama dengan kakak kembarnya
Namaku:Arsyi Azzahra/Cahaya
Sifat:pekerja keras, cerdas, tegar,baik hati
Ket:Arsyi adalah anak kembar kedua dari pasangan Anggara dan Ayudya. dia hilang disebuah acara pesta ulang tahun ketika umurnya baru 2 tahun dan baru ditemukan keluarganya yang sudah bercerai berai setelah 14 tahun kemudian.namun kehidupannya tak semulus kedua saudara kembarnya yang masih bisa hidup dengan kecukupan
****Happy reading***
Jangan lupa beri dukungan sama authornya ya dengan meninggalkan jejak like, komen, vote dan follow authornya.😊😊😊
Ketika Arsya dan Arsel sedang meregangkan badannya karena pegal-pegal setelah menurunkan pupuk dari mobil dan menyimpannya kedepan kios, Caca akhirnya menemui mereka
"Hah! itu kan Arsya dan Arsel? kata mang Diman cuma ada Arsya tapi ko Arsel juga ada? mereka habis ngapain sih ko kaya habis ngerjain pekerjaan berat ?"batin Caca
"Arsya, Arsel kalian habis ngapain?"tanya Caca
"Aku habis bantuin papa kamu nurunin pupuk dari mobil"serempak Arsya dan Arsel berkata
Caca hanya melongo tak menyangka, tiba-tiba mama Caca datang sambil membawa jus segar untuk Arsya dan Arsel
"Waaah! rajinnya tema-teman Caca ini ya, makasih ya udah bantuin papanya Caca, ini tante buatin jus segar buat kalian, pasti kalian haus dan cape"kata mama Caca sambil memberikan segelas jus segar pada Arsya dan Arsel
Arsya dan Arsel segera meminumnya sampai habis karena mereka kehausan setelah kerja berat.
"Makasih tante"ucap serempak Arsya dan Arsel
"Jusnya enak banget tante"puji Arsel
Mama Caca lalu tersenyum kemudian dia berkata"Kalian udah sarapan belum?tadi tante sama Caca masak banyak banget tau sarapan bareng tante, om dan Caca yuk"
"Belum tante tadinya aku mau ngajak Caca sarapan diluar"jawab Arsya sambil tersenyum
"Bilang aja mau makan gratis pake so, soan bilang mau ngajak makan Caca diluar lagi modus banget"gumam Arsel pelan
Meski Arsel berkata pelan tapi Arsya, Caca dan mama Caca bisa mendengar ucapan Arsel
"Ya udah kalau kamu gak mau makan gak usah ikut sarapan pagi bareng kita, kamu pulang aja"kata Arsya
"Enak aja gue disuruh pulang, kalau gue pulang nanti Arsya makin ngedeketin Caca dan keluarganya lagi"kata Arsel dalam hati
"Ya udah aku ikut deh sarapan bareng om, tante dan Caca ya tan"kata Arsel
"Hhhmm,,, ke orang lain aja bilang modus tapi dirinya sendiri mau ikutan juga"gumam Arsya meledek
Arsel jadi kesal pengen rasanya dia menjitak kepala Arsya tapi dia harus menjaga sikafnya didepan Mama Caca akhirnya Arsel cuma bisa melototin Arsya yang kemudian dibalas oleh Arsya. setelah itu mereka sarapan bersama
"Arsya, Arsel makannya yang kenyang ya, jangan sungkan-sungkan anggap aja dirumah sendiri"kata Papa Caca
"Arsya itu makannya suka banyak om, dia juga suka gak tahu malu jadi meski om gak nawarin juga pasti dia makannya banyak"kata Arsel
Arsya lalu melototin Arsel yang duduk dikursi disebelah Arsya
"jangan suka fitnah orang ya"bisik Arsya pada Arsel
"Itu bukan fitnah itu fakta"Arsel balas melototin Arsya
"Kalian berdua dari tadi bisi-bisi aja kenapa?"tanya papa Caca
"Maaf om, kami bisik-bisik itu cuma bilang makanan buatan tante dan Caca itu ternyata enak banget,iya kan sel"kata Arsya sambil memberi kode dengan menginjak kaki Arsel
Karena Arsel terus diam akhirnya Arsya menginjak kaki Arsel dengan kencang hingga Arsel berteriak kesakitan
"Awwww,,,sakit Arsya"Arsel meringis sambil menatap sinis Arsya
"Jawab makannya jawab jangan diem aja"bisik Arsya pada Arsel lalu tersenyum pada Papa dan Mama Caca
"Kamu kenapa teriak gitu Arsel"tanya Mama Caca
"Ngga apa-apa tan maaf ya,tadi yang dikatakan sama Arsya itu benar om tante, makanan buatan tante dan Caca enak banget ini makanan terenak yang pernah aku makan"Puji Arsel
Membuat Mama Caca jadi tersenyum senang karena masakannya bisa diterima lidah Arsya dan Arsel
KANTOR POLISI
Sementara itu Ayudya dan Radit pergi kekantor polisi untuk mendapatkan pernyataan yang jelas dari kepolisian atas hasil visum forensik penemuan Jenazah disalah satu hotel Hilton Resort.sesampainya dikantor polisi Radit lalu bertanya pada salah satu polisi yang ditemuinya terkait hasil visum jenazah dihilton resort
"Permisi pak, saya seorang reporter mau nanya soal hasil visum penemuan jenazah dihotel hilton resort, kira-kira pada siapa saya bisa bertanya?"tanya Radit
"Owh,, itu,mas nya bisa tanyain langsung aja ke pak jendral kebetulan beliau ada diruangan ajudannya"jawab salah satu polisi
"Owh iya, makasih ya pak"
Setelah itu Radit dan Ayu menemui pak jendral yang ada diruangan ajudannya.didalam ruangan terlihat dua sosok polisi yang satu sibuk mengetik dan yang satunyanya lagi berdiri sambil berdiskusi. Ketika Radit dan Ayu hendak masuk kedalam ruangan langkah ayu terhenti saat melihat sosok yang ada didalam ruangan itu
"Hah! kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi sih? aku gak mau menemuinya"batin Ayu
"Dit, tiba-tiba aku sakit perut nih mau ketoilet dulu ya kamu aja yang temuin pak jendral nanti aku nyusul"kata Ayu
"kamu makan apaan sih ko tiba-tiba sakit perut gitu?"tanya Radit
"Aduuuh! aku gak tahu aku gak tahan lagi nih aku ketoilet dulu ya"Ayu lalu berlari sambil pura-pura sakit perut
"Ya udah kamu nanti keklinik ya cari obat sakit perut jangan lupa minum obatnya"teriak Radit karena Ayu terus berlari menjauh dari tempat itu
Suara Radit yang terdengar kencang membuat dua polisi yang ada diruangan itu mengalihkan perhatiannya pada Radit. Radit lalu masuk kedalam ruangan
"Permisi pak, saya seorang reporter boleh saya minta waktunya sebentar aja buat wawancara"kata Radit
"Radit kamu Radit kan?"tanya Anggara
"Gara,, eh maksud aku Pak Gara"
"Ya ampun,Radit gimana kabarnya?"
"Baik,pak Gara sendiri gimana kabarnya? "
"Panggil Aja Gara gak apa-apa biar kita ngobrolnya enak kita kan udah saling kenal"ucap Anggara
"Tapi kan ini dikantor aku gak enak ah! masa yang lain panggil Pak Gara aku ngga"Radit sungkan
"Ya udah kalau gitu ayo kita keruangan saya biar kamu gak sungkan"ajak Anggara
"Nanti kita lanjutin lagi ya sekarang saya mau ngobrol dulu sama Radit"kata Anggara pada ajudannya
"Siap pak"jawab ajudannya
Setelah itu Radit dan Anggara pergi keruangan kerja Anggara
"Gimana kabar anak kamu?"tanya Anggara membuka pembicaraan
"Baik, kalau anak kamu gimana kabarnya"tanya balik Radit
"Baik juga, ngomong-ngomong kita mulai dari mana dulu ya? "tanya Anggara
"Oh iya aku jadi lupa nih maksud kedatangan aku kesini kan mau wawancara. jadi gimana hasil tes visum forensik penemuan jenazah disalah satu kamar dihotel hilton resort"
"Ditubuh korban terdapat 12 tusukan jadi korban memang benar-benar dibunuh selain bekas tusukan ada bekas luka memar dan lebam dibeberap bagian tubuh korban kemungkinan sebelum korban meninggal dunia dia dianiyaya dulu"
"Modus pelaku pembunuhan itu apa?"
"Sampai saat ini kepolisian belum bisa mengungkapkan modus pelaku kami sedang mendalami kasus ini, tapi ternyata korban diculik sebelum akhirnya dia dibunuh, pihak keluarga korban mengungkapkan bahwa korban hilang selama seminggu setelah pulang sekolah"
"Apakah korban dan pelaku sebelumnya pernah bertengkar atau berhubungan?"
"Pihak keluarga dan teman-teman korban bilang kalau sebelumnya korban tak pernah bertengkar dengan siapa pun dan sepertinya korban dan pelaku tak pernah punya hubungan apa pun"
"Kalau mereka tak saling kenal dan tak pernah bertengkar lalu kenapa pelaku membunuh korban?"
"Dari hasil rekaman cctv dihotel hilton resort ada satu orang yang mencurikankan yang datang kesana dimalam waktu terjadi pembunuhan dia membawa kardur besar sepertinya korban dibawa dengan dimasukan kekardus setelah dibius agar korban diam.lalu korban dibunuh setelah dicabuli karena terdapat bekas pencabulan ditubuh korban. dan hari berikutnya lagi orang yang diduga pelaku itu tertangkap Cctv lagi disebuah sekolah SMA dia melakukan penculikan lagi pada siswi SMA ketiak didepan gerbang sekolah mulai sepi jadi perkiraan modus pelaku sementara ini kepolisian menyimpulkan bawha pelaku menculik korban hanya untuk memuaskan nafsu pelaku saja karena korban kedua pun meninggal dengan keadaan yang sama seperti korban pertama"
like n favorit buat karyamu thor
mampir ya "Tambatan Hati Ceo Tampan "
atau "Akibat Nikah Muda. "
like♥️
like...♥️♥️☺️
salam dari
Gadis tiga karakter
salam dari
Gadis Tiga Karakter
semangaat...
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER