NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:197.2k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Salsa

Langkah kaki Salsa yang menghentak keras di atas lantai koridor apartemen terdengar bagai dentang lonceng kematian.

Amarah yang membakar dadanya sejak dari rumah tadi kini telah mencapai ubun-ubun, mengubah wajah cantiknya menjadi tegang dan mengerikan.

Ia tidak memedulikan tatapan heran atau risih dari satu-dua penghuni lain yang kebetulan berpapasan dengannya di lorong yang sempit itu. Di dalam kepala Salsa, hanya ada satu tujuan, menghancurkan wanita yang berani mengusik wilayah kekuasaannya.

Salsa berhenti tepat di depan pintu apartemen Nabila. Tanpa ragu, ia mengangkat tangan kanannya yang dihiasi cincin berlian, simbol pernikahannya dengan Arkan, lalu menggedor permukaan pintu kayu itu dengan sangat keras.

Brak..brak...brak...

"Buka pintunya! Nabila, buka!" Teriak Salsa tanpa memedulikan sopan santun sama sekali.

Suaranya yang melengking tinggi menggema kuat di sepanjang lorong, seolah mampu menembus dinding-dinding kokoh apartemen orang lain di sekitarnya.

Ia terus menggedor dan memukul pintu itu berulang kali dengan telapak tangannya. Rasa cemburu yang buta membuat sifat manjanya berubah menjadi kejam. Ia tidak akan pergi dari tempat ini sebelum ia meluapkan seluruh kehinaan yang ia rasakan pagi ini.

Bagi Salsa, setiap detik Arkan berada di tempat ini adalah tamparan bagi harga dirinya sebagai putri tunggal keluarga Brahmantyo.

Brak...brak...

"Nabila! Keluar kamu, perempuan jalang! Jangan bersembunyi di dalam sana!" Teriaknya lagi, semakin menjadi-jadi.

Setelah hampir dua menit gedoran brutal itu bertalu-talu, terdengar bunyi klik dari dalam. Selot pintu digeser, dan daun pintu kayu itu perlahan bergerak terbuka ke dalam.

Muncullah sosok Nabila dari balik pintu. Wanita itu masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat Arkan menemuinya beberapa jam lalu, piyama katun yang kusut dengan rambut yang hanya diikat seadanya.

Wajahnya yang pucat dan sepasang matanya yang bengkak serta sembab menjadi bukti nyata bahwa ia baru saja melewati malam yang panjang dan penuh air mata.

Nabila tertegun saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya dengan napas yang memburu dan mata yang berkilat murka.

"Mbak... Salsa?" Lirih Nabila, suaranya terdengar bergetar dan parau.

Plak...

Belum sempat Nabila menyelesaikan kalimatnya atau mencerna situasi yang terjadi, Salsa sudah melayangkan tangan kanannya dengan kecepatan tinggi.

Sebuah tamparan yang sangat keras mendarat telak di pipi kiri Nabila. Kekuatan tamparan itu begitu besar hingga membuat kepala Nabila terlempar ke samping, dan tubuh rapuhnya terhuyung mundur beberapa langkah hingga hampir menabrak rak sepatu di dalam ruangan.

Nabila memegangi pipinya yang seketika berubah merah padam dan terasa panas berdenyut. Sudut bibirnya sedikit berdarah, tergores oleh batu berlian besar dari cincin pernikahan Salsa yang baru saja menghantam kulitnya. Ia menatap Salsa dengan tatapan tidak percaya sekaligus ketakutan yang teramat sangat.

"Dasar murahan kamu ya!" Desis Salsa, melangkah maju melintasi ambang pintu, merangsek masuk ke dalam area ruang tamu Nabila tanpa izin. Ia menunjuk wajah Nabila dengan jari telunjuknya yang bergetar karena amarah.

"Apa yang kamu lakukan sampai Mas Arkan akhirnya pergi meninggalkanku di hari pertama kami menikah, hah?!" Bentak Salsa dengan suara yang bergetar hebat.

"Pasti kamu menggunakan cara licik untuk menarik perhatiannya dan merayunya agar datang ke sini, kan? Kamu sengaja menangis dan mengemis padanya supaya dia merasa kasihan!"

Salsa terus melancarkan tuduhan-tuduhan keji, meluapkan seluruh rasa frustrasinya atas penolakan Arkan semalam. Di dalam logikanya yang sudah terdistorsi oleh obsesi, Arkan tidak akan pernah bersikap sedingin itu jika tidak ada hasutan atau godaan dari wanita lain.

Nabila adalah kambing hitam yang sempurna untuk menutupi kenyataan bahwa suaminya memang sama sekali tidak mencintainya.

Nabila mencoba mengatur napasnya yang sesak, air mata baru mulai mengalir membasahi pipinya yang terluka. Ia menggelengkan kepala, mencoba membela diri dengan sisa keberanian yang ia miliki.

"Saya tidak meminta Mas Arkan datang ke sini Mbak. Demi Allah, dia sendiri yang..."

"Tidak usah banyak alasan!" Sela Salsa dengan kasar, memotong kalimat Nabila dengan teriakan yang memekakkan telinga. Ia melangkah satu tindakan lebih dekat, mengikis jarak di antara mereka hingga Nabila bisa merasakan embusan napas Salsa yang penuh dengan kebencian.

"Kamu harusnya tahu diri, Nabila! Kamu ini siapa? Berkacalah! Kamu pantas tidak untuk bersanding dengan pria sekelas Arkan?" Cemooh Salsa, tatapan matanya menyapu penampilan Nabila dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan yang sangat merendahkan.

Nabila seketika menundukkan kepalanya dalam-dalam. Kalimat Salsa menghantam bagian paling rapuh dari dirinya. Kenyataan tentang status sosialnya yang rendah, tentang dirinya yang hanya seorang wanita yatim piatu tanpa latar belakang keluarga terpandang, selalu menjadi momok yang membuatnya merasa tidak berdaya di hadapan dunia. Dan kini, luka itu dikuliti dengan kejam oleh istri sah dari pria yang dicintainya.

Salsa membusungkan dadanya, tersenyum sinis melihat ketidakberdayaan Nabila. Sifat sombongnya semakin merajalela saat melihat lawannya tidak berkutik.

"Aku yang ada di saat dia dan keluarganya terpuruk seperti ini! Aku dan uang keluargaku yang membantunya keluar dari masalah kebangkrutan, bukan kamu! Kamu bisa apa, Nabila? Kamu hanya wanita miskin yang menumpang hidup enak sama Arkan! Kamu tidak punya apa-apa untuk disumbangkan selain air mata murahanmu itu!"

Nabila mencengkeram erat pinggiran baju piyamanya, bahunya terguncang hebat karena tangisan yang coba ia tahan agar tidak pecah. Setiap kata yang keluar dari mulut Salsa terasa seperti belati yang dihunus berkali-kali ke dalam dadanya.

"Dengar baik-baik Nabila!" Salsa merendahkan nada suaranya, namun justru terdengar jauh lebih mengancam dan berbahaya. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Nabila, membisikkan kalimat yang dipenuhi dengan racun intimidasi.

"Lebih baik kamu pergi dan jauhi Arkan sejauh mungkin dari hidupmu. Jangan pernah berani menemuinya atau menerima kedatangannya lagi. Kalau kamu masih nekat dan tidak ingin perusahaan keluarga Arkan terguncang lalu hancur dalam semalam karena papaku menarik semua sahamnya... maka enyah dari pandangannya! Camkan itu di dalam otak miskinmu!"

Setelah menumpahkan seluruh amarah, memberikan ancaman yang mematikan, dan memastikan bahwa ia telah menginjak-injak harga diri Nabila hingga lumat, Salsa membalikkan badannya dengan anggun. Ia memperbaiki posisi tas mewahnya di lengan, lalu melangkah keluar dari apartemen itu dengan kepala tegak, merasa telah memenangkan pertempuran besar pagi ini.

Brak....

Salsa membanting pintu apartemen itu dari luar dengan sangat keras, menyisakan keheningan yang mencekam di dalam ruangan.

Begitu pintu tertutup, kekuatan yang sejak tadi dipertahankan oleh Nabila runtuh seketika. Kedua lututnya lemas, tidak mampu lagi menopang berat tubuhnya sendiri.

Nabila jatuh terduduk di atas lantai dingin di dekat rak sepatu. Ia melipat kedua lututnya di depan dada, menyembunyikan wajahnya di sana, dan membiarkan air matanya mengalir deras tanpa bisa dibendung lagi.

Tangisannya pecah dalam kesunyian kamar yang kelam. Rasa sakit fisik di pipinya akibat tamparan Salsa sama sekali tidak sebanding dengan rasa hancur dan hina yang meremukkan jiwanya.

Kata-kata Salsa terus berputar-putar di dalam kepalanya seperti kaset rusak, mengingatkannya bahwa cintanya pada Arkan kini telah menjadi ancaman terbesar bagi masa depan pria itu sendiri.

Di atas lantai yang dingin itu, Nabila menangis meratapi takdirnya yang begitu malang, menyadari bahwa ia mungkin memang harus melepaskan genggaman tangannya demi keselamatan pria yang teramat sangat dicintainya.

1
jeakawa loving❤️
mboh lah aku ws keder liat salsa yang selalu takut Ama pria apalagi pria nya modelan Julian ,semoga Arkan cepat sebelum mereka menikah Arkan sudah menghancurkan gelar dan profesi dokter gila itu 😡
Julie555
paling tepat adalah salsa kembali ingatan nya dan membebaskan salsa tuk hidup sesuai pilihan nya
Vhtree YNI
kasian juga yah dsni jadi ayu harus ikut menderita selain arkan ayu juga harus masih menderita...arkan ya mungkin pembalasan arkan di masa lalu,tapi ayu harus menderita sampe di titik ketemu ayahpun harus masih ahhhh sudah aku sedihhh🥹
Aysah Meta
Ya Khan..Emang udh gak bener km jul..dia awal.km udah di kasih kesempatan sama Arkan buat dekat sama salsa,tapi jangan jauhkan ayu..ehh!!Belang mu kelihatan skr.km cm pengen emaknya doang,emoh sama anaknya.
emang saudaranya setan kau Jull,suka manipulatif.
Nuriwan Hasanah
mudahan kpala salsa ke bentur tembok ato pintu mobil biar cpat ingat,,terlalu drama sekaleee
🌿🌼WINA🌼🌿
ikatan bathin ibu dan anak sangat kuat walaupun salsa amnesia, salsa merasakan kesedihan ayu sangat merindukan ibunya...
julian gak punya perasaan egois memaksakan dirinya menikah sama salsa, salsa keadaan amnesia tidak punya perasaan sama julian. salsa menikah sama julian punya hutang budi julian yg merawatnya...

semoga arkan dapat mencegah jangan sampai julian menikahi salsa, ayo ayu sayang bilang sama ayah ibu mau menikah sama om dokter...

Kasian ayu jauh dari ibunya merasa sedih gak sampai gak semangat sekolah, dokter gendeng ini enaknya diapain ya🤭

naluri keibunya muncul salsa gak tega menolak keinginan ayu, ikut mengantarkan ayu pulang...

arkan ikuti aja permainannya dokter gendeng itu, cari waktu yg tepat menggagalkan pernikahannya julian dan salsa...
Nar Sih
semoga stlh sampai rmh arkan ada keajaiban salsa inggat msa lalu nya dan gk jdi nikah dgn si dr saraf yg gila juga
Agnezz
Ayu hebat, kehidupan masa lalu yg keras menjadikan dia anak yg tangguh. Ayu bisa membuat sang supir mau mengantarkannya ke tempat aparteman Salsa. Sempga pertemuan dengan Salsa bisa membuat ibumu sadar dan ingat kalo Ayu adalah anak kandungnya. Biar batalah rencana pernikahan Salsa dengan Julian.
Nurminah
Julian hadeh jadi manusia tidak punya hati demi cinta miris
MamDeyh
Dahhh sana menikah aja km sama Julian😒..
🌿🌼WINA🌼🌿
Julian tega banget memisahkan ibu dan anaknya, demi ambisinya dan obsesinya memiliki salsa.
memanfaatkan keadaan salsa yg lagi amnesia, arkan emang bersalah dulu menyakiti salsa menderita...
tapi arkan telah menyesali perbuatannya dan merasa bersalah sama salsa, demi kesembuhan salsa rela dan ikhlaskan salsa bersama julian...

klo julian tulus mencintai salsa bisa menerima ayu juga, gak misahkan ayu dan salsa membawa ayu pergi juga ERAM salsa...

dasar dokter julian egois dan modus aja dokternya salsa ada maksud dan tujuannya...
MamDeyh
Hmmmm😒
Nar Sih
semagat arkan ,💪dgn kepinteran dan kesabaran mu juga doa mu kmu pasti bisa bwa salsa kembali
Agnezz
pikiran kognitif Salsa sudah jalan kan, ayo donk Salsa pikirkan baik2. mengapa Arkan dan Ayu tidak fokus pada kesembuhan ibunya, kok malah mencari Salsa sebagai pengganti ibunya. Knapa Salsa gak penasaran ingin bertemu ibu kandungnya Ayu. seperti apa rupa beliau.
Herman Lim
moga setelah lihat rumah dulu ingatan dl terbuka semua 🤪🤪
dyah EkaPratiwi
jahat banget Julian nggak kasian sama ayu
Agnezz
mudah2an saat mengantar Ayu pulang ke rumah, ingatan Salsa kembali. Ingatan yg mengerikan tapi Salsa sudah tegar menghadapi krn jiwanya sudah lebih stabil. semoga saja Salsa sadar bahwa wanita istri Arkan ibunya Ayu yg diceritakan dr Julian adalah dirinya sendiri. Dari sini jiwa dan batin Salsa bergolak.
Agnezz: iya kak semoga aja, paling kasihan sama si Ayu
total 2 replies
SasSya
hallaaahhh
jangan terlalu penurut Saaaa
jangan terlalu percaya dengan orang yg katanya menolong muuu
pembohong besar!
SasSya
waduuuuuuhhhh
jangan sampai menikah
benar2 akan kehilangan ini yuuuu
ban**** banget ini dokter gelo sontoloyo Arrrrr jangan biarkan sia2 usaha muuu
gaaasss hancurkan ,geram sangat 😡
Nar Sih
mantan suami versi kekasih akan bertaruh wah...pasti seruu☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!