NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Kupu-kupu Api

Reinkarnasi Putri Kupu-kupu Api

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Anak Yatim Piatu / Chicklit / Tamat
Popularitas:38.3k
Nilai: 5
Nama Author: Katsumi

Seorang wanita pekerja kantoran yang memiliki hidup penuh akan pekerjaan. Setiap hari dia selalu bekerja dan bekerja, waktu liburan dia hanya tidur dan tak melakukan kegiatan seperti orang lain pada umumnya.

Pola hidup yang tak pernah berubah membuat dirinya stress, hingga akhirnya ia mencapai titik dimana dia tak berpikir untuk hidup.

Namun, takdir membuatnya berpindah ke tubuh seorang bocah berusia 10 tahun. Mulai dari sana ia mengalami begitu banyak peristiwa yang membuatnya memiliki alasan untuk hidup.

Kisah kebangkitan seseorang pada kehidupan keduanya dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katsumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memulai Hidup Baru Sebagai Alkemis

Dua minggu telah berlalu semenjak Laylie meninggalkan kota Corte, kini ia berada di sebuah hutan, mengumpulkan berbagai macam tanaman herbal untuk diracik menjadi sebuah ramuan.

"Hei, apa yang ini benar, Mary?" Laylie menunjuk sebuah rumput yang memiliki daun lebar, memiliki warna merah keunguan.

"Ya, itu benar Nona," saut Mary tampak senang dengan kecepatan pemahaman Laylie mengenai tanaman herbal.

Laylie membangun sebuah gubuk kecil menggunakan sihir tanahnya. Disana ia menyimpan banyak tanaman herbal, dan ada beberapa yang sudah dibuat menjadi ramuan.

Pagi hari, ia akan berlatih teknik bela diri, pedang, tombak, busur panah dari Arthur. Selepas makan siang, Sebastian akan mengajarinya pengetahuan umum tentang dunia, kerajaan, ras, baca tulis, serta cara membaca peta. Kemudian dari petang hingga malam, ia akan belajar sihir dan alkemis dari Mary.

Kini semua hal yang diperlukan olehnya telah siap, saatnya dia melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah kota. Karena tak ingin ada orang yang mengenalnya, Laylie mengecat rambutnya menjadi warna hitam.

...Before...

...After...

"Bagaimana? Apa warnanya terlihat alami?" Laylie bertanya dengan hasil cat rambutnya.

"Itu kelihatan bagus Nona," jawab mereka bertiga bersamaan.

"Tapi, apa alkemis memang memiliki baju sebagus ini?" Laylie bertanya sembari menarik kain pakaiannya.

"Ya, untuk alkemis terkenal, mereka bisa menjadi bangsawan," jawab Mary.

"Tapikan aku masih pemula," kata Laylie.

"Apa salahnya memakai pakaian bagus? Paling Nona akan dicurigai sebagai anak bangsawan yang kabur dari rumah saja, kan?" ceplos Arthur.

"Ya, kemungkinan besar emang itu yang akan terjadi," gumam Laylie sembari memegang dagunya. "Yasudah, kita akan berangkat menuju ke kota dan menjual semua ramuan yang kubuat selama masa pelatihan di hutan!" seru Laylie sembari menunjuk ke arah depannya.

"Ehem...! Maaf Nona, tapi kota terdekat ada di arah yang berlawanan dari arah yang Nona tunjuk," ungkap Sebastian.

"Eh? Ahahah," Laylie hanya bisa tertawa canggung mendengar perkataan Sebastian. Lalu ia membalikkan badannya dan menunjuk ke arah yang berlawanan dari sebelumnya, "ayo kita berangkat!"

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Tiga jam telah berlalu semenjak perjalanan menuju ke kota, Laylie menaiki sebuah gerobak yang dipenuhi oleh box berisikan berbagai ramuan yang ia buat. Ramuan penyembuhan rendah, menengah, hingga tingkat tinggi. Penawar racun, ramuan penguat, ramuan peningkat kecepatan.

Lalu, siapa yang menarik gerobak tersebut? Kuda? Tidak, yang menarik gerobak itu merupakan sebuah golem yang dibuat oleh Laylie dengan sihir tanah. Golem itu memiliki bentuk seperti manusia dengan tubuh yang kekar, lalu dia di olesi dengan cat sedemikian rupa hingga tubuhnya memiliki warna layaknya kulit manusia.

Laylie memiliki hobi menggambar di kehidupan sebelumnya, jadi masalah pewarnaan, gradiasi, dia sudah paham betul akan hal itu. Lalu soal pakaian, dia hanya memberikan sebuah jubah pada golem itu dan topeng yang terbuat dari kayu untuk menutupi mukanya.

Selama perjalanan tak ada serangan bandit atau monster? Tentu saja ada, tapi bagaimana mereka bisa mengalahkan golem tingkat atas serta penyihir yang bisa menggunakan semua elemen?

Oke, kita lupakan soal perjalanannya, lihat!

Kita sudah berada di dalam kotanya.

Laylie melihat sekeliling, ia merasa terpukau akan kota yang ia kunjungi kali ini. Sebelumnya ia tak terlalu melihat kota karena ada banyaknya kejadian setelah reinkarnasinya. Ini adalah kota pertama yang bisa ia nikmati.

"Hei, bangunan besar itu, bangunan apa?" Laylie menunjuk ke arah sebuah bangunan yang paling besar dibanding bangunan lain.

"Itu adalah gereja yang menyembah tujuh dewa-dewi," jawab Sebastian.

"Heh~" Laylie hanya bisa diam terpukau akan keindahan kota itu. "Oh ya, kita harus mengantar potion ini kemana?" ia baru teringat tujuannya datang ke kota ini.

"Kita akan menjualnya ke serikat dagang atau alkemis," saut Mary.

"Bagaimana dengan serikat petualang?" Laylie lanjut bertanya.

"Ya, itu juga bisa. Tapi, saya lebih menyarankan Nona untuk menjual ke serikat dagang atau alkemis," ucap Mary.

"Begitu ya, baiklah," Laylie menerima saran Mary tanpa bertanya alasannya.

Sekarang mereka pergi menuju ke serikat alkemis, sebuah bangunan yang memiliki lambang sebuah botol ramuan berwarna hijau. Laylie turun dari kereta dan berjalan masuk kedalam bangunan itu.

Entah apa yang terjadi, semua pandangan tertuju pada dirinya. "A... halo..." ucap Laylie dengan canggung. Ia langsung berjalan cepat menuju ke meja resepsionis.

"Apa ada yang bisa kubantu, Nona kecil?" tanya Resepsionis itu dengan senyum hangat.

"Ya, aku ingin menjual beberapa ramuan," jawab Laylie sembari menunjuk ke arah luar.

"Menjual ramuan?" Resepsionis itu tampak heran dan menoleh ke arah luar, tepat dimana arah yang ditunjuk oleh Laylie. "Apa ramuannya ada di dalam kereta?" tanya Resepsionis itu.

"Ya, totalnya ada enam box, yang masing-masing berisikan dua puluh lima botol ramuan," jelas Laylie.

"Ya..." jawab Resepsionis itu tampak kebingungan. Lalu ia menyuruh para pekerja untuk mengangkut enam box yang berada di dalam gerobak Laylie. Setelah diperiksa tepat seperti yang dikatakan oleh Laylie, semua box berisikan dua puluh lima ramuan.

Lalu seorang yang bertugas sebagai pemeriksa datang, ia memeriksa setiap ramuan dari semua box. "Hebat... siapa yang membuat semua ramuan ini!?" ujarnya dengan begitu kagum dengab kualitas semua ramuan itu.

Laylie mengangkat tangannya, "aku yang membuat semuanya," ucapnya. "Apa ada yang salah?" ia lanjut bertanya.

Pria itu si pemeriksa ramuan berdiri tegak dan menatap tajam mata Laylie. "Apa kau memiliki seorang guru?"

Laylie mengangguk pelan, "ya, aku punya seorang guru yang hebat."

"Siapa namanya?" Pria itu kembali bertanya.

"Mary Flanel," jawab Laylie tanpa pikir panjang.

"Dasar pembohong!" kecam Pria itu.

Mendengar kecaman itu Laylie tak tinggal diam. "Aku tak berbohong!" balasnya.

"Lalu, berapa umurmu?" Pria itu kembali bertanya.

"Se... sepuluh tahun," jawab Laylie.

"Nah, lihatkan. Seharusnya kau tak berbohong seperti itu nak, Mary Flanel seorang alkemis serta penyihir yang dikenal sepenjuru benua telah meninggal delapan tahun yang lalu, dan kau mengaku sebagai muridnya? Mana mungkin kau belajar darinya saat berusia dua tahun, seharusnya kau berfikir dulu sebelum berbohong!" Pria itu menatap sinis Laylie.

"Tapi, melihat dari semua kualitas ramuanmu ini, memang benar semuanya mendekati kualitas ramuan beliau," tambah Pria itu.

Laylie terus diam dari tadi, namun matanya menatap tajam pria itu, seolah berkata aku tidak berbohong, semua ramuan itu adalah buatanku.

Pria itu tersenyum kecil, "baiklah, apa kau bisa membuat ramuan penyembuh tingkat tinggi ini sekali lagi? Jika kau berhasil aku akan membeli semuanya dengan harga yang lebih tinggi, bagaimana?" katanya dengan nada menantang.

"Baiklah! Aku terima tantanganmu!" saut Laylie dengan penuh percaya diri.

Para staff serikat alkemis mulai menyiapkan beberapa tanaman obat di atas sebuah meja, serta panci sihir.

1
Mizuki
bjir, peda🗿
Mizuki
Ucap orang-orang berduit
Mizuki
Anu... agak berisi untuk anak 10 tahun 🗿
Story: B aja gitu 🗿🗿🗿
total 1 replies
Mizuki
Bjir, Mary malah lebih kekanak-kanakan daripada Laylie🗿
Emang sih jiwanya udah mbak-mbak kantoran tapi rasanya usia tubuh kadang perlu agak diperhatikan🗿
Mizuki
Cepet banget bjir perasaan
Mizuki
Kuchiyose no Jutsu
Mizuki
Sebastian, nama butler segala fiksi
Protocetus
kapan ini lanjut?
Nani Kurniasih
Arthur pendragon jadi inget judul novel
Travel Diaryska
lanjutannya pliss season 2 manaaa
Farel Manleng
S2 ya mana kak dan apa judul ya
FIKA 😈😈😈
Sebastian kayak nama pelayan nya ciel Phantomhive
aritsu kyokata
anak sekecil itu, sudah punya gundukan dada~
Abd Shomad
wkwkw pikun😭😂
Tiara Santoso
cerita yg sangat bagus
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor💪💪💪💪
Frando Kanan
next Thor 😃
Frando Kanan
oh? apa mungkin....bon ini kenal ya???
Sribundanya Gifran
lanjut
Frando Kanan
next Thor 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!