NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta CEO Galak

Dikejar Cinta CEO Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rifani

Lucien Scott, pengusaha muda yang menggawangi raksasa bisnis di bawah naungan GS Company, tak sadar telah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Andrea. Sosok menggemaskan dengan sikap tegas dan terang-terangan, hadir memberikan warna baru di hidupnya yang terkontrol rapi tanpa cacat. Mencintai dengan bengis, menjadi perjalanan cinta cukup menggelitik di mata orang-orang sekitar mereka. Intrik sederhana menjadi pemanis saat keduanya mulai saling menyadari perasaan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. ( Saling Mencambuk)

"Berhenti memprovokasi atau kau akan menyesal karena berurusan denganku!"

"Halah provokasi apa. Berurusan dengan orang mesum sepertimu mana mungkin membuatku menyesal. Justru jika dilepas baru akan memberi efek penyesalan karena aku telah dengan sengaja membiarkan para gadis di luar sana berada dalam bahaya. Dasar pria mesum!"

"Kau!!!"

Habis kesabaran, Lucien melangkah keluar dari kantor polisi. Raut wajahnya sangat buruk. Tak menyangka kalau dirinya akan tertimpa nasib sesial ini.

"Menjijikkan! Apa ini adalah trik baru dari para wanita yang ingin menggodaku? Cihhh!"

Dari arah belakang, Andrea berjalan sangat cepat hendak memburu si pria mesum yang keluar begitu saja dari kantor polisi. Khawatir pria tersebut kabur, dia melihat ke kanan kiri mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk memberi pelajaran. Kebetulan sebuah mobil yang membawa tanaman berhenti tak jauh darinya. Dan tanpa banyak pikir lagi Andrea mengambil satu dahan yang terjuntai lalu menjadikannya sebagai cambuk.

"Ingin kabur dariku?" ujar Andrea sambil menyeringai sinis. "Sampai dasar neraka pun kau akan tetap ku kejar."

Lucien yang tak menyadari ada bahaya mendekat, memekik kencang antara kaget dan juga kesakitan saat sebuah pukulan menghantam keras di bagian punggung. Segera dia berbalik sambil meringis menahan rasa panas yang tiba-tiba muncul.

"Apa yang kau lakukan padaku hah!" bentak Lucien emosi setelah tahu siapa yang baru saja menyerangnya. Ekor matanya kemudian melirik ke arah senjata di tangan si gadis gila. "Kau lagi kau lagi! Apa maumu sebenarnya!"

"Menegakkan keadilan," jawab Andrea lantang. Tangannya terangkat ke atas, siap mengayunkan cambukan pada si pria mesum.

"Berani kau lakukan, akan langsung ku patahkan kedua tanganmu!"

"Patahkan saja kalau mampu."

Ctarr ctarr

Lucien Scott, CEO dari GS Company, raja dari segala raja penguasa bisnis yang sahamnya ada di mana-mana, kini tengah menghadapi serangan brutal dari seorang gadis yang entah siapa. Andai gadis ini tahu siapa dia sebenarnya, mungkin tak akan seberani ini bersikap lancang.

"Rasakan ini! Kau pikir aku akan melepaskanmu seperti yang dilakukan oleh para polisi itu? Tidak akan! Hari ini hasil dari perbuatan mesummu akan ku bayar lunas!" ucap Andrea sambil terus melayangkan cambukan.

"Hentikan ku bilang!" teriak Lucien sambil berusaha menghindar. Otaknya segera berpikir keras mencari cara untuk balas menyerang.

(Persetan dia seorang gadis. Berani menyerangku itu artinya dia siap menanggung akibatnya! Gadis sialan!)

Tak tahan terus dicambuk, Lucien berlari menuju sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan. Dia mengambil salah satu tangkai tanaman di sana lalu berbalik dan membalas serangan gadis tersebut. Alhasil, di pinggir jalan disaksikan oleh banyak orang, dua orang asing dengan latar belakang yang berbeda saling balas mencambuk menggunakan tanaman yang diambil paksa dari sebuah mobil.

"Pria tidak boleh menyerang wanita!" teriak Andrea sambil mengusap lengannya yang terasa panas.

"Salahmu sendiri berani menyerangku. Rasakan akibatnya!" sahut Lucien sembari meringis saat menyentuh pipi. Garis merah tercetak jelas di sana.

"Aku sedang menghukummu."

"Dan aku sedang membela diri."

"Membela diri dari apa? Jelas-jelas di sini aku adalah korban."

"Dengan dada serata itu? Cihh, telanjang pun aku tak sudi menyentuhnya."

"Sialan! Mulutmu benar-benar cabul. Aku tidak akan melepaskanmu!"

Veroz, orang kepercayaan pemilik GS Company, terlonjak kaget begitu menerima laporan dari penjaga yang mengatakan kalau bosnya diserang oleh orang asing. Gesit, dia berlari keluar meninggalkan perusahaan sambil membawa senjata api dibalik baju. Di belakangnya ada belasan bodyguard yang mengikuti lengkap dengan senjata masing-masing.

"Di mana mereka?"

"Tak jauh dari kantor polisi. Pelakunya seorang gadis."

Langkah Veroz terhenti. Alisnya berkerut.

"Gadis?"

"Iya. Tuan Lucien diserang menggunakan cambuk yang berasal dari tanaman hias. Dan wajahnya sudah penuh luka."

"Kau tidak sedang bercanda, bukan?" tanya Veroz memastikan. Informasi ini terdengar konyol. Sejak kapan bosnya tertarik berkelahi dengan seorang gadis? Menggunakan tanaman sebagai senjata pula. Apakah ini masih tentang sang Tiran yang bengis itu?

"Tuan Veroz, saya sendiri agak bingung menjelaskan. Tadi Tuan Lucien keluar dari kantor polisi diikuti oleh seorang gadis yang menyebutnya sebagai pria mesum. Lalu mereka berdua cekcok kemudian saling mencambuk. Sekarang media sosial dipenuhi trending kalau pewaris keluarga Scott adalah seorang pria cabul," lapor salah satu bodyguard.

"Hmmm," Veroz bergumam lirih. Dia lalu menelpon seseorang. "Turunkan berita tentang Tuan Lucien di media. Ganti dengan topik korupsi yang terjadi di anak cabang. Laksanakan dengan cepat sebelum penghuni rumah utama mengendus berita ini. Jika terlambat, resikonya tanggung sendiri!"

Setelah memberi perintah, Veroz mengajak para bodyguard untuk segera menghampiri bos mereka. Dalam hati dia meyakini kalau gadis yang menyerang bosnya tidaklah terlalu berbahaya. Menyerang menggunakan cambuk tanaman, ini adalah senjata terkonyol yang pernah Veroz dengar semenjak menjadi asisten dari pemilik GS Company.

"Tuan Veroz, apa yang harus kita lakukan sekarang? Sepertinya Tuan Lucien terluka parah."

"Cukup pantau dari jauh dulu. Kalau kondisinya sudah tidak terkendali baru kita muncul. Tuan Lucien berpesan sedang tidak ingin diganggu siapapun."

"Apa beliau hanya sedang bersenang-senang dengan gadis itu?"

"Bisa jadi."

"Baiklah."

Di pinggir jalan, Andrea dan Lucien kini sama-sama terduduk dengan nafas tersengal. Keringat mengalir membasahi wajah dan tubuh mereka. Sementara orang-orang yang tadi asik menonton, sibuk merekam momen sambil sesekali terkikik geli.

"Aku lelah sekali. Haus," keluh Andrea. Tak disangka memberi pelajaran pada seorang penjahat akan menguras tenaga sebanyak ini.

"Ini semua salahmu karena bertindak berlebihan. Aku bukan orang mesum. Aku pria baik-baik," sahut Lucien sambil menelan ludah. Jujur, tenggorokannya seperti gurun pasir yang diterpa kemarau panjang. Sangat kering.

"Pria baik apa yang sembarangan menyentuh aset milik seorang gadis. Salah tetap saja salah. Jangan sok membela diri."

"Aset mana yang kau maksud? Kecil begitu. Tanganku bahkan tak merasakan apapun saat berada di dadamu. Itu semua terjadi karena kecelakaan yang tak disengaja. Kita bertabrakan."

"Halah, biar kecil begini juga termasuk aset. Aku merawatnya dengan penuh kasih sayang supaya calon anakku nanti bisa mendapatkan yang terbaik. Tahu kau pria mesum!" hardik Andrea tak terima asetnya dihina.

Lucien terdiam. Tiba-tiba saja tengkuknya meremang. Baru kali ini dia bertemu dengan seorang gadis yang terang-terangan bicara vulgar di hadapannya. Karena biasanya, setiap wanita yang mendekatinya begitu penuh pura-pura dan sok menjaga image agar terlihat seperti wanita baik-baik. Akan tetapi gadis ini malah kebalikannya.

"Apa kau tidak malu membahas hal seintim ini di depan pria asing?" tanya Lucien sambil menatap sekilas ke arah gadis yang entah siapa namanya.

"Untuk apa malu? Aku pakai baju," jawab Andrea asal. Sedetik kemudian tubuhnya menegang. Cepat-cepat Andrea menyilangkan kedua tangan di depan dada lalu menatap bengis ke arah pria di sampingnya. "Jangan bilang kau ingin melihat aset di dadaku. Dasar pria cabul! Sepertinya hari ini aku harus melakukan operasi dadakan untuk memperbaiki otakmu yang sudah rusak itu! Sialan!"

Dari kejauhan, Veroz hanya mendesah pasrah menyaksikan bagaimana bosnya dianiyai dengan begitu brutal.

"Sepertinya akan ada sejarah baru di keluarga Scott nanti. Hmmm,"

***

1
Fadillah Ahmad
Covernya bagus... Menarik juga... 😂😂😂

Sudah lama juga, nggk pernah baca novel dari penulis ini. 😂😂😂 Terakir tahun 2022 yang lalu dah. Waktu Di Novel "Love Story Eleanor dan Gabriele... 😂😂😂
Mak Rifani: Amiinnn m 🙏🙏
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖
makkkk
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖ : ok mak😘
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!