NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Mengetes Keberuntungan

Dimalam harinya, Dazhi duduk dipinggir jalan sembari memegangi kantung koin miliknya. Kantong yang semula kosong melompong itu kini menjadi penuh dengan koin perak yang melimpah.

Berkat Liontin Sven, tadi siang Dazhi bisa mendapatkan banyak uang. Bahkan, uang ini lima kali lipat lebih banyak dari yang biasanya Dazhi dapatkan.

Dazhi menyeringai senang. Dengan Pusaka Legendaris ditangannya, ia yakin kalau bisa mengumpulkan uang lebih cepat.

"Bagus sekali!! Hari ini aku mendapatkan 1 koin emas dan 107 koin perak!!"

"Berterimakasih lah kepadaku, Dazhi." Sven bergerak dengan penuh semangat dileher Dazhi.

"Iya, terimakasih!"

Dazhi bangkit berdiri dan menaruh kantong koinnya dibalik pakaiannya, ia kemudian berjalan kembali ke penginapan.

Ditengah perjalanan, Dazhi mendapatkan sebuah ide. Ia tiba-tiba berbalik dan berlari kencang menuju arah selatan, bukannya menuju ke penginapan lagi.

"Ada apa? Kenapa Dazhi terlihat senang?"

"Sven, aku mempunyai sebuah cara untuk mendapatkan uang lebih banyak."

Dazhi terus berlari di jalanan kota Jinling yang sudah lumayan sepi. Angin malam yang dingin menerpa rambutnya, tetapi hal itu tidak membuat Dazhi menghentikan larinya.

Langkah Dazhi begitu ringan dan cekatan, tempat yang ia tuju masih berpuluh kilometer lagi, jadi Dazhi harus cepat-cepat bergerak agar tidak menghabiskan banyak waktu.

Setelah 1 jam berlari, mereka akhirnya sampai di bagian selatan kota Jinling. Dazhi memelankan langkahnya sembari menengok kanan kiri.

"Itu dia!!"

Dazhi menunjuk sebuah bangunan berwarna merah tua yang lumayan besar dan ramai. Didepan pintu masuk bangunan, terdapat papan yang berbunyi 'Rumah Judi Batu Giok'. Begitu dirinya mendekati bangunan tersebut, suara teriakan heboh dari para pria terdengar.

Ini adalah sebuah tempat judi terkenal di kota Jinling. Meskipun hari sudah gelap, namun rumah judi ini masih dipenuhi oleh pemuda yang bersemangat memainkan permainan yang tersedia.

Tempat ini dibuka untuk umum, jadi Dazhi bisa dengan mudah masuk kedalam walau ia masih dibawah umur.

"Haha, aku akan menjadi kaya!" Teriak Dazhi senang.

"Apa kau yakin, Dazhi? Dulu aku mendengar dari Wan kalau kau pernah rugi besar karena bermain Dibalai judi loh~"

Dazhi mengernyitkan dahi mendengar ucapan Sven. Di kehidupan pertama, Dazhi memang pernah mencoba bermain ditempat judi. Namun hasilnya, ia malah kehilangan banyak uang karena tak pandai bermain.

"Beraninya pedang sialan itu membeberkan rahasia besarku!! Ah sudahlah, jangan mengungkit masa lalu, Sven. Lagipula aku mempunyai dirimu, jadi mana mungkin aku kalah bukan?"

"Ya! Ayo kita hasilkan banyak uang dari tempat ini!"

Mereka masuk lebih dalam. Setelah dilihat lagi, ternyata banyak anggota keluarga pejabat kota Jinling yang mendatangi tempat ini. Dazhi geleng-geleng kepala karena kenyataan itu, bisa-bisanya keluarga pejabat yang dikenal terhormat memasuki tempat seperti ini.

Ketika melihat-lihat setiap permainan yang tersedia ditempat judi ini, seorang pria tiba-tiba mendekati Dazhi.

"Sepertinya kau tersesat. Tempat ini mana mungkin cocok untuk pemuda sepertimu! Hahaha!!!"

Pria itu berbadan gendut dengan kumis tebal menempel diatas mulutnya. Ia menatap Dazhi dengan pandangan mengejek.

"Maaf tuan. Tapi aku yakin kalau aku berada ditempat yang benar." Dazhi mengeluarkan kantong koinnya, hal ini membuat mata pria dihadapannya melebar.

"Wah, uang yang kau bawa lumayan banyak. Bagaimana kalau bermain bersamaku? Aku berjanji tidak akan bermain keras kepadamu."

Pria itu mengajak Dazhi untuk duduk disalah satu meja. Satu hal yang langsung Dazhi sadari adalah bisik-bisik orang disekitarnya. Mereka membisikkan sesuatu tentang pria dihadapan Dazhi.

Dazhi memasang telinganya baik-baik, ia penasaran tentang apa yang mereka ucapkan.

"Wah... Guo Yin ini sepertinya mendapatkan target baru."

"Kasihan sekali pemuda itu, bisa-bisanya dia malah bertemu Guo Yin."

"Hei... Guo Yin lagi-lagi akan menguras kantong dari seorang pemula. Ayo lihat!"

Guo Yin, kira-kira itulah nama dari pria yang ada dihadapan Dazhi. Sepertinya Guo Yin lumayan terkenal di rumah judi ini sampai-sampai banyak orang yang mendekati meja mereka untuk melihatnya bermain.

Permainan sebentar lagi dimulai. Guo Yin memanggil seorang pengatur meja untuk mengawasi dan memulai permainan. Guo Yin lalu menaruh 1 koin emas diatas meja sebagai taruhannya.

"Untuk perkenalan, marilah bertaruh yang rendah saja." Ucapnya dengan nada mengejek.

Dazhi juga menaruh 1 koin emasnya diatas meja. Pengatur meja mulai menjelaskan cara bermain permainan tersebut.

Permainan yang akan mereka mainkan adalah tebak angka dadu. Permainan ini cukup mudah, hanya perlu menebak angka yang ada pada dadu, dan yang tebakannya paling mendekati akan memenangkan permainan.

Sang pengatur meja mulai menutup dua buah dadu dengan gelas dan mengocoknya, menandakan kalau permainan telah dimulai. Setelah beberapa saat, ia berhenti dan mempersilahkan keduanya menebak angka dadu.

Dazhi dapat melihat kalau Guo Yin tiba-tiba menatap gelas berisi dadu lekat-lekat. Bukan hanya itu, Dazhi juga bisa merasakan kalau Qi disekitarnya terserap secara perlahan oleh pria itu.

"Oh... begitu ya?"

Dazhi menyadari kalau Guo Yin menggunakan cara curang untuk melihat angka dadu.

Dia menggunakan teknik tingkat menengah berupa mata penembus bayangan, teknik yang jarang sekali dipelajari oleh Kultivator karena kurang bermanfaat. Dulu Dazhi juga pernah mempelajarinya, jadi ia tahu tentang teknik ini.

Dazhi tiba-tiba tersenyum. Guo Yin memang menggunakan teknik yang terbilang curang, tapi tekniknya ini sepertinya belum terlalu bagus karena matanya menjadi sipit saat menggunakannya. Ia sepertinya hanya melihat samar-samar angka dadu.

"Mari kita lihat mana yang akan menang, teknik curang mu atau keberuntunganku." Batin Dazhi.

"Silahkan menebak angkanya." Pengatur meja berkata sekali lagi, membuat mereka berdua mau tak mau harus menjawab.

"Aku menebak 8!" Ucap Guo Yin dengan yakin.

"Kalau anda?" Kini pengatur meja beralih pada Dazhi.

"Kurasa 9."

Setelah mendengar jawaban Dazhi, Pengatur dadu perlahan membuka gelas yang menutupi dadu.

Begitu terbuka, ternyata dadu menunjukkan angka 6 dan 3. Tebakan Dazhi-lah yang tepat.

Guo Yin menggerakkan giginya dengan sebal. Tetapi sedetik kemudian wajahnya kembali menampilkan ekspresi mengejek.

"Keberuntungan pemula. Mainlah satu ronde lagi denganku!"

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!