Kisah nyata dari propinsi Sumatera Yunita (nama samaran) adalah gadis plin-plan yang selalu dibodohi pria , kepalsuan, asmara,cinta, bahkan nafsu birahi para pria menyelimuti kehidupan nya , gagal gagal trus dalam bercinta ,bergelut di dunia malam hingga menjadi janda ...apakah yunita menemukan cinta sejati nya ? , apakah impian nya akan terwujud? smoga menjadi inspirasi kita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ijun Sibarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WMB 12
Pagi hari aku bangun dan berjalan kekamar mandi,ada sedikit semangat aku untuk bersekolah hari ini, tapi kepala aku masih pusing dikit,harus dipaksa bangkit.
Sampai dikamar mandi para santriwati sibuk membasuh badan,dari kamar mandi sebelah terdengar suara Junia dan Nordiannah.
"Rasakan dia, kena batunya ahahha pake pura-pura sakit lagi" ujar junia sembari tertawa kecil.
" Ahahaah betul Jun,sekarang tidak ada lagi santriwati disini percaya sama omongan dia"
sambung Nodianah.
Ya Allah ternyata mereka tidak ada habisnya mencelah aib aku,banyak lagi kata-kata yang menusuk hatiku,aku salah apa sama mereka,
percuma setiap hari mereka sholat lima waktu dan berhijab,mereka lebih rendah dari pada aku cuih....
Aku tidak jadi mandi,aku balik lagi masuk kedalam kamar, disebelah kamar para santriwati lain juga sibuk membicarakan aib aku,Mereka fikir aku lagi mandi,padahal aku didalam kamar,sungguh mereka bermulut sampah.
Ada juga yang membela aku,tetapi yang menghinaku mempengaruhi sehingga semua orang percaya aku yang menggoda Jon.
Aku tidak tahan lagi ditempat ini,aku ingin pergi dari sini.Sekarang aku bolos sekolah,
tidak tahan lagi dengan semua ini, malas saja mendengar ocehan mereka dibelakang aku.
Pada saat semua santriwati sekolah dan asrama sepi,aku berniat pergi dari sini,aku kemasi barang-barang dengan tangis dan pedihku,selesai mengkemasi pakaian kedalam tas Ransel,aku simpan dulu didalam lemari agar tidak ada orang yang melihat.
Aku berjalan kedepan gerbang asrama mengamati gerbang asrama apa suasana memihak padaku?.Karena biasanya terkunci.
sembari menunggu Ummi penjaga asrama lengah dan lupa menutup gerbangnya.
Secara diam-diam aku terus mengawasi gerbang asrama,ternyata nasib aku beruntung gerbangnya terbuka sedikit,mungkin Ummi lupa menguncinya.
" kesempatan untuk aku lari " gumam aku sendiri.
Berlari-lari aku menuju gerbang sambil membawa tas dan barang-barang yang bisa aku bawa,sampai dari luar gerbang aku kepergok orang lain.
"Hei lihat siapa itu yang kabur,kembali !!!, jangan kabur !!" terdengar suara santriwati berteriak mengejarku.
Aku lari sekencang mungkin karena takut tertangkap Ummi asrama,walau nafas tersengal aku berusaha tenang setelah jauh dari lokasi asrama tersebut.
" Pak antarkan aku keterminal " ucapku sambil menelan ludah karena haus.
"Nak, kenapa kamu panik gitu?,nanti anak kabur dari psantren itu,soal bapak tadi lewat sejumlah orang berteriak bilang kabur" bapak tukang becak bertanya sambil mengayunkan sepedanya.
" Ahk tidak pak, saya pikir tadi ada barang yang ketinggalan soal saya lagi buru-buru " jawab aku yang sudah diatas becak.
"Ow kirain aneh-aneh" Sahut tukang becak lagi.
Bapak tukang becak mengantarkan aku keterminal,akhirnya aku meninggalkan kota ini,kota yang paling aku benci,aku bernafas lega sekali.
Didalam Bus aku berfikir bagaimana aku menjelaskan nanti pada kleuarga,kenapa bisa kabur,tidak ingin ambil pusing terima saja resiko jika mama memukul aku,yang penting pulang dulu.
-----------------
*Empat jem Kemudian*
Sampai dikota T,aku nyambung lagi naik Bus arah kampung desa perkebunan,aku tidak ingin sebenarnya pulang dulu kedesa. ingin sekali kerumah Riandi dikota T,tapi aku tidak tau dimana rumahnya,takut juga dikira ibu Riandi aku gadis murahan datang-datang kerumah cowok,mending lanjut kedesa saja.
Jam enam sore hampir maghrib aku tiba didesa,lalu berjalan menuju rumah,dari kejauhan terlihat Mama lagi duduk santai bersama ayah diteras belakang rumah,aku lihat wajah mereka yang mulai menua,pasti mereka lelah mencari uang buat aku dan adik,kalau mereka tau aku kabur ?. Aku coba beranikan diri melangkah kerumah.
" Mak Yun pulang,enggak enak badan jadi Yunita pulang saja" ucapku dengan nada ragu dan tunduk didepan mereka.
" Hah apa enggak nyasar kau !!?,kenapa kau pulang !!,kenapa enggak kabari mama kalau kau mau pulang hah?!,enggak takut nanti kau diperkosa orang dijalan ?! " Bentak mama sambil murka.
" Yun sakit mak,Yun enggak mau lagi disana,Yun mau disini saja mak,tolong mak " air mataku berlinang tanpa sadar.
" Banyak kali alasanmu,kemarin minta pindah kos,pindah lagi kerumah siGendut,minta pindah lagi keasrama,mau kau apa sih?, kau mau buat Mama sama Ayah mati berdiri ?!"
ucap Mama dengan marahnya.
" tolong lah mak "
"Plaaakk"
Tamparan Mama mendarat dipipi kanan aku,dengan menangis terisak aku merasakan panas dipipi ini,Ayah menyuruh aku masuk kedalam rumah,aku mendengar suara Mama merepek terus kepada Ayah. Tapi mereka tidak tau penderitaan aku disana bagaimana.
----------------------
*Esok Hari*
Sore hari aku dengar mama cerita dengan ayah,mereka menelfon Buk Wadinah,meminta surat pindah untukku,Wadinah terkejut tapi karena paksaan aku ingin pindah mereka menyetujui permintaanku, pasti Mama dan Ayah kecewa sekali,aku bisa baca dari raut wajah mereka.Tapi mau gimana lagi,aku sudah terlanjur trauma disekolah itu.
Karena mau bulan suci ramadhan sekolah diliburkan,jadi habis ramadhan baru diurus mama surat pindahan aku.Mudah-mudahan kejadian dikota M tidak berpengaruh denganku dikampung ini.
------------------
Tak terasa sudah satu minggu aku tinggal dikampung ini lagi,mama sudah mulai ajak ngobrol,mereka sudah mulai seperti biasanya padaku.
ketepatan malam ini malam minggu, bosan dirumah terus,ingin kerumah Viva karena sejak aku pulang,aku belum berjumpa dengan nya.
Aku berjalan kerumah Viva jam tujuh malam,sampai dirumah Viva,Ibunda nya duduk didepan pintu rumah sembari menonton televisi.
" Bolek kemana VivA?" tanyaku saat sampai didepan rumah Viva.
" Oh Yunita, Viva ada Job menyanyi dikampung sebelah,banyak yang pesta Yun" Balas Mama Viva dengan tersenyum manis.
Karena tidak ada Viva aku pamit pada ibundanya,Lalu aku berniat datang kerumah Wati teman sekolah dasar.Sudah lama juga kami tidak bertemu.
Wati berparas hitam manis,tinggi kurus sedikit bungkuk,umurnya di atas aku setahun,
tapi kami dulu satu kelas,mungkin dia telat masuk sekolah mangkannya bisa satu kelas dengan aku.
Aku berjalan sendiri menuju rumah Wati keadaan jalan kecil ini sedikit sepi.
" Bremm bremm brommm " Suara kereta RX.KING hampir saja menabrak aku, syukur aku mengelak sehingga tidak kena sedikitpun.Yang lebih menjengkelkan mereka hanya lewat saja bukan meminta maaf padaku.
"Hei pelan-pelan kalian naik keretanya, pakai mata woi, sudah bertiga diatas kereta !!" aku teriak karena kesal,tapi mereka tidak menghiraukan perkataan aku,malah mereka acuh pergi begitu saja.
Sampai dirumah Wati aku disambut dengan senyum indah Wati,dia terkejut melihat aku datang.
"Yunita !"
Wati langsung berlari kedepan pintu saat aku datang.Aku membalas senyuman wati.
"Kapan datang ces?!,apa tidak dipsantren lagi?, kok kamu disini , sudah dua tahun juga aku enggak jumpa dirimu?!" tukas Wati sambil tersenyum dan memelukku.
"Banyak nya pertanyaan kau, rindu kali lah aku sama kalian smua kawan SD " jawabku sembari melepas pelukan Wati.
" Eh aku mau kesebelah rumah Lenni,kau mau ikut?,nanti aku kenalkan cowok paling ganteng dikampung ini " Ajak Wati tersenyum kecil.
"Kampret kau Wati,aku sudah ada cowok tapi jarak jauh,bolehlah kalau untuk cuci mata sekedar kawan saja Hihihi " balas aku sembari cengengesan.
Rumah Lenni tidak begitu jauh dari rumah Wati hanya bersebelahan saja,disamping rumah Lenni disediakan bangku panjang untuk duduk santai,kami berkumpul sambil bercanda.
" Brem Brem Brem " suara RX.KING berhenti didepan rumah Lenni,mereka berhenti karena Wati memanggil mereka,ternyata ketiga cowok tersebut adalah orang yang hampir menabrak aku tadi.Sebel sih lihat mereka tapi karena teman Wati ya aku lupakan saja kejadian tadi.
" Yun,Yun sini,ada yang mau kenalan" panggil Wati dengan heboh padaku.Dan aku tanpa berfikir datang kedepan.
" Apa ces,panggil aku " Kataku sambil melirik ketiga Lelaki yang diatas sepeda motor.
"Bentar saja sini ada yang mau kenalan sama kamu " paksa wati sambil menarik tangan aku mendekati tiga sekawan itu.
Dengan terpaksa aku berjalan mendekati Wati dan teman prianya itu.
" Ini kenalan sama abang ini,yang duduk ditengah, bukan yang depan atau belakang hahahaha " ucap wati sambil terbahak.
Aku pandang-pandang ternyata dia Pria yang ganteng,hidung mancung,rambut gondrong,
badan tinggi semampai,kulit sawo muda, bibir tipis.
" Yunita "
Tanpa sadar kami berjabat tangan menyebut nama dan saling pandang. Pria itu tersenyum manis dan menyebut nama dia.
"Wijaya".
"Benar adik ini anak Abang Darman?" Tutur Wijaya lagi karena penasaran.
Aku tersipu malu menjawab pertanyaan itu,kenapa dia bisa tau tentang aku?.
" iya bang ,tau darimana ya?" sedikit malu dan tertunduk saat Wijaya menatap aku.
" Ada deh, ya sudah dek,kami mau main dulu, Wati teman kamu cantik kirim salam ahaha "
canda Wijaya.
" Gila kau bang sudah kenalan kok kirim salam" jawab Wati sambil lipat tangan.
Mereka pergi meninggalkan aku dan Wati,
Wati bilang Wijaya paling ganteng dikampung sebelah,Banyak gadis yang tergila-gila pada Wijaya.
"Kenapa dia Wat, mau kenalan sama aku?" Nada penasaran aku.
"Tadi mereka aku panggil,terus Wijaya lihat kamu,terus jadi penasaran pengen kenalan,dia terkejut saja karena aku bilang anak Darman soal dulu dia lihat kau tomboi" Watu panjang lebar menjelaskan kronologi nya.
"Ooh,haahahaha ....aku saja baru ini lihat wajahnya,ganteng juga ya Wat" Kataku sambil mengingat paras Wijaya.
"Awas naksir,Hahahha banyak lho cewek yang naksir dia,awas kau jadi yang kelima, soal aku enggak tanggung jawab" Kata Wati sambil mendengus nafas.
"Ahk jadi dia playboy Wat ?,siapa bilang aku naksir,lagian aku sudah ada cowok,ganteng lagi,tapi dibandingkan wijaya....memang sih Riandi kalah tipis,Wijaya lebih muda" kataku sambil berdiri dihadapan Wati.
"Husss,hati-hati bicara, nanti bilang enggak mau nyatanya besok kau jalan sama wijaya ahahaahaah " Canda Wati puas meledek aku.
Aku bahagia tinggal disini,kawan- kawan semuanya tidak munafik,tertawa riang gembira,kami berkumpul kembali disamping rumah Lenni,sambil makan jajanan yang di beli mereka.
"Yun,cowok kau itu,yang kau bicarakan tadi,siapa nama nya ?!" ucap Wati yang lagi duduk disebelah aku.
"Riandi, wajahnya mirip orang pakistan" jawab aku sambil makan keripik singkong.
" Wah berarti ganteng lah yah,tapi abang Wijaya enggak bosen lho dipandamg, wajahnya beby face gitu seperti artis " Wati mulai terus menggoda Yunita.
" Hemmm,kau bilang begitu seakan-akan memancing aku untuk suka sama Wijaya hayo- hayo" .Aku gantian meledek Wati.
"Biasa saja,eh seminggu lagi kita puasa ya enggak terasa,aduh jadwal kencan aku harus dirubah nih " ucap Wati sambil tepuk jidat.
" iya ya enggak terasa,oh iya aku memang mau pindah sekolah Wat,sekolah disini, tapi belum aku mau sekolah dimana " kataku teringat sambil minuman ringan.
" Wah kok pindah?!, emang enggak enak disana?,setau aku dikota M bisa buat kulit kita putih,buktinya kulit kamu aku lihat sekarang bersih" Sambung Wati heran.
" Aku enggak betah Wat, lagian aku kangen sama kalian kawan lama " Sambungku sambil kernyit dahi.
"Disini cuacanya gersang nanti kau jadi hitam lagi,seandai nya aku bisa sekolah disana" Sahut Wati.
"Enggak apa Wati,bilang saja kau mau sekolah disana biar kulit kamu bisa putih hedew" Kataku membuat Wati tersenyum kecil.
"Hahahahahahah"
Wati hanya cengengesan saja,aku tidak memberi tau aib itu,dan kenapa aku bisa pindah,cukup aku saja sendiri yang simpan kenangan buruk itu,aku tidak akan pernah lupa wajah lelaki biadab itu.
" Wat sudah jam berapa sekarang?,aku takut mama aku marah" kataku tiba-tiba teringat waktu.
" Wah sudah jam sepuluh Yun,enggak terasa juga ya" Balas Wati sembari melihat arlojinya.
" Iya Wat,kalau begitu aku pulang ya, sampai jumpa besok ya Wati " kataku sembari berdiri dari duduk santai.
Sebenarnya aku cepat-cepat pulang mau singgah sebentar kerumah Viva,setelah pamit dengan kelompok Lenni dan Wati,aku berjalan menuju rumah Viva.
" Bolek Viva sudah pulang?!" Tanyaku saat sudah berada didepan rumah Viva.
" Belom Ndok,besok saja lah kesini lagi, nanti bolek bilang sama Viva,kalau Yunita datang"
jawab mamak Viva sambil berdiri didepan pintu rumah.
Aku pamit sama Ibunda Viva mau pulang kerumah,kecewa sih tidak ketemu Viva,diperjalanan aku berjumpa sama Adi.
"Wih kapan sampai dek? kok abang enggak tau?" langkah Adi terhenti dan girang.
"Sudah seminggu yang lalu Abang,tapi aku malas keluar rumah, baru kali ini krluar " jawbaku sambil tersenyum tipis.
" Ow begitu,Abang lewat depan rumah kamu enggak pernah lihat sihadek, ini mau kemana dek?" Kata adi.
" Pulanglah bang,duduk bentar samping. teras rumah dulu karena belum ngantuk aku" kataku sambil melanjutlan langkah menuju rumah.
"Ow kalau gitu abang antar ya,tenang saja abang enggak aneh-aneh lagi dek,Ow iya abang dengar katanya ViVa sama Putra udah putus" Kata Adi sembari jalan beiringan denganku.
" Wah Aku enggak tau !,jadi siapa sekarang pacar Viva bang ?" kataku sedikit terkejut sambil kernyit dahi.
" Kurang tau abang siapa sekarang pacarnya,abang malas tanya dia, nanti dikira kepo lagi,Yunita taulah dia sedikit sensitif kalau ngomong sama aku" Sambung Adi.
Kami terus berjalan,Adi mengantar aku sampai teras rumah,aku rasa Viva putus sama Putra gara-gara kejadian dulu,baguslah Viva tidak sama cowok mesum itu lagi.
Sesampai dirumah nyatanya tidak ada orang, mungkin Mama masih kondangan dipesta kampung sebelah,ya aku jadi ngobrol banyak sama Adi disamping teras rumah.
Malam mulai larut,Adi juga sudah Pamit pulang,aku berjalan masuk kedalam rumah menuju kamar.
" Riandi kapan kau datang sayang aku rindu padamu, sudah mau setengah tahum ini kamu engak ada kabar lagi,cuma surat terakhir yang kau balas,apa kau sudah melupakan aku?" Gumam mulut ini saat terbaring diatas kasur.
Tiba- tiba saja aku teringat wajah Wijaya yang beby face,bibir bayinya Waw.Aku tepis soal Wijaya dari fikiranku karena aku tidak mau berkhianat dengan Riandi.
Malam semakin larut,dingin menusuk hati,
aku coba pejamkan mata ini,semoga hari esok lebih indah daripada hari ini agar aku bisa bahagia.
salam dari autorr ...
jangan lupa like nya ya sayang
muachhh :*
ikuti terus cerita dari Yunita....
ok para pembaca .... bye bye ...
siringo ringo
kadang Mak,kdang mama dan masih bnyak lagi
sukses iya untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek.
Terimakasih 🙏