NovelToon NovelToon
Satu Imam Dua Makmum

Satu Imam Dua Makmum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Adiba Aza hra

Bagi Azam, satu-satunya wanita yang berhak bersandar di bahunya hanyalah Aira Humaira, istri sekaligus sahabat sejatinya.Namun, sebuah kesalahan yang tak di sengaja.kini berubah menjadi hantu yang menuntut penebusan. Safira kini hidup sebatang kara dan hidup menderita akibat kelalaian Azam. Ketika uang tak lagi mampu membasuh rasa bersalah, Aira justru menyodorkan madu pernikahan sebagai jalan keluar."Aku ikhlas, Mas..." kata-kata Aira terdengar tegas, meski hatinya sendiri hancur.Terjebak di antara tuntutan istri yang dicintainya dan penolakan hatinya untuk mendua, keputusan apa yang akan diambil Azam? Siapkah Aira menyaksikan suaminya bersanding dengan wanita lain, ketika ego dan rasa bersalah bertabrakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adiba Aza hra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Drama Azam serta Momo dan Coco

Azam yang baru saja dihubungi Aira untuk memasak nasi langsung gelisah kelas kakap.

"Gimana ini?" gumam Azam bingung.

Setelah menemukan tempat beras, Azam langsung mencucinya.

"Apa ini gak kebanyakan ya? Biarin aja lah, lagian kan tadi Aira nyuruh masak nasi yang banyak," gumam Azam lagi.

Ia mulai sibuk dengan rice cooker. Setelah semuanya beres, Azam kembali ke ruang keluarga yang mana sang ayah masih menerima telepon dari rekan kerjanya. Entah kenapa, Azam merasa gelisah memikirkan nasi yang dimasaknya.

"Kamu habis dari mana, Zam?" heran Ayah Niko setelah memutuskan panggilan suara.

"Dari belakang, Yah," jawab Azam gugup.

"Dapur? Tapi kenapa kamu keringatan?" tanya Ayah Niko sembari memperhatikan wajah sang putra.

"Ah, Ayah ini bisa aja. Mana ada Azam keringatan, Yah, di sini aja full AC," kata Azam setenang mungkin.

Pak Niko mengangguk percaya. "Oh ya, Zam, kamu mau izin cuti sampai kapan? Kamu ini sudah menjadi bos besar perusahaan, enggak bisa kamu tinggal terlalu lama," kata Ayah Niko tegas.

Azam mengangguk mengerti. "Minggu depan aja gimana, Yah? Libur seminggu enggak apa-apa kan, Yah, sekali-kali," cengir Azam.

Pak Niko menghela napas dalam. "Baiklah, untuk satu minggu ini biar Ayah yang gantikan posisi kamu. Tapi ingat, minggu depan kamu harus sudah masuk," kata Ayah Niko.

Azam nyengir mendengar keputusan bijak sang ayah. "Makasih, Yah," kata Azam senang.

Lima belas menit sudah berlalu, namun yang ditunggu-tunggu belum juga pulang.

"Kamu kenapa, Zam?" heran Ayah Niko lagi dan lagi.

Azam menggeleng.

"Ya sudah, Ayah salat magrib dulu. Kamu juga jangan lupa salat," tegas Ayah Niko lalu meninggalkan ruang keluarga.

Setelah kepergian sang ayah, Azam buru-buru berlari kencang menuju dapur. Setibanya di dapur, mata Azam memelotot hingga kedua matanya rasanya ingin keluar saat itu juga.

"Momo! Coco! Kalian ...!" geram Azam kesal setengah mati.

Ia melihat kedua kucing kesayangan sang istri memecahkan beberapa wadah yang berisikan gula, garam, susu, dan tempat beras. Azam mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Rasanya ingin sekali Azam mencabik-cabik dua kucing imut itu.

"Meowww ..."

"Meowwww ..."

Momo dan Coco menatap Azam seolah-olah mereka senang melihat raut wajah Azam yang sedang kesal setengah mati, namun tidak berani menghakimi mereka.

"Ada—" Kalimat Ayah Niko yang baru datang seketika terhenti karena syok.

"Kamu apakan dapur ini, Zam?! Buruan bereskan sebelum istrimu datang, atau kamu akan menyesal!" kata Ayah Niko ikutan panik.

"Iya, Yah, ayo bantu—" Ucapan Azam terhenti saat mendengar suara klakson mobil sang istri.

"Yah, gimana ini, Yah?" panik Azam.

Ayah Niko hanya menggeleng pasrah. "Buruan kamu bersihkan! Biar Ayah yang cegah mereka di depan, cepat!" kata Ayah Niko lalu mendorong tubuh sang putra.

"Iya, Yah," kata Azam cepat.

"Meowww ..."

"Meowww ..."

BRAKKK!

"Aduh, kucing kam—" Azam menghentikan kalimatnya saat mencium bau amis.

Beberapa telur yang tertata rapi di kotaknya terjatuh karena ulah Momo yang berusaha lari mengejar Coco. Kepala Azam dipenuhi pecahan telur, tepung, gula, susu bubuk, dan beras yang berserakan di lantai, kini ditambahi pecahan telur baru.

"AAAAA!" teriak Azam yang sudah tidak bisa menahan emosi.

Ayah Niko yang sedang berusaha mencegah istri, anak, dan menantunya masuk malah semakin kesulitan saat mendengar teriakan Azam.

"Awas, Mas!" kesal Bu Nilta karena suaminya selalu saja menghalangi mereka untuk masuk, padahal sudah jelas bawaan mereka begitu banyak. Mau tidak mau, Ayah Niko membiarkan mereka semua masuk.

"Aira, Ibu bantu kamu di dapur ya, Nak," kata Ibu Nilta lalu melangkah ke arah dapur yang langsung diikuti oleh Aira.

"Astagfirullah, Azam!" pekik Bu Nilta syok.

Aira yang melihatnya langsung ikut syok. Kakinya terasa lemas seolah-olah tak bertulang.

"Maaf, Sayang, ini ulah si Momo sama Coco, bukan—"

"Ya Allah, Azam, kamu ini ya! Baru satu hari jadi suami udah bikin istri kamu kesal aja. Bersihkan! Nanti baru boleh makan," omel Ibu Nilta lalu meninggalkan dapur. Di saat yang bersamaan, Hanum datang.

"Abang, ih, jorok, wekk!" ejek Hanum yang tak tahan dengan bau amis telur.

Azam terdiam bukan karena ibu atau adiknya, melainkan karena tatapan mata Aira yang begitu tajam.

"Sana gih mandi, biar aku aja yang bersihin," kata Aira datar.

Hanum yang menyadari raut wajah Aira berubah drastis langsung pergi begitu saja meninggalkan dapur.

"Ih, serem juga ya Mbak Aira kalau lagi marah, hiiiy," batin Hanum bergidik ngeri.

Azam perlahan berdiri. Tanpa semua orang ketahui, sebenarnya yang membuat Aira kesal setengah mati adalah dia takut jika Azam tidak memasak nasi. Sebab saat keluar tadi, Ibu Nilta dan Hanum tidak jadi makan di luar.

"Sayang ...?"

"Mandi sana, biar aku aja yang bersihin," kata Aira pelan.

Azam mengangguk lalu berjalan ke arah pintu dapur. Namun, ia tidak sengaja menyenggol vas bunga yang ada di meja dapur hingga pecah berserakan.

PYAR!

Aira melotot, namun masih berdiri angkuh di tempatnya.

"Cepetan mandi, Azam, atau aku marah!" kesal Aira. Dengan cepat, Azam langsung meninggalkan dapur.

Aira menghela napas berat.

"Oh ya, Mas," kata Aira cepat saat Azam sudah berdiri di ambang pintu.

"I ... iya, Sayang, ada apa?" tanya Azam gemetar.

Aira menoleh lalu menatap dalam manik mata Azam. "Kamu udah masak nasi?" tanya Aira.

Sambil melangkah memasuki dapur, dengan cepat Azam mengangguk. "Udah, Sayang, aku udah ...."

Aira begitu antusias mendengar jawaban Azam. "Hufffft, syukurlah, Mas. Aku kira kamu belum masak," cengir Aira lalu meletakkan barang-barang belanjaannya di dapur.

Azam menggaruk bagian belakang kepalanya heran. "Ya sudah, Sayang, aku mandi dulu ya," kata Azam lalu benar-benar meninggalkan dapur.

Dengan semangat yang membara, Aira menata lauk-pauk yang dibelinya tadi lalu membawanya ke meja makan yang ada di ruang makan keluarga.

"Silakan Ayah, Ibu, Hanum, dimakan ya buah-buahannya. Aira ambilkan nasinya dulu," kata Aira merasa tidak enak.

Hanum hanya nyengir. "Iya, Nak," kata Ibu Nilta lembut, sedangkan Ayah Niko hanya diam karena habis kena omel istri tercintanya.

Setelah kepergian Aira, Hanum mulai berbisik-bisik. "Yah, Bu, ternyata Mbak Aira serem juga ya kalau marah, hiiiii," bisik Hanum serius.

"Soalnya kamu belum tahu gimana rasanya punya pasangan yang suka—" Kalimat Bu Nilta terhenti saat tiba-tiba mendengar rintihan Aira dari arah dapur.

1
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍🙏
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut👍
Saddam Husein
lanjut👍
Saddam Husein
Semangat terus kak 😎👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
hubungan sama orang tua atau saudara terasa asik biasanya kebanyakan kn nya fokus ke pemeran utama yg ini nih asikkkk gokil /Drool//Joyful//CoolGuy/
pokok lanjut bro Apa lagi pas di suruh masak nasi ngakak. habis hahaa lanjutkan bos kuhh
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Mantap gw yg cowo aja ngakak bca nya 🤣😄
Adiba Azahra
Wah, terima kasih banyak, Kak! 😍 Semoga makin baper ke depannya, ya. Ikuti terus kelanjutan ceritanya! 🔥🚀
Ridwan Hasan: Dari judul nya udah nyesek 🙏 Bagus kak semangat siap menyemak 👍
total 3 replies
Redmi
Lanjuttttttttttt 😍
Redmi
Aaaa ikut baper 😍🙏
gk kebayang aku punya suami kayak azam 🤣 😍
Redmi
Lanjut kak Bagus
Adiba Azahra: Terima kasih banyak, Kak! 🥰 Ditunggu kelanjutannya, ya, secepatnya! 🚀🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!